Hai...
semua...
Bagi yang menantikan Kisah Randika KanGio Mahadiningrat..
Ikuti Kisahnya Ya..
tapi bagi yang belum tau Disarankan Membaca
Gadis Obsesi Tuan Mahadiningrat dulu...
Randika Adalah Pangeran Mahkota Keluarga Mahadiningrat..
Dika Sejak Kecil,
dia benci Jika menjadi Kelemahan Orang Tuanya....
Jika ada Penghianat Maka harus di musnahkan di muka bumi ini..
Dika akan kejam pada seorang Penghianat..
Hidupnya harus Dililit Keadaan Melindungi Seorang Gadis karna Hutang Nyawa..
Gadis itu Ialah Mia...
tatapan Mata Ramia sungguh Jujur..
dan Tulus,,
Ramia adalah Gadis yang sejak kecil selalu bahagia dengan Keadaannya.
namun hidupnya berubah saat Ayah nya Di sekap Musuh..
Keadaan yang membuatnya harus menjerat Dika..
namun siapa Sangka Gadis ini Punya Rahasia besar Garis Keturunannya..
membuatnya Selalu hidup dalam bahaya..
Bagaimana Mia bisa bertemu dengan Randika...
Bagaimana Kisah Cinta Mereka...?
Ikuti Terus ya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lagi
Dika selesai dengan Aktifitas Kampusnya. Dia berjalan santai keluar kampus itu tak memperhatikan Situasi yang Gempar selalu kalau Dika berlalu melewati mereka..
Dika memakai helmnya dan melaju meninggalkan kampusnya..
"Aku harus dekat dengan Mia.. peduli amat di marah..! Aku ingin tau Rahasianya supaya bisa tau identitasnya nantinya.. " Ucap dika pelan di balik helmnya.
saat sudah sampai di gerbang sekolah Mia dia memasuki Sekolah Mia tanpa ragu Sedang Mia sibuk menulis surat-surat beasiswa Siswi pindahan itu..
Dika melepaskan helmnya menatap serius sekolah Mia.
"tidak buruk..! " ucap Dika tersenyum tipis nyaris tak terlihat.
"hei lihat bukankah itu Pangeran Randika..? " tanya salah satu siswi tidak percaya.
"Mana..? awas kalau bohong ya.." sahut temannya melihat situasi.
dan mereka kompak terbelalak melihat secara langsung Wajah Dika yang sebelumnya mereka lihat hanya di TV saja.
Dika melangkahkan Kakinya menuju Ruang Kantor Sekolah Mia mengabaikan tatapan siswi itu..
..
"heii... dika...! " panggil Vano sumringah dia memeluk Rindu pada Dika.
Dika tersenyum saja menepuk-nepuk Punggung Vano.
"Apa yang kau lakukan disini..? " tanya Vano sumringah juga semangat.
"Mia..! " jawab Dika tersenyum kecil.
Vano memicingkan matanya menatap curiga pada Dika.
"Apa hubungan Kalian..? " Tanya Vano curiga.
"bukan urusanmu..! " jawab Dika ketus.
"mana kawananmu..? " tanya Vano pasrah dia tidak akan bertanya kalau dika enggan memberi tau.
"Andra sama Andri kuliah di luar Negri.. Vino Kuliah di Amerika.. biarlah.. lagian kami tetap saling berhubungan kok. walau jarak jauh..! " Jawab Dika berjalan meninggalkan vano.
"hei.. bagaimana keadaan Tante Kania.. ? Mamaku selalu menanyakannya..! " Vano berkata dengan bibir manyun.
"Baik Vano.. Tante Yoza..? " jawab dika sambil bertanya lagi.
"baik..! " sahut Vano bangga.
"pergilah.. belajar yang benar usahakan kuliahmu hanya 2 tahun saja.. harus dapat S-1 .." usir halus Dika Menyeringai.
Vano memberengut patuh dia menunduk hormat dan berlalu meninggalkan dika..
