NovelToon NovelToon
Kotaro -The Untold Stories

Kotaro -The Untold Stories

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:48.3k
Nilai: 5
Nama Author: kartono

kotaro hanyalah salah satu sekrup kecil yang melengkapi sejarah perjalanan perang saudara di Jepang pada akhir masa pemerintahan keshogunan Ashikaga. lelaki ini hanya ingin menorehkan namanya dalam sejarah sebagai salah satu pelengkap drama kehidupan para satria dimasa yang carut marut akibat pertikaian antar tuan tanah dalam meraih hegemoni kekuasaan di kancah perpolitikan yang berlumur darah rakyat tak berdosa.
isi novel ini hanya persepsi pribadi penulis, meskipun tetap berdasarkan pada paparan sejarah yang telah baku dan diakui secara internasional.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kartono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 - ANGIN KERING DI ISTANA ODAWARA

tahun kedua Genki....

Hojo Ujiyasu, daimyo generasi ketiga yang menguasai Odawara menutup mata untuk selama-lamanya. hari itu dalam istana terdapat kesibukan luar biasa. para pejabat birokrasi Hojo berkumpul untuk mempersiapkan upacara pemakaman pensiunan raja wilayah tersebut.

suasana semakin haru ketika Hojo Saburo tiba membawa pesan dari Uesugi Kenshin yang menyatakan bela sungkawa atas wafatnya ayah kandung dari putra adopsinya.

Hojo Ujimasa memeluk Hojo Saburo dengan erat didepan gerbang halaman dalam istana Odawara. mereka melampiaskan kerinduan yang sekian lama sulit tersalurkan. mereka dipisahkan dengan kejam oleh perjanjian demi perjanjian yang menyebabkan satunya memerintah di Odawara, dan satunya harus tinggal di Echigo sebagai jaminan politik.

"Bagaimana kabarnya Paduka Danjo Shohitsu?" tanya Hojo Ujjmasa dengan menyinggung nama gelar Uesugi Kenshin sebagai Kanto Kanrei.

Hojo Saburo mengangguk, "Ayah angkat baik-baik saja. ia titip salam dan meminta maaf jikalau tidak dapat menghadiri upacara pemakaman ayah. namun ayah angkat menyatakan rasa duka mendalam, mengingat kepribadian ayah yang dinilainya sebagai seorang yang dapat dijadikan panutan. "tutur Hojo Saburo.

Hojo Ujimasa mengangguk, "Mari masuk." ajaknya, "Kau sudah dinantikan oleh yang lain."

Hojo Saburo memasuki istana dan dituntun menuju ruang persemayaman jenazah Hojo Ujiyasu yang sementara diupacarakan oleh seorang pendeta dari kuil Shontoku.

prosesi persemayaman berlangsung Khidmat diiringi doa-doa berbahasa sanskerta yang dilantunkan para biarawan. para penjiarah duduk dengan posisi zarei menghadap kearah jenazah. setelah upacara, para tamu dipersilahkan untuk beristirahat di pavilyun besar.

Tokugawa Ieyasu melangkah mendekati Hojo Ujimasa dan membungkuk dengan dengan hormat dihadapan calon penguasa Odawara tersebut.

"Saya mewakili Oda Kazusanosuke dari Gifu, menyampaikan bela sungkawa sekaligus permintaan maaf bahwa beliau tidak dapat menghadiri upacara ini." kata Tokugawa Ieyasu.

"Saya paham kalau tuan Oda Nobunaga sedang sibuk membangun kembali reputasi dan prestigenya paska insiden kuil Eiryaku digunung Hiei sebulan lalu." sambut Hojo Ujimasa sambil membungkuk membalas penghormatan itu.

tiba-tiba terdengar deheman berat dari belakang Tokugawa Ieyasu. penguasa wilayah Mikawa itu perlahan berbalik dan menatapi pemilik deheman tersebut.

