NovelToon NovelToon
My Fake Bride

My Fake Bride

Status: tamat
Genre:Romantis / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: NadiraBee

Follow ig author @tulisan_bee 😚

Menggantikan posisi anak majikannya untuk menikah dengan seorang lelaki bangsawan, sungguh tidak pernah terlintas dalam benak Luana Casavia.

Karena lelaki itu menatapnya dengan sorot mata dingin, bahkan ketika ia memasangkan cincin ke jari manis Luana.

My Fake Bride: Jika aku ini palsu, akankah kau bisa mencintaiku meski sedikit saja?

Terima kasih sudah mampir dan selamat jatuh cinta~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 - Bertahan

"Rasa sakit ini terlalu menyiksa. Semuanya kabur, dan hanya aku sendiri yang harus menanggung setiap kesakitannya." ~Luana Casavia.

.

.

.

Dalamnya lautan seakan menyambut tubuh perempuan yang tampak mungil itu, saat kini air telah menutupi hampir sebatas pinggangnya.

Tetapi perempuan tadi tampak tidak ingin mundur, dan begitu saja saraf di kepala Jovi mengirim sinyal bahwa ada bahaya yang mungkin akan terjadi.

"Nona!"

Jovi berseru kencang, berharap teriakannya itu akan menghentikan langkah sang perempuan yang terus memacu.

Tetapi perempuan itu tidak menggubris, atau mungkin bahkan tidak mendengar seruan Jovi di belakang sana. Sebab dia sama sekali tidak menoleh, seakan-akan tekadnya sudah bulat untuk terus masuk ke dalam lautan luas itu.

"Nona!"

Mengulangi panggilannya dengan volume lebih kencang, Jovi berdecak kesal ketika dia masih tidak mendapat tanggapan.

"Ah, sialnya!"

Begitu saja membuang rokok yang masih tersisa setengah, Jovi refleks berlari untuk mencapai posisi perempuan tadi. Melepaskan jaket dan melemparnya ke atas pasir, Jovi tidak memelankan kecepatan.

Kini air laut itu sudah setinggi dada, dan perempuan itu tetap saja tidak berencana untuk berbalik badan.

Menyusul perempuan itu ke dalam air, Jovi merasakan sensasi dingin dari lautan itu yang kini membasahi kaki.

"Nona! Apa kau mendengarku?!"

Berteriak lagi, Jovi berupaya untuk menggapai posisi si perempuan di depan sana. Tapi tampaknya perempuan itu memang tidak lagi mempedulikan sekitar, seiring dengan tubuhnya yang kini mulai tertelan lautan.

Jovi bergerak cepat, berupaya menggapai si perempuan yang kini sudah tidak lagi tampak.

Dengan tergesa-gesa dan napas yang tersengal, Jovi menyelam ke dalam laut untuk melacak keberadaan perempuan itu.

Berdebar jantung Jovi ketika akhirnya dia mampu meraih tangan perempuan tadi, mendapati tubuh perempuan itu sudah mulai melemas dan kehilangan kesadaran.

Begitu saja menyeret perempuan asing itu untuk kembali ke bibir pantai, Jovi tidak memperhatikan siapa yang kini sedang dia seret di tengah-tengah dinginnya air laut.

"Lepaskan!" lirih perempuan itu tiba-tiba, saat kini tubuh mungilnya mencoba untuk meronta dari cengkraman Jovi. "Kau tidak seharusnya menolongku! Lepaskan aku sekarang!"

Suara itu terdengar tidak asing, yang membuat Jovi refleks menolehkan kepala untuk memeriksa siapa sebenarnya yang baru saja ia selamatkan.

Bagai disambar petir, tubuh Jovi menegang seketika. Mendapati bahwa perempuan yang sedang ia cengkram itu, adalah perempuan yang harus dia jaga keselamatannya.

"Nyo-nyonya?!"

Jovi terbata. Sungguh tidak menduga perempuan yang mencoba untuk menenggelamkan dirinya sendiri itu adalah Luana, istri sah dari tuannya.

Luana meronta.

