NovelToon NovelToon
ISTRI MUDA

ISTRI MUDA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: ZIZIPEDI

Kata orang,Usia 30 tahun usia yang matang untuk laki-laki menikah. tapi untuk si Gandi Argam bukannya matang tapi sudah busuk, benjut lagi.
Gandi Argam pria 33 tanun,tengah gusar memikirkan nasibnya. katanya sih, jodoh tak dapat di elak,balak tak dapat ditolak.

Bersembunyi di kolong jembatanpun jika Allah telah menetapkan takdir seseorang, pastilah akan terjadi.Tapi tunggu dulu,apakah inseden yang dialami Gandi termasuk jodoh..??

Entah lah hanya tuhan yang tahu. Entah mimpi apa,Gandi pemuda tajir melintir itu sakit kepala tiba-tiba.Bagai mana tidak, Niat nolong eeh malah ditodong untuk pertanggung jawab menikahi gadis ingusan pembuat onar.


Gandi Argam menelan ludah mendengar fakta yang mengejutkan. Ia,harus menikahi bocah perawan yang masih ingusan, yang buah dadanya saja masih datar seperti papan penggilasan.


Bisakah takdirnya ditukar...? Gandi meminta jodoh yang lain, yang bohai yang sedikit menggiurkan,tapi sayang itu hanya mimpi yang tak pernah terkabul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZIZIPEDI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Hubungan yang sehat adalah bubungan yang mengedepankan kepercayaan. Rumah tangga dibangun tidak cukup hanya dengan berdasarkan cinta belaka. Namun sesungguhnya kokohnya benteng pernikahan itu didasari olehl kejujuran.

Cinta akan hadir dengan sendirinya, mengalir mengikuti arus yang kita ciptakan.

Rara duduk santai berselonjor kaki menikmati hembusan angin senja di balkon kamarnya.

Matanya terpejam, menikmati suara senja ibu kota.

Gandi Duduk mendampingi istri tercinta.

Sesekali tangan besar itu mengusap surai halus istrinya.

Tak lama pria dewasa itu berbaring di atas pangkuan istri mudanya belianya.

"Om, kenapa tante itu terus ngebet dapetin om?, Apa om menjanjikan sesuatu padanya?"

Tanya Rara penuh dengan kehati-hatian. Gadis itu tak ingin melukai perasaan suaminua. Sembari berbincang Rara terus membelai rambut ikal om suami.

Sesekali tangan halus itu membelai lembut rahang kokoh pria dewasa itu.

Gandi tersenyum menatap wajah istrinya. Kemudian, pria itu menarik nafasnya perlahan.

"Mas gak pernah menjanjikan apapun padanya. Hanya saja dulu mas sangat mencintai Maura, hingga kami memutuskan untuk bertunangan. Saat hari pernikahan kami sudah ditentukan. Ternyata dia pergi dengan pria yang lebih kaya, tanpa mengatakan sesuatu. Tiga tahun Maura meninggalkan Mas. Namun disaat dia tau bahwasannya mas telah sukses melebihi pria pilihannya, dengan mudahnya dia ingin kembali untuk memperbaiki semuanya dan merenggut kebahagiaan kita, Mas gak rela dia melukaimu dek"

Jelas Gandi pada istrinya.

"Lantas apa alasan om menikahi Rara?"

Tanya Rara penasaran.

"Yang pertama karna mas yakin kamu itu jodoh mas, yang kedua Karna kamu wanita sempurna yang Allah titipkan untuk mas."

Jawabnya sok bijak. Namun Rara masih tak puas dengan jawaban om suami.

"Tapi bukannya om nikahi Rara karna Rasa balas budi om ke papa"

Gandi kembali tersenyum sebelum menjawab pertanyaan istrinya.

"Awalnya begitu, tapi setelah seminggu pertemuan kita, mas yakin pada diri mas, bawasannya kamu gak pantas menjadi seuatu alat pertukaran antara hutang budi. Mas percaya pada kata hati mas, jika kamu memang jodoh terbaik mas"

Rara merona mendengar jawaban om suami, yang diluar ekspetasinya.

