Tidak ada satupun yang bisa mengubah bubur menjadi nasi, seperti halnya dengan penyesalan tidak bisa kita ubah kembali jika sudah terjadi.
Hubungan yang terjalin cukup lama antara Sana dan Roy tidak berjalan mulus, angan-angan untuk menikah pun akhirnya pupus di tengah jalan setelah hubungannya kandas begitu saja. Yang tersisa hanyalah penyesalan yang terdalam.
Yolanda yang tadinya mengabaikan Kristen
sebagai suaminya akhirnya menyesali perbuatannya setelah kecelakaan yang di alami Kristen.
Akankah penyesalan itu mampu mengubah hidup mereka menjadi lebih baik?
Ikuti terus kisahnya di "PENYESALAN TERDALAM" di usahakan update setiap hari.
~Kasih~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ezrahi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kurang Cairan
Satria menghubungi koordinator pembantu rumah Roy.
"Halo pak Ardi, ada dokter Anton datang katanya dia diminta tuan Roy untuk datang malam ini. Apakah boleh masuk ke dalam? "
" Oh, sebentar saya pastikan dulu ya. " ucap Ardi sambil menutup telpon dan berjalan menuju kamar Roy.
Tok... Tok... Tok.. bunyi ketukan pintu kamar Roy.
"Siapa? " terik Roy dari dalam kamar.
"Saya Ardi tuan, ada dokter Anton datang. Apakah boleh masuk menemui tuan? "
"Iya, tadi saya yang suruh dokter Anton kemarin. Cepat panggil dia masuk ke dalam! " ucap Roy yang sudah lemas dan tak berdaya di dalam kamar.
Hari ini Roy sudah BAB(Buang air besar) sebanyak 12 kali, perutnya yang masih kosong dan kurang minum membuat tubuhnya lemas dan pusing.
"Satria, dokter Anton boleh masuk ya. " ucap Ardi kepada Satria.
"Oh baik Pak, " ucap Satria.
Satria membukakan gerbang untuk dokter Anton, setelah di buka dokter Anton pun masuk ke halaman rumah Roy dan segera memarkirkan mobilnya.
Ting.. tong.. bunyi bel rumah Roy yang di tekan oleh dokter Anton.
"Oh dokter Anton, silahkan masuk dok, " ucap pak Ardi yang sudah membukakan pintu setelah mendengar suara bel.
"Pak Roy ada? " tanya dokter Anton.
"Tuan ada di kamarnya dokter, katanya dokter diminta untuk segera ke sana. " ucap Ardi.
"Baik Pak," ucap dokter Anton dan segera menuju kamar Roy.
Tok.. Tok.. Tok.. bunyi pintu kamar di ketuk namun tidak ada jawaban. Dokter Anton mengetuk ulang pintu kamar.
"Pak Roy saya boleh masuk? " tanya dokter Anton dari luar kamar.
Tok.. tok.. tok.. tetap saja tidak ada jawaban dari Roy.
"Pak Roy, bapak ada di dalam? " tanya dokter Anton sekali lagi.
Karena tidak ada jawaban dokter Anton mencoba untuk masuk ke dalam tanpa menunggu persetujuan dari Roy.
"Ah.. pintunya terkunci. " ucap Anton dengan suara pelan.
"Pak apa ada kunci cadangan yang bisa digunakan untuk membuka pintu kamar pak Roy? "tanya dokter Anton.
" Ada dokter, saya ambil di bawah dulu. " ucap Ardi.
Pak Ardi bergegas turun ke bawah untuk mengambil kunci cadangan. Kamar Roy terletak di lantai dua sehingga membutuhkan waktu untuk mengambil kunci yang di simpan di gudang.
Setelah mendapatkan kunci pak Ardi bergegas naik ke lantai atas.
"Ini dokter kuncinya, " ucap pak Ardi kepada dokter Anton.
Dokter Anton mengambil kunci dari tangan pak Ardi dan segera membuka pintu kamar. Setelah pintu kamar terbuka tampak Roy tergeletak di lantai kamar.
"Ya ampun tuan apa yang terjadi, " Pak Ardi berlari ke arah Roy.
Tubuh Roy yang tinggi besar membuat pak Ardi yang memiliki tubuh kecil dan dokter Anton yang juga kecil hampir tidak mampu mengangkat Roy ke atas tempat tidurnya. Setelah berusaha memindahkan Roy dari lantai kamar ke tempat tidur. Dokter Anton segera mengecek keadaan Roy.
