NovelToon NovelToon
"DELIMA" Wanita Malang

"DELIMA" Wanita Malang

Status: tamat
Genre:Romantis / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Noona Risma

PLAGIAT DILARANG MEREKAT!😈😈
INI REAL CERITA SAYA YAH💜

Hidup sendiri didunia ini rasanya begitu sesak, hampa dan hambar bagaikan sayur tanpa bumbu pelengkap.

Menikah dengan orang yang tidak dikenal dan tidak dicintai bukanlah hal yang salah, namun menyakitkan.

Setiap hari, jam, menit bahkan detik dia tidak menganggap kehadiranmu. Dia lebih memilih bersenang-senang bersama teman-teman dan terpuruk dalam masa lalu yang tidak mungkin bisa kembali.

Sakit?

yah sangat. melebihi luka jahitan. sakit berdarah memang sakit, namun lebih sakit jika sakit tanpa darah.

Rasanya seperti menjadi iron man?

no! bukan seperti menjadi iron man, but rasanya seperti ada ratusan belati tajam menusuk-nusuk hatimu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

SELAMAT MEMBACA!

***

"Sabar Del! Gak usah dipikirkan! Tadi apa kata Dokter Tia dan Dokter Sarah?" ujar Suster Tiara sambil mengelus-elus punggung Delima yang bergetar.

Deg!

Delima mendongakkan kepalanya menatap suster Tiara.

"Ra, kamu tahu?" tanya Delima.

Dokter Tiara mengangguk, "Iya aku tahu Del. Bodoh jika aku bilang tidak tahu. Aku sering melihatmu datang dan bahkan keluar masuk ruangan Dokter Tia. Terakhir kali kita bertemu pasca kamu keluar dari ruangan kemo bukan? Besoknya aku masuk ke dalam ruangan Dokter Tia dan dia menyuruhku untuk memeriksa dokumen-dokumen pasiennya dan di sana tertera namamu," jelas Suster Tiara menatap Delima lalu menyeka air mata temannya itu.

"Kenapa kamu selalu berbohong ketika aku bertanya Del?" tanya Suster Tiara senduh. "Kamu sudah tidak menganggapku temanmu lagi?" lanjut Suster Tiara merasa kecewa pada Delima.

"Bukan begitu Ra," tutur Delima tidak enak.

"Lalu bagaimana Del?" desak Suster Tiara.

"Aku hanya tidak mau membuat orang-orang di sekitarku ikut kepikiran. Aku tidak mau menyusahkan kalian. Cukup aku yang menanggungnya kalian tidak usah!" pungkas Delima menunduk.

Suster Tiara lalu mengelus-elus punggung Delima agar wanita itu bisa tenang.

"Aku-aku cuma mau kalian tahu bahagiaku tidak dengan deritaku Ra," isak Delima. "Aku lemah, yah aku wanita yang lemah. Inilah Delima yang sebenarnya. Senyum dan tawaku hanyalah topeng untuk menutupi betapa sakitnya apa yang kurasakan Ra," ujar Delima terisak dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Aku tidak sekuat yang mereka pikirkan. Aku juga manusia Ra, tapi kenapa aku merasa seakan diriku ini adalah boneka," tambah Delima.

"Sstt... Del! Kamu adalah Delima, wanita yang kuat. Jangan bilang kamu lemah, karena wanita yang lemah tidak akan mampu untuk tersenyum dan tertawa di atas luka yang mereka rasakan," pungkas Suster Tiara merengkuh tubuh Delima kembali ke dalam pelukannya.

"Kamu bahkan lebih dari kuat Del! Penyakitmu bukanlah penyakit biasa namun kamu masih bisa bertahan dan menghadapi semuanya, jadi berhenti berpikir jika kamu wanita yang lemah!" tambah Suster Tiara ikut terisak.

Delima menggelengkan kepalanya, "Aku lemah Ra, lemah!" ucap Delima lalu tidak sadarkan diri di dalam pelukan Suster Tiara.

"Del! Hei! Del! Delima," Suster Tiara menggoyang-goyangkan tubuh Delima. "Del, jangan buat aku panik Del!!" cemas Suster Tiara lalu memukul-mukul pelan pipi Delima.

"Tolong!!! Tolong!!" teriak Suster Tiara kencang. "Delima!! Hei Del! Buka matamu!!" ucap Suster Tiara lagi.

