Gadis bernama Arora Meier Kim meninggalkan rumahnya di Eropa menuju Korea Selatan untuk mencari petunjuk dari mimpi misteriusnya.
Bermimpi bahwa ada seseorang yang akan memberikan jawaban dari apa yang ia miliki yaitu kekuatan yang luar biasa dari tangannya. Ketika saat itu diketahui bahwa dirinya memiliki kekuatan sejak umur 9 tahun.
Namun Arora harus melewati jalan sebagai idol di Korea Selatan.
Dan akhirnya Arora dapat debut menjadi grup girlband K-Pop bernama Idol Friend's bersama orang-orang yang ada dalam mimpinya itu. Adalah Ji Ah, Yun Hea dan Mi-Sun.
Namun apa hubungannya mimpi itu dengan para member Idol Friend's?
Bertahun-tahun lamanya ia menyembunyikan rahasia tersebut dari para member dan akhirnya terbongkar setelah ia bertemu dengan Dewa yang bernama Arfeus.
"Kamu adalah manusia yang terinkernasi dari Dewi Pemandu Roh yang saat itu terlahir kembali di Demos Oneiroir. Dewi itu bernama Moora yang merupakan ibu dari anak-anakku."
Apakah yang terjadi pada Arora dan yang lainnya? Apakah Idol Friend's akan tetap bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aniedaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24 | Perancis - Horor (2/4)
Rilis 10/06/2020
Revisi 12/10/2020
Hari yang kita nantikan untuk pergi ke Disneyland. Dan sungguh luar biasa bisa pergi bersama mereka di sini.
Apalagi dengan Arora yang terlihat senang karena bisa melihat kartun yang disukainya. Jangan lupakan yang lain, mereka semua menyukai Disney.
Kartun Disney apa yang kami sukai bersama? Itu Frozen.
"Eonni .. eonni kita naik itu," kata Arora bersemangat menunjukkan wahana yang menantang. "Mi-Sun ayo .."
"Kajja!" Mi-Sun pun tak kalah semangat.
Kedua maknae itu pergi dahulu.
Yun Hea dan Abe hendak mengikuti mereka. Namun.
"Eonni kau tak ikut?"
Ji Ah terdiam menatap wahana itu ketakutan.
"Kalian saja. Aku akan tunggu di sini. Hehe."
Yun Hea paham. Eonni pertama kami benci berbau ekstrim.
"Abe-ssi...."
"Wae? Ah aku tidak jadi ikut."
"Baiklah." Yun Hea pun ikut paham juga. Ia segera menyusuli Arora dan Mi-Sun.
Abe menghampiri Ji Ah.
"Oppa kenapa di sini?"
"Melihat wahana itu perutku jadi mual." Abe berseri.
"Aahh arasseo. Aku juga merasakannya hehehe."
Setelah asyik menaiki roller coaster.
Sekarang giliran Ji Ah sebagai pemeran utama untuk bermain. Dia mengajak kami memasuki wahana rumah hantu.
"Eonni a-aku tak ikut masuk." Arora berseri gelisah. "Aku tunggu di luar saja."
"Arora-ya gadis yang paling payah," seru Mi-Sun mengolok-olok.
"Mwoya?!" Arora tidak terima. "Geurae! Aku akan masuk." Arora melangkah lebih dulu.
Ji Ah, Yun Hea dan Abe tersenyum dan mengacungkan jempol pada Mi-Sun yang bisa membuat Arora ikut naik wahana ini.
"Eonni silahkan masuk duluan." Arora mundur untuk berjalan di belakang.
Mereka semua memasukinya.
"Ara buka matamu."
"Ani!" Arora terus bergandeng pada Ji Ah dan menutupi matanya.
"AAAAHHH!!!"
Suara teriakan itu bukan milik Arora. Tapi Yun Hea.
Yun Hea dengan suara jeritan ketakutannya membuat Arora semakin jadi. Yun Hea mudah terkejut.
"Ahhhhh eonni ... aku mau pulang." Arora menangis masih menggandeng lengan Ji Ah.
Ketika matanya tak sengaja terbuka, Arora langsung menemukan sosok hantu itu yang membuat ia menjerit takut. "AHHHHHH! Hantunya!"
"AHHHH!" Diikuti oleh jeritan Yun Hea. "Aku juga mau pulang, eonni .." Dan Yun Hea pun ikut menangis.
Arora sangat takut dengan wahana yang berbau horor. Sedangkan Yun Hea orang yang mudah terkejut.
Sepanjang hari kami berada di Disneyland. Sangat menyenangkan menghabiskan waktu di sana.
