NovelToon NovelToon
My Arrogant Prince

My Arrogant Prince

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Poligami / Berondong
Popularitas:308.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wardah Rose

Tidur Pangeran Rayyan Muhannad Arnauth tak akan pernah nyenyak jika ia tak bisa mendapatkan seorang wanita yang menghantui mimpinya tiap malam. Bagaimanapun caranya ia harus bisa menjadikan wanita itu sebagai salah satu selirnya.

Selir? Bilqist sangat membenci status itu. Dia merasa tak jauh beda dengan wanita simpanan yang tak mempunyai status dan dihargai hanya bila tubuhnya mampu menjadi pemuas napsu sang pangeran.

Sampai tulang belulangnya mengering di gurun pasir pun Bilqist rela. Asalkan dia tidak akan pernah menjadi selir Rayyan Muhannad Arnauth.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardah Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(Bukan) Cinderella

“Baiklah, sambil sarapan kita bisa ngobrol dengan santai. Cerita ke kami dong, bagaimana kamu bisa berbahasa Indonesia, apa orang tua kamu orang Indonesia?” tanya Gwen pada Khansa. Kalau dilihat dari wajahnya, wanita itu tak terlihat ada keturunan Indonesia sama sekali.

“Nenek saya dari Indonesia, saya beberapa waktu pergi ke Indonesia menemui nenek bersama orangtua sewaktu kecil,” jawab Khansa.

“Oh ya, lalu sekarang masih sering ke sana?”

Khansa menggeleng. “Terakhir ke sana empat tahun lalu, sekarang nenk sudah meninggal.”

“Oh maaf, innalilahi wa inna Illaihi roji’un. Apa tidak ada keluarga lain yang masih ada di Indonesia?”

“Ada, tapi sudah keluarga jauh. Sepupu Ibu saya.”

Gwen mengangguk. Kemudian pembicaraan mereka berlanjut hingga Bilqist dan Gwen selesai dengan sarapan.

Tak beberapa lama setelah itu, datang lagi utusan dari Rayyan. Kali ini adalah rombongan. Mereka membawa pakaian, sepatu, tas, bahkan perhiasan untuk dipakai Bilqist. Mereka juga membawakan untuk Gwen dan yang lainnya.

Khansa membantu Bilqist untuk mencoba beberapa gaun. Beberapa di antaranya berwarna hitam berpayet dan bordir emas. Potongannya sederhana namun hiasannya luar biasa. Gwen meraba Payet yang ada di bagian pinggang gaun. “Mom yakin kalau ini Kristal Swarovski.”

“Gak peduli mau kristal atau emas dua empat karat. Pokoknya gaun ini hanya pinjaman, Bilqist selesai acara langsung kembalikan,” kata Bilqist.

Khansa yang membantu memilihkan gaun selanjutnya yang akan dicoba Bilqist, bertanya, “Kenapa harus dikembalikan? Bukankah hadiah sewaktu ta’aruf menjadi hak milik Anda?”

Bilqist tak bisa mengatakan kepada Khansa kalau mereka hanya ada di tahap itu saja, tak ada niatan untuk menikah. Ia tak mau jika pemberian Rayyan akan bermasalah ke depannya. Siapa tahu pendukungnya yang fanatik mungkin saja akan “menyerang” Bilqist dengan hal itu.

Bilqist hanya bilang kalau dia tak terbiasa memakai benda-benda terlalu mewah. “Aku tak mau membuangnya, jadi dikembalikan saja.”

“Oh ya, kamu juga harus coba beberapa gaun untuk dipakai besok,” kata Gwen pada Khansa.

Khansa sangat terkejut mendengarnya.

“Kenapa diam saja?” tanya Gwen yang tak mendapatkan tanggapan dari Khansa.

“Itu, mm saya tidak ikut besok.”

“Kenapa tidak ikut?”

“Karena saya tidak termasuk undangan?” jawab Khansa tak yakin.

“Loh kan kamu asisten kami?” tanya Gwen yang menginginkan pernyataannya dibenarkan. “Lagipula kamu juga harus kami menjadi penerjemah. Kami tidak bisa bahasa Julunda,” kata Gwen sambil bercermin. Ia memakai jubah berwarna hitam polos tapi bahannya berlapis Payet di pergelangan tangan, dan akan terlihat berkelip-kelip ketika terkena cahaya.

Khansa tampak berpikir tapi Bilqist langsung memilihkan baju untuknya. “Nih coba.”

Khansa menolaknya, karena baju itu untuk Bilqist jadi dia merasa tak pantas memakainya.

“Ayo cepat dicoba. Kita gak punya waktu pergi ke toko untuk mencarikan baju untuk kamu. Jadi coba aja yang ada.”

“Ini terlalu mewah untuk saya,” jawab Khansa.

“Khansa, kerja harus efisien. Waktu adalah uang,” kata Gwen tegas. Barulah Khansa menurut dan mencoba baju untuknya.

“Nah itu bagus,” puji Gwen ketika Khansa keluar dari kamar dan sudah memakai baju yang Bilqist pilihkan.

“Tapi ini agak kepanjangan,” kata Khansa yang sedikit mengangkat bagian bawah gaunnya.

“Ah maaf karena baju itu untuk ukuran Putri Bilqist dan ibunya, sepertinya kepanjangan untuk Anda,” jawab si stylist. Yang memperkirakan apa yang dibicarakan Khansa dengan yang lainnya.

“Apa ada ukuran lain yang kalian bawa?” tanya Bilqist.

Si stylist kebetulan juga bawa yang lainnya tapi sedikit karena ia biasa melayani pelanggan wisatawan Eropa yang menyewa jasanya, jadi dia tahu perkiraan ukuran yang dipakai Bilqist.

