NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Rencana Pernikahan

Pagi - pagi sekali, sudah terdengar suara berisik peralatan dapur bercampur dengan obrolan santai. Gladys, Bapak dan Ibunya sedang mengobrol sembari menyiapkan sarapan pagi itu.

"Semalam Nak Ryu makan gak, Dys?" Tanya Ibu.

"Makan kok, Bu. Sampe nambah - nambah tuh, pake ayam kecap. Dan sambal kentangnya." Jawab Gladys.

"Syukurlah kalo dia suka." Kata Ibu Gladys.

"Kalian balik ke Kota, hari ini?" Tanya Bapak.

"Iya, Pak. Aku sama Ryu harus keja." Jawab Gladys.

"Memang Nak Ryu seumuran kamu, Dys? Masak manggil cuma Ryu - Ryu aja." Ledek Ibu Gladys.

"Lebih tua dia sih, Bu, dua tahun." Jawab Gladys.

"Gitu kok kamu panggil cuma Ryu - Ryu aja, gak sopan toh, kalo kayak gitu. Apa lagi kan dia calon suamimu, panggil yang sopan lah." Kata Bapak yang mengingatkan putrinya.

Pria berdarah jawa itu memang masih memegang teguh adat istiadat yang di ajarkan padanya sejak lahir meskipun kini ia sudah tak tinggal di tanah kelahirannya lagi. Bapak pun selalu mengajarkan unggah - ungguh (adab dan sopan santun) pada putri semata wayangnya itu.

"I-iya, Pak." Jawab Gladys yang kini di bebani PR untuk memanggil Ryu dengan panggilan yang lebih sopan.

"Bangunin Nak Ryu. Ini sarapannya udah mateng. Kita sarapan bareng." Perintah Ibu Gladys. Gladys pun segera berjalan menuju ke kamar yang di tempati Ryu.

Tok... Tok... Tok...

Gladys mengetuk pintu kamar yang di tempati Ryu. Tak butuh waktu lama, Ryu pun langsung membuka pintu kamarnya.

"Ada apa?" Tanya Ryu.

"Di ajak Bapak sama Ibu sarapan." Jawab Gladys.

"Jam berapa sih ini? Kok udah sarapan aja?" Tanya Ryu.

"Hampir jam tujuh." Jawab Gladys yang membuat netra Ryu terbelalak.

"Lo kok gak bangunin gue?" Tanya Ryu.

"Gak boleh sama Bapak sama Ibu." Jawab Gladys.

"Gila lo, ya!" Gemas Ryu sambil mencubit pipi Gladys.

"Malu lah, gue, masak calon mantu bangun siang - siang." Cicit Ryu kemudian.

"Salah sendiri, lo gak pasang alarm." Kata Gladys yang justru menyalahkan Ryu.

"Ck! Gak peka banget lo, jadi calon istri." Omel Ryu yang kemudian menyambar handuk yang ada di balik pintu. Ia segera berjalan menuju ke kamar mandi dengan Gladys yang mengekor di belakangnya.

"Pak... Bu..." Sapa Ryu sambil cengar - cengir saat melihat Bapak dan Ibu Gladys yang sedang duduk sambil mengobrol di bale - bale yang ada di dapur.

"Maaf, Ryu bangun kesiangan." Kata Ryu.

"Lho, ya gak apa - apa lho, Le." Jawab Ibu Gladys.

"Memang tadi sengaja Gladys gak di bolehin sama Bapak buat bangunin kamu." Imbuh Ibu Gladys.

"Yasudah, Ryu mandi dulu ya, Pak, Bu." Pamit Ryu.

Setelah selesai mandi, mereka berempat kemudian sarapan bersama. Mereka sarapan di atas bale - bale yang ada di halaman belakang rumah Gladys. Suasana sejuk pagi hari dan pemandangan hamparan sawah, menjadi teman sarapan mereka.

"Maaf ya, Nak, sarapannya sederhana." Kata Bapak.

"Gak apa - apa, Pak. Saya justru senang sarapan seperti ini. Di Kota jarang ada makanan yang rasanya autentik seperti ini." Kata Ryu saat melihat nasi goreng teri cabai hijau. Di piring lain, ada tempe goreng tepung dan timun serta tomat segar yang sudah di iris - iris.

Ibu mengambilkan nasi goreng untuk Bapak, sementara Gladys pun mengambilkan nasi goreng untuk Ryu. Mereka berempat mengobrol dengan santai. Tawa dan canda pun sesekali terdengar.

Tiba - tiba, Ryu meraih ikat rambut di pergelangan tangan Gladys. Ia lalu sedikit bergeser agar bisa menjangkau rambut Gladys dan dengan santai mengikat rambut panjang Gladys.

"Biar gak masuk ke makanan." Kata Ryu setelah selesai mengikat rambut Gladys.

Gladys yang di perlakukan seperti itu pun hanya bisa terdiam dengan jantung berdegub kencang dan wajah yang memerah.

"Kok jadi salah tingkah gitu, Dys?" Ledek Ibu yang terkekeh.

"Iya tuh, sampe merah pipinya." Imbuh Bapak yang turut meledek.

Ryu pun sampai memiringkan kepalanya untuk memperhatikan wajah gadis yang baru ia beri act of service. Karena penasaran dengan wajah Gladys yang katanya memerah. Ryu pun akhirnya tertawa setelah melihat wajah merah Gladys.

"Apa sih, kok malah pada ngeledek." Protes Gladys yang berusaha mengatur kembali ekspresinya dan mengontrol jantungnya yang hampir meledak.

