Remaja! masa dimana kalian bebas melakukan apa yang kalian suka, bebas berekspresi, dan bebas menentukan pilihan hidup kalian sendiri. Tapi tidak dengan aku.
Keila anak yang selalu diabaikan keluarganya bahkan tidak ada yang percaya dengannya dan mendukung cita-cita yang ingin ia gapai. Keila berasal dari keluarga sederhana dengan banyaknya hutang yang membuat Keila merasa bertanggung jawab untuk membuat orang tuanya lepas dari hutang dan bahagia.
Radith pemilik perusahaan properti dan juga pemilik saham terbesar perusahaan brand fashion yang dikelola kakeknya.
Kedua orang tua Radith sudah meninggal dari ia berumur 5 tahun dan Papanya Radith juga punya anak dari pernikahan siri.
Karena suatu hal yang mengharuskan Radith untuk segera menikah. Akhirnya ia memilih Keila yang belum pernah ia kenal untuk mau menikah dengannya.
Bagaimana jika 2 insan yang punya banyak luka di hatinya, bertemu tanpa cinta dan menikah kontrak ?
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🤗
Hanny Sun 💎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanny sun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Menentang
Pagi disambut dengan mentari yang bersinar cerah membuat setiap manusia beraktifitas dengan bahagia.
Mobil yang di kendarai Radith dan Keila pun sudah keluar dari gerbang kediaman Kek Ghyr.
“Berhenti.” Perintah Radith.
Seperti biasa Erik langsung meminggirkan mobilnya mematuhi perintah Radith.
“Keluar” Namun Keila hanya diam saja. “Kau tidak dengar” Melihat ke arah Keila.
Menunjuk dirinya sendiri “Saya”.
“Siapa lagi kalau bukan kau” Ketus Radith.
“Tapi saya tidak ingin pulang ke rumah kok”
“Aku tidak mau ada orang yang melihat aku semobil denganmu dan aku juga tidak suka duduk bersebelahan dengamu”
Menunduk “Baik Tuan” langsung keluar dari mobil.
Mobil yang dikendarai Erik langsung melju dengan cepat meninggalkan Keila yang masih berdiri.
“Sepertinya aku harus ambil motorku deh” Ucapnya sendiri sambil berjalan menuju halte Bus karena ia harus menghemat agar bisa menggapai keinginannya yang sudah lama terpendam.
Di ruangan Radith.
“Doni dan Keila tidak ada hubungan apa pun. Bahkan sebagai satu divisi mereka bisa dibilang tidak akrab”
“Hm.”
“Istrinya tidak bekerja dan sekarang hanya menjaga anaknya yang mengidap sakit leukimia.”
"Terus bagaimana keadaan anaknya sekarang"
Sementara itu di tempat berbeda.
Suasana hati Keila sedang tidak baik setelah ia menikah tidak ada pesan masuk yang menanyai kabarnya. Sekarang ia juga tau kalau pernikahan itu tidaklah menyenangkan.
Keila menghembus nafas dalam “Ya iyalah namanya juga pernikahan kontrak”
Sebenarnya sebelum Keila menikahpun ia dan sahabatnya sudah sangat jarang berkomunikasi. Karena kesibukan mereka masing-masing.
"Seperti berada didunia yang berbeda"
“Kenapa kei, kontrak apa?” tanya Nikita yang bersebelahan dengannya.
“ha ha tidak ada” Tertawa.
“Jangan bilang lu mau di kontrak perusahaan lain karena masalah semalam! Apa Pak Radith sekejam itu?”
“Tidak kok.”
“Kau mau pindah” Doni yang baru datang.
Keila langsung melihat ke belakang “Ha ha” tawa terpaksa. “Tidak Pak dia hanya salah dengar Pak”
“Ikut saya ke ruangan”
“Apa lagi sih” batin Keila langsung mengikuti Doni.
“Saya dengar semalam kau memohon ke Pak Radith”
Mengangguk “Bapak dengar dari siapa?”
“Ada yang melihatmu masuk ruangan Pak Radith. Dan dia yang bilang padaku”
Memegang kedua tangan Keila yang ada di meja “Terima kasih ya”
Keila terkejut langsung menarik tangannya “Tidak apa Pak. Oya saya dengar anak Bapak sedang di rawat ya”
Mengangguk “Iya. Dia putri saya yang cantik dan punya semangat yang kuat. Bahkan dia yang selalu menyemangati mama dan papanya”
“Lalu kenapa bapak menyerah begitu saja dengan pemecatan sepihak itu”
“Pak Radith tidak memecatku benaran. Ia menyuruh saya pindah agar saya bisa merenung atas kesalahan yang saya buat, hanya saja tempatnya jauh jadi akan sulit menjenguk putriku”
“Haaa..”
“Saya merasa manusia punya masalanya masing-masing. Mungkin kalian juga sama. Kalau saya bersikeras dan kalian yang diberhentikan malah lebih banyak yang dirugikan”
“Itu semua karena saya” menunduk.
