Anindita mengklaim dirinya seorang yatim piatu,dia di letakan oleh ibunya di sebuah panti asuhan karena ibunya melahirkan nya tanpa seorang ayah,beruntung setelah tamat pesantren gadis ini bekerja di sebuah perusahaan besar menjadi OB,gaji dari hasilnya bekerja dikumpul nya untuk kuliah...
Dita adalah panggilan akrab Anindita saat dia kuliah berkenalan dengan lelaki bernama Gilang wicaksana dan mereka menjalin hubungan selama dua tahun lalu memutuskan untuk menikah
tetapi pernikahan mereka tidak di setujui oleh ibu Gilang
akan kah pernikahan mereka bahagia?
ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pulang bersama Wira
Anindita melirik jam di pergelangan tangannya sudah pukul 8 tetapi tidak ada tanda-tanda Gilang akan menjemputnya,sudah berulangkali dia menghubungi tetapi tetapi tidak diangkat...
" mas,,,kemana kamu?" gumam Anindita
tadi Bu Lusi menawarkan tumpangan tetapi Anindita menolak karena masih ingin menunggu Gilang..
Wira turun dari lantai atas menuju parkiran,dia melihat seseorang tengah berdiri di depan gerbang kantor
"Anindita,,kenapa dia belum pulang,bukan nya lembur hanya sampai jam 6" batin Wira
Wira masuk kedalam mobil dan mendekat kearah Anindita
" Dit,ayo masuk....ini sudah malam" ajak Wira
" tidak usah pak,saya menunggu suami saya" tolaknya halus
" deg"
Wira terkejut mengetahui Anindita sudah bersuami,pupus sudah harapannya mendekati Anindita untuk menjadi ibu sambung Kenzo
" mungkin suami mu terjebak macet atau lagi ada pekerjaan,ini sudah larut malam tidak baik untuk wanita menunggu sendirian di sini" ucap Wira
memang ada benarnya ucapan Wira ini sudah larut malam sementara ponsel Gilang sudah tidak bisa di hubungi lagi
tapi Anindita takut jika dia pulang bersama Wira pasti akan membuat Gilang salah paham,apa lagi terakhir Wira mengantarkannya membuat Gilang murka
" coba hubungi suami mu sekali lagi,bila tidak ada jawaban kirim kan pesan saja bilang kalau kau pulang duluan" usul Wira
Anindita menghubungi ponsel Gilang lagi tetapi tidak ada juga jawaban,akhirnya dia mengirim pesan dan menerima tawaran Wira untuk mengantarnya pulang,menunggu taksi atau angkutan lain pun tidak mungkin karena sudah pukul delapan lewat...
" bagaimana kabar Kenzo pak?" tanya Anindita memberanikan diri untuk membuka duluan pembicaraan
" Alhamdulillah dia sudah membaik berkat kamu mau menjaga nya" jawab Wira
hening sesaat,Anindita menghadap ke arah jendela..
" Dit,,terimakasih sudah mau menemani Kenzo kemaren" ucap Wira
" iya pak,saya memang menyukai anak-anak apa lagi Kenzo termasuk anak yang aktif dan periang"
" iya,,dia sangat merindukan sosok ibu"
" maaf sebelumnya pak,kenapa bapak tidak menikah lagi saja demi Kenzo"tanya Anindita gugup
" hmmm...sebenarnya saya ingin menikah lagi tetapi belum menemukan yang cocok,takut perpisahan kembali terulang" jawab Wira masih fokus menatap jalan
" tapi Kenzo perlu sosok ibu pak?"
" iya saya mengerti, sebenarnya sudah ada yang bisa membuka hati saya"
" mengapa tidak bapak coba"potong Anindita
" dia tidak menyukai saya"
" di perjuangkan pak,mana tau dia bisa suka"
" sulit,dia sudah di miliki orang lain" jawab Wira terkekeh mengingat dia menyukai istri orang
" hmmm.....kalau itu sepertinya memang sulit pak"jawab Anindita
tak terasa mereka telah memasuki halaman rumah Gilang,Anindita melihat Gilang menggendong Sandra keluar dari mobil
" jadi karena ini kamu tidak menjemput ku mas" batin Anindita
Anindita turun dan mengucapkan terimakasih pada Wira,Gilang menoleh kebelakang saat mendengar mobil masuk kepekarangan rumahnya
"astagfirullah...aku lupa mengabari Anindita" batin Gilang
Anindita melewati Gilang yang sedang menggendong Sandra,Sandra memeluk erat leher Gilang...
" Dit,aku ingin bicara" ucap Gilang
" aku capek mas,besok saja" tolak Anindita lalu masuk kedalam kamar
Dibantingnya tas keatas kasur lalu dia menangis terisak
" hiks....hiks.....baru kamu bilang memperbaiki hubungan kita tapi di depan mata ku kau bermesraan mas"
Gilang mengantar Sandra kekamar lalu turun kebawah dan mengetok pintu kamar Anindita
" dit...buka pintunya,aku ingin bicara" ucap Gilang di balik pintu
tidak ada terdengar jawaban dari Anindita,Gilang mencari ponselnya
" arg.....aku lupa,ponselku tertinggal di mobil"
Gilang berlari ke arah mobil dan mengambil ponselnya melihat 6 panggilan dari Anindita dan satu pesan masuk
Istriku : assalamualaikum..mas jadi menjemput ku? ini sudah malam mas,kalau mas masih ada kerjaan aku pulang duluan saja,kita bertemu di rumah I miss U suamiku..
" bodoh....bodoh...." umpat Gilang pada dirinya
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
skrg kan dita bahagia
kasian