Hidupku yang sebelumnya biasa saja, hati ku yang memang sudah tersakiti oleh pengkhianatan sang tunangan, kini aku bertemu dengan pria yang seteleh nya ku ketahui adalah Bos ku di kantor.
Karena seorang bayi membuat kami menjadi dekat hingga aku menjadi kekasih pura-pura nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dimana Sakira?
Davin bergegas menuju rumah sakit yang di maksud oleh Edo, ia yakin jika Sakira dibawah ke rumah sakit terdekat.
"Permisi Sus, apa ada pasien yang baru mengalamai kecelakaan kerumah sakit ini? " tanya Davin pada suster resepsionis.
"Maaf bapak, atas nama siapa? " tanya Suster itu.
"Sakira Sus"jawab Davin. Suster cantik itu langsung memeriksa data atas nama yang di sebutkan Davin.
" Maaf Pak, pasien atas nama Sakira tidak ada Pak" sahut Suster itu setelah memeriksanya berulang kali.
"Suster saya yakin jika Gadis korban tabrakan di larikan ke rumah sakit ini" sahut Edo mencoba untuk menjelaskan.
Seorang suster lain datang menghampiri mereka, ia sempat mendengar percakapan mereka. Suster ini adalah suster yang turut menangani Sakira.
"Permisi Pak, apa bapak mencari wanita yang beberapa jam yang lalu dilarikan kerumah sakit ini? " tanya Suster itu memastikan. Davin menoleh dan mengangguk.
"Benar Sus, dimana Sakira? " Desak Davin tak sabaran.
"Oh pasien sudah di pindahkan ke Rumah sakit pusat Pak, karena keadaannya yang harus di operasi secepatnya" jelas suster itu.
"Kerumah sakit mana? " tanya Davin lagi.
"Kerumah sakit pusat pak"ulang suster itu.
" Terimakasih Sus" lirih Davin, kakinya sungguh terasa lemas sekarang. Tatapannya mulai kosong.
"Bos, saya yakin nona pasti akan baik baik saja" ucap Edo mencoba menguatkan Davin.
"Kemungkinan terbesar nona itu sembuh sangat kecil, di tambah lagi pendarahan di kepala nya sangat banyak" sahut suster itu dengan wajah dengan wajah sendunya.
"Namun bapak harus berdoa atas kesembuhan beliau, semoga pasien cepat sembuh" lanjut suster itu iba melihat kondisi pria yang ia fikir itu suami dari pasien. Keadaannya sungguh terlihat kacau.
"Cari dimana keberadaan nya" titah Davin, Edo pun mengangguk. Setelah mengantar Davin pulang ke apartemen Edo pun melajukan mobil menuju ke lokasi kejadian. Ia juga sudah menyuruh beberapa orang untuk memeriksa seluruh rumah sakit.
"Vik, maafkan aku" lirih Davin menatap putranya. Seharian menangis membuat Viki kelelahan hingga tertidur.
Hari sudah larut, Davin masih belum bisa tidur. Otaknya terus memikirkan dimana, bagaimana keadaan Sakira.
"Dimana kamu sekarang?? maaf kan aku" lirih Davin menatap ponselnya yang terdapat gambar dirinya bersama Sakira, yang ia sengaja menjadikannya wallpaper ponselnya.
Di sisi lain, Kevin dengan setia menjaga Sakira di ruang rawat. Operasinya berjalan lancar, akhirnya Sakira terselamatkan. Hanya saja gadis itu belum juga menunjukkan tanda tanda ia akan bangun.
"Kapan kamu akan bangun? " ucap Kevin mengajak Sakira berbicara. Meski ia tahu Sakira tak akan membalas ucapan nya.
Kini Sakira sudah berada di salah satu rumah sakit ternama di Amerika. Setelah membawa Sakira ke rumah sakit pusat, Kevin tidak merasa puas dan ia membawa Sakira ke rumah sakit luar negeri, di tambah lagi ia juga memiliki urusan di sana.
"Nak, beristirahat lah" ucap Sindi mengusap pundak sang putra. Ia juga bingung mengapa putranya terlalu perduli dengan gadis ini, namun rasa bingung nya ia simpan hingga nanti ia bertanya langsung pada sang putra.
"Kevin gak capek kok mah"
"Tapi kamu sejak pulang kantor langsung kesini lo,udah kamu istirahat aja biar mama yang jaga Sakira" sahut Sindi.
"Kasian dia mah, dia tidak memiliki siapapun di rantau, keberadaan orang tuanya masih belum diketahui pak wan" jelas Kevin pada mamanya sembari menatap wajah Damai Sakira.