...***...
Waktu Korea Selatan. Malam hari.
Seorang pria misterius dengan goresan di matanya. Dia masih di bumi, di dunia manusia, dan bertingkah di sana.
Dia datang dengan tujuan jahat. Menyesuaikan diri sebagai manusia.
Mencari seseorang yang masih belum ditemukan.
"ANAK-ANAK MONSTER DIMANA KALIAN?!!"
Suara seraknya membuat merinding, melengking dan menjerit. Membuat orang yang melihatnya takut padanya.
Pria misterius itu masih berkeliaran.
Saat berada di dekat kantor polisi, masyarakat setempat melaporkan kepada pihak berwajib bahwa pria tersebut sudah gila. Dianggap orang gila.
Dua polisi setempat mendekatinya.
Mengundangnya untuk pergi ke pos polisi.
Dia bersih keras tidak ingin ikut dan terus-menerus berkata, "KALIAN!! SUDAH LANCANG PADA DEWA!!"
"LEPASKAN!!"
Kedua polisi itu kewalahan.
Dia benar-benar gila. Orang tersebut harus segera ditangani agar tidak mengganggu masyarakat.
"Tuan? Apakah Anda sehat?" tanya salah satu polisi dengan kepala botak yang lembut tanpa topi.
Polisi lainnya memukul kepala polisi itu. "Dasar bodoh!! Dia jelas gila."
"Aku mencoba membujuknya, tenangkan dia. Ck."
"SAYA INI DEWA!!!" Teriak pria misterius itu lagi.
"Ohh Dewa ..."
"Baik, Pak Dewa bolehkah ikut dengan kami ke sana."
"Apakah di sana ada anak-anak monster?"
Dua polisi pun saling menatap satu sama lain.
"Ada, ada, ada, ada. Di sana ada anak-anak monster. Mari ikut dengan kami."
Akhirnya pria misterius yang disebut-sebut sebagai dewa juga masuk ke kantor polisi.
Ada seorang pemuda dengan polisi berjalan sambil memberikan nasehat kepada pemuda tersebut. Pemuda itu baru saja dibebaskan.
"Kamu masih muda dan pintar, jangan menyalahgunakan otakmu. Kamu bisa jadi penjahat. Sudah berapa kali kamu di sini? Hah?"
Namun pemuda itu mengabaikannya. Dia melihat layar televisi menatap dengan fokus.
Televisi menyiarkan berita tentang girl grup yang sedang naik daun. Idol Friends.
"Malah nonton," sindir polisi tersebut.
Dua polisi dengan seorang pria misterius tiba.
"Kalian bawa siapa ini?" tanyanya.
"Orang gila."
Pria misterius itu tanpa sengaja melirik layar televisi. Dia buru-buru mendekati layar.
"Anak-anak monster ... Aku dapat merasakannya ... energi kuat .."
"HEII!! Ahjussi!! Kau menghalangiku!!" teriak pemuda yang tengah fokus melihat idola kesukaannya.
Dia berbalik menatap. Tatapannya sangat menyeramkan. "Apa kau kenal mereka?"
"Tentu saja. Semua orang mengenalnya."
"Apa kau bisa mengantarkan ku padanya?"
"Heii Pak Dewa. Anda harus ikut dengan kami," sahut polisi.
Namun pria misterius tersebut menangkis lengan polisi. "DIAM KAU!!"
Tangan pria misterius itu menyentuh kepala pemuda itu. Ia terpejam memberikan energi padanya.
"Kau harus bantu aku menemukannya."
Kemudian pria misterius itu menyingkirkan polisi tersebut dengan kekuatannya sampai mereka terpental dan pingsan.
Pemuda itu sudah dikendalikan oleh energi hitam jahat.
"Kau harus merusak CCTV-nya."
Srekk Srekkk Srek
Rusak.
...🕊️🎶...
^^^Epilog________^^^
Perancis
"HIKS .... HIKS ... HIKS ..."
Suara isakan tangis tersedu-sedu masih terdengar dari gua gadis menggemaskan ini.
Keluarnya dari rumah hantu. Arora dan Yun Hea masih dalam keadaan ketakutan.
Abe, Ji Ah dan Mi-Sun berdiri menghadap mereka berdua.
Menghela nafas bersamaan dan menggeleng-geleng kepalanya.
Salam dari novel Do It All For You😘
Salam dari novel Do It All For You😘
nanti aku lanjut lagi 💕💪👍
semangat 💕💪👍
nanti aku lanjut lagi 😘💪👍
Salam dari novel Status Sosial 😘