Erin, gadis cantik yang terpaksa menikah dengan seorang pria dingin harus mengalami kecelakan hingga membuatnya Koma, akankah cinta dari sang suami bisa membantu Erin untuk kembali sadar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon machrita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbongkar.
Diluar Shelo terkejut saat seseorang menepuk pundaknya.
"I-ibu!" kejut Shelo.
"Kau sedang apa, siapa yang kamu telphon?" Tanya Ibu Renz menaruh curiga.
"I-ini, saya menghubungi orang untuk pemakaman Erin, karna kita tidak boleh menyemayamkan lama-lama, kasihan Eein." Kata Shelo.
"Kamu benar, ya sudah lakukan yang seharusnya kamu lakukan." Kata ibu Renz.
Ibu Renz kembali ke dalam, Shelo mematikan ponselnya lalu pergi mengikuti ibu Renz.
Di kamar Renz masih memeluk Erin, nenek meminta Renz melepaskan Erin untuk di bersihkan, walaupun berat Renz pun melepaskan tubuh Erin dengan perasaan hancur, Jojo dan Shemee keluar dari kamar begtupun nenek dan Renz. Shelo memperhatikan Erin yang tertutup selimut, dalam hati Shelo ada rasa kasihan trhadap Erin, walau bagaimnapun Erin temannya. Ini pun bukan sepenuhnya salahnya, semua rencana Reymond.
"Erin! Apa aku sangat jahat ya karena aku mau merebut Renz aku harus kerja sama dengan Reymond, tapi semua bukan sepenuhnya salaku, Reymond juga salah." Kata Shelo.
Di dalam selimut yang menutupi tubuh Erin, jari-jari erin mulai bergerak menandakan adanya kehidupan.
"Setelah pemakamanmu, aku akan mulai mendekati Renz seprti niat awalku, entah apa aku harus sedih atau senang dengan kepergianmu tapi tujuan utamaku adalah menjadi istri Renz, aku akan membantumu mengurus mantan suamimu itu Erin." Kata Shelo.
Saat Shelo mendekati Erin tiba-tiba tubuh Erin bangkit, Erin duduk dan sontak membuat Shelo terkejut syok dan berteriak histeris
Renz dan yang mendengar teriakan Shelo bergegas masuk ke kamar, Shelo terlihat ketakutan menunjuk Erin yang menatapnya.
Renz langsung memeluk Erin, tapi Erin terlihat seprti orang linglung, dia menatap wajah Renz yang berlinang air mata. Sementara Shelo terus berbicara aneh karna kepanikannya
"Di-dia hantu, dia sudah mati tapi kenapa dia hidup lagi, dia pasti mau membunuhku, dia mau melenyapkanku." Panik Shelo. Shemee mendekati Shelo.
"Apa yang kaum bilang, dia hantu. Ehh Shelo kakak ku masih hidup dia kembali dan seharusnya kamu senang bukan ketakutan dan mengatakan kakak ku seperti itu." Kesal Shemee.
"Tapi dia sudah mati kan! Kalian lihat sendiri kan." takut Shelo.
"Jaga ya mulutmu, atau kamu akan aku tampar." Kesal Shemee.
Jojo menenangkan Shemee, ia menariknya menjauh, sementara orang-orag melihat ada keanehan pada Shelo, Shelo lari keluar dari kamar Erin.
Renz memeluk senang Erin, Dokter pun meminta Renz membaringkan Erin untuk memriksanya, Renz terlihat sangat bahagia karna pada akhirnya Erin kembali.
"Syukurlah, denyut nadi dan detak jantung nona Erin mulai kembali normal, ini mukjizat, kita harus bersyukur racun di tubuh Rrin pun sudah ternetralisir, kita hanya tinggal merawat nona erin lalu melakukan terapi berjalan, karna hampir 15 hari Erin tidak bergerak," kata Dokter.
Erin belum bisa bicara karna mulutnya kaku, ia pun memperhatikan semua yang ada di sekitarnya, Erin tersenyum saat melihat Shemee di antara mereka semua.
"Kakak kamu baik-baik saja kan, aku sangat mencemaskanmu kak, kamu jangan pergi lagi, aku mencarimu kemana-mana kak." Kata Shemee.
Yang mendengar kata-kata Shemee keheranan, apa yang di maksud Shemee sebenarnya. Dokter meminta semua keluar dan hanya Shemee yang ada di kamar Erin menemaninya
"Kak,akhirnya kamu sadar, hampir saja aku menelphon ayah," kata Shemee
"A-aku dimana?" Tanya Erin.
