NovelToon NovelToon
Pesona Si Gadis Badas

Pesona Si Gadis Badas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:75.5k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Mikayla Rasyida Rayn atau Mika adalah sosok gadis yang ceria dan pecicilan seperti Onty-nya dulu. Dia adalah pengamat yang handal dan analisanya selalu tetap. Kelihatannya saja dia sangat pecicilan dan ucapannya ceplas-ceplos, tapi dia sangat genius.

Namun di balik wajahnya yang ceria dan menyebalkan, dia mengikuti jejak dari Opa buyutnya. Bahkan dia jauh lebih mengerikan dibandingkan Opa buyut dan Uncle-nya. Semua itu dikarenakan sesuatu yang membuatnya trauma.


Season Baru untuk cerita Mika dari (Anak Genius Milik Sang Milliarder)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah

MOS berlanjut sampai dengan hari terakhir. Mika yang hari pertama berbuat ulah dengan kabur saat akan diberi hukuman, setelahnya menjadi kalem. Di hari terakhir ini, sepertinya Mika sudah mulai gatal untuk berbuat ulah. Mika bersikap kalem dengan tidak berbuat ulah agar kelompoknya terbebas dari hukuman. Mika menatap Axel yang tengah memberikan arahan di depan. Namun matanya sedari tadi bergerak liar ke segala arah. Entah ada apa, tapi Mika merasa seperti ada seseorang yang mengawasi.

"Hari terakhir MOS kali ini, akan diisi oleh pengenalan ekstrakurikuler sekolah. Dimohon untuk semua siswa, persiapkan diri dan pikirkan matang-matang. Setelah selesai nanti, akan diberikan selebaran untuk diisi. Kalian bisa memilih ekstrakurikuler sekolah yang ingin diikuti," seru Axel memberikan pengumuman sesuai arahan dari guru.

"Males..." seru Mika tiba-tiba membuat semua orang menatapnya. Apalagi melihat Mika yang mengerucutkan bibirnya. Tampaknya Mika paling malas jika hanya duduk, melihat, dan mendengarkan.

"Contoh generasi muda yang..."

"Pemalas," sela Mika menambahkan apa yang akan diucapkan oleh Axel. Ia tak tersinggung, dia memang pemalas.

"Biarin aja sih, lagian cuma ekstrakurikuler." tambahnya membuat Axel mendengus sebal.

"Pramuka wajib, yang lainnya bisa pilih sesuai minat kalian." seru Kenan menambahkan agar Mika mengerti.

Kasihan juga Axel yang harus menghadapi Mika. Apalagi bocah itu memang sudah kelihatan tidak berminat sama sekali dengan kegiatan sekolah. Mika pikir sekolah di SMA Genta Bumi itu bisa santai karena siswanya yang pecicilan dan terkesan urakan. Namun ternyata pemikiran Mika itu salah besar. Tetap saja ada aturan sekolah yang wajib dipatuhi, termasuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Benar apa yang selalu dia ucapkan pada Janice ketika Mika meyakinkan bahwa dirinya akan masuk SMA Genta Bumi, tidak boleh melihat sesuatu cuma dari depannya doang. Harus melihat dalamnya seperti apa. Mika sepertinya menyesal telah mengucapkan itu pada Janice. Memang benar jika prestasinya bagus, tapi tetap saja ada sesuatu yang membuat itu terjadi. Mereka disiplin walaupun penampilan santai dan terkesan urakan.

"Ayo, Mika. Masuk ke aula, wajib." ucap Deka yang langsung menarik tangan Mika.

"Sabar, Deka. Lagian ngapain cepat-cepat sih? Orang yang lainnya aja santai begitu," ucap Mika sambil menggelengkan kepalanya.

"Biar dapat tempat duduk paling belakang," jawab Deka dengan santainya. Mika yang mendengarnya pun langsung menatap Deka dengan antusiasnya.

"Wah... Ternyata Deka pintar juga," Mika langsung berlari dengan cepat. Bahkan tarikan tangan Deka pun kalah kuat dengan Mika.

"Woyyy... Mika ya jangan begini dong larinya,"

Deka sampai terseok-seok mengikuti langkah lari Mika. Deka pikir Mika ini seperti anggota kelompoknya yang lain. Jika lari, akan lambat dan sedikit manja. Namun berbeda dengan Mika, tarikan kuat dengan lari cepat membuat Deka berpikir. Deka merasa bahwa Mika ini sering latihan lari atau olahraga berat.

Brugh...

Awwww...

"Ini bukan lapangan. Ini area jalan siswa ke kelas," seru seorang perempuan yang ditabrak oleh Deka. Padahal Mika sudah berusaha sekuat tenaga menarik Deka agar tetap berada di pinggir, tapi tetap saja menabrak siswa lain.

"Iya tahu kalau ini jalanan kelas. Tapi nggak usah marah-marah juga kali," seru Mika dengan nada sewotnya. Mika melihat name tag pada seragam milik siswa itu.

"Maaf ya, Kak Belinda." ucapnya setelah tahu siapa siswa di depannya. Namun raut wajah Mika tampak tidak menyesal atau tak merasa bersalah sama sekali. Apalagi melihat Belinda yang seperti orang jahat.

