NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta mengejutkan

" Mending pak Usman jujur saja pada kami. Jadi urusannya tidak akan panjang" kata pak kades.

Sebelum berbicara Usman menarik nafasnya, kemudian ia menghembuskannya. Setelah itu ia menceritakan kejadian sebenarnya pada pak kades.

" Orang tua macam apa kalian!. Tega menjual anak sendiri" kata Rani.

Kali ini Rani tidak bisa menahan emosinya. Sahabat terbaiknya dijual sama keluarganya sendiri. Dan yang paling mengejutkan, mereka tidak tau Arumi dibawa ke mana.

" Kenapa harus Arumi yang kalian korban kan?!. Kenapa nggak Anita saja" lanjut Rani.

" Lancang kamu Rani" kata ibu Rumi.

" Kenapa?. Anda tidak senang dengan ucapan saya. Kembali kan sahabat saya!"

" Tenang Ran"

" Mereka menjual Arumi, Buk"

" Ibuk paham perasan kamu, tenang dulu ya"

Rani berusaha untuk tenang. Rasanya ingin sekali ia memaki orang tuanya Arumi. Bisa-bisanya mereka mengorbankan sahabatnya.

" Kenapa kalian berdua bisa Setega itu pada anak kandung kalian" kata buk mandor.

" Habisnya saya bingung Pak cari uang sebanyak itu kemana. Jadi cuma cara itu yang terlintas dipikiran saya" kata Usman.

Pak kades dan Sanjaya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena Arumi itu anak kandung mereka. Sedangkan mereka hanya orang luar.

" Tapi setidaknya anda tanya alamat calon mantu anda itu Pak"

" Ya saya memang tidak sempat menanyakan tempat tinggal orang itu"

" Namanya bapak juga tidak tau"

" Tau Pak, namanya kalau tidak salah Permana. Iya kan Buk"

" Iya Pak"

Jujur Usman juga lupa nama orang itu. Padahal baru kemarin dia mengobrol dengan orang itu. Tapi kenapa ia bisa lupa sama nama orangnya. Apa mungkin karena pengaruh ia minum-minum kemarin malam. Jadi pikirannya belum sepenuhnya kembali.

" Apa anda mengenal nama itu Pak Sanjaya"

" Tidak Pak, saya juga baru mendengar nama orang itu"

" Sekarang tidak ada masalah kami lagi kan Pak. Sekarang anak saya mau menikah, jadi kalian tidak perlu khawatir lagi"

" Baiklah karena Arumi tidak diculik, kami izin pamit undur diri dulu. Maaf kalau sudah mengganggu waktunya"

" Nggak apa-apa Pak"

Pak kades dan yang lainnya pamit undur diri. Sedangkan Rani masih tidak terima sahabatnya di jual sama dia orang jahat itu. Tapi dia mengikuti buk mandor keluar dari rumah Arumi.

Karena masalah sudah selesai, ibuk-ibuk yang lain pamit undur diri. Walaupun mereka juga sedih karena orang tua Arumi tega menjual Arumi, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

" Ayo Ran, ibuk antarkan kamu pulang "

" Saya mau disini dulu Buk"

Istri Sanjaya duduk di sebelah Rani. Dia tidak ingin meninggalkan Rani dalam keadaan seperti ini.

" Pak, ibuk mau nemenin Rani disini dulu. Bapak pulang aja duluan "

" Baik Buk"

Sanjaya pergi dari rumah Arumi. Sekarang tinggal Rani dan istrinya Sanjaya yang ada di halaman rumah Arumi.

...***...

Ranti memeluk Arumi, ia tidak menyangka kalau Arumi mengalami hal buruk seperti itu. Dan ia lebih tidak percaya lagi, kalau orang tua Arumi lha yang menawarkan Arumi pada suaminya.

" Sekarang kamu tidak akan mengalami hal buruk lagi Nak. Mama akan pastikan itu "

Arumi bersyukur dipertemukan dengan tuan Kusuma. Awalnya ia mengira akan jadi madu dalam pernikahan tuan Kusuma, tapi sekarang semua pikiran itu tidak benar.

" Nyah"

Bibik datang membawa handphone Ranti.

" Ada apa Bik"

" Ponsel nyonya berbunyi terus"

" Oh makasih Bik"

Ranti melihat siapa yang menghubunginya. Ia melihat nama temannya yang tertera di sana. Ranti pun minta izin sama Rumi mau menelpon temannya dulu.

" Sebentar ya sayang"

" Iya Ma"

Arumi menatap kebun sayur yang di tanam sama mama Ranti. Ia tidak menyangka kalau mama Ranti suka bercocok tanam juga. Padahal dia orang kaya, tapi tidak malu ataupun gengsi berkebun.