***

"Ada apa dengan Delima? Kenapa dia bisa pingsan seperti ini?" tanya Dokter Tia pada Suster Tiara.

"Tadi saya melihat dia histeris di taman rumah sakit dok," jawab Suster Tiara lalu menceritakan semuanya pada Dokter Tia dan Dokter Sarah.

"Kondisi Delima semakin memburuk! Sepertinya tubuh Delima menolak obat dan kemo yang di lakukan Delima selama ini, karena itulah kanker Delima semakin parah tidak ada perubahan sama sekali," jelas Dokter Tia dan diangguki oleh Dokter Sarah. "Obat yang Delima minum hanya berfungsi beberapa saat saja," tambahnya lalu menitikkan air mata ketika melihat Delima yang terbaring tidak sadarkan diri dengan infus dan berbagai kabel di tubuh wanita itu.

"Terus kita harus apa sekarang?" tanya Dokter Sarah.

"Tiara, apa hubunganmu dengan Delima?" tanya Dokter Sarah.

"Kami sahabat dari SMA dok," jawah Suster Tiara menyeka air matanya.

"Apa kau memiliki nomor ponsel suami atau keluarganya?" tanya Dokter Sarah lagi.

Suster Tiara menggeleng lemah, "Tidak dok, kami tidak sedekat dulu lagi," jawabnya lirih.

Dokter Sarah menghela napasnya dengan kasar. "Lalu bagaimana cara kita menghubungi keluarganya?" tanya Dokter Sarah mulai frustasi.

"Coba cek ponsel Delima dok, mungkin kita bisa mendapatkan nomor salah satu anggota keluarganya," seru Suster Tiara dan diangguki oleh Dokter Tia.

Dokter Tia lalu membuka tas jinjang Delima dan mengambil ponsel Delima. Dia lalu menekan tombol power dan ternyata ponsel Delima lowbet.

"Lowbet," ucap Dokter Tia.

"Kata Delima tadi dia bertemu dengan papanya di sini dan mungkin saja papanya masih ada di rumah sakit," ucap Suster Tiara dengan semangatnya.

"Awch..." ringis Delima yang baru saja sadar dari pingsannya.

"Del! Kau sudah sadar syukurlah! Berbaringlah dulu," cerocos Dokter Sarah.

"Saya akan memeriksanya dulu," ujar Dokter Tia lalu melakukan tugasnya.

"Apa ada yang sakit Del?" tanya Dokter Tia setelah memeriksa Delima dan dijawab gelengan kepala oleh Delima.

"Tida ada dok," jawab Delima lemah. "Jam berapa sekarang?" tanya Delima.

"Masih jam setengah tujuh Del! Berbaringlah, istirahatkan tubuh dan juga pikiranmu!" titah Dokter Tia.

"Oh iya Del, apa kamu menghapal nomor ponsel suami atau mertuamu? Kami akan menghubunginya dan meminta agar meraka segera datang," seru Dokter Sarah.

"Tidak perlu dokter! Saya akan kembali sekarang!" timpal Delima hendak melepas selang infusnya namun ditahan oleh Dokter Tia.

"Del! Apa kamu sudah gila?!! Lihatlah keadaanmu sekarang! Penyakitmu sudah semakin parah! Bahkan kamu sampai pingsan tadi dan dengan gampangnya kamu berkata untuk pulang? Jangan keras kepala Del! Kali ini saja dengarkan kata-kata kami! Kami mengatakan ini demi kesembuhanmu bukan untuk mendapatkan uang dari kamu!!" murkah Dokter Tia dan Delima hanya bisa menundukkan kepalanya merasa bersalah pastinya.

Mereka semua menginginkan dia sembuh namun dirinya terlalu keras kepala dan Delima merasa dia memang pantas untuk dimarahi.

"Del!" panggil Dokter Sarah dengan lembut. "Ikuti apa yang kami sarankan, untuk hari ini saja. Sama saja jika sekarang kamu memaksa untuk pulang kalau bukan di jalan maka di rumah kamu akan pingsan kembali dengan kondisimu yang lemah ini," tutur Dokter Sarah dengan lembut.

"Del, benar kata Dokter Tia dan Dokter Sarah," timpal Suster Tiara.

Delima pun mengangguk dan kali ini dia mengalah. Delima menatap Dokter Tia, Dokter Sarah dan Tiara dengan tatapan senduhnya namun bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman.