Takeda Shingen, mengenakan pakaian pabbajja, lengkap dengan mantel dan kalung tasbih yang melingkari lehernya. pria itu terkekeh.

"Atau dia ketakutan setelah aku mengancam akan membeberkan hal memalukan tersebut dihadapan Tenno di Heian-Kyo? aku rasa aku dapat membalikkan kondisi politik yang terjadi." sindir Takeda Shingen.

Tokugawa Ieyasu tersenyum menanggapi sindiran Sang Macan dari Kai. "Setahuku tidak demikian, tuan Harunobu." jawab Tokugawa Ieyasu menyebut nama pemberian Shingen dari Kaisar.

"Tuan Kazusanosuke sibuk mengadakan pertemuan dengan Beliau yang kita junjung bersama, di istana Hana no Gosho dalam rangka merealisasikan slogan Tenka Fubu." jawab Tokugawa Ieyasu.

Takeda Shingen mengangguk-angguk. "Dan anda pikir saya dan bangsawan lainnya akan menerima permintaan Oda Nobunaga dengan kerelaan hati?" pancingnya menunggu reaksi dari sahabat orang yang merasa paling kuat di Jepang tersebut. namun ternyata Katoku keluarga Matsudaira tersebut hanya diam menanti Takeda Shingen berbicara.

"Nobunaga hanya orang sok alim dihadapan Tenno, mengumbar slogan omong kosong penyatuan kekuatan para samurai." ejek Takeda Shingen sambil tertawa. "Aku punya firasat, jika ambisinya telah terlaksana, ia pasti akan mengangkat diri sebagai Tenno tandingan dan hendak menggulingkan dinasti selatan di Heian-Kyo."

sejenak Takeda Shingen tertawa tidak mempedulikan beberapa tamu yang mulai memperhatikan mereka bertiga.

"Masih ingat dengan pemberontakan Taira Masakado di era Tengyo no Ran?" ujar Shingen mengungkit persoalan lampau, "Lagipula, aku yakin. Gifu kedepan akan menjadi ibukota kekaisaran yang baru. kekaisaran yang dibangun Oda Nobunaga. kentara benar nama kota itu merujuk pada nama dinasti Zhou dinegeri Chatay." tukas Takeda Shingen sambil menatapi Tokugawa Ieyasu dengan tatapan tajam. Chatay sendiri adalah nama lampau dari negeri Cina dijaman tiga kerajaan.

"Jaga bicara anda, Ayah mertua!" tegur Hojo Ujimasa dengab nada menekan. "Kami memang anak keturunan dari Heike. keluarga kami memang banyak merekam riwayat buruk. tapi tidak semuanya! bahkan pendahulu kami, Hojo Tokimasa merupakan orang dibalik layar berdirinya sistim keshogunan. "

"Yang dengan maksud tersembunyi untuk memanfaatkan Minamoto no Yoriie sebagai boneka dalam rangka mensukseskan feodalisme yang dicetuskan oleh Hojo Takaoki." sambung Takeda Shingen dengan nada intimidasi yang sangat kuat.

Hojo Ujmasa hanya bisa menahan perasaan marahnya sementara Tokugawa Ieyasu kembali tersenyum

"Maaf tuan Shingen." sela Tokugawa Ieyasu, "Permasalahan yang berlalu jangan lagi dibawa-bawa dalam suasana ini. apalagi, kita sekarang sedang dalam kondisi berduka. saya harap, anda bisa memahami perasaan tuan Hojo Ujimasa."

Takeda Shingen hanya bisa mendengus lalu melangkah meninggalkan ruangan. disusul Tokugawa Ieyasu juga mengundurkan diri dari keramaian tersebut. tak lama kemudian muncul Hojo Ujiteru yang masih mengenakan pakaian kedukaan. ia sempat melihat wajah saudaranya menampakkan amarah yang berupaya dibendung.

"Ada apa? sesuatu mengganggumu?" tanya Hojo Ujiteru.