Dika yang tidak normal tidak masuk sekolah sesuai usianya. Vano tentu saja ingin mengikuti Dika
karna dia memang akan menjadi penerus abdi Papanya pada Papa Dika tapi Seberapa keraspun Vano mencoba hanya mendapat Juara saja, Lompat naik kelas belum bisa..
Tapi Dika tidak mempermasalahkan itu, dia tetap mendukung Vano..
"kenapa.. Kau penurut sekali..! " Gumam Dika menyeringai lucu.
dia melanjutkan perjalanannya menuju kantor Sekolah ini..
"pp.. pangeran apa yang membawa tuan kemari tuan.. ?" tanya Guru itu menunduk sopan.
"Aku ingin menemui Ramia.. ada..? " sahut Dika serius.
Mereka saling pandang.
"Ada Tuan.. silah kan masuk..! " jawab salah satu guru memberi jalan yang sangat lebar.
dika menunduk sedikit lalu berlalu meninggalkan Guru-guru itu yang terperangah mencium aroma tubuh Dika yang memabukkan.
"dimana dia..? " tanya Dika penasaran.
dan matanya yang bergerak liar mencari mia terhenti disudut Ruangan Kantor kecil itu..
saat ini jam istirahat wajar saja tidak ada guru di kantor ini..
"serius sekali..! " dika berkata dengan senyum kecilnya.
siswi pindahan yang ada di hadapan mia terlonjak Kaget melihat Pangeran Mahadiningrat impiannya itu..
Dika meletakkan Jari telunjuknya di bibir merahnya..
Siswi itu hanya mengangguk patuh..
"sarla.. dimana asal sekolahmu..? " tanya Mia tanpa melihat sarla dia sibuk menulis data baru sarla.
sarla tidak menjawab pipinya memerah menatap langsung idolanya itu..
"sarla. .?" panggil Mia barulah dia mengangkat kepalanya menatap mata sarla yang malu-malu.
kenapa dia..? dia jatuh cinta.. sama siapa..? iiihh.. aku masih normal.. tanya Mia dalam hati menatap bingung pada Sarla.
"sarla.. dimana asal sekolahmu..? " Teriak Mia mulai Emosi..
"eeh.. iya.. Maaf Kak senior.. nama asal sekolahku Indriayu kak.. " jawab Sarla gugup.
Dika mencium kepala Mia. Mia terdiam dalam keterkejutannya matanya melotot tidak percaya.
Apa ini Dika.. Kenapa dia bisa ada disini.. hanya dia yang punya kerjaan mencium puncak kepalaku..! Gumam Mia dalam hati terdiam kaku.
dia mendongakkan kepalanya perlahan melihat siapa yang ada di kepalanya.
"Miau..? " panggil Dika menatap ke bawah
karna posisinya mia duduk, dika berdiri di belakang Mia..
"dika..? kau kah itu..? " tanya Mia tidak yakin
"iya Miau.. Ini Aku..! " jawab Dika tersenyum lebar mencium kening Mia yang mendongak menatapnya..
Sedang sarla menatap tak berkedip idolanya punya kekasih hati, cara Dika menatap Mia jelas sarla tau mereka sudah lama kenal dan itu membuat Sarla melongo saja melihat adegan dekat di depan matanya itu.
Mia berdiri lalu berbalik menatap dika..
Mia berjalan mendekati Dika, dia meletakkan punggung tangannya di dahi Dika. Dika hanya menyeringai saja.
"Tidak panas kok.. apa yang kau lakukan disini.. ? apa kau sudah Gila..? " Mia berkata dengan berkacak pinggang.
"Aku lapar.. Ayo temani aku makan siang..! " Ajak Dika menarik pelan tangan Mia.
"dika aku belum selesai..! " Tolak Mia Manja..
Dika menghentikan langkahnya. dia melihat keadaan Mia saat ini, Dia membuka jaketnya dan mengikatnya kuat di pinggang Mia..
Mia hanya melihat bingung apa yang dilakukan Dika..
"dika kau mau apa..? " tanya Mia tidak mengerti..
Dika menyeringai dia menggendong Mia dan meletakkan Perut Mia di Bahu kokohnya..
"aaa.... dikaaaa..! " Pekik Mia memegang erat bahu Dika yang lain.
