NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandiwara atau Nyata?

Setelah hampir satu setengah jam Lia membawa Ren dan Arka beserta timnya mengelilingi hotel untuk menunjukkan fasilitas dan pelayanan Hotel Lavendra, ketiganya kini sudah berdiri di lobi.

"Kami rasa hotel ini lebih dari yang kami bayangkan," kata Arka sambil tersenyum pada Lia. Lia balas tersenyum.

"Syukurlah. Semoga kerjasama ini dapat berkepanjangan dan bermanfaat bagi berbagai pihak," kata Lia penuh harap. Arka tersenyum.

"Senang bekerjasama dengan Anda," kata Arka sambil mengulurkan tangan pada Lia.

Lia menjabat tangan Arka tanpa ragu dan tersenyum ramah. Arka mengulurkan tangannya kepada Ren.

"Senang sekali Tuan Muda bersedia menerima kerjasama ini," kata Arka sambil tersenyum penuh makna. Ren menjabat tangan Arka dan mengangguk dingin.

"Baiklah. Terimakasih untuk hari ini Tuan dan Nona Damaris. Sampai bertemu di meeting selanjutnya," pamit Arka. Lia tersenyum ramah sambil mengangguk pelan. Ren terlihat dingin.

Setelah Arka keluar dari hotel, Lia menoleh ke arah Ren, menatapnya dengan tatapan bingung.

"Anda tidak senang bertemu langsung dengan Tuan Arka?" tanya Lia pada Ren dengan nada berbisik. Ren menoleh menatap Lia.

"Aku hanya menjaga image. Ini ruang publik," kata Ren datar. Lia manggut-manggut.

Ren menghadap ke arah Lia lalu memeluknya tiba-tiba, membuat Lia terkejut.

"Eh, Tuan?"

"Aku ke kantor dulu," kata Ren tepat di telinga Lia, membuat Lia sedikit berdesir.

'Eh?'

Ren melepaskan pelukannya perlahan lalu mencium kening Lia. Lia mematung.

"Sampai bertemu di rumah," kata Ren lalu berjalan keluar dari hotel. Lia masih tertegun, mencerna apa yang Ren lakukan tiba-tiba.

"Sepertinya suamimu sangat mencintaimu," sebuah suara menyadarkan Lia dari lamunannya. Radit berjalan ke arah Lia.

"Bagaimana denganmu?" tanya Radit, membuat kedua alis Lia mengerut.

"Maksud Anda?" tanya Lia. Radit mendekatkan dirinya pada Lia hingga jarak mereka hanya satu langkah saja.

"Kamu mencintainya?" tanya Radit langsung pada intinya. Lia menatap kedua mata Radit.

"Menurut Anda?" Lia balik bertanya. Radit menatap kedua mata Lia, menelisik seberkas rasa yang terpancar dari mata Lia.

"Kamu cuma bersandiwara, Lia. Aku tahu. Dan panggungmu kali ini begitu besar. Seluruh negeri menjadi audiens setia drama Tuan dan Nona Muda Damaris," jawab Radit lirih. Lia terdiam.

"You did it well as usual. Bahkan aku hampir percaya kalian sepasang suami isteri yang sedang dimabuk asmara," lanjut Radit.

"Kalau Anda menilai kami sedang beradu peran, silakan saja," kata Lia berusaha bersikap tenang.

"Kami hanya sedang menikmati masa-masa pendekatan kami. Permisi," kata Lia lalu berjalan pergi meninggalkan Radit.

"Jangan terlalu menjiwai peran!" kata Radit pada Lia sedikit berteriak.

Lia tak mengacuhkannya. Dia terus berjalan maju tanpa melihat ke belakang lagi.

'Kalau aku tak menjiwai peranku, bagaimana aku bisa menampilkan sandiwara terbaik?'

***

"Kalian kembali dulu. Saya masih ada urusan dengan Tuan Ren," kata Arka sambil melempar kunci mobilnya ke arah Rafa.

"Eh? Tuan pulangnya gimana?" tanya Rafa bingung.

"Santai aja," jawab Arka sambil berlalu menuju Ren yang berjalan ke arah mobilnya. Rafa dan rekannya yang bingung segera menuju ke mobil Arka dan pergi.

"Yo, Tuan Muda!" sapa Arka sambil tersenyum. Ren berhenti saat hendak membuka pintu mobilnya.

"Sepertinya kamu menikmati pernikahanmu," komentar Arka. Ren menghela napas panjang.

"Tidak terlalu," jawab Ren sambil menyandarkan tubuhnya ke pintu mobil. Arka mengangkat satu alisnya.

"Tidak terlalu? Tapi sepertinya aku merasakan percikan api cemburu saat pria itu menatap Nona Edelia," kata Arka sambil menyandarkan tubuhnya ke mobil Ren, tepat di samping Ren. Ren mengerutkan kedua alisnya.

"Pria itu?" tanya Ren, bingung, sambil menoleh ke arah Arka. Arka tersenyum.

