seorang wanita yang masih muda berusia 21 tahun harus merasakan sulitnya rumah tangga. suami yang sangat ia cintai hilang ketika menjadi relawan peperangan di palestina.
shania namanya. Ternyata ia mendapat sebuah surat dari suaminya yang mengatakan apabila dalam waktu 3 bulan tidak ada kabar maka dinyatakan jatuh talak dua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon choirul amaliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
"Saya terima nikah dan kawinnya Shania Abdullah binti Abdullah dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas 10grm dibayar tunai"
"Sah"
"Sah"
"Sah"
"Alhamdulillah akhirnya ia resmi menjadi istriku"gumam Fahri senang.
Pagi ini Fahri terlihat sangat tampan dan gagah dengan stelan jas itu. Ini adalah hari dimana ia akan melepas masa perjakanya, ia akan menjadikan Shania miliknya seutuhnya dan tak ada lagi mampu merusak ikatan cinta mereka kecuali Fahri sendiri.
Pria itu berdiri menunggu mempelai wanita dengan ditemani bu Wiji dan pamannya. Hatinya terasa dag dig dug sebelum bertemu pujaannya.
Wanita itu datang, ditemani Zizah dan juga Devi. Cantik sekali dengan jubah putih mewah yang ia rancang sendiri, wajah Shania terlihat berseri campur malu. Ia seperti dejavu, merasakan hal pernah ia rasakan tapi beda mempelai prianya.
"Subhanallah dia istriku sekarang" gumam Fahri dalam hati. Ia takjub dengan penampilan Shania saat ini, entahlah Fahru ingin berlari dan memeluknya erat.
Langkah semakin dekat dan dekat. Shania mengambil tangan kanan suaminya dan menciumnya dengan khusu', Fahri pun mengusap ujung kepala Shania dengan tangan kirinya dan membacakan beberapa doa. Tak lupa Fahri mencium dahi Shania cukup lama, ia menumpahkan seluruh rasa cinta yang amat dalam.
"Ridhoi aku kak" Ucap Shania lirih tapi Fahri mampu mendengarnya. Setetes air matanya mulai terjatuh, Fahri pun tersenyum.
"Bi idznillah sayang" jawab Fahri.
Acara Resepsi berjalan lancar. Beberapa teman Shania juga Fahri datang bergantian. Banyak yang menyimpan rasa kaget karena tak ada berita-berita Fahri lamaran atau lainnya.
"Eh Fahri kayaknya gue yang ngasih elo undangan nikah duluan tapi kenapa nih resepsinya duluan elo, Ah gak seru" Sergap Reza, Fahri hanya tersenyum dan menepuk bahu sahabatnya.
Mereka saling menyapa tamu mereka masing-masing. Shania pergi menemui teman-temannya juga, mulai dari teman SD sampai kuliah pun ia undang.
"Yang, sini-sini ada temenku yang menetap di Malaysia" Fahri mengajak Shania menemui teman karibnya yang sudah sukses di Malaysia dan menetap disana, dengan senang hati Shania menurut.
"Kenalin ini bini gue" Kata Fahri bangga. Pria itu tersenyum dan menakupkan dua tangannya didada.
"Gak ada stok lagi bro" bisik Haikal, yapp! nama pria itu Haikal. Tampan dan rapi adalah cirinya, ia juga masih bujang dan belum menemukan dambaan hati.
Fahri hanya tersenyum dengan ucapan Haikal.
"Shania! itu ada dewi temen kita yang dari Surabaya, kesana yuk!" Zizah sedikit berlari kearah Shania, ia senang karena bisa bertemu teman-temannya.
"Ups!" ucap Zizah, ia malu ternyata Shania tak hanya bersama Fahri tapi juga temannya.
"Mohon maaf" Kata Zizah, Shania memberi kode pada Fahri untuk menemui temannya, Fahri pun mengangguk.
Haikal melamun melihat Zizah, cewek itu cantik juga sedikit bar-bar. Haikal langsung tertarik saat pertama kali melihatnya.
"Siapa tadi?"
"Temen bini, kenapa emang?" tanya Fahri menyelidik, Haikal hanya nyengir.
