NovelToon NovelToon
Pesona Om Aldrick

Pesona Om Aldrick

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:960.5k
Nilai: 5
Nama Author: Enni

Mungkinkah jatuh cinta pada pandangan pertama? Itulah yang terjadi pada Violita seorang gadis manis mahasiswi semester akhir sebuah perguruan tinggi. Ia sedang magang bersama sahabatnya di perkebunan milik Om sahabatnya. Om Aldrick adalah seorang pria misterius yang irit bicara dan anti pada perempuan.

Laki-laki itu pernah mengalami hal pahit yang membuatnya menarik diri dari semua hal yang berkaitan dengan perempuan.

Meski menyeramkan nyatanya Violita tidak bisa menahan hatinya untuk tidak terpesona pada Aldrick. Rasa penasarannya membuat Violita berusaha masuk ke dalam kehidupan laki-laki itu.

Mungkinkah Violita mampu memberikan cahaya pada hidup Aldrick yang kelam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh

Violita masih bercengkrama dengan lelap. Ia masih bergelung di dalam selimut. Namun cahaya menyilaukan memaksa dirinya untuk terbangun. Ia membuka mata dengan perlahan. Sesaat mengumpulkan nyawanya yang masih bertebaran. Ia melirik ke samping, gadis itu terlonjak saat menangkap senyuman menawan dari pria pujaannya.

"Selamat pagi"

Bisik Aldrick lembut sambil mengusap rambut yang hampir menutupi wajah Violita, Tak peduli wajah terkejut dari gadis itu melihat dirinya yang merebahkan diri di samping Violita dengan tangan yang menopang kepalanya. Aldrick bahkan ikut masuk di dalam selimut gadis itu

"P_pagi om. Kenapa om di sini? Mana Amira?"

Tanya Violita gugup.

"Amira lari pagi sama Raka."

Aldrick malah memeluk Violita dengan erat dan memejamkan matanya.

Wajah Violita merona merah, Ia ingin melepaskan pelukan pria itu namun kehangatan yang tercipta dan aroma tubuh yang selalu disukainya membuat Violita mengurungkan niatnya. Ia membiarkan Aldrick mendekapnya erat.

"Om udah lama?"

"Sejak satu jam yang lalu, seperti biasa kamu kalau lagi tidur lupa sekitar. Dasar kembaran kerbau"

Aldrick terkekeh merasakan pukulan lembut di dadanya.

"Om mau punya pacar kerbau?"

Tanya Violita kesal.

"Mau, ini lagi berusaha deketin. Bahkan ini aku lagi meluk kerbau"

Ucap Aldrick sengaja menggoda Violita.

"Mulutnya jahat banget"

Violita memajukan bibirnya tanda bahwa dirinya benar-benar kesal.

Mata Violita membulat penuh karena Aldrick malah melahap bibirnya.

"Morning kiss"

Aldrick menyeringai puas.

"Om ih main sosor aja, Pacar bukan suami apalagi"

Sindir Violita membuat Aldrick menatapnya dalam.

"Jangan bilang gitu lagi ya? aku nggak suka. Semalam kita sudah bahas ini"

Ucap Aldrick lembut namun sorot matanya memancarkan ketegasan.

"Becanda om, serius banget jadi orang"

Violita tertawa puas karena berhasil menggoda Aldrick.

Aldrick ikut tertawa sambil mengacak rambut gadis itu.

"Jangan panggil om lagi ya"

Ucap Aldrick membuat Violita terkejut.

"Emang kenapa?"

"Kamu kan bukan keponakan saya"

jawab Aldrick cuek.

"Terus aku harus panggil apa?"

Violita mengulum senyum. Violita bahagia artinya Aldrick emang serius ingin membuka hati untuknya.

"Terserah"

"Panggil sayang aja ya?"

Violita tergelak melihat wajah Aldrick berubah masam.

"Kenapa nggak suka ya om? katanya terserah"

"Iya iya, udah terserah kamu"

Jawab Aldrick akhirnya.

