NovelToon NovelToon
Luka Hati Bunga

Luka Hati Bunga

Status: tamat
Genre:Misteri / Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:76.3k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

Bunga adalah gadis piatu malang yang menjalani hidupnya dalam penderitaan meski pun dia tinggal bersama ayah kandung dan keluarga barunya.

Menderita dalam diam tapi Bunga bukan orang yang lemah.

Di kemudian hari Bunga berhasil membongkar rahasia kelam sang ayah sekaligus merebut haknya yang dirampas.

Awalnya Bunga mengira penderitaannya berakhir. Tapi ternyata masih ada luka lain yang akan mengoyak hatinya.

Mampu kah Bunga menyembuhkan semua luka di hatinya ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Memilih Berpisah

Edo berusaha mencari keberadaan Bunga dan anak mereka. Segala upaya dia kerahkan agar bisa membawa Bunga kembali. Tapi upayanya selalu gagal. Edo selalu bertemu jalan buntu tepat di saat dia hampir menemui petunjuk penting. Edo yakin pak Omar lah aktor penting di balik semua kegagalannya itu.

" Kenapa Opa lakukan itu ?" tanya Edo tak sabar setelah ke sekian kalinya gagal mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Bunga.

Saat itu Edo sengaja datang menemui pak Omar di ruang kerjanya. Ternyata sehari setelah kepergian Bunga, Edo memutuskan hengkang dari rumah pak Omar. Edo merasa dirinya tak layak tinggal di rumah besar itu tanpa Bunga.

" Apa maksudmu ?" tanya pak Omar tanpa menoleh.

" Opa pasti tau maksudku. Kenapa Opa menghalangi pencarian ku ?" tanya Edo lagi.

Pak Omar nampak menghela nafas panjang sambil mengakhiri pekerjaannya.

" Saya ga melakukan apa pun Edo. Kalo Kamu gagal mendapatkan informasi tentang Bunga, itu karena Kamu yang ga serius," kata pak Omar dengan santai.

" Ga serius gimana maksud Opa. Aku bahkan meminta bantuan rekanku di kepolisian untuk mencari Bunga. Mana mungkin info dari mereka salah. Ini pasti karena Opa yang melakukan sesuatu agar Aku gagal ketemu Bunga," kata Edo kesal.

" Apa Kamu marah Do ?" tanya pak Omar sambil menatap Edo lekat.

" Aku ga marah Opa, Aku cuma kecewa. Kenapa Opa mendukung Bunga melakukan semua ini. Padahal Opa tau kalo Bunga membawa pergi Anak yang di bawah umur yang seharusnya masih mendapatkan kasih sayang utuh dari kedua orangtuanya," sahut Edo gusar.

" Tapi Kamu ga berpikir ke sana saat melakukan pembelaan untuk Melati, Do. Kamu juga ga memikirkan perasaan Bunga saat Kamu memilih meringankan tuntutan terhadap Melati padahal jelas-jelas wanita itu bersalah telah memisahkan Anakmu dari Ibunya. Terus kenapa baru sekarang Kamu memikirkan kepentingan Edrick ?" tanya pak Omar dingin.

" I ... itu Aku ... Aku tau Aku salah Opa. Sekarang Aku menyesal dan berniat memperbaiki semuanya. Aku mohon, tolong pertemukan Aku dengan Bunga Opa ...," kata Edo menghiba.

Sikap Edo yang merengek justru membuat pak Omar muak. Saat pak Omar hendak mengucapkan sesuatu, tiba-tiba asisten pribadinya mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruangan.

" Maaf Tuan. Ada surat untuk Mas Edo ...," kata asisten pribadi pak Omar.

" Oh kebetulan dia di sini. Kasih langsung aja sama dia," sahut pak Omar sambil melirik kearah Edo.

Asisten pribadi pak Omar pun menoleh lalu menghampiri Edo dan menyodorkan surat beramplop coklat itu kearah Edo.

Edo nampak mengerutkan keningnya saat menerima surat berlogo Pengadilan Agama itu. Dengan cepat Edo membuka amplop surat dan menjerit tertahan usai membaca isinya.