"Tenang aja gue kenalin entar" Seakan Fahri paham dengan isi hati Haikal, ia menepuk pundak pria Malaysia itu. Haikal tersenyum senang.
Acara sudah akan selesai, tamu undangan juga sudah mulai berkurang. Fahri dan Shania berdiri diatas tempat mereka, banyak orang-orang yang meminta foto dengannya.
"yang panggil tuh si Zizah kita ajak foto bareng" Shania pun meneriaki Zizah dan mengajak foto.
"Haikal sini kita foto bareng!"
Dengan sigap dan cepat, pria itu berjalan kearah pasangan pengantin. Mereka mengambil beberapa jepretan. Zizah berada disisi Shania sedangkan Haikal disamping Fahri.
"Oh ya Zizah kenalin ini temenku, ia menetap dimalaysia" kata Fahri setelah selesai foto.
"Zizah kak" katanya sambil menunduk karena mendapat tatapan dari Haikal.
Buggg!
Fahri menepuk pundak Haikal keras, ia berniat memberi kesadaran pada pria itu.
"Oh maaf! namaku Haikal. Aku temen deketnya Fahri lo hehehhe" katanya sambil cengingisan.
"Kalian ngobrol dulu deh, aku sama Shania kesana dulu dipanggil" Fahri menarik istrinya, Shania yang masih bingung dengan kejadian itu hanya menurut pada Fahri.
"Ada apa sih kak sebenarnya?" tanya Shania ketika mereka sudah menjauh. Fahri terkekeh, ia senang sudah bisa menyatukan dua insan itu.
"Tadi Haikal minta pdkt sama Zizah, yaudah aku coba aja. Siapa tau jadi" ucap Fahri, Shania ikut tersenyum senang.
"Semoga saja Zizah cepat move on dari kakak. Aku tau kalau sebenarnya dia masih merasakan sakit hati" katanya lirih. Fahri tersenyum.
" Kayaknya ada yang cemburu nih" Celetuk fahri, pria itu tersenyum nakal pada sang istri hingga membuat pipi Shania merona merah.
"Apaan sih kak" Shania mencubit tangan Fahri kesal.
"Auww.. auww... kalo udah gini berani yaa pegang-pegang" Fahri mengusap bekas cubitan Shania, rasanya panas campur nyeri.
"Gila! bini gue garang banget" batin Fahri.
Mereka berdua pergi ketempat make up, Shania berencana melepas semua aksesorisnya karena sudah sangat lelah.
Dibantu dengan petugas MUA, Shania mencopot semuanya dan membersihkan mukanya.
"Kak Shan"
Shania menoleh, ia hampir lupa dengan Cici. Untung dia ada pengasuhnya jadi tak terlalu merepotkannya.
"Ya ampun sayang ku sini... sini...." Shania menepuk pahanya agar Cici duduk disitu dan melihat proses pelepasan semua aksesorisnya.
"Kak cantik sekali" Ceteluk Cici sambil mengusap wajah Shania yang belum dibersihkan.
"Cici juga cantik sayang" jawabnya sambil mencium gemas pipi gimbul itu.
"Aku juga mau dicium dong" Sahut seseorang dari arah belakangnya. Shania menoleh, ternyata Fahri telah selesai ganti baju dengan celana panjang dan kaos hitamnya. Shania menjulurkan lidah mengejeknya.
"Udah berani sekarang yaaa" Fahri mendekat dan mencium pipi Shania. Ia tak peduli disitu ada petugas MUA atau lainnya, dunia serasa miliknya sendiri.
" Gak boleh gitu bang Fahri! bukan muhrim" Cici kesal melihat Fahri tiba-tiba mencium Shania. Ia mengusap pipi Shania bekas ciuman Fahri dengan kesal. Mereka berdua pun tertawa tak henti-henti.
Haii... hai.... maafin aku baru up! tapi insya Allah kedepannya bakalan ada keseruan lagian okeeeee👌👌👌👌
i love you everybody😙😚😚😚
jangan lupa like koment dan vote
📷: Choirul_amaliyah26
Semangat terus buat author😉
Ditunggu up selanjutnya yup😘
Salam dari "UNSEEN."
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤
Sukses iya buat karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku.
yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu di tolak sama cwe dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏
cinta pak bos hadir😘
semangat teruss💪