Tenaganya sudah habis tak bersisa, saat ia berpikir ia akan berhasil melewati ini semua. Tetapi ternyata Jovi menggagalkan rencananya, membawa Luana kembali pada kenyataan.

Tidak ingin membuang tenaga, Jovi kembali melanjutkan gerakannya yang tertunda. Menyeret Luana dengan tenaga yang tersisa, Jovi berhasil membawa nyonya mereka itu hingga mencapai tepian pantai.

Kini tubuh keduanya basah kuyup, dengan pasir yang telah menempel di pakaian yang basah.

Luana terbatuk, mengeluarkan air laut yang sempat ditelannya tadi. Tubuh perempuan itu terkulai di atas pasir, tidak mampu lagi ditegakkan saat kini ia menoleh pada Jovi.

"Kau menghancurkan semuanya!" desis Luana penuh amarah. "Seharusnya kau tidak datang! Seharusnya kau tidak menyelamatkanku!"

Jovi terduduk tepat di samping nyonya mereka, memandang nanar ke arah Luana yang tampak begitu kacau. Rambut perempuan itu basah dan tidak terikat, dengan dress yang bagian atasnya sedikit terkoyak.

Menampilkan kulit seputih pualam perempuan itu, Jovi tanpa sengaja mendapati beberapa bercak kemerahan di dada istri tuannya.

"Nyonya! Apa yang Anda lakukan?!" seru Jovi tidak sabar. "Mengapa Anda berada di sini dan di waktu seperti ini?!"

Luana bernapas dengan susah payah. Mengepalkan kedua tangannya, perempuan itu memukul-mukul pasir meski pukulannya tidak lagi bertenaga.

Dia hampir saja berhasil, untuk melenyapkan dirinya sendiri dari muka bumi ini. Luana sungguh tidak tahu apa yang merasukinya, tetapi dia tidak bisa berpikir jernih setelah apa yang terjadi antara dia dan Rey tadi.

Dan begitu saja dia berjalan menuju pantai, siap untuk melepaskan segala beban yang menghimpit dadanya.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian," Jovi kembali bersuara, sebab tidak mendapati jawaban dari nyonya mudanya.

"Tetapi apa yang Anda lakukan ini sungguh suatu kebodohan, tidak peduli apa yang menjadi alasan Anda di belakangnya!" kecam Jovi lagi.

Dada lelaki itu masih menyisakan gemuruh, berpikir bagaimana jika dia tidak mengambil jalan menuju arah pantai tadi.

Bagaimana jika dia tidak berada di sana, bagaimana jika dia tidak menyeret Luana dari laut itu.

Bagaimana jika dalamnya lautan itu benar-benar menelan tubuh mungil Luana, dan apa yang harus dia katakan pada tuannya yang kini sedang melarikan diri.

Luana masih mengatupkan bibir rapat-rapat. Berada di bawah kucuran air tadi tidak membuatnya membaik sama sekali, dan kini badannya mulai terasa gemetar.

"Keselamatan Anda adalah prioritas untukku, Nyonya," Jovi kembali bersuara.

Luana menggerakan kepala untuk kembali menatap ke dalam mata Jovi, menemukan bagaimana bola mata kebiruan lelaki itu menyorotnya tajam dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak.

Ada rasa ketakutan yang tersirat di wajah lelaki muda itu, yang mungkin bercampur dengan rasa kecewa dan penasaran di saat yang bersamaan.

"Bisakah Anda berjanji untuk tidak berperilaku konyol seperti tadi?" Lagi-lagi suara Jovi yang terdengar, disusul dengan embusan napas panjang. "Jika saja Anda tidak selamat, maka aku juga akan mati."

Kali ini tubuh Jovi yang terkulai lemas, berusaha untuk bernapas lebih baik. Peristiwa ini sungguh di luar dugaannya, dan lelaki itu tahu bukan ranahnya untuk mencampuri urusan sang majikan.

Menarik benang merah, Jovi tersentak kecil ketika kini suara isak tangis tiba-tiba saja terdengar jelas di sampingnya.