"Loh kak ini rumahmu, kamu ada dirumahmu sendiri." Kata Shemee.
"Rumah!" Kata Erin sedikit kaku.
"Kak, kamu tidak ingat. Kamu ini istri Renz Adipratama pengusaha besar di Indonesia." Jelas Shemee.
"A-aku su-dah menikah." Bingung Erin.
"Kak, kamu kenapa, aku panggilkan Dokter ya." Pamit Shemee pergi keluar karena dokter pun sedang berbicara dengan Renz di luar.
Shemee meminta dokter memerksa Erin, Renz ingin ikut masuk tapi Shemee tidak membolehkan karna ini kemauan Erin, Renz pun kembali duduk bersama yang lain.
"Dok! Kakak ku sudah sadar, tapi kenapa dia lupa, dia lupa jika dia sudah menikah dok, apa yang terjadi dengan kakak ku" cemas Shemee.
dokter memeriksa Erin.
"Sepertinya nona erin mengalami amnesia, mungkin disebabkan saat kecelakaan kepalnya membentur sesuatu yang keras, kita harus membawanya ke rumah sakit untuk melakukan tes dan memeriksa apakah Amnesia yang di alami erin bersifat sementara atau permanen" kata Dokter
Shemee dan Dikter pun keluar untuk membicarakan Erin yang Amnesia, Shelo yang ikut mendengarkan sedikit lega.
"Kira-kira saat aku bicara tadi dia dengar gak ya." batin Shelo.
Shelo memberanikan diri masuk ke kamar, ia msndekati Erin dan memastikan nya.
"Erin apa kamu mengingat aku?" Tanya Shelo.
Erin menggeleng sementara Shelo tersenyum tenang.
****
Beberapa waktu kemudian, Erin sudah di periksa di rumah sakit, Renz tidak henti-henyunya menemani Erin walaupun Renz merasa Erin tidak menganggapnya namun Renz tetap meyakinkan Erin bahwa dia adalah suaminya. Sampai-sampau ia meminta Jojo untuk mengurus perusahaannya.
"Renz kenapa tidak ayahmu yang mengurusnya, kamu percaya sekali dengan Jojo." Omel ibu Renz
"Aku lebih mempercayai Jojo di banding kalian," ketus Renz.
"Renz!" bentak ibunya.
"Sudahlah Nana, lebih baik kamu pulang saja krumah." Kata nenek.
" ya sudah, lebih baik aku pulang saja." Kesal ibu Renz.
Ibu dan ayah Renz kembali ke rumah. Kini hanya ada Renz, nenek, Jojo juga Shemee yang berada di ruangan Erin.
Erin memanggil Shemee untuk membicarakan sesuatu.
"She, siapa mereka?" Tanya Erin.
"Oh mereka. Mereka adalah keluarga barumu, yang tua itu nenek mertua mu, orang tua yang baru pulang tadi mereka mertuamu dan yang putih itu namanya Jojo dia sepupu dari suamimu " jelas Shemee.
"Lalu pria tinggi itu?" Tanya Erin.
"Dia suamimu, namanya Rens Adipratama, pengusaha besar di kota ini kak." Jelas Shemee
"Apa aku mengenalnya sebelum ini She, karena wajahnya tidak asing bagiku." Kata Erin
"Ya pasti lah, kan setiap hari kamu bertemu dengan nya, dia orang baik kak walaupun awalnya menyebalkan," kata Shemee
Shemee menemui Jojo yang mau pergi ke kantin, Erin memperhatikan Renz dari kaca kecil yang sedang mengobrol dengan nenek juga Dokter di luar, Renz melihat ke arah Erin lalu Erin pura-pura buang muka.
Renz bingung dan masuk menemui Erin.
"Kamu akan segera sembuh Dokter akan mengoprasimu sekali lagi jika ada sesuatu di kepalamu, setelah sembuh kita akan pergi ke berbagai belahan dunia." Kata Renz.
"Kamu ini suamiku kan?" Tanya Erin.
"Iya! aku suamimu, kenapa kamu bertanya," kata Renz.
"Apa kita saling suka, apa kita menikah karna cinta?" Tanya Erin lagi.
"kenapa bicara seperti itu, kita saling cinta ya walaupun awalnya banyak masalah," jelas Renz.
"Kalau begitu maaf! Aku belum bisa mengingatmu," kata Erin menunduk.
