Menghindar dan bersembunyi dulu aku lakukan, tapi tidak untuk sekarang.
Demi membalaskan kematian orang yang ku sayang, aku harus kuat!
"Apa, apa yang lo tahu, lo bukan siapa siapa gw, jangan masuk dalam kehidupan gw."
"Gw suka kesunyian ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30
Tepat tengah malam, Clara berhasil dibawa ke markas Dark Demon. Queen yang sudah mendengar itu dari Alex tersenyum mengambil topengnya dan langsung menuju ke ruangan dimana ada kelurga Adhitama disana. Clara sengaja langsung dibawa ke ruang penyiksaan.
"Akan ku selesaikan malam ini juga." Batin Queen membuka pintu ruangan itu dengan satu kali tendangan, biarkan saja pintu itu lepas dari engselnya, dia bisa menggantinya dengan yang baru.
Tiga orang tua itu merinding melihat Queen dengan topeng juga jubah kebesarannya. Sungguh mengagumkan.
"Apa kabar kalian?" Tanya Queen tersenyum membuka topeng yang dia kenakan.
"Lepaskan kami! kami sudah lama disini, apa kau akan membuat kami mati kelaparan disini." Ucap Nyonya Adhitama, sungguh beberapa minggu dia bersama dengan keluarganya disekap disini sama sekali tidak diberikan makan ataupun minum oleh Queen, Queen melarang itu, dia ingin mereka semua rasakan akibat perbuatan mereka dimasa lalu.
"Hmm Nyonya, apa kau sangat kelaparan? tidak masalah jika kau sudah kelaparan, malam ini juga aku akan membuat rasa laparmu itu hilang bersamaan dengan nyawamu." Ucap Queen dengan seringainya.
"Dasar kau iblis!" Seru Nyonya Adhitama.
Plak!
Queen menampar pipi Nyonya Adhitama dengan kerasnya, hingga sudut bibir itu berdarah.
"Ah Nyonya bukannya aku sudah pernah bilang padamu, jangan berteriak didepanku!" Ucap Queen mencekik Nyonya Adhitama hingga nafasnya tersengal.
"Lepaskan istriku." Ucap Dion yang sakit melihat istrinya selalu dikasari oleh Queen, Queen langsung melepaskan cekikannya, namun dia beralih menatap Dion.
"Ah ya Tuan Dion yang terhormat, ah sekarang tidak terhormat lagi, apa kau tahu, perusahaan yang sudah didirikan oleh tua bangka itu." Ucap Queen menunjuk Tuan Besar Adhitama yang menunduk, dia sudah memprediksi jika perusahaan yang dirintisnya dari kecurangannya dimasa lalu akan raib.
"Sudah musnah ditanganku." Sambung Queen. Alex yang sedari tadi mendampingi Queen membuka laptopnya, memutar video berita tentang kebangkrutan keluarga Adhitama.
"Bagaimana bagus bukan? sungguh berita yang merdu." Ucap Queen sungguh senang melihat wajah orang orang didepannya ini.
"Bunuh saja kami." Pinta Tuan Besar Adhitama yang sudah putus asa, mau berbuat apa lagi sekarang, perusahaan juga sudah raib, harga diri juga sudah tidak ada, keluarga juga sudah tidak ada yang bisa diharapkan.
"Ush, aku akan melakukannya, setelah kalian semua melihat putri keluarga kalian yang cantik itu." Ucap Queen berbalik melangkahkan kakinya menjauhi mereka.
"KAU APAKAN PUTRIKU! JANGAN BERANI BERANINYA KAU MELUKAI PUTRIKU!" Bentak Nyonya Adhitama meronta ronta, dia tidak ingin putrinya dilukai oleh Queen.
"Huuuust, nikmatilah Nyonya." Queen berbalik menaruh telunjuk tangannya didepan bibirnya, dan langsung pergi menuju ruang penyiksaan.
Brak!
Queen menendang pintu ruang penyiksaan, disana terlihat Clara yang diikat diatas kursi dengan satu lampu gantung diatasnya.
"Hai apa kabar?" Tanya Queen tersenyum smrik dibalik topeng yang ia kenakan.
"Siapa kau! lepaskan aku!" Seru Clara meronta ronta, berusaha melepaskan ikatannya. Queen yang melihat itu semakin senang. Dan bodohnya Clara, dia sudah melihat topeng berlambang Dark Demon juga jubah yang dikenakan Queen, tetap saja dia bertanya siapa orang orang didepannya ini.
"Seorang jalang berani meneriaki ku!" Seru Queen mendekat dan langsung mencekeram dagu Clara.
Queen sontak membuka topengnya, menunjukkan seringai devilnya, seakan akan dia ingin menghabisi Clara sekarang juga.
"Hmmm, sudah tahu bukan, siapa aku?" Ucap Queen menghempaskan dagu Clara dengan kasar.
"A-apa yang mau kau lakukan padaku!? lepaskan aku!" Seru Clara tetap memberontak.