"Makasih om, Om telah sabar menghadapi Rara, selama ini"

"Mas yang harusnya berterima kasih, kamu mau menerima om-om seperti mas menjadi imammu. Padahal mas tau pada awalnya kamu tidak mencintai mas."

Jawabnya tulus namun mampu menabok hati Rara menjadi merasa bersalah pada sang suami.

"Maafin Rara om, atas sikapku yang diluar kewajaran waktu dulu"

Gandi kembali tersenyum menatap bidadarinya.

"Gak masalah, yang terpenting saat ini yang mas tau, hati bidadari mas ini hanya untuk Argandi Argam"

Rara tertawa sembari memeluk suaminya.

"Tapi om.Rara gak suka om masih ketemuan sama tante itu, untung aja si dekek bayinya pengen makan sushi. Jadi Rara bisa menyaksikan pertemuan kalian.

Rengeknya manja.

"Tenang sayang, pertemuan itu sengaja mas rancang, untuk menjebak Maura. Mas sudah menyiapkan sesuatu untuk menjerat Maura ke jalur hukum, salah satunya adalah dengan bukti rekaman itu, Mas minta maaf sudah membuat istri mas menangis karna cemburu"

Ucap Gandi menenangkan istrinya.

"Makasih om"

Gadis itu merunduk mengecup kening suaminya. Seketika Gandi bangkit dari rebahannya. Duduk berdampingan sembari menangkup kedua pipi gadisnya.

"Mas sayang sama kamu dan calon anak kita."

Ucap Gandi tepat di hidung mancunh istrinya. Dengan sayang pria itu mulai mengecup mesra hidung mancung dan. bibir mungil Rara.

Mereka berdua terhanyut oleh suasana keromantisan, Tangan besar itu dengan sempurna membelenggu tubuh istrinya. Tak ada suara yang lebih indah dibandingkan dengan suara hembusan kesahduan.

Azan magrib berkumandang mengalun lembut di indra pendengaran.

Gandi tersadar, pria itu dengan berat hati menyudahi kegiayan mereka.

"Udah magrib dek, ayo masuk"

Ajak Gandi pada istrinya.

Rara masih bergeming di tempat duduknya. Gandi menyipitkan matanya melihat tingkah sang istri. Dengan manja bocah itu mengulurkan kedua tangannya.

"Gendong ya om"

Rengeknya manja.

Dengan gemas Gandi mengacak surai halus Rara tepat di puncak kepalanya.

Hati-hati Gandi membopong istrinya untuk ia bawa ke dalam kamarnya. Sementara gadis itu sembari tersenyum mengalungkan tangan mungilnya di leber kokoh sang suami.

Benar kata orang ibu hamil itu manja. Bisa jadi karna bawaan bayi atau emang si calon ibu yang pengen dimanja. Buktinya semenjak hamil, tingkat kemanjaan Rara bertambah sepuluh kali lipat dari biasanya. Untung saja suami Rara itu Argandi Argam, pria dewasa yang penyayang dan pengertian.

Usai solat magrib, Rara dan sang suami turun menuju ruang makan. Di sana dimeja makan sudah tersusun rapi menu-menu kesukaan mereka. Mbok nah dengan cekatan menyiapkan keperluan makan majikannya.

"Mbok, Rara pengen minum yang seger-seger, bisa minta tolong buatin es jeruk, mbok?"

Pinta Rara lembut pada ARTnya.

"Aah siap non. segera mbok buatkan, tunggu sebentar ya non"

Ucap simbok sigap.

"Makasi mbok"

Simbok mengangguk sembari berlalu menuju dapur.

"Om, kenapa tiba-tiba om cari ART?"

Tanya Rara penasaran. Gandi menyipit mendengar pertanyaan istrinya itu.