" Kenapa Kamu panik begitu Do. Apa isi surat itu ?" tanya pak Omar pura-pura tak tahu.

" Bu ... Bunga mengajukan gu... gugatan cerai Opa ...," sahut Edo terbata-bata.

Jawaban Edo membuat Pak Omar dan asisten pribadinya nampak saling menatap sejenak lalu menggelengkan kepala.

" Opa ga bisa membantu kalo udah begini Do," kata pak Omar dengan suara berat.

" Tapi Aku ga mau cerai sama Bunga Opa. Tolong bantu Aku ketemu sama Bunga. Aku mau menjelaskan semuanya Opa ...," pinta Edo penuh harap.

Pak Omar menggeleng lalu memberi isyarat kepada asisten pribadinya agar membawa Edo keluar dari ruang kerjanya.

Asisten pribadi pak Omar pun mengangguk lalu meminta Edo keluar dari ruangan. Semula Edo menolak, tapi tekanan di pundaknya dan tatapan mengintimidasi sang asisten membuat Edo sadar jika pak Omar tak ingin berinteraksi dengannya.

Dengan langkah gontai Edo pun keluar dari rumah pak Omar.

Sebelum masuk ke dalam mobil Edo menyempatkan diri menatap ke sekelilingnya dengan tatapan sedih. Dia teringat semua kenangan yang pernah terjadi di tempat itu. Nampaknya Edo masih tak percaya dengan keputusan Bunga menggugat cerai.

" Ternyata membantu Melati berakhir petaka untukku ...," gumam Edo sambil tersenyum getir.

Edo pun masuk ke dalam mobil. Tak lama kemudian Edo melajukan mobilnya meninggalkan kediaman pak Omar sambil membawa penyesalan karena telah menganggap sepele kemarahan Bunga.

\=\=\=\=\=

Di Pengadilan Agama sidang perceraian antara Edo dan Bunga beberapa kali digelar. Edo selalu hadir memenuhi panggilan tanpa didampingi seorang pengacara. Edo berharap masih bisa membujuk Bunga untuk membatalkan niatnya.

Namun berbeda dengan Edo, Bunga justru tak pernah hadir dan hanya diwakili pengacaranya. Nampaknya Bunga serius ingin mengakhiri pernikahannya dengan Edo.

Dan hari itu adalah hari pengesahan perceraian Edo dan Bunga. Nampaknya Edo gagal membujuk Bunga dan dia terpaksa mengabulkan keinginan Bunga untuk bercerai. Namun sebelumnya Edo mengajukan syarat agar Bunga menemuinya secara langsung bersama anak mereka tepat di hari ikrar talak diucapkan.

Setelah berbulan-bulan tak bertemu dengan Bunga dan Edrick, akhirnya Edo bisa melihat mereka.

Saat pertama kali melihat Bunga yang berjalan sambil menggendong Edrick, Edo nampak mematung takjub. Dia terpana dengan penampilan Bunga yang terlihat elegan, luwes dan tentu saja semakin cantik. Dan saat Edrick menoleh, Edo tak kuasa menahan air matanya melihat wajah sang anak yang tampan dan menggemaskan.

" Edrick ...," panggil Edo lirih sambil mengulurkan kedua tangannya.

Edrick nampak mematung sejenak sambil menatap sang ayah dengan tatapan bingung. Bunga pun membujuk Edrick agar mau menerima uluran tangan Edo.

" Gapapa Sayang. Ini Ayahnya Edrick. Mau ya digendong sama Ayah ...," kata Bunga dengan lembut.

Di luar dugaan Edrick nampak mengangguk. Sesaat kemudian Edrick telah berada dalam dekapan Edo yang tak sadar telah menitikkan air mata saking bahagianya.

Bunga hanya terdiam membisu menyaksikan adegan di hadapannya. Baginya apa yang Edo lakukan sudah tak ada artinya lagi. Jangankan menggoyahkan hatinya, membuatnya iba pun tidak.

