Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka
Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih
Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.
***
Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.
Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.
Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?
Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?
Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Ayo kita Menikah
Sudah usang rasa ini ada
Rasa untuk mengukur kembali
Saat jalinan kasih masih utuh
Lama ku tahan perih ini
Entah untuk apa?
Tapi ku yakin untuk siapa.
Berulang kali ku coba
Dua hal yang bertentangan
Satu untuk melupakan
Satu untuk mengembalikan
Tak satupun muncul dengan hasil yang nyata
Hari telah senja
Janji untuk meninggalkan telah terucap
Aku menyerah
Bukan berusaha untuk kembali
Tapi untuk melupakan
Hati tak mampu berdusta
Masih ku simpan harapan tuk kembali
Namun aku menyerah dan memilih melupakan
Rasa yang telah usang
Biar ku simpan sampai batas akhirnya.
*********
"Aku benci kamu Alexander Wijaya" Ucapku tanpa menoleh.
Bukannya pergi tapi tangan itu semakin erat merengkuh tubuhku dan menempelkan tubuhku di dada bidangnya. Eh... tapi sejak kapan Ale mempunyai dada sekeras ini.
Ya ampun Nadin, disaat seperti ini kamu masih saja mikirin hal-hal gak guna. Harusnya kamu mikirin cara supaya bisa lepas dari cowok brengsek ini dan pergi sejauh-jauhnya.
"Lepaskan aku Ale, sudah ku bilang aku membencimu.Jangan sentuh aku" Teriakku lantang. Dengan susah payah aku pun berhasil lepas dari rengkuhan tangan itu. Rasanya ingin ku gampar saja lelaki itu. Kayak gak punya salah aja main peluk-peluk saja. Sepertinya lelaki ini harus di beri pelajaran. Dengan segera aku membalikkan badanku.
"Jangan coba-coba untu-k...... "Aku berhenti sejenak dan menatap sosok pria yang sedari tadi memelukku.
" Ti-tan"Ucapku tergagap. Ternyata lelaki yang ku sangka Ale dari tadi adalah Titan.
Sedang apa lelaki itu disini. Bukannya tugas mengantarkan ku sudah selesai. Gak mungkin juga kan lelaki itu menungguku. Kalau iya....
Artinya Titan melihatku berlarian sambil menangis tadi. Ya ampun........ memalukan banget.
Titan pasti udah melihat betapa kacaunya aku tadi. Duh Nadin malu-maluin banget sih kamu.
"Ayo aku antar pulang" Ucapnya sambil menggenggam tanganku. Tapi aku segera mencekal pergelangan tangan Titan.
"Tapi aku gak mau pulang tan? Sudahlah kamu pulang saja. Aku gak mau ngerepotin kamu. Aku sedang ingin sendirian saja saat ini" Ucapku pelan. Titan masih tidak beranjak dari tempatnya lelaki itu malah melipat tangannya didada.
"Kamu lihat di belakangmu, sepertinya kekasihmu itu masih mencarimu. Sekarang terserah padamu, mau ikut denganku atau tetap disini. Aku tunggu di mobil" Ucapnya lalu segera berlalu.
Sekilas ku lihat sebentar ke arah belakang. Benar saja dari jauh ku lihat Ale sedang celingak-celinguk, mungkin dia sedang mencari aku. Malas banget kalau harus ketemu sama orang yang sudah menyakitiku berulang kali. Sepertinya tawaran Titan harus ku Terima.
Dengan cepat aku pun menyusul langkah Titan menuju mobilnya.
"Buruan jalanin mobilnya tan? " Ucapku ketika sudah memasuki mobil Titan. Kulihat sekilas senyum di wajah nya.Kemudian Titan pun menjalankan mobilnya. Bodo amat deh, biar aja Titan nganggap aku gak tau malu, yang penting aku bisa menjauh dulu dari Ale.
"Jadi mau diantar kemana ini langsung pulang atau.....? "
"Sudah di bilangin aku gak mau pulang" Potong ku cepat.
