NovelToon NovelToon
Cinta Harta Dan Persahabatan

Cinta Harta Dan Persahabatan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Diah Fiana

Dini, seorang remaja dari keluarga sederhana. Tujuan hidupnya adalah fokus belajar agar sukses dan memperbaiki keadaan ekonominya bersama sang ibu.

Tanpa ia tau, diam diam sahabatnya menaruh hati padanya. Bersamaan dengan itu, masa lalunya tiba tiba datang dan mendekatinya.

Lantas, apakah Dini akan mengetahui isi hati sahabatnya?
Kepada siapakah Dini akan melabuhkan hatinya?
Apakah masalah perbedaan sosial menjadi masalah yang besar dalam hidup Dini?

Temukan semua jawabannya di sini.

Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Fiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelaminan

Dimas yang melihat loker Dini kosongpun terheran-heran. Ia sangat yakin jika pelakunya sudah memasukkan surat itu ke dalam loker Dini.

"apa mungkin dia nggak jadi masukin ke loker karena dia liat aku ya?" pikir Dimas dalam hati.

"Ayo pulang," ajak Dini sambil berjalan meninggalkan loker.

"Tunggu!" cegah Dimas dengan menahan tangan Dini.

Dini berhenti dan menoleh.

"Kamu percaya kan sama aku?" tanya Dimas.

"Iya Dimas, aku percaya sama kamu, aku yakin kita pasti bisa dapat petunjuk lain, entah kapan."

"Aku pasti bantuin kamu Andini."

Dini tersenyum lalu mereka berdua pergi meninggalkan loker.

"Cari bahan buat ngerjain tugas kesenian yuk!" ajak Dimas.

"Boleh."

Setelah mengambil mobilnya di tempat parkir, Dini dan Dimas segera menuju ke salah satu pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari sekolah mereka.

"Kamu mau bikin apa Dimas?" tanya Dini.

"Mmmmm, aku mau bikin dekorasi pelaminan," jawab Dimas tersenyum.

"Serius?" tanya Dini antusias.

"Iya, semacam miniatur pelaminan gitu, dari kertas sama kardus bekas terus nanti ada aku sama kamu deh di sana."

"Mana muat Dim kalau cuma miniatur."

"Kamu mau di pelaminan yang beneran sama aku?"

"Eh, enggak, bukan gitu maksudnya," jawab Dini gugup karena ia baru sadar jika kata-katanya tadi bisa bermakna ambigu.

"Hahaha, kenapa wajah kamu merah Andini?"

"Enggak kok," jawab Dini sambil memegang kedua pipinya yang kini sudah seperti kepiting rebus.

"Sini ikut aku!" ajak Dimas ketika mereka sudah berada di dalam mall.

"Kemana?"

"Udah, ikut aja," jawab Dimas sambil menggandeng tangan Dini.

Dimas mengajak Dini ke sebuah pameran dekorasi pelaminan di mall itu. Di sana berjajar macam-macam miniatur dekorasi pelaminan lengkap dengan segala pernak perniknya.

"Nah, aku mau bikin kayak gitu sayang," ucap Dimas sambil menunjuk ke arah pameran.

"Waaahh, itu bagus banget Dimas, mewah semua lagi," ucap Dini terkagum-kagum.

"apa pernikahannya nanti juga bisa semewah itu? aaahhhh indah banget," batin Dini kegirangan.

"Kamu suka yang mana sayang?" tanya Dimas membuyarkan lamunan Dini.

"Semuanya bagus Dimas, semuanya keliatan mewah banget, aku suka semuanya," jawab Dini yang tidak bisa menahan kekagumannya.

Beberapa pasang mata memandang mereka. Bagaimana tidak, Dini dan Dimas masih mengenakan seragam SMA saat itu.

Sedangkan mayoritas dari pengunjung pameran adalah para calon suami istri yang sudah siap untuk menikah atau bahkan para orangtua yang sedang memilihkan dekorasi pelaminan untuk pernikahan anaknya.

"Kamu mau bikin kayak gini Dimas?" tanya Dini sambil menunjuk salah satu dekorasi pelaminan di sana.

"Kalau kamu suka, aku akan bikin," jawab Dimas tersenyum.