Tak lama kemudian Edo terpaksa menyerahkan Edrick kepada pengasuhnya karena proses pembacaan ikrar talak akan segera dimulai. Kemudian Edo dan Bunga masuk ke dalam ruangan sedangkan Rina membawa Edrick ke taman di dekat area parkir.

Usai menyelesaikan kewajibannya, Edo pun melangkah keluar dari ruangan. Dia sengaja menunggu Bunga di depan ruangan karena ingin membicarakan hal penting.

" Bisa Kita ngobrol sebentar Bunga ...?" tanya Edo saat melihat Bunga keluar dari ruangan.

Bunga berpikir sejenak kemudian mengangguk. Bunga merasa tak ada salahnya memberi Edo waktu untuk bicara. Toh mereka memang harus tetap menjalin komunikasi demi kepentingan Edrick nanti.

Kemudian Edo dan Bunga melangkah bersisian menuju taman dekat area parkir. Dari jauh mereka melihat Rina sedang mengejar Edrick yang tertatih-tatih karena baru mulai berjalan itu. Terdengar tawa riang Edrick saat Rina berhasil menangkap tubuhnya.

" Terima kasih telah menjaga Edrick dengan baik. Dia sehat, lucu dan menggemaskan," kata Edo sambil menoleh kearah Bunga.

" Itu juga kewajibanku. Kakak ga perlu berterima kasih," sahut Bunga.

" Iya Kamu benar," kata Edo saat menyadari Bunga tak suka dengan ucapannya tadi.

Untuk sejenak Edo dan Bunga terdiam sambil menatap Edrick yang berlarian ke sana kemari menghindari kejaran Rina.

" Ehm, maafkan Aku Bunga. Aku tau Aku salah. Tapi kenapa Kamu ga ngasih Aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya ?" tanya Edo kemudian.

" Aku bisa memberimu kesempatan jika wanita itu bukan Melati Kak. Kamu tau kan apa yang sudah dia dan Tante Alin lakukan padaku dulu ?. Luka itu masih ada dan sulit untuk sembuh, tapi Kamu dengan sengaja menarik mereka masuk dalam lingkaran hidupku yang sedang Aku tata dengan baik. Dan Kamu liat hasilnya kan ?. Melati kembali membuat luka di atas lukaku yang sedang berproses sembuh Kak," sahut Bunga dengan nada kecewa.

" Aku hanya ingin membuat Kalian akur Bunga. Bagaimana pun Kalian kan pernah tinggal serumah dulu. Setidaknya ada perasaan saling sayang yang tumbuh yang mungkin tak Kalian sadari," kata Edo membela diri.

" Justru karena Kami pernah tinggal bersama selama belasan tahun makanya Aku memutuskan untuk menjauh Kak. Aku tau bagaimana karakter Melati. Wanita itu ga akan berhenti menggangguku sampe Aku mati," kata Bunga kesal.

" Jadi Kamu memutuskan berpisah karena Kamu cemburu Bunga ?" tanya Edo sambil menahan senyum.

Pertanyaan Edo ditambah sikap mengejeknya membuat Bunga muak.

" Mungkin awalnya iya. Tapi kemudian Aku sadar bahwa kemarahanku bukan hanya karena Aku kecewa melihatmu membela Melati mati-matian padahal dia telah menculik Anak Kita. Aku juga marah dan putus asa mengetahui Anak yang Aku kandung dan Kulahirkan dengan susah payah tak mendapat pembelaan seperti seharusnya dari Ayahnya karena Ayahnya sibuk menyerukan perdamaian dan kemanusiaan !" kata Bunga berapi-api.

Edo terdiam mendengar ucapan Bunga sambil menatap mantan istrinya itu dengan mata berkaca-kaca.

" Aku bisa memaafkan Melati saat dia mencoba merayumu. Tapi Aku ga bisa memaafkannya lagi saat dia mulai berani menyentuh Anakku dan berniat mencelakainya !" kata Bunga gusar.

" Apa itu artinya Aku ga penting untukmu Bunga ...?" tanya Edo dengan suara serak namun justru membuat Bunga tersenyum sinis.