"Kau sudah berani beraninya bermain main denganku, apa kau tahu resiko bermain dengan lady mafia? kematianmu!" Ucap Queen menatap tajam mata Clara, sungguh sekarang bulu kuduk Clara berdiri, menatap tajamnya mata Queen yang siap menerkam musuhnya.
"Le-lepaskan aku, aku tidak melakukan apapun." Ucap Clara menelan ludahnya.
"Benarkah? apa kau sekarang tidak mengingat siapa yang kau suruh tadi siang? hmmm apa perlu aku ingatkan kembali?" Tanya Queen meraih cambuk beracunnya, memain mainkannya didepan Clara yang mulai ketakutan.
Pletar!
Queen mencambuk lantai, bunyi cambukan yang sangat keras menggema disana.
"Sungguh tidak ingat?" Tanya Queen menggulung kembali cambuknya, dan mendekatkannya pada wajah Clara.
"Jika kau tidak mengingatnya, aku bisa mengingatkannya menggunakan cambuk ini, kau tahu betapa jarum yang terpasang disini?" Ucap Queen melihat cambuknya sendiri.
"Ti-tidak ja-jangan lakukan apapun padaku, aku mengingatnya, dia leader Black Bat." Jawab Clara jujur.
"Wahhh wah, ingatanmu lumayan." Puji Queen.
"Bukankan keluargamu sudah bangkrut? apa kau membayarnya dengan uang? ah, pasti tidak, menggunakan tubuhmu bukan? benar?" Lanjut Queen.
Clara yang takut hanya bisa mengangguk.
"Apa kau tidak merindukan orang tuamu?" Tanya Queen. Clara mengangguk dengan cepat. Meski Clara tidak begitu mencintai keluarganya sendiri, tetapi rasa sayangnya pada ibunya yang membuatnya lemah.
"Baiklah aku akan mempertemukan kalian." Ucap Queen tersenyum, Clara yang mendengar itu langsung menatap Queen dengan tatapan bersyukur, sungguh dia tidak memikirkan hal yang lainnya.
"Cepat sekali mengangguk, aku akan mempertemukan kalian disini, juga menuju neraka bersama sama." Ucap Queen mengkode mafiosonya yang berada diluar agar membawa masuk keluarga Adhitama yang lain.
"Apa yang sudah kau lakukan pada keluargaku?" Tanya Clara.
"Apa? apa yang akan ku lakukan? nanti kau bisa melihatnya bersama dengan mereka." Senyum Queen.
Tak lama Alex dan mafioso membawa tiga orang tua itu kedalam ruang penyiksaan, menyatukan mereka dengan Clara, Nyonya Adhitama langsung menghampiri putrinya dengan langkah gontai, meski tangannya diikat kebelakang.
"Clara, apa kau baik baik saja?" Tanya Nyonya Adhitama menunduk didepan Clara yang duduk terikat.
"Mama, apa yang terjadi? kenapa Mama ada disini." Clara menangis melihat sang Ibu.
"Maafkan Clara, Clara tidak bisa mempertahankan perusahaan." Sambung Clara masih menangis.
"Tidak, tidak, ini bukan salahmu, ini semua salah Mama, tidak seharusnya Mama melibatkanmu." Ucap Nyonya Adhitama yang juga menangis melihat putrinya yang duduk terikat.
"Tolong lepaskan putriku, aku mohon, dia tidak bersalah sama sekali." Ucap Nyonya Adhitama memohon kepada Queen.
"Lepaskanlah putri ku, dia sama sekali tidak bersalah." Sahut Dion yang juga memohon pada Queen.
"Ikat mereka!" Titah Queen pada Alex, sontak Alex dan mafioso menarik keluarga Adhitama, mengikatnya diatas kursi.
"Apa kau pernah memikirkan anak kecil berusia delapan tahun meninggal tanpa memiliki kesalahan! apa kau pernah berpikir anak kecil berusia delapan tahun hidup tanpa ibu dan ayahnya!" Seru Queen.
Keluarga Adhitama menunduk, sedangkan Clara yang tidak tahu apa apa hanya bisa bingung, kenapa? ada apa? pernyataan itu terus berputar dibenaknya.
"Ma, Pa, Grandpa, ada apa?" Tanya Clara, namun orang tuanya hanya diam membisu, mereka tidak tahu harus menjelaskan apa pada Clara.
"Apa kau tahu, orang tua mu yang serakah ini sudah membunuh orang orang yang paling aku sayangi, menikmati hartanya." Queen berucap seperti itu, membuat Clara terkejut setengah mati, dia tidak pernah tahu masa lalu apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
Clara mengingat perkataan ibunya malam itu, bahwa ada rahasia yang dia tidak ketahui, dan ternyata adalah ini.
"Apa kau sudah tahu? jika begitu langsung saja kita mulai." Ucap Queen mengambil kembali cambuknya.