"Iya dech aku panggil mas aja kalo gitu"

Violita tergelak lagi, ada perasaan aneh harus memanggil pria dingin itu dengan sebutan mas. Tapi difikir-fikir panggilan om akan terdengar lebih aneh jika mereka sudah menjalin hubungan nanti.

****

Setelah membersihkan badan masing-masing Violita dan Aldrick duduk di bangku dekat danau sambil berjemur.

"Om eh mas Amira kok lama ya? jangan-jangan mereka sesat"

Violita bergidik ngeri membayangkan Amira dan Raka tidak menemukan jalan pulang.

"Raka sudah hapal wilayah sini. Kamu tenang saja"

Aldrick merangkul Violita dan memeluknya saat melihat tubuh gadis itu menggigil.

"Mas kayaknya aku bakalan mati cepat"

Ucap Violita sambil mengusap dadanya.

Aldrick menjauhkan tubuh Violita untuk menatap wajah gadis itu, Ia memegang pundak Violita.

"Maksud kamu apa? Jangan sembarangan bicara"

"Abisnya tiap di dekat mas jantung aku berdetak nya cepat banget. Aku khawatir bakalan copot, kalo copot artinya aku mati kan mas?"

Aldrick menatap Violita tidak suka.

"Jangan asal kalo bicara Vio, walaupun niatnya bercanda"

"Tapi aku nggak bercanda, Emang jantung aku kayak mau copot kalo dekat mas"

Violita mengulum senyum kembali, hatinya bergetar tiap kali memanggil Aldrick dengan sebutan mas.

"Apa itu artinya aku harus menjauh dari kamu?"

"Ih enggak dong, kalo mas jauhin aku jantungnya pasti berhenti berdetak"

Jawab Violita cepat. Lagi-lagi ia mengutuki bibirnya yang asal berucap.

'Jadian aja belum masa uda putus'

Sungut Violita di dalam hati.

"Udah ya, aku nggak mau lagi dengar kamu bicara begitu. Aku nggak suka"

"Iya aku janji mas"

Ucap Violita sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.

Aldrick merangkul Violita lagi, ada rasa takut ucapan Violita akan menjadi nyata. Karena itu ia marah saat Violita membahas tentang kematian. Hatinya masih terlalu lemah untuk kehilangan kembali.

Aldrick dan Violita menoleh saat terdengar langkah kaki, nampak Amira dan Raka berjalan sambil berpegangan tangan.

"Ra mau nyeberang ya? Tangannya erat banget megangin kak Raka"

Tanya Violita dengan wajah sok polos padahal hatinya sedang menertawakan sahabatnya.

Amira langsung melepaskan tangannya yang saling bertautan dengan Raka. Wajahnya merona merah.

"Rese banget jadi orang, nggak sadar diri padahal kamu sendiri nempel mulu sama om Aldrick"

Amira mendekat dan ikut duduk di sebelah Violita. Aldrick menarik tubuh Violita agar semakin rapat dengannya. Amira melirik sinis pada sepasang calon kekasih itu.

"Om, kalau uda mulai bucin Leta nya jangan digantung mulu."

Aldrick melengos tak peduli ledekan dari keponakannya.

"Iya mas, harus segera dikasih kepastian"

Ucap Violita membenarkan perkataan Amira.

Amira serta Raka yang duduk di rerumputan melongo saat mendengar panggilan Violita. Amira kemudian langsung tertawa keras.

"Apaan sich Ra malah ketawa"

Tanya Violita heran.

"Mas? Kamu manggil om Aldrick mas?"

Tanya Amira sambil menutupi mulutnya yang masih tak berhenti tertawa.

Raka Berusaha keras menahan agar tidak ikutan tertawa.

"Iya, memangnya kenapa? ada yang salah?"

Aldrick yang menjawab setelah melihat wajah Violita yang memerah karena malu.

"Salah sich enggak om, tapi lucu aja"

Amira kembali menertawakan wajah sahabatnya yang sudah seperti kepiting rebus

"Ayo Vio, kita pergi aja"

Aldrick menuntun tangan Violita berdiri dan mengajaknya meninggalkan Amira dan Raka.