"Cium kaki gue," seru Belinda membuat beberapa siswa langsung berkerumun.

Berani banget tuh siswa baru sama si Belinda,

Namanya juga siswa baru. Mana tahu siapa itu si Belinda?

Bisik-bisik terdengar sampai ke telinga Mika dan Deka. Mika melihat Deka yang memberinya kode agar pergi saja. Mika pun ingin pergi tapi respons Belinda yang keterlaluan terhadap masalah ini membuatnya tak bisa diam saja. Apalagi jika sampai ada pembullyan kepada siswa lain. Setidaknya dia harus memberi pelajaran kepada Belinda agar tidak membully siswa lain.

"Dih... Aku aja sama Mamaku belum pernah cium kakinya. Enak saja minta orang buat cium kakimu. Siapa anda?" ucap Mika sambil berkacak pinggang.

"Kamu yang salah, harus minta maaf dengan cium kakiku." seru Belinda tetap pada pendiriannya. Bahkan kini semakin banyak siswa yang berkerumun.

"Astaga... Ini guru-guru nggak ada kah yang menegur siswi begini? Nggak diajarin sopan santun," seru Mika yang kesal karena tak ada guru lewat.

Hiaaattt...

Bugh...

Brugh...

Aaaaa...

Tolong...

Rasain nih, emang enak. Berani sama Mika,

***

"Itu ada apaan ramai-ramai, Kenan?" tanya Axel yang tadi memang langsung ke ruang panitia.

Axel dan Kenan langsung ke ruang panitia setelah memberikan pengumuman di lapangan. Saat akan ke aula, keduanya terkejut melihat banyaknya siswa yang berkerumun. Apalagi mendengar teriakan kesakitan dan ada suara pukulan juga. Keduanya segera berlari dan membelah kerumunan itu untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Minggir... Minggir...

Mika...

Belinda...

"Ini ada yang berantem kok malah pada lihatin doang. Lerai," seru Axel menegur semua orang di sana. Hampir semua siswa di sana menunduk karena melihat raut wajah penuh amarah dari Axel. Apalagi ada Kenan sang ketua OSIS yang selama ini jarang sekali berbicara.

Di depan mata semua siswa yang ada, kini Belinda tengah terkapar di atas lantai. Mika berjongkok di samping Belinda sambil memegang kerah seragam gadis itu. Awalnya Belinda yang menyerang terlebih dahulu, tapi Mika menangkisnya. Saat Belinda mulai kelelahan menyerang Mika dengan segala pukulan dan tendangan, akhirnya Mika berhasil membalas. Bahkan Mika langsung melumpuhkan Belinda dengan sekali tendangan hingga Kakak kelasnya itu terjatuh.

"Kenan, tolong aku. Dia memukul dan menjambakku," seru Belinda mengadukan tingkah Mika pada Kenan yang baru saja datang.

"Jambak? Yang benar saja. Lihat rambutmu itu rapi. Nggak mungkin rambutmu serapi itu kalau aku jambak. Kalau mau menuduh dan memfitnah orang, lihat kondisi dong." seru Mika dengan tatapan meremehkan. Mika juga menjulurkan lidahnya seperti tengah meledek Belinda.

"Di sini juga banyak saksi, siapa yang duluan menyerang. Itu pun kalau mereka mau berkata jujur dan membela kebenaran," lanjutnya. Bukan hanya Belinda yang dia sindir, melainkan siswa di sekitarnya. Pasalnya tadi Mika sempat mendengar bahwa Belinda ini adalah siswi yang ditakuti karena kekuasaannya.

"Mika tidak salah, Kak. Tadi Kakak itu yang menyerang duluan. Padahal kita nggak sengaja nabrak dia dan sudah minta maaf," ucap Deka yang tak ingin Mika dimarahi oleh ketua OSIS.

Kalian semua ikut ke ruang panitia, terutama kamu Belinda.

Ayo, Mika. Lepaskan itu kerahnya,

Hari ini Mika ingin jadi cewek kalem, tapi ada aja cobaannya.

Astaga...

1
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
mantabbbb🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
E F
tq lanjutt thor gemessss🙏😍
Ayani
lanjutttt thorrr lgi seru nieee
tia
bikin penasaran 😁😁
tia
lanjut thor tambah lagi updatenya 😁
Keinara Leticia
aww, 🥰
Dewi kunti
ya ealaaaaahhh berasa digantung hatiku 😤😤😤😤😤😤
E F
tq thor🙏😍
lanjuttttt bykkkkk thor💪😄
Budi Rahayu
dol.... dol.... dol.... callie 😂😂😂😂😂
tia
digantung tinggal sedikit saja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lgsg kena mental
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pedes amat cil
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
awas kau Callie genit, uncle mu jewer tu telinga, terus dipotong jajan.
Healer
3 angel dari keluarga Roberto beraksi...MRC 👍👍👋👋huhu terbaik!!
E F
lanjutttt thor....dobleeeee💪😍
Ita Xiaomi
Bakalan hebohlah mereka bertiga nih🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!