NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:401.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Salah Paham Yang Bikin Merona

Bab 23. Salah Paham Yang Bikin Merona

(POV Author)

Lyra berjalan santai dengan baju kusut khas bangun tidur. Kaos oblong kebesaran dengan celana pendek di atas lutut membuat wanita itu terlihat imut di mata Teguh.

Mereka bertemu pas ketika Lyra hendak menuju dapur dan Teguh baru keluar dari kamarnya.

"Tidur mu nyenyak Cil?"

"Iya Bang, sampai kesiangan gini." Ujar Lyra yang sungkan karena melihat Teguh yang sudah rapi sedangkan dirinya masih amburadul.

"Aku kedapur dulu ya Bang."

Eh, kedapur dengan baju begitu?! Mana pakek celana pendek, itu kaki jenjang mulus mau di pamerin? Nggak ikhlas Gue. Batin Teguh meronta.

Tunggu Cil!"

Teguh mengintrupsi sambil menahan lengan Lyra.

"Kenapa Bang?" Tanya Lyra bingung.

"Di ruang tamu ada temen Abang yang bakal bantu kita dapetin bukti dan informasi."

"Terus?" Tanya Lyra yang masih belum loading.

"Itu Cil....,ah pokoknya tunda dulu ke dapurnya. Kamu mau apa biar Abang ambilin. Temen Abang ini buaya rawa Cil. Kalau dah gigit, nggak bakal lepas sekalipun giginya yang lepas."

Lyra melongo mendengar penjelasan Teguh. Masih belum bisa mencerna maksud Teguh.

"Udah.... ke kamar dulu aja ya? Mandi biar nggak bau acem." Ujar Teguh sambil menggiring Lyra masuk kembali ke kamarnya."

Lyra baru tersadar kalau dia baru bangun tidur dan sedang berada di rumah orang lain. Ucapan Teguh yang mengatakan dirinya bau masam membuat pipinya memerah menahan malu. Begitu masuk ke kamar Lyra segera menutup pintu tanpa berkata apa-apa. Apalagi caranya menutup pintu agak keras membuat Teguh sedikit tersentak dan terkejut.

Apa Gue kelewatan ya, sampe dia marah begitu? Batin Teguh merasa tidak nyaman.

Sedangkan Lyra yang berada di balik pintu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Duh, Lyra... Malu-maluin aja sih... Batin Lyra mengumpat dirinya.

Lyra segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Sementara itu di ruang tamu.

Teguh tampak serius berdiskusi dengan teman informannya. Teguh yang kerap kali menggunakan jasa informan itu sudah menganggap orang itu sahabatnya. Tiap kasus yang membutuhkan informasi yang agak tertutup dan susah di dapatkan dengan usahanya sendiri, Teguh selalu mengandalkan Alex, nama informan tersebut.

"Ini mereka yang perlu Lo gali informasinya. Dan ini alamat tempat tinggal sekarang. Ini handphone klien Gue. Lo bisa pantau CCTV yang terhubung di handphone ini. Kabari Gue secepatnya kalau sudah menemukan apa yang Gue butuhkan."

"Siap Bro. Lo tenang aja, kali ini pun pasti akan beres."

"Sip. Gue ngandelin Lo. Oh satu lagi, Lo coba cari tahu mengenai usaha Muhammad Zailudin, Lo bisa cari profilnya di website. Gue pengen tahu aset apa aja yang di milikinya."

"Oke siap. Gue bisa jalan sekarang?"

"Yok, silahkan."

"Oke Bro. Gue pamit. Assalamualaikum..."

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."

Teguh kemudian beranjak mengikuti langkah Alex, untuk mengantarkannya sampai ke depan pintu. Setelah informannya itu mulai menjauh, Teguh kembali menutup pintu Apartemennya.

"Loh, sudah pergi tamunya Abang?"

"Astagfirullah...!"

Teguh terperanjat ketika tiba-tiba Lyra muncul di balik pintu yang ia tutup.

Teguh memandang Lyra yang tampak segar dan wangi. Baju kemeja dengan celana jeans biru muda tampak pas di tubuh Lyra.

Untung cakep. Gigit juga nih lama-lama. Eh tapi dia masih marah nggak ya, tadi Gue bilang bau asem? Batin Teguh

"Mau ke kampus Cil?" Tanya Teguh mencoba memastikan apakah Lyra masih marah padanya.