"Wah suhu tubuhnya 37.9°C(suhu normal 36.5°C-37.5°C), pak Roy lagi demam. " pikir dokter Anton.
setelah mengecek suhu tubuh dokter Anton kembali mengecek turgor kulit Roy. Turgor kulit adalah tingkat kelenturan kulit dimana ini di cek untuk memastikan orang tersebut dehidrasi (kurang cairan) atau tidak. Bila kulit kembali normal dalam waktu kurang 1 detik; turgor baik, bila 2-5 detik ; turgor agak kurang, bila 5-10 detik; turgor kurang dan bila lebih 10 detik: turgor jelek.
Dokter Anton mencunit sedikit kulit di lengan Roy, ternyata turgor kulit kurang baik karena butuh waktu 5-10 detik untuk bisa kembali kebentuk semula.
Matanya tampak cekung dan bibirnya kering. Tekanan darah 60/50mmHg.
"Sejak kapan Pak Roy seperti ini? " tanya dokter Anton kepada pak Ardi.
" Tadi saya lihat dia masih baik-baik aja dokter, hanya saja sejak datang ke rumah tuan Roy belum makan. " jelas pak Ardi.
" tolong ambilkan tas saya pak, saya akan memberikan infus untuk pak Roy karena saat ini pak Roy sedang dehidrasi. " ucap dokter Anton.
Pak Ardi segera mengambil tas milik dokter Anton .
" Ini dokter, " ucap Ardi kepada dokter Anton sambil menyodorkan tas milik Anton.
"Letakan di sini pak, " ucap Anton yang menunju ke arah samping tempat tidur.
Dokter Anton membuka tas miliknya didalamnya sudah ada cairan infus dan kateter infus yang iya selalu bawa untuk berjaga-jaga. Dengan keahlian yang di miliknya Anton segera memasang infus di tangan Roy. Karena kondisinya sekarang sedang dehidrasi untuk memasang infus lumayan sulit, biasanya vena pada orang yang dehidrasi akan kolaps(penyempitan pembuluh darah). Dokter Anton menusuk vena di tangan kanan Roy tidak ada darah yang keluar tapi karena dokter Anton sangat yang kalau infus yang di pasang itu masuk dokter Anton segera mengalirkan infus dan ternyata sesuai dugaan dokter Anton, vena Roy kolaps karena sedang dehidrasi.
" Untuk sementara saya akan mengguyur pak Roy dengan 500 RL, saya akan menunggu di sini dulu selama kondisi lak Roy membaik. Tapi jika sudah di guyur pak Roy tidak juga membaik makan kita harus segera membawa pak Roy ke rumah sakit terdekat. " ucap dokter Anton.
"Ha... rumah sakit!" ucap Roy yang sudah sadar dari pingsannya.
"Saya tidak mau di rawat di rumah sakit! " ucap Roy yang masih terbaring lemas.
" Saya harap kondisi pak Roy bisa membaik setelah mendapatkan cairan infus, jika membaik bapak tidak perlu di bawa ke rumah sakit." ucap dokter Anton kepada Roy.
Guyur infus adalah pemberian cair infus secara cepat untuk mengatasi keadaan dehidrasi berat mau pun keadaan pasien dalam keadaan syok.
Setelah infus yang di guyur habis dokter Anton mencek ulang turgor kulit dan tekanan darah Roy.
" Turgor kulitnya sudah bagus ( kurang dari 1detik), tekanan darah bapak sudah stabil 100/60 mmHg. Cuma untuk sementara bapak harus tetap di berikan infus sampai kondisi bapak benar-benar stabil. "
"Saya dengan dari pak Ardi bapak belum makan sejak kapan? " tanya dokter Anton.
"Saya sudah makan tadi pagi, cuman setelah itu saya belum makan apa-apa lagi. "
"Bapak banyak minum air putih? "
"Saya kurang minum hari ini, karena kalau saya minum rasanya mual dan ingin muntah. " Jawab Roy.
"Apakah perut bapak terasa sakit? Saya lihat di atas meja bapak ada obat Metronidazole, bapak sedang diare? "
"Iya dokter, saya diare sudah hampir 2 minggu ini. Tapi saya sudah minum obat Metronidazole yang saya beli di apotek waktu saya berobat di klinik mawar di resepkan obat Metronidazole. "
"Sudah berapa lama bapak minum obat Metronidazole? "
"Baru 3 hari dokter, " jawab Roy.
e tiba tiba tringat ayahku pda hal tdi pgi bru vc
sukse
semangat
mksh
lima like 👍 untukmu 😄
mampirlah jika sempat ya 😃
lima bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
comments and favorit buat kamu Thor ❤️