NovelToon NovelToon
Menikahi Duda

Menikahi Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:8.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

Khalisa, harus rela bekerja pada keluarga kaya. Bukan sebagai pembantu rumah tangga melainkan merawat seorang pria yang bernama Adrian. Adrian adalah seorang pria muda yang di nyatakan stroke.

Meski pun Adrian sangat keras kepala dan memperlakukan Khalisa dengan sangat kasar. Khalisa tetap sabar menjalankan pekerjaan nya demi sang adik yang sedang sakit keras.

Dari rasa benci berubah ke rasa suka lalu berubah lagi pada rasa benci hingga pada akhirnya mereka saling mencintai. Banyak hal yang terjadi dalam hidup Khalisa, namun diri nya dengan sabar melewati kesedihan yang selalu datang dalam hidup nya.

Bagaimana cerita selanjutnya?

Silahkan baca dan Jangan lupa Like, Rate, Vote and Coment 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30.Mencari Khalisa

"Di mana Khalisa?" tanya Orland pada Davi karyawan Khalisa yang baru saja lulus SMA.

"Tidak tahu kak, beberapa hari ini kak Khalisa hanya datang saat kedai akan tutup saja." jawab bocah itu.

"Di rumah nya tidak ada, di sini juga tidak ada. Kemana dia pergi? apa yang sedang di rahasia kan Khalisa." Batin Orland kemudian pria itu pamit.

Orland memutar balik mobil nya menuju kantor nya, entah kenapa sudah tiga haribia tidak melihat wanita itu hingga membuat pria itu khawatir. Bukan kembali ke kantor nya, Orland malah pergi ke kantor Adrian.

"Ada tamu..." ujar Fattan.

"Siapa?" tanya nya singkat tanpa menoleh ke arah Fattan.

"Orland.."

"Suruh dia masuk."

Fattan keluar dan kemudian masuk bersama Orland. Adrian mengerutkan ke dua alis nya saat melihat wajah khawatir Orland.

"Ada masalah apa?" tanya Adrian penasaran.

"Apa kau menemui Khalisa beberapa hari ini?" tanya balik Orland.

"Tidak! ada apa dengan Khalisa?" tanya Adrian juga khawatir.

"Entahlah, dia seperti menyembunyikan seseorang. Sudah berapa hari ini aku tidak bisa bertemu dengan nya. Ku cari di rumah tidak ada dan di kedai nya juga tidak ada." jelas Orland membuat Adrian melepaskan pena nya.

"Apa maksud mu?"

"Kau bilang saat Lisa pingsan dia kau temukan di wilayah xxxx, apa dia pergi ke sana lagi?"

"Entahlah, aku tidak tahu." ujar Adrian kemudian beranjak dari duduk nya.

"Mau kemana kau Adrian?" tanya Orland.

"Mencari Khalisa, aku takut terjadi apa-apa pada nya. Apa kau sudah menghubungi nya?"

"Khalisa tidak bisa di hubungi sejak tiga hari yang lalu, maka nya aku khawatir." ujar Orland.

Tanpa pamit atau menghiraukan tamu nya, Adrian pergi begitu saja. Rasa khawatir dan gelisah mulai menyeruak di dalam hati pria itu. Terus memutari jalanan dan tidak lupa Adrian pergi ke tempat di aman ia menemukan Khalisa pingsan.

Nihil, entah kemana wanita itu pergi.Jam sudah menunjukan pukul delapan malam namun setiap kali Adrian bertanya pada Orland pasti mendapatkan jawaban yang sama.

Adrian memutuskan untuk menunggu di depan rumah Khalisa yang ternyata Orland juga ada di sana. "Aku sudah ke tempat di mana aku menemukan Lisa, tapi dia tidak ada di sana."

Tak berapa lama, muncullah sorot lampu motor dan itu Khalisa. Kusut, wajah nyatidak sangat kusut dan mata nya sembab.

"Khalisa, kau kemana saja? dan kau habis menangis, kenapa?" tanya Orland khawatir.

Khalisa melirik bergantian ke dua pria itu. "Aku baik-baik saja, kalian pulang lah. Aku ingin sendiri." pinta nya membuat ke dua pria itu saling lirik.

"Jika kau punya masalah, kau bisa bercerita pada kami." ujar Adrian.

"Tidak, aku sedang tidak ingin bicara apa pun. Kalian pergi lah." ujar nya lalu masuk ke dalam rumah begitu saja.

Tak bisa memaksa, Adrian dan Orland hanya bisa diam saat Khalisa memilih masuk ke dalam rumah.

"Apa Areta tahu masalah Khalisa?" tanya Adrian.

"Tidak, biasa nya dia akan bercerita pada david dan Areta. Tapi kali ini mereka pun tidak tahu."

"Apa yang sedang dia rahasia kan?" lirih Adrian.

"Entahlah, aku tidak tahu."

"Orland...apa aku bisa bertanya satu hal pada mu?"

"Katakan lah!"

"Apa kau menyukai Khalisa? ku lihat kau sangat mengkhawatirkan nya." tanya Adrian dan berharap jika jawaban Orland bisa melegakan hati nya.

"Tidak! kau tahu sendiri aku punya tunangan." jawab tegas Orland.

"Tapi perlakuan mu pada nya sangat berbeda!"

Orland membuang nafas kasar, benar kata Adrian. Perlakuan nya pada Khalisa sangat berbeda namun tak ada perasaan suka di antara laki-laki dan perempuan.

"Entahlah, aku juga tahu." jawab nya membuat Adrian merasa aneh.

mereka kemudian memilih pulang ke rumah masing-masing karena hari mulia larut. Belum bisa tenang, Orland masih memikirkan keadaan Khalisa yang pulang dengan mata sembab. Begitu juga dengan Adrian, sepanjang perjalanan pulang pria itu sangat gelisah.

1
Ani Kurniati
bagus
mrsdohkyungsoo
thankyouu
Susanti Susanti
Luar biasa
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
😭😭😭😭😭😭
Safitri Agus
😭😭😭
Rita Juwita
luar biasa..
💟노르 아스마💟
seru
juwita
mampir
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰🥰🥰
Dyah Oktina
kenapa ngak cari tahu dulu sebelum menikah adrian??? kau emang bodoh krn cinta pertama
Dyah Oktina
jangan2 adeknya orlando yg lama hilang 🤭
Dyah Oktina
apa maksut dari kata mentah d sini???maaf saya ngak ngerti thor..?
Dyah Oktina
lah jelas... emang kamu ngak punya kaca ya luna.. jelas2 d saat Andrian terpuruk kamu pergi dgn laki2 lain.. d saat andrian sudah membaik kamu jilat lagi..
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Bzaa
terimakasih otor, vote sudah terkirim yaa 😘
Allenn
Disa
Allenn
Lisa
Mystera11
,😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!