"Iya Bang. Kemarin kan beberapa hari aku ga kampus, bisa-bisa dosen pembimbing ku ngambek terus aku ga di lolosin bahan skripsi ku buat sidang. Makin lama deh ntar." Curhat Lyra dengan bibir manyun di kuncir.

Alhamdulillah nggak marah lagi. Duh, tapi kok lama-lama pengen Gue gigit beneran ya. Eh... Astagfirullah, ingat Umi ingat Umi, Umi galak kalau ngamuk. Batin Teguh menahan gejolak dalam dadanya.

Teguh menoleh ke arah lain sambil mengusap belakangan lehernya. Ia berusaha menenangkan hatinya melonjak-lonjakan bagai kurs dolar yang kian meroket.

"Ehem. Abang antar ya. Kita sarapan dulu, dah Abang siapin di meja. Yuk..." Ujar Teguh.

Lyra mengangguk, lalu mengikuti langkah Teguh menuju meja makan.

Harum parfum Teguh yang maskulin membuat Lyra hanyut dan ingin lebih dekat untuk mencium wangi tubuh Teguh. Tapi begitu Teguh menoleh, Lyra segera tersadar dan menghentikan langkahnya.

"Kok diem. Yok, ntar telat kamu Cil."

Nyaris aja, duh. Batin Lyra merutuki kecerobohannya.

Lyra mengambil tempat duduk berseberangan dengan Teguh. Mereka pun menikmati sarapan sandwich, omelet dan segelas susu.

Hati Lyra menghangat melihat menu pagi itu. Ia teringat sang Papa yang dulu juga pernah menyiapkan sarapan menu yang sama untuknya.

Tanpa sadar bulir bening membasahi pipi Lyra. Ketika ia menghirup masuk ingusnya, Teguh menoleh dan mendapati dirinya sedang menangis.

"Eh, Cil kamu kenapa? Pedes ya? Tapi perasaan nggak pake cabe deh? Apa Abang bikin salah ya?"

"Huaaaaaa..."

"Eh..... Duh, Cil Abang ada salah ya. Abang minta maaf deh... Duh, cup...cup... Jangan nangis Cil. Abang ada salah, maafin Abang ya..."

Teguh panik dengan Lyra yang tiba-tiba meraung tidak dapat menahan tangisnya.

Duh, cara nenanginnya gimana ini?! Kira-kira kalau Umi akan gimana ya? Batin Teguh bertanya-tanya.

Ia yang baru ini menghadapi seorang wanita yang menangis, hingga membuatnya kebingungan untuk meredakan tangis Lyra. Teguh beranjak dari duduknya dan mendekati Lyra. Bahu wanita itu ia rangkul dan mengusapnya lembut, lalu mencium pucuk kepala Lyra.

"Cup... cup...jangan nangis lagi ya."

Tentu saja hal itu membuat Lyra langsung mereda dan malah terpaku. Tubuh Lyra tidak bergerak sama sekali bagai patung hidup. Hanya detak jantungnya yang menampakkan tanda-tanda kehidupan dengan degup yang bertalu-talu.

"Jangan lagi, cup...cup...."

Hal itu terus dilakukan Teguh secara berulang. Jangan di tanya lagi pipi Lyra semerah apa. Lyra seakan siap meledak saking malunya.

Setelah lima menit, Teguh baru sadar Lyra tidak menangis lagi. Tubuh Lyra yang sama sekali tidak bergerak itu membuat Teguh merasakan keanehan.

"Cil? Cil? Kamu baik-baik aja Cil?"

Lyra tiba-tiba beranjak dari duduknya, lalu berlari sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan menuju kamarnya. Dan....

"Brakk!"

Teguh terkejut, pintu ditutup dengan sangat nyaring.

"Lah, dia marah lagi..." Gumam Teguh.

Lyra yang berada di balik pintu menahan jantung di dadanya yang nyaris keluar. Debaran-debaran yang serasa menggelitik itu membuat Lyra merona dan serasa terbang di atas awan.

"Gue di cium Abang..." Gumam wanita itu nyaris tak percaya tapi itu nyata dan membuatnya lupa akan sang Mama dan suami yang belum lama ini menyakiti hatinya.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!