Hojo Ujimasa menggeleng pelan, "Hanya sebuah masalah kecil."

Hojo Ujiteru menggerutu, "Apakah si tua Shingen berbuat ulah lagi?"

Hojo Ujimasa tersenyum. ketegangan diwajahnya perlahan mengendur, "Tak usah dipikirkan." lelaki itu menepuk pundak adiknya, "Pikirkan saja, bagaimana kita akan merundingkan perjanjian politik dengan keluarga Takeda."

"Apakah nanti Uesugi Kenshin tidak akan menganggap kita sebagai pengkhianat?" tanya Hojo Ujiteru dengan sedikit cemas "Bukankah Saburo tinggal bersamanya di Echigo?"

Hojo Ujimasa menggeleng, "Dalam politik, segalanya bisa terjadi."

Hojo Ujiteru mengangguk, "Baiklah, jika itu yang kau inginkan. aku akan mengikuti upacara kremasi ayahanda." kata Hojo Ujiteru sambil berbalik meninggalkan Hojo Ujimasa.

tak lama kemudian terlihat Tokugawa Ieyasu datang lagi. kali ini dengan sebuah pesan.

"Persekutuan kita harus diperbaharui kembali. aku mengundang anda di Okazaki." kata penguasa wilayah Mikawa itu.

...********...

Kotaro berdiri menyandarkan punggungnya didinding sudut ruangan, memperhatikan Hojo Ujmasa melangkah pelan mondar-mandir disana. raut wajah lelaki itu sering berubah-ubah, menegang-mengendur-menegang-mengendur menandakan ia sedang memikirkan langkah-langkah pelik dalam memikirkan wilayah kekuasaannya.

seminggu sudah ia menerima gelar resmi dari Kaisar Ogimachi yang mengangkatnya sebagai shugo yang baru dengan sebutan Sakyo Daibu.

"Paduka Sakyo Daibu, berbagilah dengan kami jika anda memiliki masalah." kata Hojo Ujitada.

Hojo Ujimasa menatapi sejenak Hojo Ujitada, saudaranya lain ibu yang bekerja sebagai salah satu menteri dibirokrasi Hojo bersama Hojo Ujimitsu, kemudian ia kembali duduk di kamiza, menyandarkan lengannya pada rak penyangga.

dihadapannya duduk Hojo Saburo atau Kagetora yang menyampaikan pesan dari Uesugi Kenshin yang telah membuat penguasa Odawara itu sempat terkejut. ia menatapi Hojo Saburo.

"Adikku, Saburo.... benarkah Danjo Shohitsu (Uesuhi Kenshin) mengatakannya?" tanya Hojo Ujimasa sekali lagi.

Hojo Saburo mengangguk, "Aku mohon maaf, tidak mampu membujuk ayah mertuaku untuk menekan ayah angkat." ujarnya penuh sesal "Namun yang membuatku lega adalah beliau tetap ingin menjadikanku katoku keluarga Uesugi."

"Benarkah? atau Nagao Masakage hanya membujukmu agar tidak memprotes tindakannya ketika memutuskan hubungan politik antara 2 keluarga besar?" selidik Hojo Ujimasa dengan tatapan memicing.

Hojo Saburo mengangguk, "Hanya itu yang kudengar dari ayah mertua. "

Hojo Ujimasa mengangguk-angguk. "Kau harus memastikan kau menjadi katoku keluarga Uesugi." tekannya.

"Tentu saja kak. ini juga penting untuk masa depan keluarga kita." jawab Hojo Saburo sambil tertawa.

"Kalau bagitu, sidang ini kita akhiri." ujarnya menatapi para menteri, "Silahkan kalian beristirahat."

anggota dewan menteri itu membubarkan diri setelah terlebih dulu membungkuk dengan takzim kepada penguasa Odawara. kini diruangan itu menyisakan Hojo Ujmasa dan Kotaro.

