NovelToon NovelToon
ILMU PENGLARIS

ILMU PENGLARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HERMAWAN 505

DESKRIPSI CERITA: ILMU PENGLARIS (Ilmu Pemanggil Tamu)"Jangan pernah coba-coba untuk mengingkarinya..."
> Bagi Rahmat, kemiskinan adalah kutukan yang harus dihancurkan, bahkan jika ia harus bersekutu dengan iblis sekalipun. Melalui perantara Mbah Cahyo, kios baksonya mendadak berubah menjadi lautan manusia yang lapar. Namun, di balik kepulan asap dandang yang menggiurkan, ada aroma anyir darah dan hawa dingin yang mengurung tempat itu.
> Di saat Ratna, sang istri yang setia berjuang melayani pelanggan dengan peluh dan ketulusan, ia tidak pernah tahu bahwa suaminya sendiri telah menjual jiwanya ke penguasa kegelapan hutan fajar. Satu per satu keanehan mulai muncul. Angin yang berputar aneh, tatapan kosong para pembeli, hingga sekelebat wajah mengerikan yang mulai menggantikan wajah tulus istrinya.
> Sebuah kisah tentang keserakahan yang membutakan, kebohongan yang menumpuk, dan sebuah jebakan pesugihan searah yang tidak akan pernah membiarkan korbannya kembali ke jalan yang benar dala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HERMAWAN 505, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Firasat buruk rahmat

## BAB 34 - Firasat Buruk Rahmat

Ratna yang menyaksikan langsung perubahan mengerikan itu sontak kaget setengah mati. Jantungnya serasa dihantam gada besar, menyisakan ruang hampa yang dipenuhi rasa muak dan ngeri yang teramat sangat. Seluruh tubuhnya bergetar hebat, tak percaya bahwa sosok yang baru saja bersetubuh dan berbagi keintiman dengannya di atas ranjang itu bukanlah suaminya, melainkan sesosok makhluk gaib yang sangat menjijikkan.

Rasa jijik, kotor, dan berdosa seketika bercampur aduk, merobek-robek kewarasan batinnya malam itu juga.

"Jadi... yang tadi bersamaku itu? Tiiiiiiidak!" teriak Ratna histeris dengan sisa tenaga yang ia miliki. Pikirannya tak lagi sanggup menampung trauma sedahsyat itu. Dan pada akhirnya, pandangan mata Ratna mendadak gelap gulita, tubuh lemasnya ambruk ke atas kasur hingga ia pun tak sadarkan diri alias pingsan dalam kesendirian yang mencekam.

Di tempat lain, bermil-mil jauhnya dari rumah, Rahmat baru saja selesai memastikan seluruh benda mistik penunjang pesugihannya hangus menjadi abu di halaman belakang kios. Begitu api mulai meredup, sebuah gejolak aneh mendadak menghantam dadanya, memicu debaran jantung yang berdegup kencang secara tidak wajar.

Perasaannya mendadak menjadi sangat tidak enak, seolah ada alarm gaib yang sedang memperingatkannya tentang bahaya besar yang tengah mengintai rumah mereka. Tanpa membuang waktu lagi, ia bergegas membalikkan badan untuk segera pulang.

"Aku harus cepat-cepat pulang sekarang. Kasihan istriku ditinggal sendirian di rumah, perasaanku tiba-tiba jadi tidak enak begini," ujar Rahmat cemas dengan rahang mengeras, sembari melangkah setengah berlari menuju ke arah mobil mewahnya yang terparkir di depan kios.

Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Rahmat segera memacu mobil mewahnya dengan kecepatan tinggi, membelah pekatnya kegelapan dan menerobos hawa dingin malam yang kian menusuk tulang. Di balik kemudi, pikiran Rahmat terus berkecamuk hebat, dilingkupi rasa waswas yang teramat sangat. Di dalam hatinya, ia tidak berhenti merapalkan doa demi keselamatan belahan jiwanya.

"Saya harap tidak terjadi apa-apa sama istriku di rumah," gumam Rahmat lirih sembari terus mencengkeram erat setir mobilnya, mencoba mengusir gumpalan cemas yang kian mengecekik dada.

Namun, nasib buruk seolah sengaja mengadang jalannya. Tiba-tiba terdengar suara letupan keras dari arah bawah kendaraannya, dibarengi dengan guncangan hebat yang membuat setir mobil hampir kehilangan kendali. Ban mobil Rahmat mendadak mengalami pecah ban secara ganjil. Sementara itu, jarak untuk sampai ke rumah mewahnya masih terhitung sangat jauh dan terisolasi di tengah jalanan yang sepi.

With napas memburu panik, Rahmat terpaksa menepikan kendaraannya. Ia pun segera turun dari mobil dan bergegas memeriksa ke arah roda bagian bawah. Jantungnya seketika mencelos saat melihat kondisi ban mobilnya yang sudah robek parah dan rata dengan tanah.