Ia tak pernah melihat Dini sebahagia ini sebelumnya, bahkan ketika bersama Andi.

"Beneran?" tanya Dini meyakinkan.

"Iya, tapi yang versi sederhana, nggak serumit itu dan nggak pake' lampu-lampu hehehe....." jawab Dimas terkekeh.

Dini mengangguk angguk.

"Kamu mau ice cream?" tanya Dimas.

Dini mengangguk cepat, ia sangat menyukai ice cream tapi jarang membelinya karena mahal menurutnya.

Setelah membeli ice cream dan beberapa jajanan, mereka duduk di kursi food court.

"Kamu suka ice cream?" tanya Dimas.

"Banget," jawab Dini kegirangan sampai ia tak sadar jika ada sisa ice cream di sudut bibirnya.

"Makannya pelan-pelan aja, nggak akan ada yang minta ice cream kamu kok," ucap Dimas sambil membersihkan sisa ice cream di sudut bibir Dini, membuat wajah Dini kembali memerah karena malu.

Entah kenapa jantungnya mulai berdetak tidak beraturan melihat wajah Dimas yang sangat dekat dengannya.

"sekarang aku tau, kenapa banyak cewek yang suka sama kamu," ucap Dini dalam hati.

"Pipi kamu merah lagi," ucap Dimas membuat Dini segera tersadar dari lamunan singkatnya.

"Eh, enggak kok, panas di sini," balas Dini sambil mengibaskan ngibaskan tangannya.

"Ada-ada aja kamu ini," ucap Dimas yang sadar jika Dini selalu salah tingkah jika dekat dengannya.

"Mau nonton?" tanya Dimas

"Langsung pulang aja ya, kita belum ngerjain tugas keseniannya," jawab Dini sambil membersihkan meja dengan tissue yang dia bawa.

"hmmm, dasar maniak belajar, lagi kencan juga mikirin tugas sekolah," batin Dimas.

"Ya udah, ayo!"

Dimas mengalah, ia menuruti kemauan Dini untuk pulang.

Setelah membeli semua keperluan yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas kesenian, Dimas segera mengantar Dini pulang.

"Makasih Dimas," ucap Dini setelah sampai di depan rumahnya.

"Besok pagi aku jemput ya?"

"Jangan dulu ya, aku nggak enak sama Andi."

"Hmmm, ya udah kalau gitu."

"Andi lagi Andi lagi, Andini cuma nggak enak sama lo Ndi," batin Dimas.

Malam harinya, Dini dan Andi mengerjakan tugas kesenian bersama di rumah Andi.

"Waaaahh, gambar-gambar kamu keren banget Ndi," ucap Dini sambil membolak balik buku sketsa Andi.

"Kamu jangan muji aku terus Din, bisa besar kepala aku nanti," balas Andi yang masih sibuk dengan mesin jahit milik ibunya.

"Tapi ini emang bagus banget Ndi, kamu cocok deh jadi desainer."

"Nggak lah Din, masih banyak di luar sana yang jauh lebih bagus dari itu."

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Dini dan Andi sudah menyelesaikan tugasnya.

Dinipun berpamitan untuk pulang.

Di rumahnya, Dini segera membaringkan badannya di atas kasur.

Tak lama kemudian Dinipun tertidur.

Dalam tidurnya samar-samar ia mendengar seseorang memanggilnya.

"Andiiniiii," panggil seorang lelaki, suaranya begitu pelan hingga hampir tak terdengar.

"Bangunlah sayang!" ucap lelaki itu.

Dini mengerjap, ia duduk, samar-samar terlihat sebuah pelaminan mewah di hadapannya. Bunga-bunga warna warni, lampu kerlap kerlip dan air mancur kecil di samping kanan dan kirinya.

Dini tak berkedip melihat pemandangan indah di depannya. Pelaminan mewah yang sangat ia inginkan ada di depan matanya.

"Sini sayang!" panggil lelaki yang mengenakan jas rapi dengan dasi kupu-kupu di lehernya.

Dini tidak bisa melihat dengan jelas lelaki itu.

Dinipun berdiri dan turun dari ranjangnya.

Bruukk!!

"Aduuuhhh!" pekik Dini kesakitan karena jatuh dari ranjangnya.