Bilqist kemudian memilihkan lagi pakaian untuk Khansa, sampai-sampai Khansa takut kalau sikap Bilqist nanti sampai ke telinga Rayyan dan menganggapnya tak becus karena membiarkan seorang putri melayani seorang pelayan.

“Khansa, berhenti terlalu mikir,” kata Bilqist padanya.

Khansa tak bertanya apa-apa lagi sampai mereka selesai memutuskan gaun mana yang akan dipakai beserta aksesorisnya. “Sisanya bisa dikembalikan?” tanya  Bilqist kepada si stylist. Khansa menjadi penerjemah di antara mereka.

Sayangnya stylist yang datang itu bilang kalau semua sudah menjadi hak milik Bilqist, jadi kalau tidak dipakai ya mubadzir. “Biar kami telepon Rayyan dulu,” kata Bilqist.

Gwen dan Bilqist kemudian pergi ke kamar dan menelepon Rayyan, supaya yang lainnya tidak tahu kalau mereka memakai bahasa Inggris. Dengan sedikit perdebatan, akhirnya Rayyan mengalah dan memerintahkan semua barang yang tidak dipilih Bilqist dan Gwen dikembalikan ke tokonya.

Setelah rombongan stylist dan para pelayanan itu pergi, Khansa membantu Bilqist untuk merapikan barang-barang.

“Oke pakaian beres, sekarang kita belajar yang lainnya,” kata Gwen. “Khansa, kamu tahu bagaimana sikap jika berhadapan dengan keluarga Sultan?” tanya Gwen.

Khansa mengangguk. “Nah, kamu contohkan kepada kami bagaimana caranya. Kita mulai dari cara mengucapkan salam dulu,” kata Gwen. Lalu mereka belajar bersama dengan Khansa sampai Zach dan Al sudah pulang ke hotel. Mereka rupanya jalan-jalan berkeliling kota, juga mampir ke toko pakaian.

-----

Bilqist sedikit mengangkat gaunnya untuk naik ke mobil. Ia teringat kembali akan mimpinya sewaktu di rumah sakit. “Aku kok ngerasa kaya Cinderella. Bedanya ini mobil, sedang Cinderella pakai kereta kuda,” kata Bilqist sambil tertawa kecil.

Gwen yang sudah masuk duluan juga tertawa padanya. “Mom gak khawatir kalau istri-istri Rayyan yang lain segalak Drizella dan Anastasia, Cuma neneknya atau ibunya saja yang Mom khawatirkan, jika mereka seperti ibu tirinya Cinderella.”

“Kenapa emangnya?” tanya Bilqist.

“Kalau melawan yang muda-muda itu gak masalah. Keciiil.” Gwen menjentikkan jarinya.

“Yang susah itu kalau melawan orangtua. Dilawan dosa, gak dilawan bikin emosi,” jawab Gwen sambil tersenyum. “Semoga aja mereka baik-baik semua sama anak Mom yang manis ini,” kata Gwen sambil memegang kedua pipi Bilqist dengan telapak tangannya.

“Aamiin,” jawab Bilqist.

“Mom janji, Bee. Mom gak akan ninggalin kamu. Cukup kejadian kemarin itu aja kamu jauh dari kami dan mendapatkan perlakuan dzalim. Selama Mom dan Daddy bisa, kami akan selalu melindungi kamu. Sampai kita bisa pulang ke Indonesia.”

Bilqist mengangguk lalu memeluk Gwen.

Dua puluh menit berlalu, mobil yang ditumpangi Gwen dan Bilqist telah berhenti di depan sebuah gerbang. Setelah penjaga membukakan gerbang, mobil itu berjalan kembali melewati sebuah taman yang tertata rapi, dan terdapat sebuah kolam air mancur di tengah-tengahnya.

-----

Saat yang dinantikan Rayyan telah tiba. Ia telah mengosongkan jadwalnya khusus di hari itu untuk memperkenalkan Bilqist kepada keluarganya, kepada kehidupannya.

Mobil yang diutus untuk menjemput Bilqist dan keluarganya telah tiba di halaman istana. Rayyan dengan jantungnya yang berdegup kencang mencoba untuk tak memperlihatkan kegugupannya.

1
Dewi Djordan
bakal di up g nih atau selesai sampai dsini ?( nanya dgn nada lembut)
Dewi Djordan
bggussssss
Mey Kusrini
hadeeeh
Mey Kusrini
saya suka Al bobol wifi
Mey Kusrini
salam saya pembaca baru pengen langsung skiming aza
Mey Kusrini
ga sabar mau melihat matanya😂
Mey Kusrini
Luar biasa
Erni Fitriana
keren👍🏾
buna
muhannad tuh apa😭
Eskael Evol
keren banget
Eskael Evol
keren thor syukron doa nya🙏
Nuning Setiyawati
ini gak ada ending nya ya thor
novi taurusita
selalu setia menanti kak
Dian Kartika Dewi
hai author. sehat2 ya . kapan lanjut cerita. udah lama nungguin lanjutannya. semoga segera update ya.
bank sha one
aku nunggu up nya othor tayangkuuuh
Babo Saram
ini tidak ada kelanjutan'a ya?
Dewi Djordan
cerita yang sangat menarik,alur y bagus,, tapi sayang up y lamaaa bangetttt,rasanya udah 1 tahun lebih nunggu
Fitri Octawaty
jangan lama lama lanjitin cerita,aku penasan ini🤔🤔🤔
Verdut Ndut
thor kpn up lg suwiii nya torrr 😩😩😩
novi taurusita
karyanya yang bagus sekali, suka dengan tokoh dan alurnya. tak bosan-bosannya untuk melihat up selanjutnya. semangat kakak semoga sehat selalu😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!