"Tidak apa-apa, kamu akan ingat semuanya, hanya perlu terapi dan beberapa kali pemeriksaan lagi kamu akan sembuh dan kita bisa berkumpul bersama lagi, kamu, aku dan Sahira." Kata Renz. Seketika dada Erin Sesak mendengar nama Sahira.
****
Di rumah Renz, Shelo sibuk menelphon Reymond, ia menyalahkan Reymond karena membuat Erin sadar kembali, padahal Reymond justru mau melenyapkan Erin.
"Kamu ini seharusnya melenyapkan Erin bukan mengobatinya, jangan sampai kita ketahuan karena kitalah yang mencelakai Erin sampai ia koma, jika Erin mendengar apa yang aku bilang tadi selesai kita, kita bisa masuk penjara dan aku tidak mau itu sampai terjadi." Marah Shelo.
Tanpa Shelo sadari, jika Ibu Renz ada di ambang pintu kamar Erin mendengarkan semua pembicaraannya dengan seseorang di ujung telphon. Ibu Renz menutup pintu dan menghampiri Shelom
"Apa yang kamu katakan, kamu penyebap semua ini, kamu yang membuat Erin koma selama ini dan kamu juga yang hampir membunuhnya dengan racun." marah ibu Renz.
"Kamu salah paham bu, aku tidak ... " kata Shelo terpotong saat ibu Renz mengancamnya.
"Aku akan beritahu Renz semuanya, aku bersyukur karna belum menjadikanmu menantuku." Kesall ibu Renz.
Baru mau membuka pintu kamar tiba-tiba belakangnya terasa sakit saat berbalik terlihat Shelo memegang pemukul bola baseball.
"Ka-u!" Kata ibu Renz lalu pingsan.
"Aku tidak akan membiarkanmu memberi tahu Renz." Geram Shelo.
Suara langkah kaki terdengar menuju kamar Erin dimana ada Shelo juga ibu Renz yang pingsan, sebisa mungkin Shelo menyembunyikan ibu Renz.
ayah renz pun mmbuka pintu kamar..
"Ouhh kau Shelo, apa kamu lihat istriku, dari tadi aku mencarinya." tanya ayah Renz.
"Dari tadi aku sendiri disni pak." Kata Shelo.
"Dimana dia, pasti dia kesal karna kata-kata Renz tadi, ya sudah Shelo lanjutkan pekerjaanmu aku mau mencari istriku dulu." Kata ayah Renz.
Shelo pun mengunci pintu kamar dan menelphon Reymond kembali, ia meminta tolong Reymond untuk menyembunyikan ibu Renz.
"Kamu tenang saja, aku akan membantumu, sebisa mungkin jangan sampai ada yang masuk ke kamar itu, aku akan masuk menyamar. Ingat jangan sampai ada yang masuk." Tegas Reymond.
Tak berapa lama Reymond sampai, ia menyamar menjadi tukang ledeng, ia pun masuk dan menyelinap pelan-pelan ke kamar Erin, Reymond mencari koper yang cukup besar untuk memuat tubuh ibu Renz. Saat mengangkat tubuh ibu Renz, ponsel ibu Renz jatuh. Shelo pun punya akal untuk mengirim pesan memakai ponsel itu kalau ibu Renz sedang pergi jauh untuk menenangkan diri sebentar. Pesan itu ia kirim ke ayah Renz.
Pelayan yang melihat Shelo membawa koper besar itu tidak menaruh curiga, karna Shelo mengatakam jika koper itu milik nya dan mau membawa bnyak pakaian untuk ke loundry, Shelo di bantu Reymond mendorong kopernya.
"Tapi nona, bukankah di rumah ini juga ada mesin cuci, kenapa harus membawa ke loundry?" kata pelayanh
"Di rumah ini siapa yang mau mencucikan pakaianku, tidak ada kan jadi tidak usah menanyaiku," omel Shelo.
"Kalau begitu, apa aku bisa membantumu?" Tanya pelayan.
"Tidak usah, tukang ledeng ini sudah cukup membantuku," kata Shelo.
Shelo dan Reymond memasukkan koper ke dalam bagasi taksi, pelayan tadi melihat ada yang aneh didalam koper itu.
"Tunggu nona apa bisa aku memeriksa isi nya, karena aku melihat koper itu bergerak tadi." Kata pelayan.
Shelo dan Reymond saling menatap saat pelayan membuka seleting koper perlahan.
#Bersambung....
. semangat Up, ya