Pastilah ada yang terjadi antara Luana dan Rey, yang luput dari sepengetahuan Jovi. Karena kini tampaknya hubungan sepasang suami istri baru itu benar-benar kacau, saat yang satu melarikan diri dan yang satu lagi berusaha untuk bunuh diri.

Bangkit dari posisinya untuk kini berlutut di atas pasir, Jovi kembali menghadap pada Luana yang semakin terisak.

Meraih jaketnya yang tadi sempat ia lemparkan sebelum masuk ke dalam laut, Jovi menyampirkan jaket itu tepat di pundak Luana.

Menutupi bahu majikannya yang terbuka, Jovi mendekat untuk memastikan Luana tidak lagi kedinginan. Tubuh gemetar perempuan itu masih jelas terlihat, dengan isak tangis yang belum mereda.

Luana mengangkat kepala untuk mendongak kini, mendapati tubuh kokoh Jovi setengah berdiri tepat di sampingnya. Tangan lelaki itu masih memegangi jaket, dengan sorot mata yang tertuju pada Luana.

"Kau seharusnya tidak datang," bisik Luana kini. Kata-kata yang keluar dari bibirnya penuh nada penyesalan, dengan kedua tangan yang kini terangkat untuk memberikan pukulan di dada Jovi.

Membiarkan Luana meluapkan rasa marahnya, Jovi tidak mundur barang seinchi pun. Membiarkan tangan lemah dari istri tuannya itu memukuli dada bidangnya yang liat, Jovi hanya bisa semakin mendekat.

Tanpa sadar Luana menyandarkan kepala ke pelukan lelaki itu, begitu kehilangan tenaga saat kini Jovi mulai mendekapnya erat.

"Bertahanlah," lirih Jovi pelan. "Bertahanlah, meski mungkin ini tidak mudah untuk Anda."

Dengan suara debur ombak yang masih terdengar, tangis Luana kembali pecah di dalam pelukan asisten pribadi suaminya.

.

.

.

~Bersambung~

Yiha! Jadi #teamrey, #teampedro, atau #teamjovi? Wkkwkwwkwk (ketawa setan 😈) Kabooorrrr!!

1
🐻🐧🍊
sedih bacanya
Wheeny Permata
Sukak semua karya author satu ini...jatuh cinta😍😍😍😍
Shifa Burhan
reader2 yang menyukai Pedro

sekarang tanya pada diri kalian jika ada sosok Pedro versi wanita dan menyukai suami kalian, apakah kalian juga akan kagum wanita lain yang itu

pakai ajala biar tidak jadi wanita jablay yang lebih melebih pria lain dari pada suami sendiri
Shifa Burhan
seorang istri nyaman duduk dan ngobrol berduaan dengan pria lain kalian (author) anggap itu hal benar dan buka kesalahan

coba dibalik Thor suami mu nyaman duduk dan ngobrol berduaan dengan wanita lain apakah kau anggap itu hal benar juga

pakai akal sehat biar bisa bedakan mana salah mana benar
baca ulangggg/Drool/
Wulan TitAnica
The Best....
Arida Susida
Luar biasa
Anisa Marcella
Luar biasa
yella xarim
dah baca novel ini berkali2 ttp ga bosen.. keren Thor
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Mifta Özil
ntah baca yg keberapa kali ga ngitung, slalu kgn sama novel ini huhu
Ray Aza
dih marah sm org yg salah, berkat gadis itu muka lo msh selamat..
Nafis
ahaa... stelah skian lama tak bca novel² kak bee krna takut kecanduan 🤭 coz 2th kebelakang kerempongan ngurus baby & toddler,luv kak bee 😘
shelome
baca lagi kangen sama tulisan kk bee
Wati Astuti
ku baca ulang ya thorr kangen sm Rey Luana.. Rey yg lama2 bucin tingkat dewa
N. Y
/CoolGuy/
syahira alifa
mantap bee
syahira alifa
salah dia sendiri kenapa lari di hari pernikahannya, sekarang menyesal pun percuma keadaan sudah tak lagi sama
syahira alifa
i love you bee tak kira bakal ada pertentangan antara orang tua rey dan rey gara²status luana..
syahira alifa
benih-benih cinta mulai tumbuh
Sri Lestari
ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!