"Kamu kuat Del!" kata Suster Tiara menyemangati Delima sambil tersenyum.

Setelah mengatakan itu, Suster Tiara berbalik lalu menitikkan air matanya. Jujur dia juga tidak kuat melihat Delima yang sekarang. Di tubuh wanita itu sudah terpasang banyak alat medis.

"Dok," panggil Delima pada Dokter Sarah karena Dokter Tia sama seperti Suster Tiara yang tidak sanggup menahan tangisnya.

"Iya del?" tanya Dokter Sarah setelah menghapus air mata di sudut matanya.

"Dok, apa saya boleh meminjam hp anda? Saya mau menghubungi keluarga saya," ujar Delima dengan susah payah.

"Ini Del," Dokter Sarah memberikan ponselnya pada Delima dan Delima pun menerimanya.

Delima lalu mengetikkan nomor Mama Isnah dan menghubunginya.

"Halo," sapa Mama Isnah dari seberang sana. "Ini siapa?" tanya Mama Isnah.

"Halo mah, ini Delima," balas Delima dan seketika ketiga perempuan yang menemaninya itu pun memfokuskan mata mereka pada Delima.

"Del! Kamu di mana sekarang sayang? Kenapa belum pulang juga? Kami mencemaskanmu Del! Kenapa ponselmu tidak aktif?" tanya Mama Isnah beruntun.

"Sabar mah," Delima terkekeh. "Aku tidak apa-apa kok Mah, sekarang aku sedang berada di rumah temanku," balas Delima mengangkat tangannya ketika Dokter Tia hendak berbicara.

Delima menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang memelas agar ketiga orang itu diam saja.

"Kenapa kamu belum pulang juga? Ini sudah malam loh Del," balas Mama Isnah.

"Mah, Delima izin untuk malam ini saja Delima mau menginap di rumah teman Delima," pinta Delima.

"Kenapa Del?" tanya Mama Isnah.

"Tidak apa-apa mah, Delima cuma ingin menginap saja karena teman Delima ini jarang datang ke sini," jelas Delima membuat ketiga wanita itu membulatkan mata dengan sempurna lalu menggeleng.

"Baiklah, tapi besok kamu pulang yah! Ingat kamu sudah bersuami sayang, tidak seperti dulu lagi," jelas Mama Isnah.

"Iya mah, Delima tutup yah," ucap Delima lalu mengakhiri panggilan.

"Del!" panggil Dokter Sarah, Dokter Tia dan Suster Tiara.

"Maafkan aku, tapi aku belum siap memberitahu mereka," lirih Delima.

Ketiga wanita itu pun menghela napasnya kasar. "Baiklah, sekarang kamu istirahatlah lagi!" kata Dokter Tia dan Delima pun mengangguk.

***

Sampai sini dulu yah, nanti malam Risma usahain buat up lagi✌ Risma minta bantuannya yah kakak-kakak semua agar cerita ini bisa kalian promosikan di gc kalian atau di FB di manapun semoga aja pembaca Delima bisa meningkat... wkwkwk😂😂

Terima kasih.

Jangan lupa like, komen dan vote😗

1
SRI HANDAYANI
aku kasih bunga se keranjang 🤩🤩🌹🌹🌹
SRI HANDAYANI
semoga endyng nya happy ❤❤
SRI HANDAYANI
kok kayak lagu kehilangan yaa...🤣🤣🤣
SRI HANDAYANI
lanjut thor 💪💪🌹🌹
SRI HANDAYANI
luar binasa sadisnya 😡😡😭😭
melting_harmony
Luar biasa
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat cerita nya.. sungguh mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Cen Li
Luar biasa
Lutfi f
aku udh nyari tp gag ada
Tari Sirait: BOHONG INI JUDUL CERITANYA KAGAK ADA!?
total 1 replies
Jam'ah Sublie
kebaikan Erwin cuma ada kedua orang tua nya
Jam'ah Sublie
selalu saja wanita yg tersakiti
Fatih Qolbi
Top bgt pokoknya
stva 14
lanjutannya mana ya
May
keren
Lela Lela
sehatlah delima .
Lela Lela
semoga sembuh delimany thor
Lela Lela
sembuhkan author delimany
Lela Lela
semoga bahagia terus
Lela Lela
bagus akur erwin
Lela Lela
Awas kamu erwin jgn hanya di depan mama papamu baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!