Menceritakan tentang seorang gadis Cantik bernama Kiran, ia jatuh Cinta pada Seorang Pria tampan yang Arogant bernama Dhefin.
Perjuangan Kiran mengejar Cinta Dhefin, tidak semudah yang dibayangkannya. Saat rasa cinta semakin menggebu dihatinya, saat itu pula Kiran Harus membuang Rasa Cintanya tersebut.
Berhasilkah Kiran?
Jika ingin tahu kelanjutan cerita nya, Ikuti terus dan jangan lupa dukungan nya ya.
Follow Ig: Nonafi0609
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasar Malam
Waktu terasa sangat cepat berlalu jika sedang berdua bersama orang yang kita cintai, Seharian sudah dua sejoli yang sedang dimabuk Cinta ini bersama.
Meskipun acara belanja Kiran gagal, Namun Dhefin bisa memperbaiki Mood Kekasihnya tersebut hingga Kiran melupakan kekesalannya.
Seperti saat ini, Dhefin yang sebelumnya tidak pernah masuk kedalam Pasar malam tiba tiba saja setuju saat Kiran meminta untuk berkeliling disana.
Dengan perasaan bahagia Dhefin mengikuti langkah Kaki Kiran yang berada didepannya, dengan tangan yang saling menggenggam.
Kehadiran Kiran dan Dhefin disana tentu saja akan mengundang mata setiap orang untuk meliriknya. Bagaimana tidak, Dhefin Pria tampan dengan sejuta pesona itu tentu saja selalu bisa membuat setiap Pria Iri dan wanita tergila gila melihatnya. Begitupun Kiran, Tak sedikit Pria yang menatap kagum padanya. Hal tersebut tentu saja disadari Dhefin dan membuatnya kesal.
"Sayang...." Tarik Dhefin pada tangan Kiran hingga Kiran menghentikan langkahnya dan berbalik pada kekasihnya yang terlihat kesal.
"Ya Dhef?" Tanya Kiran lembut dapat meredakan kekesalan Dhefin.
Dhefin melepaskan tautan tangan mereka lalu melingkarkan tangannya di pinggang Kiran.
"Begini lebih baik.." Bisik Dhefin mencium sekilas Pipi Kiran.
Disaat jalanan lenggang Dhefin akan melingkarkan tangannya dipinggang Kiran dari samping. Namun disaat jalanan Padat maka Dhefin akan melingkarkan tangannya dipinggng Kiran dari belakang. Posisi paling aman agar kekasihnya tak bersentuhan dengan orang lain. Begitulah jalan fikiran Dhefin.
Kiran berhenti tepat di depan penjual Sosis Bakar dan lainnnya.
"Pak, Sosis nya 1, Otak otak nya 1, Sama minum nya 1. Pedas ya Pak!" Pinta Kiran ramah
"Dhef... kamu mau?" Tanya Kiran yang dijawab gelengan oleh Dhefin.
"35 ribu Neng." Ucap Bapak penjual Sosis memberikan pesanan Kiran.
Setelah Dhefin membayar pesanan Mereka, Kiran dan Dhefin kembali memutari Arena Pasar Malam sembari mencari tempat untuk duduk.
Kiran dan Dhefin duduk di Kursi Taman yang ada disana tepat berhadapan dengan Bianglala Besar yang sedang berputar putar membawa penumpangnya.
Tidak ada satupun yang menarik menurut Dhefin selain menatap wajah kekasihnya yang terlihat menikmati makanan nya itu.
"Sayang, kamu mau?" Tanya Kiran setelah menelan makanannya
Dhefin yang mendengar panggilan Sayang dari Kiran untuk pertama kalinya tentu saja merasa senang dan mengangguk.
"Aaaa..." Kiran meminta Dhefin membuka mulutnya
"Enak?" tanya Kiran
"Tentu saja enak jika bersamamu." Jawab Dhefin membuat Wajah Kiran tersipu malu mendengarnya.
"Is.... sekarang Pria dingin ini sudah pintar menggombal ya." Gemas Kiran mencubit pelan lengan Dhefin.
"Dan Pria dingin super tampan Ini hanya milik Kiran seorang, Kekasih Cantikku ini." Jawab Dhefin mencium tangan Kiran yang baru saja mencubitnya.
Kedua pasangan yang sedang dimabuk Cinta itu selalu terlihat mengumbar kemesraan mereka, Bercanda tawa membuat setiap suasana menjadi hangat.
Setelah Puas mengelilingi Pasar malam tersebut, Dhefin akhirnya mengantarkan Kiran Pulang.
"Terimakasih Ya Dhef. Aku sangat senang hari ini." Ucap Kiran melepaskan sabuk pengamannya saat mobil berhenti di depan Rumahnya.
"Sayang.." Panggil Dhefin
"Ya?"
Dhefin membawa Kiran naik atas pangkuannya.
"Dhef....." Rengek Kiran melihat Tingkah Kekasihnya. Dhefin tak menghiraukan protes Dari kekasihnya dan menangkup kedua Pipi Kiran, mendekatkan wajahnya pada Kiran lalu Cupp. pMencium, Menjilati dan ******* Bibir kekasihnya tersebut. Kiran yang awalnya ingin menolak karena takut kepergok oleh penghuni Rumah akhirnya membalas Ciuman Kekasihnya tersebut.
Setelah merasa Kiran membalas Ciumannya, tangan Dhefin mulai bergerak Mengelus punggung Kiran. Berniat merayap masuk kedalam Atasan Kiran namun Tangan Kiran menghentikannya masih dengan Bibir yang saling *******.
"Sudah Dhef.... Huh.. huh.." Deru Nafas Kiran memburu saat Ciuman mereka terlepas.
Dhefin memeluk erat tubuh Kiran yang masih berada dipangkuannya.
"Aku ingin selalu bersamamu seperti ini." Ucap Dhefin
"Kita akan selalu bersama. Segeralah selesaikan Masalahmu dengan Manda. Agar tidak ada penghalang untuk kita kedepan nya." Seru Kiran mengusap lembut Rambut Dhefin.
"Aku turun ya." Pamit Kiran melepaskan pelukan mereka dan mengecup lembut Kening Dhefin.
"Hati hati Sayang...." Ucap Kiran lagi tersenyum sebelum Dhefin melajukan mobilnya.