Anna adalah Seorang gadis berusia 25 thn, putri dari Pak Ahmad dan Ibu Yuni, Anna perempuan yang sangat Baik, Sholeh, tegas, dan Kekeh atas Pwndirian nya.
Devan, Devan (27 Thn) dia adalah calon Bos besar di perusahaan, yang sangat di Impikan oleh Anna, namun Devan aladah orang yang sangat tidak suka dengan cara berpakaian Anna yang tertutup Sempurna, Devan ingin Anna merubah Penampilan nya,
Akan kah Anna menuruti Kemauan Devan untuk Mengubah cara Berpakaian nya ?? hanya Karna Anna sangat menginginkan sekali , berkerja di perusahaan Devan.
Yo lanjut unguk Membaca, Semoga Suka dan di tunggu vote, like dan coment nya.
Kisah mereka sangat menguras air mata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita Biasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulih
BAB 30
Anna sudah selesai membereskan semua barang Devan.
"Ayo Pah ?? " Anna pun membantu Devan untuk menaiki kursi roda nya sangat Hati-hati sekali.
Devan terdiam, merasa kasihan terhadap istri nya itu, secara tidak langsung Devan telah memberikan Beban lebih, pada Anna karna kondisi nya sekarang.
Anna melihat Suami hanya terdiam dan melamun. Anna tau betul perasaan Suami nya saat ini seperti apa. Anna pun langsung posisi kan tubuh nya di hadapan Suami nya, yang saat itu sedang duduk di kursi roda
"Pah ?? ko ngelamun sih, kata nya mau pulang !! ko malah gak seneng gitu sih muka nya, kenapa ?? " Tanya Anna sambil melihat muka Devan.
"Gak ko Bun, Papah cuma sedih aja, dengan keadaan Papah yang sekarang, terlalu merepotkan Bunda !! " Jawab Devan sangat menyesal.
"Pah, Bunda gak merasa kerepotan ko, lagian kalau Bunda merasa repot, ngapain Bunda masih di sini !! Papah jangan pikir yang Engga-engga deh, Papah harus ikhlas, ridho dengan apa yang sekarang Alloh kasih, ini hanya ujian Pah. " Anna meyakin kan suami nya itu agar tegar.
Devan hanya tersenyum melihat Istri nya itu.
Mereka Pun bergegas meninggalkan Rumah sakit dengan supir Pribadi nya.
Dalam perjalanan, Anna hanya memperhatikan Luka Suami nya dengan serius.
Devan merasa pusing, Devan pun memutuskan untuk berbaring di pangkuan Istri nya.
Anna meyambut kepala Suami nya untuk tidur tenang di pangkuan nya.
"Kenapa sayang ?? " Tanya Anna lembut, sambil mengelus rambut suami nya itu.
"Papah sedikit Pusing Bun. " Devan meringis.
"Ya Alloh, angkat lah rasa sakit pada suami ku dengan cepat. jangan biar kan dia menderita terlalu lama karna rasa sakit nya !! " Doa Anna pelan sambil membungkukan badan nya, untuk mencium kepala Suami nya yang sedang sakit.
Devan hanya menatap Anna sangat dalam.
Beberapa jam kemudian, Mereka pun sampai di Rumah nya. di sambut oleh Ayah nya Anna dan Ayah nya Devan.
Devan pun dengan pelan membangkitkan badan nya perlahan.
"Pelan-pelan Pah, Papah duduk aja, biar Bunda yang bukain pintu. " Anna pun keluar mobil dan segera membukakan pintu untuk Suami nya, tak lupa kursi roda pun telah di siap kan.
"Hati-hati nak. " Ucap Ayah mertua nya.
Devan pun hanya bisa melirik, Tatapan nya sangat kosong.
Devan di bantu untuk berbaring di kamar nya.
Putri yang saat itu masih polos, ingin sekali di gendong oleh Papah nya. Devan hanya bisa melihat reaksi Putri saja, yang merengek minta di gendong.
"Sayang, sini sama Bunda aja ya ?? Papah nya lagi sakit, Bunda gendong ya. " Ucap Anna sambil menggendong Putri, Anna pun berbisik pada Suami nya. " Pah, istirahat ya ?? Bunda mau nemenin Putri dulu sebentar, nanti Bunda balik lagi sini. " Anna mengecup kening Devan.
Devan hanya menganggukan kepala nya saja.
Anna sedih melihat keadaan Devan. " Ya Alloh Pah. " hati Anna menjerit menangis seketika melihat Devan seperti orang Linglung.
Putri yang saat itu tidak mengerti Apa-apa, hanya bisa merengek, minta terus di gendong oleh Papah nya.
Batin Anna semakin perih, sakit rasa nya melihat Putri ingin sekali di gendong oleh Devan nya, namun Devan tidak bisa melakukan nya.
"Sabar ya sayang ?? Papah nya biarkan istirahat dulu, doa in Papah ya biar cepat sembuh. " Anna berbisik pada Putri dengan nada terbata-bata menahan tangisan.