" Kamu tau seberapa pentingnya Kamu untukku dulu. Tapi Kamu yang merusak semuanya dan membuat cintaku mati Kak. Apalagi saat Kamu lebih membela Melati daripada Anakku, maka tak ada lagi kesempatan untukmu Kak," sahut Bunga tegas.

Edo hanya bisa menunduk lesu mendengar jawaban Bunga. Dalam hati dia menyesali keputusannya membantu meringankan tuntutan hukuman kepada Melati dari delapan hingga dua belas tahun penjara menjadi satu tahun saja. Namun Edo sadar penyesalannya kini sia-sia.

Perlahan Edo mendongakkan kepalanya. Edo menghela nafas panjang saat melihat Bunga sudah berada di dalam mobil sambil memangku Edrick. Bunga nampak tersenyum sambil membantu melambaikan tangan Edrick kearah Edo.

Edo pun berdiri sambil membalas lambaian tangan Edrick. Dan Edo masih melambaikan tangannya meski pun mobil yang ditumpangi Bunga dan Edrick sudah tak lagi terlihat.

\=\=\=\=\=

1
Jade Meamoure
penulis yang bagus kedepannya tambah sukses ya semoga sehat n bahagia selalu
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk 🙏😊
total 1 replies
Jade Meamoure
aq terharu banget lho Thor bagus novel anda.... semangat n sukses terus ya
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., Aamiin yaa Robbal'alamiin. mksh doanya kk 🙏😊
total 1 replies
falea sezi
kapok nangis darah abis ini qm. kalo. melati dpet jodoh lagi
any Sulistiani: he he... iya kak
total 1 replies
falea sezi
laki kayak edo mnding tinggalin aja g rugi jg
any Sulistiani: se 7 kk 👍
total 1 replies
falea sezi
bapaknya bunga astaga jahat bgt Q nangis dnger ceritanya
any Sulistiani: iya kak ...
total 1 replies
falea sezi
jangan ampe Edo selingkuh
any Sulistiani: yup, lanjuuutt ya kk
total 1 replies
falea sezi
emang enak g di akuin mampuss bapak dajjal
any Sulistiani: he he... jd emosi ya kak
total 1 replies
Guntar Nugraha
Luar biasa Bintang yg bicara Ok BossQu 👍🙏
Guntar Nugraha
Lumayan
Guntar Nugraha
Bintang yg bicara ok BossQu
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh supportnya ...
total 1 replies
Cahaya
selalu bagus dan menarik
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk ...
total 1 replies
muhammad affar
semoga david lekas pulih dan jgn sampai lupa ingatan
any Sulistiani: aamiin..., lanjut ya kk, mksh ...🙏😊
total 1 replies
Guntar Nugraha S
Semangaaaaattt Ummqu 💪...
any Sulistiani: insya Allah siaappp. makasih... /Pray//Smile/
total 1 replies
Ati
mampus lu Adelina dasar rakus harta.salut SM davit cari dulu yg bener ternyata g sakit kanker
any Sulistiani: insya Allah siaaappp ..., mksh kk 🙏😊
total 5 replies
Ati
cari cangkok sumsum tulang belakang yg cocok masaq g bs jaman SDH modern koq
any Sulistiani: asiaaaapp... /Ok/
total 1 replies
Ati
betul David check dulu jangan gegabah .baru buat solusi.emg hrs sdr kandung apa itu g akal"an kluarga Adelina yg matre n boros
any Sulistiani: iya bund...
total 1 replies
Ati
klo sekelas pengacara sampai dibohongi kebangeten
Ati
Thor jangan sampai David percaya kasihan bunga
any Sulistiani: yup, ditampung dlu ya say. mksh atensinya .. 🙏😘
total 1 replies
muhammad affar
jgn mau david masih ada alternatif lain, apa selidiki dulu benar ndak siapa tau keluarga adelina bohong
any Sulistiani: se7 kk ... BTW lanjut lg yaa, mksh... /Pray/
total 1 replies
Ati
knp nasib bunga g baik dulu Edo skrg david.mending hidup sendiri bunga SM anak" tooh km g kekurangan finansial
any Sulistiani: he he..., lanjut dlu ya say...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!