Setelah kepergian Aldrick dan Violita, Raka berpindah tempat duduk di samping Amira.

"Kakak nggak nyangka pak Aldrick bisa bersikap seperti itu pada Violita. Selama ini setau aku pak Aldrick sangat anti dan jarang berinteraksi dengan wanita manapun. Bahkan banyak pekerja yang mencurigai orientasi s*ksual nya pak Aldrick"

Amira terkekeh mendengar penuturan Raka

"Om Aldrick pernah diselingkuhi sama mantan istrinya sampai anaknya meninggal. makanya om Aldrick jadi dingin sama cewek kak"

"Jangan-jangan cewek cantik yang selalu datang pengen ketemu pak Aldrick itu mantan istrinya ya?"

"Yang seperti apa?"

Pancing Amira, jujur ia kesal saat Raka memuji wanita lain.

"Yang tinggi, langsing, berkulit putih bermata indah, Rambutnya hitam agak bergelombang persis kayak model"

Jawab Raka santai, Ia tidak sadar bahwa ucapannya telah memancing kemarahan gadis yang sedang diperjuangkannya.

"Tipe kamu ya kak?"

Suara ketus Amira menyadarkan pria itu bahwa dirinya dalam bahaya.

"Dia emang cantik tapi bukan tipeku, Tipe aku itu kayak kamu"

Ralat Raka cepat. Menatap penuh harap bahwa Amira akan mengampuninya.

"Dasar buaya, kamu kira aku percaya sama bualan kamu"

Amira menatap sinis Raka.

"Aku nggak membual, di mata aku emang nggak ada wanita lain yang lebih indah dari Amira. Mata aku cuma bisa tertuju ke kamu Ra. Uda nggak bisa melihat cewek lain"

Amira melengos malas.

1
TM
tapi dari kisah masa SMA ke dewasa aku suka kisah evelyn. brp x aku baca.
pria2nya sama menikah 2x🤭 tpi karakter aldrik ini emank jujur bangetz. siapa yg gak trauma kehilangan anak dgn cara tragis n kejam.💜
TM
om alrik ini gampangan ternyataaaah 🤣💜
TM
hahahhahaha aku ngakak dgn ocehan vio🤣💜
Linda Liddia
Dari ceritanya ini sudah dipastikan duo cewek tolol bin bego
solehatin binti rail
😄😄😄😄tamat
solehatin binti rail
nyesek baget nangis aq tor😭😭
Dewi Oktavia
boleh ne,,,,cara untuk menyenangkan suami bila istri lagi datang bulan 😁
Dewi Oktavia
selamat takdir bisa bersama
Dewi Oktavia
cinta boleh,synk boleh,bucin juga boleh tapi jika jodoh dan takdir tidak bisa bersama Maka ikhlas kan moga tuhan bisa menggantikan orang yang lebih baik dari pada sebelumnya.
Dewi Oktavia
Amira wanita bodoh
Dewi Oktavia
semoga bahagia
Dewi Oktavia
jika pasangan kita selingkuh tak akan berubah malah makin menjadi
Dewi Oktavia
wanita macam apa,,,,sudah di kasih suami yang kaya,baik,synk,mertua menerima dan anak cantik masih ja tak bersyukur
Dewi Oktavia
nah loh ..... wanita macam
Dewi Oktavia
yang sabar y Pak,,,,heh wanita tak tahu diri sudah miskin dapat suami kaya belagu,,,,tak sadar diri.... jadi ke bawa emosi ne...
Dewi Oktavia
capek deh punya sahabat agak gesrek...😁
ardi yanti
aku kok keberatan ya, wanita harusnya tdk seterbuka itu tentang perasaannya, bahaya kalo dpt cowok toxic, ya kalo dpt org yg tepat sih gpp, tp typ hrs tau batasan sejauhbmana perasaan hrs diumbar,
Vetty Su
bagus
Sastri Dalila
👍
Angela
Suka banget dengan semua karya kakak, jempol smua deh pokoknya
oh ya mampir dong kak di karya pertamaku "aku cuma punya hati" beri saran dong kak, aku mohon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!