"Pria yang di lift. Sepertinya dia memiliki perasaan khusus terhadap Nona Edelia," kata Arka.

"Perasaan khusus?" tanya Ren.

"Oh! Ayolah, Ren! Kamu sendiri menyadarinya," kata Arka, gemas.

Ren menoleh, menatap lurus ke depan. Arka menoleh, menatap Ren.

"Sepertinya... pernikahan itu benar-benar mengubah hidupmu," kata Arka sambil berdiri tegak. Ren menatap Arka.

"Aku turut bahagia kalau kamu benar-benar bahagia," kata Arka sambil menatap lurus ke depan. Tatapannya tenang dan hangat, seperti yang Ren kenal.

"Aku..." Ren tertunduk, ragu-ragu. Arka menoleh.

"Dia wanita yang baik," kata Arka. Ren mendongak melihat Arka yang tersenyum ke arahnya.

"Tapi..."

"Maaf, Tuan Muda," sela Arka.

"Saya harus kembali. Sampai jumpa," pamit Arka sambil berjalan meninggalkan Ren.

Ren menatap punggung Arka. Dia ingin mengatakan banyak hal pada Arka. Ada banyak hal yang mengganggu pikirannya, yang ingin dia tanyakan pada Arka.

'Bagaimana hubungan kita sekarang? Apa yang harus aku lakukan dengan perasaan ini?'

***

Arka kembali masuk ke Hotel Lavendra. Dia cukup penasaran dengan Edelia Lavendra yang menurutnya sanggup mencairkan hati Ren Damaris yang sudah bertahun-tahun membeku.

"Bisa bertemu dengan Nona Edelia? Sampaikan Arka Bara Aditama dari Narendra Tour and Travel ingin bertemu," kata Arka pada petugas resepsionis.

"Baik, Tuan. Mohon tunggu sebentar," kata petugas resepsionis dengan senyum ramah.

"Tuan dipersilakan datang ke ruang Nona Lia. Mari saya antar," kata petugas resepsionis setelah mengkonfirmasi dengan Lia. Arka tersenyum ramah lalu berjalan mengikuti petugas resepsionis menuju ruang general manager.

"Silakan, Tuan," kata resepsionis sambil membukakan pintu ruangan Lia.

"Terimakasih," ucap Arka sopan.

Arka memasuki ruangan Lia. Ada seorang wanita lagi disana.

"Gue balik ke ruangan dulu ya," kata wanita itu.

Arka menatap wanita itu. Wanita itu menunduk ramah saat berjalan melewati Arka. Arka balas tersenyum.

"Silakan, Tuan Arka," kata Lia sopan sambil menunjuk sofa, mempersilakan Arka duduk. Arka tersenyum lalu duduk. Lia duduk di hadapan Arka.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Lia sopan.

"Anda sungguh wanita luar biasa, Nona," puji Arka membuat Lia menaikkan kedua alisnya.

"Kita hanya bertemu dua kali. Bagaimana Anda bisa menyimpulkan saya wanita luar biasa?" tanya Lia, heran. Arka tersenyum.

"Hanya dalam waktu beberapa hari Anda bisa menaklukkan gunung es yang telah membeku selama bertahun-tahun," kata Arka dengan sisa senyum di wajahnya. Lia mengernyit.

"Maksud Anda?"

Arka menghela napas panjang lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa.

"Ren Damaris. Si Gunung Es. Anda berhasil mencairkannya," kata Arka dengan suara yang lebih berat. Lia diam.

"Asal Anda tahu, selama dua belas tahun terakhir ini dia sangat membenci makhluk bernama wanita," lanjut Arka.

"Sebenarnya hanya satu wanita yang dia benci. Tapi, dia jadi melihat satu wanita itu dalam semua wanita yang dia temui," kata Arka sambil menatap Lia dalam-dalam.

"Semua wanita... kecuali Anda, Nona Edelia Lavendra," tutup Arka.

Lia menarik napas dalam-dalam. Dia menyiapkan seluruh hati dan mentalnya untuk mendengar apa yang akan dikatakan pria di hadapannya itu.

'Mungkin aku akan segera mengetahui fakta tentang mereka sekarang,'

***

1
Ray Aza
aneh ga sih mertua manggil menantunya tuan???
Ray Aza: alasan bisa diterima say... cuma menurutku aku sebuah novel,akan lebih kelihatan hidup dan natural kl setting disesuaikan dengan budaya dan keseharian orang setempat. just masukan aja sih.. 😁
total 4 replies
Ray Aza
😂😂😂😂😂
Ray Aza
see.. bkn km saja yg pernah terluka krn cinta. dunia tdk akan kiamat sekalipun km patah hati
Ray Aza
dr cinta dan kehangatan sebuah keluarga tangki cintanya luber2
Ray Aza
karena dia tau cara bersyukur.. beda sama kamu, br gagal sekali aja sdh trauma lgsg menyimpang. casingmu aja yg laki, jiwamu tertukar di pegadaian. 😜😜😜
Vivi Zenidar
semoga Ren dapat menyadari perasaannya ke Lia
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!