NovelToon NovelToon
Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti
Popularitas:84.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fazilla Shanum

Aira memergoki suaminya selingkuh dengan alasan yang membuat Aira sesak.
Irwan, suaminya selingkuh hanya karena bosan dan tidak mau mempunyai istri gendut sepertinya.

akankah Aira bertahan bersama Irwan atau bangkit dan membalas semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazilla Shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan yang Mulai Rapat

Pintu lift terbuka, Aira segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari lift dan pergi ke meja kerjanya.

Aira duduk dikursinya, ia menarik napas panjang agar dirinya bisa tenang menjalankan pekerjaan tanpa perlu mengingat Irwan si mokondo.

Tidak lama, Pak Agam tiba juga di kantor. Ia melirik Aira sebentar yang sedang memejamkan matanya.

"Kamu keruangan saya!" ucap Pak Agam tepat di depan meja Aira.

Aira membuka matanya. "Saya, Pak?"

Pak Agam langsung pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaannya dan masuk ke dalam ruangannya.

"Apa salahnya coba tinggal bilang iya aja," ucap Aira dengan kesal.

Aira segera berdiri dan mengambil tabletnya untuk dibawa masuk ke ruangan Pak Agam. Jaga-jaga saja, siapa tahu bosnya yang suka tantrum itu ingin menanyakan jadwalnya hari ini.

Setelah sampai di depan pintu, Aira segera membukanya dengan sangat pelan dan segera masuk.

"Ada apa ya, Pak?" tanya Aira.

"Duduk dulu!" jawab Pak Agam sambil mengeluarkan laptopnya.

Aira mengangguk dan duduk.

"Saya mau nanya perihal suami kamu yang meninggal itu. Apa dia sempat menyesal dan meminta maaf?" tanya Pak Agam.

"Aduh, harus berbohong apa lagi ini!" batin Aira.

"Tidak Pak. Dia tetap kekeh kalau dirinya bisa sembuh dan akan kembali gagah seperti semula. Hingga ajal datang, dan dia meninggal," jawab Aira dengan tenang.

"Maafkan saya ya Pak Agam, saya terpaksa bohong agar Pak Agam berhenti bermain wanita dan mau memperbaiki diri," batin Aira berbicara.

"Apa kamu sudah punya anak?" tanya Pak Agam lagi.

Aira mengangguk dengan cepat. "Punya Pak. Saya punya anak satu perempuan yang usianya masih tiga tahun."

"Apa anakmu membenci Papanya?" tanya Pak Agam dengan penasaran.

"Anak sekecil itu belum bisa saya tanya Pak. Tapi firasat seorang ibu tentu saja yakin kalau anak saya pasti membenci Papanya. Anak saya selalu diabaikan dan tidak pernah dianggap ada, tidak pernah diajak bermain, bahkan selalu mengatakan lelah jika pulang kerja. Saya tahu kalau hati anak saya tidak baik-baik saja. Hingga akhirnya saat dia pergi, anak saya tidak menangis Pak. Saya pikir, anak saya juga tidak menganggapnya seorang Ayah," jawab Aira panjang lebar.

Aira menceritakan itu pada Pak Agam sambil ia membayangkan Irwan meninggal, dan Syifa akan biasa saja karena sudah terbiasa tanpa adanya kasih sayang dari seorang ayah.

"Apa nanti Dion akan sama kayak anak si gendut ini ya? Melihat dia semalam yang langsung pergi, pasti karena dia tahu aku ada dirumah. Harus dengan cara apa aku meminta maaf pada Dion!" batin Pak Agam berteriak.

"Apa ada masalah Pak?" tanya Aira.

Aira menyalakan gelangnya agar Damian juga bisa mendengarkan ungkapan Papanya. Aira bisa melihat dari sorot matanya ada rasa penyesalan.