" Non Rumi mau bibik buatkan jus"

" Makasih Bik, tapi sekarang lagi nggak pengen minum jus"

" Baiklah, bibik pamit ke dapur dulu ya non, soalnya kerjaan bibik belum selesai"

" Iya Bik"

Arumi tidak menyangka akan dilayani sama pelayan. Padahal ia tidak pernah bermimpi ingin punya pelayan. Seketika Arumi teringat sama sahabatnya.

Kamu lagi apa sekarang, Ran.

Pasti Rani kecewa sama padanya karena pergi tidak pamit. Arumi tersenyum membayangkan Rani yang sedang memarahinya. Kalau sedang memarahinya, Rani mirip seperti ibuk-ibuk yang lagi memarahi anaknya.

Arumi kangen bekerja. Jujur tubuhnya terasa pegal kalau tidak bekerja. Mungkin tubuhnya sudah terbiasa dibawa bekerja. Jadi saat santai-santai seperti ini tubuhnya terasa pegal.

" Maaf ya sayang lama"

" Nggak kok Ma"

" Teman-teman Arisan mama ngajak kumpul. Kamu temenin mama ya"

" Rumi, Ma"

" Iya sayang, emang siapa lagi"

" Apa mama nggak malu bawa Rumi ke temu teman-teman mama"

" Kenapa mama harus malu"

" Karena Rumi dari desa Ma"

" Emang kenapa kalau kamu dari desa. Apa ada yang salah dengan itu"

" Nggak sih Ma"

" Dengerin ya Nak, kamu jangan pernah minder hanya karena kamu dari desa. Kamu itu cantik, tidak kalah dari wanita-wanita muda diluar sana. Jadi jangan pernah minder lagi "

" Iya Ma "

" Nanti malam kita pergi ke mall. Tunggu anak mama pulang dulu "

Arumi lupa kalau anak mama Ranti pulang hari ini. Arumi tidak tau apakah nanti dia akan menerima Arumi dengan baik. Atau malah sebaliknya.

" Kamu tenang saja, anak mama itu baik. Tapi kalau dia jahat sama kamu, mama akan marahi dia"

" Jangan Ma"

" Kenapa jangan "

" Masa mama marahi anak mama hanya karena Rumi"

" Tentu saja mama akan menegurnya kalau dia salah. Mama tidak pernah mengajarkan anak mama untuk bersikap tidak baik pada orang. Nanti kalau dia jahat sama kamu, bilang aja sama mama"

" Baik Ma"

Ya seperti itulah harusnya seorang ibu. Jika anak melakukan kesalahan, maka ibu wajib menegur anaknya. Bukan dibela atau dilindungi.

Sifat mama Ranti berbeda dengan ibu kandungnya. Kalau ibu kandungnya melihat mbaknya berbuat salah, ibunya tidak akan menegurnya, tapi justru malah membela dan membenarkan sikap mbaknya. Makanya mbaknya tidak pernah merasa bersalah setiap melakukan kesalahan.

" Rumi ada handphone?"

" Nggak Ma. Dikampung Rumi hanya orang-orang kaya lha yang punya barang-barang mewah seperti itu. Dan lagi untuk apa ponsel sama Rumi. Nggak ada yang mau di hubungi "

" Emangnya Rumi nggak punya sanak saudara di luar kota"

" Nggak Ma"

" Nanti kita beli handphone"

" Untuk apa Ma. Toh nggak ada orang yang mau Rumi hubungi juga"

" Nggak apa-apa, biar kamu bisa belajar memakai handphone"

Bagi Arumi handphone tidak lha terlalu penting. Apalagi tidak ada orang yang akan dia hubungi. Kecuali sahabatnya punya handphone dan dia juga tau nomor ponselnya, barulah ponsel sangat penting bagi Arumi.

" Ayo sayang kita lihat kebun bunga mama. Nanti kamu bantu mama menyiramnya juga"

" Baik Ma"

Arumi juga penasaran, bunga seperti apa yang dikoleksi sama mama Ranti. Pastinya bunga mahal, karena orang-orang kaya kan suka mengoleksi barang atau apapun itu yang berharga mahal.

To be continued.

Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian 💞 💞

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Marie Louis AK
selamat Arumi segera ketemu lagi dg sahabatnya. kasihan.
sunshine wings
🤲🏼🤲🏼🤲🏼🤲🏼🤲🏼
sunshine wings
Yeayyy..👍👍👍👏🏻👏🏻👏🏻😍😍😍
sunshine wings
Iri aja kerjanya..
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!