Tangannya yang lain memukul-mukul punggung Dika Sebagai Protesnya karna dika menggendongnya tiba-tiba..
"dika... turunkan aku..! " rengek Mia Manja berusaha merayu Dika..
"tidak mempan.. siapa suruh jam makan kau tidak makan..! " jawab Dika Meledek.
Siswi yang melihat Anak Beasiswa yang gendong Dika terduduk lemas baru tau dia alasan dika datang ke sekolah ini.
"dika aku malu turunkan aku cepat..! " Pinta Mia menaikkan nada suaranya..
tangannya memukul-mukul punggung Dika, kakinya juga menendang-nendang angin berusaha memberontak.
Dika menurunkan Mia di sisi Motornya..
"oohhh.. Tuhan.. aku tidak mengerti jalan pikiranmu dika.. Kenapa kau membuatku malu hah..? " Omel Mia Emosi.
"naiklah.. " Pinta Dika duduk di motornya..
Mia melihat sisi lain dengan mendengus pelan
seolah tidak mau Menuruti kemauan dika.
Dika menghela nafas tangannya meraih pinggang kecil Mia untuk mendekat di hadapannya.
"aaa...! " pekik Mia lagi melotot kaget melihat cara dika yang ekstrim tidak melihat situasi itu..
Dika memasangkan Helmnya di kepala Mia dengan serius sedang Mia hanya pasrah dengan matanya menatap kesal Dika..
Jerit histeris Siswi itu lagi, pupus sudah harapan mereka untuk memiliki Pangeran tampan itu..
"Ayo Cepat naik.. aku sudah lapar..! " Desak Dika menarik pelan tangan Mia..
Mia jadi memegang bahu Dika dan naik Ke motor Dika..
Dika melajukan kendaraannya menuju Rumah makan kecil langganan Mamanya..
saat mereka sudah tiba Mia terperanjat melihat kemana dika membawanya.
"dika.. kau bawa aku kesini..? " tanya Mia tidak percaya.
"kenapa..? kau tidak suka.. ya sudah ayo..! " Ajak Dika mau melajukan kendaraannya lagi.
"jangan...! " pekik Mia nada suaranya naik 1 oktaf.
membuka helmnya dan menyodorkannya pada Dika. Mia turun dari Motor Dika dan berlari sumringah masuk ke Ampera itu. dika juga melepas helmnya dan berjalan dengan langkah lebar mengikuti Mia..
"apa yang dilakukan gadis ceroboh itu.. kalau dia tersungkur bagaimana..? " Omel Dika Khawatir.
Mia berlari dengan semangat tidak melihat kursi di hadapannya. Dia memekik saat dirinya menabrak Kursi itu..
"kau baik-baik saja..? " tanya Dika khawatir.
Mia mengernyit sakit memegang Perutnya. Dika menarik pelan tangan Mia membawanya ke sudut ruangan sepi ampera itu.
Mia masih memegang Perutnya..
Dika menarik keatas baju Mia ingin melihat luka Mia..
Mia diam saja. memang mereka sudah biasa melakukannya.
Dika benar-benar malaikat penjaga Mia kalau Mia terluka. Dika selalu menjadi penolong pertamanya jika diluar Rumah Ziko.
"lihatlah kelakuanmu Gadis ceroboh.. " Omel Dika duduk bertumpu lututnya.
Dia mengambil Plester luka nya yang selalu dia bawa untuk Mia setelah mengobati Mia, dika menarik tangan Mia.
"jangan berlari lagi..! " Perintah Dika membimbing Mia menuju Meja makan Ampera itu..
"diam disini.. aku pesankan makanan untuk kita.. " Lanjut Dika lagi menonyor-nonyor kening Mia.
Mia memberengut sambil mengangguk patuh tangannya memegang perutnya yang di obati Dika..
Aku benar-benar tidak bisa menganggapnya sebagai kakakku.. Aku melihatnya sebagai lawan jenis akhir-akhir ini.. walaupun dia buat aku kesal selalu.. Gumam Mia menatap diam Kepergian Dika.
😊😊
..