"Sial! Mengapa harus pecah ban pada waktu yang genting begini?!" umpat Rahmat habis kesabaran. Dilingkupi rasa frustrasi yang memuncak, Rahmat meluapkan kekesalannya dengan menendang kuat-kuat roda mobilnya yang telah hancur tersebut.

Rahmat mengedarkan pandangannya ke sekeliling jalanan yang gelap gulita dan diselimuti kabut tebal. Sepanjang mata memandang, tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali di tempat terpencil itu.

"Mana tidak ada bengkel satu pun di sekitar sini, jarak ke rumah juga masih jauh... Sial banget aku hari ini! Aku harap ada orang yang lewat dan bisa dimintai tolong," ujar Rahmat dengan nada kesal bercampur panik, melirik jam tangannya yang terus berputar mengikis waktu yang berharga.

Hampir sekitar tiga puluh menit Rahmat terpaksa menunggu dalam kecemasan yang membakar batin di tepi jalan yang sepi nan angker itu. Namun, di saat harapannya mulai menipis, seberkas cahaya oranye temaram dari lampu sebuah kendaraan sepeda motor mendadak terlihat muncul membelah kabut tebal dari ujung jalan yang gelap.

Hal itu sontak membuat Rahmat senang bukan main. Secercah harapan besar muncul di kepalanya, ia berharap bisa meminta tolong kepada pengendara itu untuk mengantarkannya pulang ke rumah secepat mungkin.

"Nah... Itu ada orang lewat sini! Aku harus menghentikannya. Tidak apa-apa mobil mewah ini ditinggal di tepi jalan begitu saja, aku rela bayar mahal yang penting aku bisa secepatnya sampai di rumah," ujar Rahmat dengan perasaan lega sekaligus gembira.

Cahaya lampu oranye itu lama-kelamaan makin terlihat jelas merayap mendekat, dibarengi suara deru mesin motor yang terdengar memecah kesunyian malam yang pekat tersebut.

"Mas... Mbak... Berhenti dulu, Mas! Mbak!" teriak Rahmat dengan suara lantang sambil melambai-lambaikan kedua tangannya ke udara agar mendapatkan perhatian si pengendara.

Mendengar teriakan minta tolong itu, laju sepeda motor tersebut akhirnya melambat dan menepi tepat di dekat mobil Rahmat. Betapa terkejutnya Rahmat, karena tak disangka-sangka, sosok yang mengendarai sepeda motor tersebut ternyata adalah karyawannya sendiri. Siska namanya, satu-satunya karyawan setia yang memilih bertahan di sisinya saat badai menghantam kiosnya tadi.

"Lah... Kamu, Siska! Kebetulan sekali, bapak mau minta tolong," ujar Rahmat kaget setengah mati.

Mereka berdua pun saling pandang di tengah remang malam, sama sekali tidak menyangka bisa bertemu di jalanan sepi seperti ini.

"Ah... Pak Rahmat! Baru mau pulang, Pak? Minta tolong apa ya?" tanya Siska keheranan melihat bosnya berdiri di luar mobil.

"Ban mobil bapak mendadak pecah di sini. Bisakah kamu mengantarkan bapak pulang ke rumah sekarang?" tanya balik Rahmat dengan raut wajah penuh harap.

Siska tampak mengernyitkan dahi, sedikit ragu. "B-bisa saja sih, Pak. Tapi... bukankah jalur arah ke rumah bapak itu berbeda jauh dengan jalur arah pulang ke rumah saya?"

"Tolonglah, Siska... Kasihan si Ibu sendirian di rumah sekarang. Perasaan bapak tidak enak sekali. Kalau perlu, nanti bapak bayar kamu lebih untuk ongkosnya. Ya, mau ya, Tolong..." rayu Rahmat memohon dengan sangat, membuang jauh-jauh rasa gengsinya demi keselamatan sang istri.

Melihat kepanikan yang begitu tulus di wajah majikannya, hati Siska pun akhirnya luluh. Ia mengangguk pelan, bersedia memutar arah untuk mengantarkan Rahmat pulang ke rumahnya membelah malam yang kian larut.

Bersambung

1
Mega Arum
sebenarnya kasihan Ratna,..
Mega Arum
kemungkinan itu anak setan 🤨
HERMAWAN 505: bisa jadi karena pak Rahmat itu mandul
total 1 replies
Mega Arum
kasihan Ratna...
Mega Arum
mampir lagi kak.. semoga lbh menarik dr novel sebelumnya,...
HERMAWAN 505: makasih banyak Mega Arumi, mohon dukungannya yah semoga bisa membuat kamu senang dengan hasil akhirnya.👍
total 1 replies
miilieaa
tulisan nya bagus banget😍
HERMAWAN 505: makasih kakak, semoga terhibur yah
total 1 replies
Wulandari Ayuningtyas
halo kak....udah aku like y
jangan lupa like back ke ceritaku 😁
HERMAWAN 505
cerita lokal yang menerik
HERMAWAN 505
makasih sudah mau mampir di novel ku. 🙏🙏🙏
Ara putri
Hay kak, saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku TUAN AYAZ TOLONG BERHENTI!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!