Hojo Ujimasa mengisyaratkan Kotaro untuk mendekat. raksasa itu melangkah menuju dihadapan Hojo Ujimasa. Kotaro kemudian berlutut.

"Fuma Dewa no Kami, perintahkan pasukanmu untuk mengamati keadaan di istana Kasugayama." titah Hojo Ujmasa, "Awasi pergerakan Uesugi Kenshin. "

"Sesuai perintah Paduka. " jawab Kotaro.

...******...

Kotaro menatapi kastil Kasugayama dari perbukitan diperbatasan Shinano. semilir angin mengibar kuncir rambutnya bagai bendera yang berkibar. tak berapa lama muncul Isuke, Raimaru dan Shin Yoshida. ketiganya berdiri sejajar dibelakang pemuda raksasa itu.

"Kami siap menerima perintah." kata Isuke.

Kotaro berbalik menatapi ketiga orang dihadapannya. "Kita mendapat perintah untuk menyusup ke Echigo. ini bertujuan untuk memantau aktifitas Uesugi Kenshin."

Kotaro mengamati ketiganya, "Siapa yang tepat untuk misi ini?"

"Kalau boleh saya memberi saran." sahut Raimaru.

Kotaro menatapi komuso tersebut. Raimaru mengangguk. "Kurasa Mitsumasa dan Hayashi sangat tepat untuk ini. mereka ditugaskan juga untuk mengawal Tuan Muda Saburo di Echigo."

"Surati dia." kata Kotaro.

Raimaru mengangguk. kemudian Kotaro berbalik dan kembali menatapi puncak atap kastil Kasugayama.

"Ada kabar dari Mikawa?" tanya Kotaro.

"Kelihatannya junjungan kita harus berhati-hati menghadapi Tokugawa Ieyasu." jawab Raimaru sambil melangkah dan duduk dibebatuan besar. "Kabarnya ia memiliki pasukan yang hebat, dipimpin oleh Sakai Sadatsugu. orang itu digelari Inokiri. adalagi seorang samurai bernama Matsudaira Ietada daru Fukuzou. juga seorang yang bernama Hattori Hanzo dari Iga."

"Hanzo? siapa orang ini?" gumam Kotaro.

"Menurut informasi, lelaki itu adalah alumni perguruan Kurama-Hachi. ia menjadi jonin aliran Iga pada usia 18 tahun. lelaki itu adalah sahabat kecil Tokugawa Ieyasu dan orang kepercayaannya." jawab Raimaru.

Kotaro menarik napas dalam, "Teruskan...." pintanya.

"Jika Honda Tadakatsu adalah tangan kanan dari Tokugawa Ieyasu, sebaliknya Hanzo dari Iga adalah tangan kiri. segala ide kotor yang dipikirkan Ieyasu akan dilaksanakan olehnya." jawab Raimaru.

"Tetap pantau kondisi di Kai." pinta Kotaro pada Raimaru, "Meskipun Paduka Sakyo Daibu berniat untuk menjalin kembali hubungan politik dengan Takeda Shingen, namun aku tetap berfikir... "

Raimaru menatapi Kotaro, menuntut sambungan kalimatnya.

".... Shingen masih tidak merelakan kekalahannya dalam perang Mimase."

"Apakah aku diharapkan menyusup kedalam Kediaman Takeda?" tanya Raimaru, "Kelihatannya, Kofu telah diperketat penjagaannya oleh para samurai Kanoborishu yang dipimpin Yamagata Masakage." sambungnya dengan nada sangsi.

"Tentu saja, paman Raimaru mengirimkan beberapa anggota Rappa Sandan, dan menyebarkannya disekitar Kediaman Takeda. " kata Kotaro.

Raimaru mengangguk, baru saja melangkah, bahu komuso digenggam lagi oleh Kotaro. pendeta itu berbalik menatapi pimpinannya.

"Jangan lupa... terus memantau aktifitas Chiyojo..." pinta Kotaro.