"Lalu...??? "
"Kemana aja deh, yang penting aku gak mau pulang dulu. Pastinya lelaki playboy itu nyariin aku di rumah. Aku gak mau ketemu dia dulu"
"Ehmmm perasaan tadi ada yang ngasih petuah aku,kalau gak salah gini ni ucapannya. Menghindar dari masalah gak akan bisa nyelesaiin masalah itu sendiri. Kamu tau gak siapa yang udah ngomong kayak gitu? "
Kampret Titan nyindir aku banget tuh.
"Gak usah nyindir keles.Lagian masalah aku sama kamu itu beda ama masalah aku sama Ale " Ucapku sewot.
"Bedanya apa? "
"Ya beda aja" Jawabku seenaknya.
"Apa karena dia itu pacar kamu ya"
Fiks... aku terdiam mendengar ucapan Titan.
"Dia itu bukan pacar aku" Ucapku pelan
"Kalau gak pacar ngapain coba pakai nangis-nangis segala" Ucapnya tanpa menoleh kearahku
"Aku itu cuma ngerasa kecewa saja sama Ale. Dia itu udah bohongin aku. Dia bilang gak bakal jadi playboy lagi nyatanya dia tetap aja main perempuan. Mana perempuan itu adik tiri aku lagi, nyebelin gak sih"
"Itu namanya cemburu"
"Aku gak cemburu Titan? Rasa aku ama Ale itu udah hilang saat dia selingkuhin aku dulu. Kalau pun kemarin-kemarin aku jalan sama dia udah gak ada rasa . Rasa nya benar-benar hambar. Beda banget kayak dulu. Meskipun Ale tetap baik dan perhatian banget sama aku, gak tau kenapa rasa cinta aku ke dia itu udah gak ada.Aku hanya menganggap dia sekedar teman dekat aja"
Eh ngapain coba aku harus jelasin panjang lebar sama Titan. Tapi entah mengapa aku gak rela banget Titan itu nganggap aku sama Ale pacaran. Nah lo... apaan coba aku ini.
"Kalau rasa kamu sama aku gimana? "
Kan.. kan.. kan... bangunin macan yang lagi tidur.
"Kamu itu nyebelin"
"Ha ha ha" Bukannya marah Titan malah tertawa.
"Beda benci dan cinta itu tipis lo Nad? Mulut boleh bilang benci tapi aku gak yakin dengan hati kamu"Ucap Titan jahil sambil mengerlingkan matanya genit ke arah ku.
" Ceh, gak usah sok yakin"
"Aku hanya bicara sesuai fakta kan. Kamu tau aku sempat putus asa kemarin saat aku lihat kamu jalan dengan laki-laki lain. Aku memang sudah berusaha melepasmu. Tapi hari ini aku sadar jika aku memiliki banyak kesempatan. Kamu marah saat aku diami bahkan kamu menjelaskan sedetail mungkin saat aku menuduhmu punya hubungan dengan laki-laki lain. Jadi kapan kamu mau aku melamar mu? "
"Ti-tan" Geram ku sambil memukulinya. Sementara lelaki itu hanya tertawa saja saat ku pukuli.
Tiba-tiba Titan meminggirkan mobilnya lalu berhenti. Lelaki itu menggenggam kedua pergelangan tanganku.
"Kalau kamu tau Nad, aku rindu galaknya kamu sama aku. Aku rindu kamu yang suka marah-marah dan aku rindu godain kamu lagi. Ya Tuhan.. bahkan aku itu baru kemarin dan aku sudah sangat merindukannya"
Deg deg deg
Ya Allah.... rasa apa ini, kenapa sekarang aku jadi gugup seperti ini. Tapi aku gak boleh gugup di hadapan Titan. Bisa-bisa laki-laki itu menganggap aku suka beneran sama dia. Padahal aku juga belum yakin dengan perasaan ku ini. Rasa apa ini.....
"Gak usah gombal deh kamu tan?Jangan buat aku melayang lalu tiba-tiba kamu hempaskan begitu saja" Ucapku sambil melepaskan cekalan tangannya.
"Tapi aku serius suka sama kamu Nad, sejak dulu. Sejak aku menatap mata indahmu. Aku suka kamu yang berbeda dengan gadis lainnya yang selalu ngejar-ngejar aku. Tapi kamu beda... "
"Jadi Nadia Syafina maukah kamu menerima cintaku dan ayo kita menikah"
Jrengggggg
*
*
*
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