"Apa yang anakmu rasakan sepertinya sedang di alami anak pertama saya. Dia memang sudah besar, tapi seperti ucapanmu tadi. Bahkan mungkin saat saya meninggal nanti, dia tidak akan pernah menangis karena rasa bencinya yang begitu tinggi. Saya hanya berpikir, cara apa yang bisa saya lakukan agar bisa memperbaiki hubungan yang sudah retak ini," ucap Pak Agam dengan nada sedih.

Aira bisa melihat raut wajah sedih yang begitu kentara di wajahnya. Damian yang mendengarkan diruangan kerjanya ikut terhenyak. Ia tidak percaya jika Papanya akan benar-benar berubah setelah tahu jika dia mengidap penyakit mematikan dan mungkin hidupnya tidak akan lama lagi.

"Saya sebenarnya agak kurang enak jika harus ikut campur, Pak. Gelas yang sudah retak memang sulit untuk kembali utuh seperti semula. Tapi dengan keajaiban doa, sepertinya tidak ada yang tidak mungkin. Bapak hanya perlu membuktikan kalau Bapak benar-benar menyesal dan ingin memperbaiki keadaan. Setidaknya, Bapak sudah mencoba. Jika hasilnya tetap sama, kita hanya pasrahkan pada takdir," jawab Aira dengan bijak.

"Kamu benar. Itu juga yang dikatakan oleh istri saya," ucap Pak Agam.

"Istri Bapak pasti merasa bahagia. Kenapa Bapak tidak memilih untuk segera pensiun dan menikmati waktu berdua bersama istri Bapak. Ya, misalnya kalian berdua jalan-jalan, cari tempat yang sejuk dan juga romantis. Saya rasa, Bapak tidak akan kesulitan secara finansial. Daripada terus bergelut dengan tumpukan pekerjaan, hingga waktu bergulir dan akhirnya abis," jawab Aira menasehati.

Aira hanya sok bijak saja. Padahal dirinya tahu, kalau meninggal nggak harus tua tapi yang masih muda pun banyak. Meninggal juga tidak hanya sakit, tapi yang sehat dan tiba-tiba meninggal juga banyak.

"Kamu bisa keluar, Aira. Saya akan mempertimbangkan ucapan kamu tadi dan terimakasih atas masukannya," ucap Pak Agam.

"Baik, Pak. Saya permisi dulu," sahut Aira.

Aira segera berdiri dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya untuk pergi keluar dari ruangan Pak Agam.

Setelah pintu tertutup, Pak Agam menghela napas panjang. Ia masih memikirkan ucapan Aira.

"Kenapa aku merasa ucapan si gendut itu ada benarnya juga ya? Jika aku terus bekerja dan akhirnya meninggal, semua uang pun rasanya tidak akan berguna. Aku akan membicarakan ini pada Damian, mungkin memang sudah saatnya perusahaan jatuh ke tangan Damian," ujar Pak Agam.

Pak Agam pun memilih menyelesaikan pekerjaannya hari ini sebelum dirinya pensiun dan menyerahkan perusahaan ini pada Damian.

Sementara Aira yang baru sampai di meja kerjanya, langsung mendapatkan panggilan dari Damian. Tanpa pikir panjang, Aira langsung mengangkatnya.

"Ya halo, Pak?"

"Gila Aira, kamu benar-benar bisa membuat Papa speechless. Saya yakin jika tidak lama lagi Papa pasti akan melepaskan perusahaan. Good job Aira, saya akan langsung transfer bonus buat kamu. Hanya dalam waktu seminggu saja, kamu sudah membuat perubahan besar pada Papa. Wow keren!" puji Damian pada Aira.

"Saya seperti ini bukan karena saya ingin bonus atau apalah itu. Saya hanya ingin menyadarkan Pak Agam, dan dia kembali mencintai istrinya. Karena saya tau perasaan Mamanya Pak Damian saat melihat suaminya selingkuh. Tapi syukurlah ternyata Pak Agam mudah berubah," jawab Aira.

Damian terdiam mendengar jawaban Aira. Pantas saja waktu itu tanpa pikir panjang Aira langsung mengiyakan tawarannya, ternyata memang dia ingin membantu.