Kevin Arnaldo. Adalah seorang pengusaha kaya yang memiliki beberapa perusahaan di dalam negeri dan juga di luar negeri. Di bandingkan dengan Davin, kekayaan Kevin hampir sebanding. Perbedaan mereka adalah, Kevin membangun usahanya sendiri, sementara Davin mengembangkan usaha papanya.
"Baiklah mah, Kevin akan pulang dulu sebentar. nanti nanti Kevin akan kembali kesini" ujar Kevin. Sindi pun tersenyum dan mengangguk. Ia sangat bangga pada putranya yang sangat bertanggung jawab.
"Bangun lah Sakira, lihat malaikat mu sangat tampan" lirih Sindi mengusap punggung tangan Sakira.
Sindi berharap Sakira cepat puli, ia akan sangat senang karena ia akan memiliki teman. Sindi juga yakin jika Sakira merupakan wanita yang baik.
"Apa masih belum di temukan? " tanya Davin dingin. Pria ini kembali pada sikap aslinya, bahkan melebihi sikapnya yang dulu.
"Maaf bos, saya sudah memeriksa seluruh rumah sakit di pusat, namun tidak ada satupun pasien yang bernama Sakira. " jelas Edo.
Sejak kehilangan jejak Sakira Davin selalu berusaha untuk menemukan gadis itu, bahkan ia tidak memperhatikan dirinya lagi.
Viki di titipkan nya pada pengasuhnya waktu kecil dulu. jika siang hari Davin akan mengantarnya kerumah mbok siti dan malamnya akan ia jemput.
"Davin!! " panggil Mina, ia sudah tak tahan lagi melihat keadaan putranya seperti bujang lapuk mengasuh anak orang lain. Yah, Mina sudah mengetahui latar belakang Viki, namun hal itu tidak membuat nya untuk menyukai Viki. Ia beranggapan jika Viki lah yang membuat putranya menjadi seperti sekarang ini.
"Apa lagi sih ma, aku sibuk!! " sahut Davin.
"Kamu ini kenapa sih, lupakan gadis itu dan menikahlah dengan Yuli" ucap Mina membuat Davin menghentikan kegiatannya kemudian menoleh pada mamanya.
"Kalau mama masih saja terus bersikeras untuk menjodohkan aku sama gadis itu, maka aku tak akan pernah pulang kerumah" ancam Davin dengan nada dingin. Pria itu serius dengan ucapannya.
"Hanya gara-gara gadis itu kamu melawan sama mama? " tanya Mina dingin.
"Yah, hanya karena Yuli mama menjadi ibu yang kejam" balas Davin tak kalah dinginnya.
"Davin!!! " bentak Mina.
"Mama lebih mementingkan keinginan gadis yang sudah jelas kepribadian nya tidak baik itu" lanjut Davin.
"Yuli itu baik, mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu" sahut Mina memelankan nada bicaranya.
"Baik? mama fikir gadis yang menghalalkan segala cara itu baik? " ucap Davin tak habis pikir, entah seperti apamenurut mamanya ini yang baik itu. Davin memutuskan untuk meninggalkan mamanya di ruangan nya.
"Davin!! "
"Davin!! " teriak Mina memanggil putranya namun tak di hiraukannya.
"Apa kau masih mencarinya? " tanya Desta. Rupanya Davin memilih untuk ke ruangan Desta.
"Hmm.. aku tak bisa melupakan nya" lirih Davin. Ia kini merebahkan tubuhnya pada sofa ruangan Desta.
Desta hanya bisa menghela nafasnya berat, melihat kondisi sahabat nya seperti ini membuat hatinya sakit.
Sakira memang sangat mempengaruhi hidup Davin. Lihat lah sekarang, ia benar-benar terlihat sangat kacau.
"Lalu Viki apa kabar? " tanya Desta mengalihkan pembicaraan.
"Aku menyuruh mbok siti untuk mengasuh nya" sahut Desta membuka kembali matanya.
"Dia pasti sangat merindukan Sakira" lirih Desta.
"Tentu saja, dia baru bisa tidur jika sudah memeluk baju Sakira" sahut Davin mengusap sudut matanya yang tanpa ia sadari terdapat tetesan air mata yang mencoba mengalir.
...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...
idola:sakira,Davin,Viki,Kevin
Daftar!
untung bagus ceritanya..
kenapa Sheila nga terus terang aje
nga faham banget dgn cerita mu ini Thor