NovelToon NovelToon
Senior & Junior

Senior & Junior

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Nikahmuda / Teman lama bertemu kembali / Cinta setelah menikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: firefly99

Di puncak gunung dengan ketinggian 2874 MDPL, seorang gadis mendongak menatap lelaki yang berdiri di depannya.
"Mari kita akhiri semuanya." ucap gadis tersebut.
Lelaki yang menjadi lawan bicaranya tersenyum, "apa yang harus diakhiri? Kita tidak pernah memulai apapun."

Mata gadis tadi berkedip dua kali, ia mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut lelaki di depannya. Tak lama kemudian kepalanya mengangguk, "terima kasih."

Jadi kedekatan yang telah mereka lewati selama setahun belakangan tidak berarti apa-apa bagi si lelaki. Sementara lain hal dirasakan oleh si gadis, ia menganggap dirinya spesial.

Namun rupanya takdir punya caranya sendiri untuk menyatukan dua manusia, tidak peduli sejauh apa usaha keduanya untuk saling menjauh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon firefly99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Special Day

Seorang gadis tengah sibuk menghias kue tart berukuran sedang di dapur. Sudah sejak tadi ia sibuk sendiri di dapur.

"Papa gak dibuatin?" tanya sang kepala keluarga.

Naya menoleh, "brownies panggang untuk papa." jawabnya. "Besok pagi nanti adek bantu siapkan untuk dijadikan bekal ke luar kota."

"Terima kasih adek." ucap Pak Nadim. Ia memeriksa laporan sambil mengawasi anaknya yang sedang membuat kue. Katanya untuk Junior Badung.

"Jadi papa izinkan adek untuk ajak Junior Badung ke sini?" entah sudah berapa kali pertanyaan tadi keluar dari mulutnya, namun ia harus memastikannya lagi dan lagi.

"Boleh, sayang. Tapi ingat yaa pesan papa." pak Nadim mengangguk.

"Asiiik." seru Naya senang, bersamaan dengan selesainya segala pekerjaannya malam ini. Ia memasukkan kue tart ke dalam kulkas, sementara brownies panggangnya dimasukkan ke lemari khusus makanan. "Papa istirahat saja, nanti adek nyusul. Ini sisa cuci peralatan kok."

"Gak apa-apa papa tinggal?"

"Iyaa, papa." Naya kembali sibuk dengan peralatan kotor di depannya setelah memastikan papanya berjalan ke kamar.

Naka kemana? Kakaknya sudah pamit duluan untuk istirahat karena besok akan menemani sang papa meninjau pembangunan SP*BU.

15 Oktober adalah hari ulang tahun Ryan. Itu sebabnya Naya menyiapkan kue tart buatannya sendiri. Ia juga telah menyiapkan daftar kegiatan untuk besok. Dan ketika hari berganti, ia lebih dulu membuatkan sarapan untuk dua lelaki kesayangannya, tak lupa brownies panggang.

"Kalau keluar, jangan sampai malam." pesan Naka. "Tapi gak usah keluar deh, main di rumah saja."

"Dih." cibir Naya. Ia mengecup pipi kakaknya. "Bye-bye papa, kakak!" tangannya melambai, melepas kepergian mobil yang kakaknya kendarai. Kini tersisa dirinya.

Nayara Vaneesha: Ar, can u help me?

Berselang satu jam barulah Naya mendapatkan balasan.

Junior Badung: Iyaa, Ra. What can I help u?

Nayara Vaneesha: Temenin ke pasar.

Junior Badung: Pasar, it means not alfindo?

Nayara Vaneesha: That's right. Bisa?

Junior Badung: Bisa. Wait for a second.

Melihat balasan Ryan, Naya segera bersiap-siap. Tempat pertama yang akan mereka kunjungi hari ini adalah pasar tradisional. Alih-alih mall atau minimarket modern. Ia menunggu kedatangan Ryan di teras rumah sambil menatap pot rambutan. Ahh, ia lupa meminta kepada sang papa untuk membawa tanaman tersebut ke SP*BU.

Mendengar suara klakson dibalik gerbang, Naya segera bangkit. Ryan rupanya kapok membawa motor jika mendatangi rumah Naya. "Padahal ada mobil papa yang bisa dipinjam." ucapnya begitu duduk di sebelah Ryan.

Ryan mempuk-puk puncak kepala Naya tiga kali, "Radit free kok." katanya. "Langsung ke pasar ini?"

Naya mengangguk, "Iyaps. Kamu gak apa-apa kan ke pasar?"

"Kenapa juga harus apa-apa?" Ryan balik bertanya. "Kamu tahu sendiri kalau rumah saya dekat dengan pasar, jadi sudah terbiasa."

"Ya kan beda, Ar. Meskipun rumah kamu dekat pasar, tapi belum tentu kamu sering ke sananya." ujar Naya. "Karena hari ini kamu ulang tahun, saya mau masak. Special for your birthday."

Ryan tersenyum, "kirain gak tahu." Ia kembali mengelus rambut Naya.

"Ya tahulah. Itu sebabnya saya ajak kamu ke pasar. Semoga gak sambat."

Hanya butuh waktu 15 menit untuk tiba di pasar tradisional. Suara penjual ikan yang saling bersahutan menyambut keduanya.

"Untung saja kamu pakai sendal." beo Naya. Ia memegang kaki baju Ryan.