"Anda terlalu khawatir dengan Shingen.... atau selirnya?" pancing Raimaru. namun ternyata wajah pucat si raksasa tak pernah menampakkan ekspresi apapun.

Raimaru mengangguk lalu melangkah mendahului meninggalkan Kotaro.

"Kau belum menjawab pertanyaan paman Raimaru, Go-Daime.." todong Isuke ingin tahu.

"Aku hanya menduga, jangan-jangan selir keluarga Takeda itu hendak merencanakan strategi baru untuk menundukkan Odawara. bagaimanapun... kewaspadaan lebih diprioritaskan daripada kita kecolongan lagi nantinya. " jawab Kotaro.

Isuke mengangguk-angguk. Shin Yoshida mendongak menatapi raksasa itu.

"Go-Daime... bolehkah aku menemani paman Raimaru ke Kai?" pinta pemuda kecil itu.

"Kau pikir Raimaru tidak mampu melaksanakan tugasnya?: tegur Kotaro menatapi ninja cilik yang menekurkan wajahnya itu. "Kau punya tugas lain, Yoshida..."

dengan wajah semangat, Yoshida mengangkat wajah menatapi Kotaro. Kotaro menatapinya dengan tatapan tanpa ekspresi.

"Kau harus mengirimkan surat kepada Chiba Kunitane." kata Kotaro sambil menepuk bahu ninja cilik itu.

Kotaro mengurut dagunya. sebenarnya ia berencana menuju Mikawa untuk mengumpulkan beberapa informasi berharga, atau memantau aktifitas kubu Tokugawa yang dianggapnya dapat menjadi batu sandungan baru bagi kekuasaan keluarga Hojo di timur.

menyamar sebagai saudagar adalah cara satu-satunya untuk menjalin koneksi dengan beberapa saudagar yang melayani kepentingan dan kebutuhan keluarga Tokugawa. akan lebih mudah jika ada anggota Fuma-Itto yang bisa menjadi anggota serikat dagang disana. kelihatannya, Ukifune Jinnai akan mendapatkan tugas baru yang menarik.

...*******...

Hojo Ujimasa kembali menyurati Chiba Kunitane untuk meminta penangguhan waktu pernikahan karena masih menjalankan amanat mendiang Hojo Ujiyasu dalam merekatkan kembali hubungan yang retak dengan keluarga Takeda, sehubungan dengan pembaharuan persekutuan Kososun tahap kedua. Hojo Ujimasa juga berjanji, setelah perundingan itu, dia akan melakukan lawatan ke Shimosa dalam rangka pernikahan antara anggota keluarga tersebut.

...*******...

Seienin menatapi jendela dan melemparkan pandangan ke arah hamparan pemukiman warga Otate. perasaannya gelisah mengharapkan sang suami agar segera pulang. wanita itu memang kesepian. sebulan lebih, Uesugi Kagetora (Hojo Saburo) berada di Odawara, berkumpul bersama keluarga, menyemayamkan dan memakamkan Hojo Ujiyasu.

...******...

awalnya sebelum menyandang nama keluarga Uesugi, Kagetora dikirim ke Echigo sebagai kesepakatan politik antara dua keluarga yang menjalin hubungan bilateral.

semestinya, Kuniomaru, putra Hojo Ujimasa yang harus menetap di Echigo pada waktu itu. namun usia Kuniomaru saat itu belum cukup dijadikan sebagai jaminan sehingga Kagetora yang direkomendasikan.

Uesugi Kenshin yang memang memiliki perasaan tersendiri terhadap adik bungsu Hojo Ujimasa itu kemudian mengangkat Hojo Saburo sebagai putra adopsi keluarga Kenshin dan memberinya nama Uesugi Kagetora. keduanya sering bertemu di istana Kasugayama bersama Naoe Kanetsugu dalam rangka rekonsiliasi.