“Tapi kau juga yang sudah merubah keputusannya”
Keila tersenyum dengan mata yang sudah berkaca-kaca “Boleh saya menjenguk putri bapak”
“Tentu saja. Nanti saya kirimkan nomor kamarnya”
“Terima kasih. Kalau gitu saya permisi dulu” Keila sudah berdiri.
“Tunggu! Kau tau siapa orang di Divisi kita yang suka mengerjakan laporan dari Divisi keuangan?”
Keila membulatkan matanya “Tidak”.
“Ya sudah kau boleh pergi”
“Bukan aku yang dimaksud Pak Doni kan! Aku juga tidak sesering itu membantu Linda” Batin Keila.
Setelah lewat jam pulang kerja Keila masih duduk termenung di kursinya.
“Kalau setiap hari tidak bawa bekal. Bagaimana mau kasih uang jajan ke mama” batin Keila.
Treet.. pesan masuk “Hari ini kakak datang kan?” ternyata ada pesan dari murid yang lain juga.
“Aaa.. kenapa aku bisa lupa! Pasti karena Tuan muda sombong itu” Ketus Keila.
“Iya.. Maaf ya, semalam kakak tidak kabari kamu”
Lalu Keila mengirim pesan ke Erik “Pak sekretaris, Tolong bilang ke Tuan muda kalau hari ini saya pulang telat. Saya mau mengambil motor dan juga mengajar. Terima kasih”
Treet “Tidak boleh! Itu yang di katakan Tuan Radith” balasan dari Erik.
“Aku lebih stres menghadapi makhluk ini dari pada Kirana dan Winda” Ketus Keila.
Mematikan komputer lalu mengambil tasnya “Terserah. Tidak mungkin aku ingkar janji dengan anak-anak yang lucu itu.”
Keila menunggu lift dan tidak butuh waktu lama pintu lift pun terbuka. Keila terkejut dengan orang yang ada di dalam yaitu Radith dan Erik. “Sepertinya ada yang ketinggalan” berbalik ingin kembali ke ruangannya.
“Masuk” Perintah Radith.
Keila berbalik melihat Radith “Luan saja Pak.” Dengan wajah datar yang selalu di tunjukannya ke Radith.
“Ini perintah!”
Keila dengan terpaksa menuruti Radith. “Sekali-kali melawan Kei” batin Keila.
Keila berdiri di samping Radith namun posisinya sedikit di belakang Radith. “Erik bilang kau mau mengambil motor”
“Iya. Lama kalau harus menunggu Bus setiap hari”
“Tidak boleh! Aku tidak mau Nenek dan Kakek curiga”
“Baiklah”
“Semudah itu menyerah” Batin Radith.
“Saya akan pergi mengajar saja”
“Aku juga tidak mengizinkanny. Hari ini kau ikut pulang denganku”
“Aku sudah janji dengan anak-anak. Tidak mungkin dibatalkan”
“Kau di gaji berapa dengan mereka?”
Keila hanya diam. Dan mereka sudah keluar dari lift dan berada di basemen. “Aku akan bayar 10 kali lipatnya” ucap Radith.
“Tidak perlu. Simpan saja uang Tuan”
Radith mengernyitkan dahinya berbalik melihat Keila. “Kau ingin melihatku marah” Bentaknya.
“Bukannya di kontrak sudah di jelaskan untuk tidak ikut campur dengan urusan satu sama lain. Kalau gitu saya permisi” menunduk memberi salam.
Radith mengejar Keila dan menarik tangan Keila dengan kasar “Berani sekali kau”
“Auhh” Langsung mengentakkan tangannya “Ini juga dilarang. Aku sudah setuju untuk tidak menggunakan motor agar nenek dan kakek tidak curiga" Jerit Keila.
"Aku juga tidak akan merepotkan Tuan. Jadi berhentilah bersikap seperti suamiku” berlalu pergi.
Radith terdiam mendengar ucapan Keila.
“Apa aku perlu mengejarnya” Tanya Erik.
“Tidak perlu”
dr awal aku sdh suka ceritanya,.. ❤❤❤
syukurlah akhirnya keila dan mas radith direstui, semoga berikutnya hanya ada bahagia utk mereka🤧😍😍
jd, cerita ini dah selesai ya kak... ga ada lanjutannya lg? 😭 bakalan kangen banget sama keila dan mas radith 😭
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
terimakasih banyak kak Hanny 😘😘😘
❤❤❤
jangan pisah mereka lagi thor.. keila sama radith sdh saatnya bahagia🤧 selamanya ❤
Thor mulai sekarang biarkan keila bahagia sama radith, tumbuhkan lah cinta sebener-bener cinta utk radith di hatinya ❤️
luar biasa, dilanjut Thor 👍👍😍
bagus ceritanya❤
lanjut thor... 💪😍😍😍🙏🙏🙏🙏
iih gemes deh sama Nisa... Abang adek mo dimilikinya 😡
sabar ya keila... mas radith cm cinta sama kamu
sll penasaran dg cerita selanjutnya tp nungguny lama 😁✌
mas Radit 👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤
kangen keila sama mas Radit 💚💚💚