Indira Necelia Mahatma seorang gadis yang baik, periang dan pemberani yang bisa meluluhkan hati Andris sang ketua dan pendiri gangster Hellboy. Gangster Hellboy yang suka bertarung dan balap dengan geng lainnya termasuk dengan Logitacht yang notebenya dalah musuh terbesarnya.
Andris Matteo ketua gangster Hellboy yang disegani dan ditakuti. Dia adalah lelaki tampan yang digilai para siswi disekolah. Andris yang susah didekati dan susah meluluhkan hatinya kini menjadi kekasih Indira yang lembut terhadapnya saja.
Apa yang terjadi dalam cerita cinta mereka nantinya?
Ketika rahasia yang menyakitkan akan terungkap berlahan dan akan mengores sedikit demi sedikit hati keduanya. Tetapkah mereka akan bersama atau malah memutuskan cerita cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuangTilyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Apa Dengan Indira
Selesai istirahat pertama kelas XI IPA1 melanjutkan pelajaran olahraga, semuanya bersiap-siap ganti baju ketoilet. Indira yang menyuruh agar Tyas yang duluan tadi membuat dirinya berjalan sendiri ke toilet.
“INDIRA!”
Teriakkan nyaring itu membuat sang nama berbalik badan, menatap jajaran cewek yang berjalan kearahnya dengan kedua tangan dipinggang. Indira mengernyit heran, lalu menatap seakan mengisyaratkan ‘ada apa’ yang langsung dimengerti jajaran cewek itu. Cewek yang paling depan berjalan semakin dekat kearah Indira.
“Kau ikut kita sekarang juga!” Perintah perempuan itu seakan dia bos.
Indira menghela nafas lalu membalikkan badan berniat meninggalkan jajaran cewek tersebut. Indira tidak mau meladeni jajaran cewek tersebut.
“Kau mau kemana cewek culun! Aku belum selesai bicara!!” Ujar cewek tadi yang melihat Indira berjalan tanpa endengarnya.
Saat akan berbelok tangan Indira ditarik salah satu teman cewek tadi. “Hayo kau! Mau lari kemana!”
“Aku nggak ada urusan sama kalian, jangan ganggu aku. Dan tolong lepaskan tanganmu” Kata Indira sambil melepas tarikan tangan.
Seakan mereka tahu bahwa Indira akan kabur, mereka bersama-sama memegang kedua tangan Indira supaya tidak kabur.
“Selesaikan dulu urusan kita baru kau bisa pergi dan kau harus ikut kita.” Bentak cewek tadi.
“Ini masih jam pelajaran olahraga, aku harus cepat-cepat ganti baju karena dilapangan sudah ada guru. Menyelesaikan urusan kalian tunggu jam istirahat.” Ucap Indira dan digeleng sama cewek tersebut.
“Karena jam olahraga kau bisa bebas.” Kata cewek itu santai.
“Aku tidak mau bolos karena berurusan sama kalian.” Ucap Indira dengan nada mengeras.
“Nggak usah banyak cakap. Guys bawa dia kegudang belakang sekarang juga!” Perintah cewek tadi.
“Siap!” Serentak mereka bertiga.
“Arghhhhh.” Rintih Indira kesakitan saat tangannya ditarik.
Indira yang nampak lelah dan kesakita dengan ulah jajaran cewek tersebut segera menginjak kaki mereka tapi sayangnya langkah Indira terhenti akibat ulah cewek tadi yang membiusnya dengan sapu tangan dan membuat
Indira pingsan.
Untung koridor kelas terlihat sepi mengingat ini masih jam pelajaran. Dengan berlahan-lahan keempat cewek itu membawa tubuh Indira kegudang belakang sekolah yang terlihat tidak berpenghuni. Keempat cewek tersebut mengikat dan menutup mulut Indira dengan tali dan sapu tangan yang bekas bius tadi. Merasa aman keempat cewek tersebut keluar dari gudang dan tak lupa
mengunci kembali.
“Akhirnya bisa juga kita buat cewek culun itu tersiksa.” Ucap cewek itu dengan senyum kemenangan.
“Untung tadi kita ikuti dia ya.” Sambung temanya.
“Ingat ini rahasia kita, jangan ada yang bukan ini gudang. Biar dia pingsan disitu. Dan kalian kasih tahu sama junior yang disana bahwa Indira disuruh kekantor sama guru. Pasti sahabat culun itu lagi nyari dia” Perintah cewek tersebut.
“Ok,biar aku saja yang sampaikan sama junior sana. Tinggal terima beres.” Jawab temannya.
Dilain tempat Tyas sudah menunggu Indira ditoilet buat ganti baju tapi sampai sekarang Indira tidak datang juga. Tyas mencoba menghubungi ponsel Indira tapi nomornya tidak aktif. Tyas mencari kekelas dan tidak melihat ada Indira di dalam membuat Tyas semakin gelisah.
“Ayo kelapangan Yas, nanti dihukum kalau telat.” Ajak salah satu teman sekelas Tyas.
“Bentar lagi. Oia, kau ada lihat Indira?” Tanya Tyas.