Uesugi Kenshin menjodohkan Saburo Kagetora dengan putri Nagao Masakage bernama Seienin yang terkenal kecantikannya diseluruh Echigo. atas perjodohan ini, Nagao Masakage setuju asalkan putranya Nagao Akikage juga diangkat sebagai anak.

tanpa sepengetahuan sang ayah, Nagao Akikage ternyata menaruh hati terhadap saudara perempuannya sendiri. kecantikan dan kemolekan tubuh Seienin telah berhasil membangkitkan hasrat kedewasaan lelaki itu.

beberapa kali Nagao Akikage kedapatan mengintip Seienin yang sementara mandi, dan beberapa kali lelaki itu meneguk ludah menyaksikan keindahan tubuh Seienin yang terguyur air.

Nagao Akikage secara jujur menentang pernikahan antara Saburo Kagetora dengan Seienin. baginya, Seienin adalah miliknya seorang, yang harus dia pertahankan hingga titik darah penghabisan.

namun lelaki itu akhirnya tak mampu menentang keinginan ayahnya. pernikahan itu menghancurkan hati Nagao Akikage. dendamnya terhadap Saburo Kagetora mulai membara. dalam dendamnya yang tersulut ia mempersalahkan ayahnya juga Saburo Kagetora yang berani memetik bunga yang sangat diidamkannya.

Uesugi Kenshin yang menjodohkan Saburo Kagetora dan Seienin memiliki alasan tersendiri. ia tak sanggup ditinggalkan putra angkatnya. ia terlanjur mencintai putra bungsu mendiang Hojo Ujiyasu tersebut.

bahkan kepada Hojo Ujimasa, penguasa Echigo itu menjanjikan bahwa Saburo Kagetora akan diberikan wilayah kekuasaan. Uesugi Kenshin menghadiahi Saburo Kagetora istana Otate.

...******...

tersadar dari lamunannya, Seienin segera menguasai dirinya. ia kembali menatapi jendela, mengamati pemandangan Otate dimalam hari.

arakan awan yang kelabu menyelimuti rembulan semakin membuat Seienin didera kerinduan dan rasa sepi yang mendalam. ia mendesah dan melangkah menjauhi jendela, duduk diruangan kemudian mengambil koto dan mulai memetik dawainya. dalam suasana melankolis itu, petikan dawai koto menghasilkan melodi yang menggambarkan perasaan rindu dendam yang membutuhkan pelampiasan.

perlahan kedua mata sembrani wanita itu mengatup fan semakin ia hanyut dalam alunan musik yang ia mainkan sendiri. para dayang istana yang sempat mendengar nada-nada melankolis yang mengalun dari petikan dawai-dawai koto itu sejenak menengadah seakan terhipnotis untuk terus mendengarkan alunan musik itu hingga selesai.

...ooOOoo...

1
Ragen Zhang
Kejam. Baru tahu kalau yakuza sudah ada sejak zaman Jepang kuno.

Wuah. Ryo itu mata uang emas, ya? Satu ryo = berapa yen, ya?
Ragen Zhang
Baru tahu kalau kappa juga tertarik sama bau darah persalinan. Kukira kappa cuma suka timun xD

Kasabake itu mengincar anak-anak yang baru lahir kah?

Overall, penggambaran suasananya udah lumayan dapet. Akan lebih baik jika penulisannya lebih rapi, seperti penulisan huruf kecil dan huruf besar yang perlu lebih diperhatikan, penulisan kata "di" yang seharusnya dipisah dengan "di" yang digabung.