"Gak suka di godain?" Tanya Ryu yang justru sengaja menjawil dagu Gladys.

"Ish! Kenapa, sih." Tegur Gladys sambil melirik tajam ke arah Ryu.

"Lho, ya kenapa? Sebentar lagi juga jadi suamimu to. Di godain sama calon suaminya sendiri kok." Sahut Ibu.

"Ya namanya suami - istri saling menggoda tu, ya wajar to, Nduk. Bapak sama Ibu yang udah tua gini aja ya masih sering saling menggoda." Timpal Bapak. Ryu pun tersenyum penuh kemenangan saat ia di bela oleh calon mertuanya.

Gladys pun terdiam, ia memilih untuk tak menjawab dari pada nanti Bapak dan Ibunya justru semakin meledeknya. Setelah selesai sarapan, Ryu kemudian duduk bersantai di teras depan rumah Gladys.

Suasana Desa yang asri dan cukup tenang, membuat Ryu betah bersantai di tempatnya. Terlebih lagi, warga desa di sana cukup ramah. Mereka tak segan untuk menyapa Ryu dan berbasa basi sejenak dengan si orang baru itu.

"Gak siap - siap?" Tanya Gladys yang tiba - tiba duduk di sebelah Ryu. Ryu yang sedang merokok, langsung mematikan rokoknya dan membuang puntung rokok yang masih tersisa sebagian.

"Ayo, siap - siap." Ajak Ryu yang kemudian beranjak dari tempatnya.

Setelah bersiap dan berpamitan, Ryu dan Gladys segera kembali ke Kota. Tentu saja, mereka akan segera menjalankan misi setelah Ryu berhasil mendapatkan izin dari orang tua Gladys untuk mempersunting Gladys.

"Udah bicara mengenai pernikahan ke Bapak dan Ibu?" Tanya Ryu.

"Sudah." Jawab Gladys.

"Ada yang diinginkan sama Bapak dan Ibu?" Tanya Ryu yang di jawab gelengan oleh Gladys.

"Bapak dan Ibu ikut sama keputusan gue aja." Jawab Gladys.

"Lalu?" Tanya Ryu.

"Gue gak mau ada acara mewah atau pesta. Cukup intimate wedding yang di ketahui keluarga inti kita." Jawab Gladys.

"Kenapa? Kalau Lo mau pesta mewah pun, Gue sanggup penuhin." Kata Ryu.

"Untuk apa? Kita cuma menikah kontrak. Jangan sampai ada pemberitaan miring karena pernikahan dan perceraian kita yang akan merugikan nantinya." Jawab Gladys.

"O.K. Gue turuti permintaan Lo. Tapi, kalau Lo masih mau berubah pikiran dan minta pesta besar - besaran, Gue gak keberatan. Lo tinggal bilang aja ke Gue." Kata Ryu yang tak mendapat jawaban dari Gladys.

Setelah pembicaraan itu, suasana berubah menjadi hening. Gladys dan Ryu sama - sama terhanyut dengan pikiran mereka masing - masing.

Namun, hal itu tak berlangsung lama. Dari kaca spion mobil, Ryu menangkap ada beberapa mobil yang seolah sedang mengikuti mereka.

"Dys. Kencengin sabuk pengaman Lo." Perintah Ryu sambil terus mengawasi mobil yang mengekorinya.

"Kenapa?" Tanya Gladys dengan wajah heran.

"Ada yang ngikutin kita." Jawab Ryu yang mebuat Gladys langsung melihat ke belakang melalui spion.

"Ambil masker dan topi di dashboard. Lo pake masker dan topi itu." Titah Ryu yang di jalankan oleh Gladys tanpa banyak bertanya.

1
Munas Tuti
he..he...Ryu cemburu beneran gituuu
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mode posesifnya bang Ryu sdng on nih jd Gladys harap maklum ya 😉😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ryu kl dah cinta sama Gladys ungkapin sblm Gladys nya di ambil sama Nolan nyesel nantinya lho 😉😂
This Is Me
Percaya...bang Ryu, percaya kalau uang abang buanyaaaaakkkk🤭🤭🤭
rizky tria
mode posessif Yanda nih bang Ryu 😁
Munas Tuti
ihhh Ryu cemburu, ngerass lbh ganteng lagii
This Is Me
Ingat, Gladys, suamimu itu anak sultan. €14.000 duit kecil untuknya
🎃
bundaa , anak nya cemburu noh🤣
abang cemburu berat ini 🤣
help 🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai bang Ryu cemburu nih 😂😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cemburu?? ya ngomong dng box
Sonya Kapahang
cemburu, Bang..?? inget Misi, Bang.. Kontrak doang, nikahnya kontrak doang.. ga usah pake hati 🤣🤣🤣🤣🤣
💟노르 아스마💟
🤣🤣🤣🤣🤣 cemburu bang????
Munas Tuti
gimana siiih Gladys kok gak ngerti klo sdh nikah sah sscara agama da negara
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sekali dayung dua tiga pulau terlampaui ya Ryu karna sambil menjalankan misi Ryu akan memenangkan hatinya Gladys 😂😘
This Is Me
Makin sweet aja pasangan ini 😍
utama
kak buat Ryu ditengah jalan misi menyatakan isi hati ya pasti seru🥰
lanjut kak author
This Is Me
Lanjutin aja jadi nikah beneran😍😍
💟노르 아스마💟
sprtinya Ryu emang cintrong yakk ke gladis
Munas Tuti
ha..ha..ha...bisa jg Ryu godain Gladys
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerjaan Ryu skrng itu godain Gladys 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!