"Kan kamu sudah beritahu kalau kita mau ke pasar." Ryan menimpali.

"Kita ke bagian barat dulu yaa." ajak Naya. Ia harus melewati jejeran penjual ikan.

Bagian barat pasar didominasi oleh penjual hewan peliharaan. Naya sudah memikirkan ini sejak pekan lalu, akan menghadiahkan sepasang burung merpati untuk Ryan.

"Ngapain ke sini?" tanya Ryan.

"Beli kado untuk kamu." jawab Naya. "Dulu papa pernah beliin saya kelinci di sini."

Ryan dibuat takjub dengan kejujuran gadis cantik disebelahnya.

"Sudah satu pekan saya berpikir untuk membeli merpati sebagai kado. Kamu keberatan?"

"Saya yang pelihara?"

Naya mengangguk. "Kalau terasa berat, kita bagi. Satu untuk saya dan satunya lagi untuk kamu." jawabnya.

"Boleh." Ryan setuju.

Langkah kaki Naya terhenti melihat sepasang merpati putih di dalam kandang yang sama. "Pak, mau merpati putih yang itu." tunjuknya.

Penjualnya mengikuti arah pandang Naya, "boleh, dik. Tapi harganya lebih tinggi dibandingkan yang lain."

"Nggak apa-apa, pak." Naya mengiyakan. "Sekalian satu kandang kosongnya yaa pak."

"Siap, dik." bapaknya mengangguk senang. "Tapi kok dipisahkan?"

"Saya dan orang ini mau jauhan, pak. Makanya beli merpati sepasang, terus nanti masing-masing pelihara satu ekor." Naya menunjuk Ryan.

Mendengar jawaban Naya barusan, hati Ryan mencelos. Tangannya kembali terangkat untuk mengelus rambut senior galaknya.

"Wah, bisa gitu yaa dek?" heran si penjual. Yang ia tahu, orang yang akan berpisah akan terlihat bersedih. Sekarang ia malah mendapati si perempuan cengengesan dan si laki-laki yang terlihat lebih tenang.

"Berapa, pak?" tanya Naya.

Si penjual menggelengkan kepalanya, "Gak usah." jawabnya. "Merpati nya untuk kalian saja."

"Jangan, pak." barulah suara Ryan terdengar.

"Bayarnya pakai cara lain saja. Kalian harus hidup bahagia dan bersama-sama. Tidak peduli seberapa besar rintangan yang ada di depan sana. Itu sudah cukup." ucap si penjual.

Naya dan Ryan saling bertatapan sekilas.

"Ta-tapi kami masih sekolah." cicit Naya diiringi sedikit ringisan.

Si penjual tertawa dan mengangguk, "Takdir tidak ada yang tahu, dik." ia menyerahkan dua merpati dan dua kandang.

Naya tetap mengeluarkan uang dari tasnya, "ini bukan bayaran untuk merpati nya. Tapi untuk anak-anak bapak di rumah. Terima kasih, pak."

"Terima kasih, pak." Ryan juga tak lupa mengucapkan terima kasih sebelum mengikuti langkah kaki Naya.

"Ar, kamu tunggu di mobil saja. Saya masih harus belanja bahan masakan." ujar Naya begitu Ryan berhasil menyamakan langkah mereka.

Ryan menggelengkan kepalanya, "Saya ikut." katanya.

Naya menghela napasnya dan mengangguk pasrah. "Saya bantuin bawa kalau begitu."

"Gak usah, Ra. Ini gak berat." tolak Ryan.

Sejak tadi Ryan sebisa mungkin menahan diri untuk tidak tersenyum, hari ini ia melihat sisi lain dari seorang Naya. Perempuan itu berpakaian sangat sederhana, hanya mengenakan celana selutut berbahan katun dan baju kaos. Rambutnya diikat model ekor kuda. Kaki putihnya dibalut sendal jepit berwarna hitam. Naya terlihat menikmati interaksinya dengan para penjual sayur dan yang lainnya. Ia merasa sedang cosplay menjadi sepasang pengantin baru.

"Kita tukar barang bawaan." ucap Ryan. Ia mengambil tas kain yang berisi belanjaan Naya.

"Oke." kini giliran Naya yang membawa sepasang merpati tadi dan sangkarnya. "Ar, beli buah dulu." katanya. Ia menunjuk penjual buah menggunakan dagunya.

1
Herawaty Herawaty
luar biasa kak cerita nya👍.. di tunggu karya barunya
Rita Rita
massa sih suami istri masih saya dan saya bahasanya. gimana gitu kesannya 🤔🤔🤭🤭
Rita Rita
bahasa nya kaku banget Thor,,, antara anak, orang tua, saudara,,, suami istri. pake saya. ga pake aku,, terlalu formalitas
Rita Rita
ini cerita nya lagi musim covid kemarin ya Thor, memang mengerikan sekali waktu itu, disetiap waktu ada yg terjangkit
LindaLW
Cerita nya bagus, suka sma persahabatan Naya, Erwin dan Kevin yg udh sprti keluarga. Awal ny senang dgn kisah Naya dan Ryan, krna Naya sllu diperlakukan bak Princess oleh Ryan. Tp tiba² Ryan hrs menuruti keinginan ayah ny. Smga ending ny Naya dan Ryan kembali bertemu dan bersatu lg.
LindaLW
suka sma cerita nya bagus dan keren bgt...
sedih dgn kisah Naya dan Ryan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!