Putri yang saat itu sedang dalam dekapan Anna, terus merengek, hingga akhir nya leleh pun menghampiri Putri, sampai Putri terlalap dalam Dekapan Anna.
Ibu nya Anna pun mengambil alih Putri untuk di tidurkan di kamar nya, Ibu nya Anna menatap pada Anna.
"Sayang, sudah jangan seperti ini, kamu kuat ya ?? " Ucap Ibu nya Anna sangat menyentuh di hati Anna.
"Iya Bun. " Jawab Anna Sampai-sampai tak kuasa menahan air mata nya kali ini. " Aku titip Putri ya Bun, aku mau lihat Mas Devan dulu !! " Sambung Anna sambil mengusap rambut Putri.
"Iya sayang, biar Putri sama Bunda !! "
Anna pun dengan Hati yang hancur melangkah menuju kamar nya, dimana di dalam nya ada Suami tercinta nya, yang sedang merasakan sakit. Anna perlahan membukakan pintu, Anna melihat Devan sedang melamun.
"Pah apa masih sakit ?? Apa Papah mau makan ?? " Anna membuyarkan lamunan Devan.
"Bun, Putri Mana ?? " Devan hanya menyakan Putri, tanpa menjawab pertanyaan Anna.
"Putri tidur Pah, Papah jangan khawatir ya ?? sekarang Apa yang sakit ?? " Anna terus menanyakan hal itu, takut perkataan Dokter Heru akan kejadian.
"Bun, kepala Papah tuh rasa nya sakit di bagian belakang, Padahal tadi Pas di rumah sakit, gak kerasa Apa-apa. " Jawab Devan dengan tatapan kosong nya.
Anna syok, ingat pada perkataan Dokter Heru saat itu. " Apa perlu, Bunda panggil Dokter Heru ke sini ?? Biar di periksa Pah !! " Anna hendak menghubungi dokter Heru.
"Gak usah Bun, paling ini efek dari perjalan tadi. " Devan melarang Anna menghubungi Dokter Heru. "Bun, Papah malam ini ingin tidur bertiga sama Putri !! " pinta Devan dengan nada yang sangat lemas.
Anna semakin ketakutan, biasa nya juga memang selalu ber tiga. "Iya Pah, nanti Putri tidur di sini sama kita, Papah istirahat dulu ya ?? Bunda mau siap kan dulu Makanan Buat Papah !! " Ucap Anna sambil membenarkan posisi tidur suami nya itu.
Anna bertanya-tanya dalam hati nya. "Ko aku rasa, keadaan Mas Devan semakin memburuk ya ?? di banding pas masih di rawat di rumah sakit. " Namun Anna hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Suami nya itu.
Makanan pun siap, Anna membangun kan Devan untuk makan sebelum meminum obat, Devan dengan gampang nya melahap makanan yang Anna berikan langsung dari tangan nya.
Kini Makanan Devan Sudah habis, Devan pun sudah meminum obat yang sudah di sediakan oleh Anna.
"Alhamdulilah, cepet sembuh ya Pah !! " Anna pun ingin menyimpan bekas Makan Devan ke dapur.
"Bun, Malam ini tolong pasangkan kasur di lantai saja ya ?? di deket tembok !! " Pinta Devan pada Anna.
"Loh kenapa Pah ?? " Anna bertanya heran.
"Papah Mau tidur di tengah Bun, di samping Bunda dan di samping Putri, kalau tidur di ranjang ini kan, nanti Putri takut jatoh !! " Devan sambil memperagakan, maksud dari perkataan nya.
Anna pun mengerti akan maksud suami nya itu, "Iya Pah nanti Bunda pasangin dulu ya ?? " Anna mengabulkan permintaan Suami nya itu.
Tempat tidur pun telah selesai di pasang oleh Anna, Anna pun membantu Devan untuk tidur di tempat yang dia ingin kan.
Tiba-tiba Anna ingin mengucapkan sesuatu.
"Pah Putri tidur di tengah saja ya ?? Kan Bunda juga pengen tidur bersebelahan sama Putri. "
Devan pun mengerutkan dahi nya. "Gak mau Bun, Poko nya malam ini Papah yang tidur di tengah, kan Bunda masih banyak waktu buat tidur di samping Putri, sementara Papah tidak banyak waktu lagi, untuk bisa tidur di samping Putri sama Bunda. " Devan mengucapkan nya, seolah-olah dia akan pergi jauh, dan tak akan kembali.
Anna pun diam sejenak, seperti mendapatkan tamparan yang sangat keras. hati Anna ambruk seketika.
"Papah tuh ngomong apa sih Pah, masih banyak waktu ko Pah, untuk kita Bersama- sama seperti biasa nya. " Anna sangat kesal dengan perkataan Suami nya itu.
mampir juga di karya ku kakak dan semoga bermanfaat kakak 🙏
ditunggu kelanjutanx🙏🙏🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
salam dari kamulah harapanku
BELUM SIAP MENIKAH(BADBOY VS GOODGIRL)
5 like untukkmu
mari kita lanjut baca lagiiiiii
*HUJaN DIBALIK PUnGGUNg
*SUAMiKU CEO GANAS