"Iya dong, mas gak mau istri mas kelelahan dengan urusan rumah, lagian simbok itukan Istrinya pak Tejo dek"

"Loh yang benar om. Kok Rara baru tau"

Tanya Rara penasaran.

"Ya mana Mas tau, adek aja tu yang gak mau nanya langsung sama simbok"

Rara nyengir mendengar jawaban suaminya.

"Mbok jah baik ya om"

Timpal Rara lagi.

"Iya dong. Mok jahkan udah lama kerja sama mas, hanya saja mbok dulu gak kerja di sini, tapi mbok tugasnya ngurus villa yang di bandung"

Jelas Gandi pada istrinya. Obrolan mereka terus mengalir, meja makan yang hanya berisi dua orang namun, suasana itu terasa hangat.

Tak lama simbok datang membawa segelas es jeruk.

"Ini non, es jeruknya"

Wanita paruh baya itu dengan sopan menyuguhkan es jeruk pesanan majikannya ke atas meja.

"Makasi ya mbok"

"Iya non, sama-sama"

Dengan semangat gadis itu menyeruput es jeruknya hingga tandas tak bersisa.

"Minum sendiri dek, mas gak dikasi"

Ledek Gandi jahil.

"loh. om mau? yasudah Rara buatin ya"

Ucap Rara merasa bersalah.

"Gak perlu itu masih ada sisa sedikit"

Ucap gandi sembari tersenyum misterius.

"Mana, gak ada om. Udah habis kok ini"

Rara mengangkat gelas kosongnya. Gandi tak menjawab. pria itu dengan lembut mendekatkan wajah istrinya, tanpa berucap Gandi meraup bibir mungil itu dengan lembut. Rara terbengong, matanya melotot seketika. Setelah itu dengan jahilnya Gandi berucap.

"Mas lebih suka minum di bibirmu, rasa jeruknya lebih sempurna"

Mendengar ucapan suaminya Rara tersenyum malu.

"Tapi om, gak di sini juga. Kalau mbok Jah lihat gimana, kan kasihan mboknya jadi kepengen"

Jawab rara mengingatkan suaminya.

"Kalau mbok mau, palingan dia langsung manggil pak Tejo"

Ucap Gandi meledek.

Mereka tertawa bersama. Gandi gemas akhirnya sang istri ia bopong menuju ke kamar mereka. Gandi membaringkan Rara di atas ranjang, sementara tangan Rara masih setia melingkar di leher kekar suaminya.

Mungkin mereka ingin melanjutkan kegiatannya.

Sepertinya om suami sudah rindu ingin menjenguk calon anaknya.

Yuk jangan lupa beri author like,komen n vote ya pembaca yang baik hati.

1
mama yogi
sukaaaa ,ga banyak bab 👍👍👍👍🖤🖤🖤🖤🖤
Aku Mira
padahal cerita nya bagusss bangettt, tapi sayang banyak yang loncat nya😭
dina
cerita nya menarik
Maizuki Bintang
bgs
Julvita S
lanjut dong
Nur Ain
sakiiit
Nur Ain
hahaha rara2
Nur Ain
Abih sudah gandi
Wilda Rahma
ya tpi masak lebih mentingin sepupunya drpd istri mau check up kandungan, pake alesan sibuk kerja lagi si gandi ituu
Murlina Lina
Perempuan tak punya ahlak dn harga diri yaa begitu bgmanapun cara dn ke inginan akan tetcapai...
Murlina Lina
Nanti anaknya lahiran yaa panggil mbah 😅😅😅
Murlina Lina
Sama2 gilanya
parkseo
hdujdhd
Efrida
loncat y ceritanya
parkseo
ghui
ashalina putri Yuna syahfitri
yang bener Laura, Maura atau Amora???
Mairisa Wijaya
😁😁😁😁
Tua Jemima
lama lma kq ceritax membosankn madalh terus yg datang kpan bahagiax
Tua Jemima
memng rara kekanak kanakan gk dewasa ceroboh egois
Tua Jemima
rara ceroboh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!