"Apapun alasannya, saya benar-benar berterima kasih pada kamu, Aira. Tanpa adanya bantuanmu, saya rasa Papa tidak akan pernah berubah," ucap Damian.

"Jangan berlebihan, Pak. Bisa jadi Pak Agam juga yang mudah berubah, karena doa dari Mamanya Pak Damian. Tapi apa boleh saya minta sesuatu, Pak?" tanya Aira.

"Katakan saja apa permintaanmu," sahut Damian yang merasa tak masalah.

"Apa Bapak bisa membuat akur kakak Pak Damian dan juga Pak Agam? Saya tidak tega melihat gurat kesedihan di wajahnya, Pak. Sekarang hati Pak Agam perlahan membaik, bukankah tidak ada salahnya jika memberi kesempatan padanya?" tanya Aira.

"Aduh Aira, hati Kak Dion itu udah kayak batu. Sulit banget buat ngajakin dia ngobrol, karena terlalu sakit hati dengan kelakuan Papa yang selalu menyakiti hati Mama, membuatnya jadi sangat membenci Papa. Saya nyerah kalau harus debat sama Kak Dion," jawab Damian yang merasa mustahil jika kakaknya itu akan berbaikan dengan Papanya.

Aira terdiam mendengarnya. Ia tak ingin membantu setengah-setengah, setidaknya ia ada gunanya bekerja di tempat lain untuk bisa menyatukan kekuatan Darma lagi.

"Atau begitu Pak, apa bisa nanti Pak Agam benar-benar pensiun, Pak Damian kembali menitipkan saya di perusahaan Pak Dion?" tanya Aira.

1
Ariany Sudjana
dasar ga tahu malu kamu Randi, sudah jelas Aira ga suka sama kamu, tapi kamu masih saja berharap jadi suaminya Aira
Lee Mbaa Young
Kl bgini pilih jd Diana, tinggal jerat laki tua, saat cerai dpt gono gini. menang dpt suami menang dpt harta 🤣.
perlu di contoh sih.
gk enak jd bu Asha dah hilang suami,harta dpt sakit hati 🤣 mnderita pula krn nangis cerai 🤣🤣.

mkne bnyak yg pilih jd pelakor ya bgini menang dpt laki menang dpt harta gono gini.
Lee Mba Young
yg pling enak Diana kl pak agam dpt harta gono gini. dpt laki dpt anak dpt mnikmati harta juga
knp gk dpt karma sih para pelakor itu.
kl bgini siapa yg gk mau jd pelakor, tinggal rebut laki orang dpt hidup enak. 🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
sumpah mu balik ke badan mu sendiri buu
✮⃝🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
mau apapun alasan nya, tetep kamu harus berterima kasih sama aira lis😒
Lee Mba Young
calon cucu itu bu 🤭
Lee Mba Young
🤣🤣🤣 sdh kere
Lee Mba Young
lagian anak Diana anak di luar nikah tidak bisa nuntut warisan atau nafkah 🤣.
Lee Mba Young
Rasain biar di urus Diana itu laki tua.
Lee Mba Young
Kl positive miskin kan papamu, dan lihat Diana masih mau gk ngurusi Laki miskin dan tua bangka.
Lee Mba Young
lanjuttt
✮⃝🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
naahh gaasskeun lisa.. serahkan diri mu ke pihak yg berwajib 🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
bae2 tuh doa bebalik bu ke diri ibu sendiri😒
✮⃝🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
kebagian hikmah nya lisruutt, tobat dulu tapi 🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
tuluulll.. kepedean mau lisruutt🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
nolongin c lisa mah ky nolongin anjiiing kejepit.. udah di tolong mau nya ngegigit🤭🤣🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
tuh emak2 blm ngerasain jadi org gendut kali ya.. songong bgt cocot nya😒
✮⃝🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
beneran ga tau malu c lisa
kriwil
racun aja karna istrimu juga bodoh 🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
itulah kalian😒sudah sama-sama hancur pun masih saling menyalahkan.. bukan nya introspeksi diri 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!