“Tidak lihat tapi tadi ada junior yang bilang Indira disuruh keruang guru gitu.” Jawabnya yang tadi dititip pesan sama junior.
“Disuruh guru? Kan kita masih jam pelajaran dan lagian ponsel Indira tidak aktif. Kalau gitu aku ke kantor guru.” Kata Tyas.
“Mungkin disuruh karena telat tadi dan mungkin saja ponsel Indira lobet Yas. Jangan berpikir macam-macam, ayo ke lapangan kita.” Ujar temanya itu.
Setelah mendengar keberadaan sahabatnya Tyas merasa lega walaupun kesal tidak ada pesan dari sahabatnya. Tyas berjalan bersama teman sekelasnya tadi menunju lapangan yang sudah berbaris rapi kelas XI IPA1.
Setelah lama bergumul dengan buku suara yang dinanti-nanti akhirnya berbunyi membuat semangat semua siswa bangkit lagi. Tanda istirahat untuk kedua kali berbunyi, semua siswa siswa keluar kelas untuk menunju tempat sajian makanan tapi ada juga yang berlari kelapangan untuk melihat atau sekedar bermain.
Kali ini gangster Hellboy berada dilapangan, terlihat mereka selesai jam olahraga tadi melanjutkan main futsal. Ada Andris sang ketua yang lagi mengiring bola yang mendapat teriakan histeris dari cewek-cewek seakan memberi semangat pada Andris. Gol yang dibuat Andris membuat semakin histerisnya suara teriak-teriakan cewek tersebut.
Joy yang mendengar teriak histeris itu berhenti dan memandang kearah gerumunan cewek-cewek yang semakin padat.
“Gilanya ini cewek-cewek, apa itu ikan asin yang nunggu ditangkap!” Seru Joy melihat kerumunan siswi.
Endri yang mendengar ucapan Joy ikut menggila juga “ Banyaknya pemandangan diluar sana.”
“Woi kalian dua ngapain berdiam diri disana, itu bola diiring bukan memeramkan bola disana!” Teriak Bayu melihat bola dibawah kaki Joy.
Tak ada sautan dari nama tersebut, Bayu berjalan menghampiri mereka dan menendang kaki Joy yang menahan bola. Joy yang merasa kakinya tertendang mengalihkan pandangan keobjek yang menyebalkan.
“Kakiku bukan bola nyet, sakit tahu.” Kata Endri yang merasa sakit dikaki.
“Lagian itu kaki suka sekali menahan bola, yang ditahan itu tangan cewek biar nggak lari bukan bola nyet.” Sentak Bayu dan membawa bola.
“Kamvret kau nyet.” Sahut Joy.
Bayu meninggalkan Joy dan Endri yang masih melihat siswi yang bergoyang mulutnya memanggil nama Andris.
“Ayo kita kembali kesana Joy, lihat itu mata Andris sudah mencari mangsa.” Sambung Endri sambil menarik lengan baju Joy.
Mendengar nama Andris, Joy sadar dan mengikuti tarikan Endri.
***
Bel pulang pun berbunyi bertanda berakhirnya pembelajaran hari ini. Semua siswa dan siswi bergegas keluar kelas, ada yang masih piket, ada yang menuju kantin, ada yang langsung pulang menuju gerbang ataupun parkiran. Kini tempat parkiran yang rame karena banyak siswa dan siswi yang membawa kendaraan masing-masing.
Andris melihat kelas XI IPA-1 sudah sepi langsung keparkiran dan tidak menunggu dikantin seperti biasanya. Andris mencari Indira yang beberapa minggu ini barsamanya pulang. Tapi tidak ada Indira yang dia cari dan langsung mencari kontak namanya dan nomor yang ditunju tidak aktif.
“Sial. Dia kabur!” Gumam Andris kesal.
Andris melihat Tyas sahabat Indira yang berjalan kearah gerbang sekolah langsung mengejarnya.
“Mana Indira.” Tanya Andris to the point.
“Ha, bang Andris. Kenapa?” Tanya Tyas terkejut.
“Indira.” Kata Andris singkat.
“Indira belum pulang bang. Dari pelajaran olahraga dia sudah tidak terlihat bahkan chatku sampai sekarang tidak di balasnya. Kata junior tadi dia di suruh ke kantor guru ada urusan dan tasnya ku titip di pos satpam karena tidak lihat Indira ada dikantor guru bang.” Jelas Tyas.
Andris langsung khawtir dan menelpon Ardi untuk membantu mencari Indira, dia merasa ada yang tidak beres dengan Indira.
“Bantu cari Indira.” Kata Andris selesai menelpon.
---------------------
Bagi pembaca yang baik hati tolong beri dukungan buat author ☺️☺️ dengan cara :
saran/komen
Like
Vote
Favorit
Vote
Bintang Lima/rate lima
kalau ada rejeki boleh kasih tip seberapapun buat authornya☺️☺️
Terimakasih, Salam hangat dari The Gangster Boy❣️
next kk semngt💪💪
Next kk,,,semangat kk buat nulisnya