Sin liong yg terkenal pendekar pedang naga langit,terluka akibat ingin menyelamatkan anak ajaib yg di perebutkan oleh dunia persilatan, anak yg istimewa dengan kekuatan besar di dalam tubuhnya..
Menjadi perebutan para pendekar di dunia persilatan, akhirnya sin liong berhasil menyelamatkan anak itu, dan mengasingkan diri ke pulau yg tidak berpenghuni, di pulau es..
Sin liong jg menemukan sebuah mayat yg masih utuh dan sebuah kitab, yg sudah berusia ratusan tahun.
Ikuti kisah selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BilQis Natasya Putriyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU KAKEK GURU CING SUN
saat sun pek membuka kitab jurus pedang sakti di bukanya, dia merasa sangat terkejut.
bukankah ini kitab yg telah lama hilang,
sun pek mengetahui kisah dari gurunya sin cun kalau jurus pedang sakti belumlah sempurna. karena jilid kedua kitab pedang sakti telah lama hilang selama ratusan tahun.
" ada apa pek suheng, kenapa wajahmu sngat pucat?"
lee hian pun mendekati, suhengnya untuk memeriksa keadaan sun pek.
" saya hanya terkejut, jurus pedang sakti belum sempurna karena kitab jilid kedua telah hilang selama beberapa generasi."
" siawte, dari mana gurumu mendapatkan kitab ini?"
cia tong lay pun menceritakan darimana dia berasal dan kitab itu. yg membuat kembali sun pek dan lee hian terkejut.
" jadi kamulah pendekar pulau es itu?"
sun pek dan lee hian hampir bersamaan.
membuat cia tong lay tersenyum.
sun pek dan lee hian pun tersenyum karena malu kepada murid dari sin liong.
" baguslah, ternyata pendekar baru yg punya hati yg sangat budiman sekarang ada di depan kami."
sun pek dan lee hian memberikan hormat kepada cia tong lay, yg membuat cia tong lay tidak enak hati.
" locianpwe kenapa harus seperti ini?"
tetapi kedua tokoh tua itu bangga,masih memberi hormat kepada cia tong lay.
" hian moy, biarkan kami berdua. saya akan membawa siawte ini kepada guru cing sun."
" baiklah pek suheng."
lee hian pun kembali ke asrama putri, dan meninggalkan cia tong lay dan sun pek.
cia tong lay pun mengikuti sun pek ke puncak gunung kunglun di dalam perjalanan,sun pek bercerita kalau dia sanagt mengagumi gurunya sin liong.
sin liong adalah anak dari sutenya kun lun yg tewas di bunuh oleh sepasang iblis kembar(baca serial naga langit)
tak terasa mereka telah sampai di puncak gunung kun lun. angin di puncak gunung kun lung sangatlah kencang.sehingga pakian mereka jg ikut berkibar.
puncak gunung kun lun sangatlah indah pemandanganya, sehingga cia tong lay merasa takjub. sebuah kuil dan pendopo yg lumayan besar di bangun oleh perguruan kun lun pai. di puncak gunung kun lun.
di sebuah batu besar si bawah pohon yg mingkin usia pohon itu sudah ratusan tahun.
seorang kakek tua, yg rambutnya sudah putih semua.berterbangan mengikuti arah angin. swdang bersemedhi. matanya tertutup. entah sudah berapa lam dia bersemedhi di bawah pohon itu.
sun pek dan cia tong lay pun mendekati kakek tua itu.
guru...sun pek memanggil kakek tua itu dengan sebutan guru.
perlahan mata kakek tua itu bergerak dan terbuka dia memandangi mereka berdua dengan tatapan yg sendu.
" hem..ada apa sun pek?
siapakah anak muda itu sun pek?"
sun pek dan cia tong lay memberi hormat dengan membungkukan tubuhnya.
" maaf guru, saya sudah mengganggu persemedian guru.
siawte ini adalah cia tong lay, murid dari sin liong."
walau cing sun sangat terkejut, oleh penjelasan sun pek. tetapi cing sun berusaha untuk menenangkan hatinya.
sambil memandangi cia tong lay dari atas sampai bawah.
" cia tong lay, murid dari sin liong..??"
ternyata pemuda itu masih hidup.
tiba tiba cing sun bergerak dan menyerang cia tong lay, serangan cing sun mengandung tenaga dalam tinggi. kecepatanya juga membuat cia tong lay terkejut.
cia tong lay yg di serang tiba tiba, berusaha menghindar tetapi sudah terlambat, dia terpaksa menahan serangan cing sun dengan telapak tanganya.
ketika kedua tangan mereka bertemu, ledakan besar terjadi. sehingga menimbulkan cahaya yg sangat terang yg sangat menyilaukan mata.
keduanya pun mundur beberapa langkah. tidak ada yg terluka. kini cing sun tersenyum kepada cia tong lay.
" hahahaha..ternyata sin liong telah berhasil mendidikmu anak muda."
walaupun cing sun tampak tidak terluka. dadanya terasa sesak, hawa panas dingin didalam tubuhnya membuat dirinya hampir tumbang.