"Cuma mimpi ternyata, gara-gara Dimas ngajak liat pameran tadi nih, tapi siapa lelaki yang di mimpi tadi ya?" tanya Dini pada dirinya sendiri.

Tak mau terlalu memikirkan mimpinya, Dini segera merapikan tempat tidurnya dan mandi.

Setelah selesai bersiap-siap, Dini berangkat ke sekolah bersama Andi.

Tak lupa dia membawa sebuket bunga warna warni yang dia buat dari kertas bekas yang diwarnai.

Sesampainya di sekolah, ia segera menaruh hasil karyanya itu di loker miliknya.

Sayangnya, ketika dia akan mengumpulkan hasil karyanya pada Bu Indah, dia begitu terkejut karena melihat lokernya sangat berantakan.

Bunga warna warni yang sudah susah payah ia buat semalam kini hancur tak bersisa.

1
jeje_😎
novelkk ikan terbang anjirlah....
jeje_😎
heh thor...nulis tuh bkin krkter yg bagus napa....ni dini murahn bgt.udh cngeng.murahan lgi.plinplan hih ...ug gitu si dimas jg sma plinplan.g bisa tegas...astaga
...di ikutin mlh tmbh emosi ni novel hahahah....
Eunike
ok
Nataniat Harefa: hxjfjrhc
total 1 replies
Eunike
ol
Eunike
Bingung baca percintaan Dini
Eunike
ok
Rosyid Rizal Azriel
izin share Karya terbaru saya "DUSUN RAHAYU" Mampir ya🙏❤️
Eunike
suka banget ceritanya
Diah Fiana: terima kasih kak, ditunggu like dan komennya di setiap episodenya 😘
total 1 replies
Eka Sulistiyani
bagus banget
Diah Fiana: terima kasih kak, lanjut season 2 nya ya, judulnya Akhir Kisah Dini
total 1 replies
Dessy Lisberita
aduh thoor cerita nya berbelit"masah dah 2xkecolongan tu kafe 🙏🏼🙏🏼
Diah Fiana: begitu lah kak 😬
total 1 replies
Dessy Lisberita
aku kok sebel sama tingka dimas sama andini. kalau dimas di bel sama anita cepet bener datang dma dngan dini. kalau di ke hidupan nyata sebodoh teing sama.dimas mendingan kabur
Diah Fiana: wadduuh sabar ya kak 🙃
total 1 replies
Dessy Lisberita
aduh thoor muter"aja cerita nya
Diah Fiana: maaf kak ☺️🙏
total 1 replies
Dessy Lisberita
kesel.aku thoor baca dimas sama anita sesak didada thoor
Diah Fiana: sabar ya kak 🥺
total 1 replies
Dessy Lisberita
thoor masih belum ketahuan ni Anita ngancam Dini di loker
Diah Fiana: semua bangkai yang disembunyikan pasti akan kecium baunya kak 😉
total 1 replies
Dessy Lisberita
ad kale manusia yg sifat nya kaya Anita Munafik bener tu. gunakan kesempatan dlm.kesusahan Andini
Diah Fiana: bener kak
total 1 replies
Senopati Arya Mada
bruntungx dini di prebutin dua cowok,jadi inget masa2 sma gue deh thor 😁😁
Diah Fiana: sama ya kak kisahnya? 😁
total 1 replies
Senopati Arya Mada
bambang andi emang yg terbaek deh,salut ama kteguhan hatinya
Diah Fiana: Andi emang the best 👍
total 1 replies
Senopati Arya Mada
mungkin itu tu yang jdi penyebab dini pobia sama ujan,apa mungkin itu msa llu dini sama kluargax ya thor🤔🤔
Diah Fiana: iyaa kak
total 1 replies
Senopati Arya Mada
smoga smuax cepet kbongkar,udah ga than liat dini nangis trus,
aku ikutn mewek thor😭😭
Diah Fiana: peluk puk puk dari jauh ya kak 🥺
total 1 replies
Senopati Arya Mada
nyesek banget,aku tau gmana rasax cinta dalam diam thor,itu sakit banget thor
Diah Fiana: semangat kak, psti akan ada kebahagiaan setelah rasa sakit itu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!