Oh ya, kalau ada catatan kaki bagus, nih. Biar yang belum familier sama istilah-istilah Jepang tahu maknanya.
YHannizar
peripheral, kak
sudut luar pandangan mata
Golgotha Calvatorch: thanks atas kritikannya.
total 1 replies
sasip
Boom like untuk senior author.. 👍🏻
Semangat berkarya & saling dukung.. 💪🏻
Golgotha Calvatorch: saya belum senior, Sip.
saya masih belajar. sama seperti orang-orang lainnya.
total 1 replies
Lili Alfian
sok suci dia
Golgotha Calvatorch: siapa nih yang dibilang sok suci?😊😏
total 1 replies
Lili Alfian
magoichi. saika
Lili Alfian: ternyata itu nama kecilnya
total 2 replies
Lili Alfian
mungkin anda benar
Lili Alfian
menjijikan sekali uesuegi khensin
Golgotha Calvatorch: dalam ilmu medis moderen, Uesugi Kenshin adalah penderita penyakit Ambigous Genitalia, atau sindrom kelamin ganda yang termasuk dalam kondisi sexual development disorder.
total 2 replies
Golgotha Calvatorch
nama kecilnya Ishikawa Goemon.
Lili Alfian
siapa lgagi ini sanada kuronoshin
Lili Alfian: please ceritakan tentang yukimura sanada ,
total 2 replies
Lili Alfian
nasib kunoichi
Golgotha Calvatorch
memang kotaro berbadan besar. Ia yang paling tinggi ukuran tubuhnya dari orang-orang jepang pada umumnya yang hanya setinggi 160 senti makanya di bully sebagai anak siluman.
Golgotha Calvatorch
klan sanada dulunya adalah pendukung Keluarga Takeda di Kai. Setelah keluarga takeda musnah dalam insiden tenmoji (Katsuyori, generasi klan takeda terakhir melakukan seppuku) maka klan sanada menjadi pendukung klan Toyotomi sampai akhir mereka dalam perang osaka. yang terkenal di klan itu adalah Masayuki dan Yukimura. Yukimura sendiri memiliki pasukan khusus yang disebut Juyushi, dipimpin oleh Sarutobi Sasuke.
Lili Alfian
buat LG cerita yg lain
Golgotha Calvatorch: tentang sejarah apalagi ya?
bagaimana kalau sejarah keberadaan para samurai jepang di ambon?
total 3 replies
Lili Alfian
ceritakan tentang clan sanada
Lili Alfian
sesuai gambarain koei Kotaro berbadan besar
Golgotha Calvatorch: dalam ilmu medis, kotaro mengalami jenis penyakit yang disebut gigantisme sehingga menyebabkan tubuhnya cepat tinggi meski usianya masih belia. sindrom gigantis diakibatkan oleh adanya tumor pada kelenjar hipofisis. hanya saja jaman dulu, anak-anak jepang yang mengalami sindrom gugantis ataupun sindrom dwarfis disebut anak-anak siluman.
total 1 replies
Lili Alfian
benarkah ini story' Kotaro fuma
Golgotha Calvatorch: ya nggak laaah... ini kan cuma karya fiksi saya. Kisah tentang Fuma Dewa no Kami (Itu adalah namanya dalam catatan Go-Hojo Dai Go Ki atau catatan arsip keluarga Go-Hojo) tak ada yang detail selain diketahui bahwa ia adalah pengawal pribadi Hojo Ujimasa dan Hojo Ujinao. Kematiannya dicatat pada tahun 1603 saat menjalani hukuman gantung dibawah pemerintahan rejim tokugawa. Cuma memang di Inggris ada kelompok penghayat klan Fuma yang mengidolakan Kotaro.
total 1 replies
Kokoro No Tomo
bikin novel para kultivator dong ,sy yakin pasti seru.
Kokoro No Tomo: saya lihat sdh byk berbagai macam genre,night watcher sampai ribuan episode,the humble boss sdh ribuan juga,sepertinya penghasilan dari iklan sangat menggiurkan ,padahal kebanyakan hasil cerita translate lho.
total 4 replies
Shyamanosuke Akechi
satu karya yg paling memberikan kesan 👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽
Shyamanosuke Akechi: goemon klo gk kojiro sasaki thor... 😂😂
total 2 replies
Si Bungsu
semangat terus kak
btw mampir juga di novel ku ya kak
Golgotha Calvatorch: nanti mampir deh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!