NovelToon NovelToon
Era Berdarah Manusia

Era Berdarah Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TimeTravel / Horor / Supernatural / Contest / Romansa Fantasi
Popularitas:60.2k
Nilai: 5
Nama Author: I Firmo

SETIAP HARI UP UNTUKMU🤩
Kedatangan lelaki-lelaki muda Eropa yang ganteng-ganteng telah menuai pusat perhatian. Disaat yang bersamaan, lelaki-lelaki dan wanita-wanita muda pun ikut menghilang satu demi satu secara misterius.

Holsi dan teman-temannya menyadari hal itu dan tahu rahasia dibalik itu semua. Namun, mereka semua berhasil dibungkam oleh dua tokoh yang menawan namun iblis. Holsi dan teman-teman nya berhasil di usir dan di hina kan banyak orang.

Dua tokoh menawan itu semakin dipuja-puji bak dewa-dewi. Peminatnya dari kalangan remaja yang begitu tergila-gila pada dua tokoh itu.

Lalu, jelas nya seperti apa? Baca Sekarang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Firmo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 30

Setelah mendapatkan sebuah seruan misterius yang entah darimana dan begitu menyerupai suara Agil. Swift langsung respect, dan ia langsung menyadari hal itu.

Swift begitu celingukan. "Agil? Itukah kamu?"

Namun sayang, seruan yang sempat terdengar jelas itu. Tak kembali terdengar dan seakan-akan menghilang dengan begitu saja.

Swift yang peka akan hal itu, hanya bisa menunduk. "Hmm, ada apa ya ini? Kok aku tiba-tiba merasa ada sesuatu yang nggak beres."

Lalu Swift berusaha melupakan semuanya, mungkin ia merasa itu hanya suara rindu Agil padanya.

Karena memang Agil dan Swift sedang berpacaran. Mereka sudah menjalin pacaran itu sejak Mei 2018, atau sudah berjalan 5 bulan lamanya.

Agil sangat di cintai oleh Swift. Karena Agil adalah tipe lelaki yang tidak memandang fisik, yang Agil lihat pada Swift adalah baik hatinya itu, yang membuat Agil si lelaki manis itu luluh akan Swift yang tidak cantik.

Namun lama-kelamaan, Swift semakin kepikiran tentang kabar Agil, yang sebenarnya sudah beberapa hari ini tidak ada kabar.

Lalu Swift membuka smartphone nya, ia sedikit mengeluh. "Kok nggak biasanya Agil nggak ngasih kabar selama beberapa hari ini? Biasanya kan tiap pagi, siang, sore, malam. Pasti dia kasih kabar terus, tapi kok sekarang-sekarang nggak ada sama sekali? Apa aku ada salah ya sama dia? Atau dia emang nggak punya kuota?"

Hati Swift semakin tajam akan firasat bahwa Agil sedang tidak baik di desa When sana.

Ia lalu berdiri dari duduk nya kemudian dengan penuh memandangi hutan Huner yang jauh didepannya melalu jendela kamarnya itu. "Agil, aku khawatir sama kamu. Kamu di When baik-baik ajja kan? Atau memang firasat ku tentang mu benar adanya?"

Kemudian, karena merasa dirinya juga lelah. Swift menidurkan dirinya di kasurnya yang empuk, seketika itu juga ia tertidur dengan lelapnya.

Lalu Swift bermimpi.

*Swift sedang berada disebuah taman yang indah, yang penuh dengan bebukitan berumput hijau. Kemudian angin sepoi-sepoi menyelimuti dirinya yang semakin tenang sampai ke dalam jiwa Swift.

Swift yang seperti lupa akan kehidupannya yang menyakitkan didunia nyata, berlari-lari di taman ini dengan penuh kebahagiaan.

Sampai-sampai Swift yang sangat bahagia, berkata. "Bahagianya hidup ku yang sekarang ini. Aku pasti sudah disurga..."

Swift tidak menyadari bahwa ia sedang bermimpi. Yang ia sadar adalah bahwa ia telah tiada dan telah hidup di surga keabadian.

Dari pagi sampai petang, Swift terus bersenang-senang di taman yang sangat indah ini. Ia meminum teh, memakan buah apel dan mangga dengan nikmat, dan tak ada lagi yang merusak hatinya ditanam ini.

Swift yang tengah terduduk disebuah kursi taman, berkata. "Aku tidak akan pernah meninggalkan tempat ini. Ini sudah jadi milikku, karena aku lelah juga hidup di dunia. Hanya diisi dengan kesedihan, kesedihan, dan tekanan dari keluarga sendiri."

Setelah berkata demikian, Swift berdiri dari duduknya. Kemudian mencoba berjalan ke sebuah tempat yang belum ia injak sebelumnya.

Sembari berjalan, ia terpikirkan Agil yang ganteng itu. Ia seketika berhenti dari jalan pelannya itu, lalu murung. "Agil kan nggak ada disini ya. Ah, aku jadi merasa kesepian gini. Selama-lamanya aku tinggal disini, tetap saja aku butuh kekasih hati. Sendiri nggak enak, jomblo itu nggak enak kalau selamanya. Tapi dengan cara apa Agil bisa datang ke tempat ku sekarang ini?"

Lalu, Swift yang menyadari bahwa dirinya sudah memakai sebuah gaun hitam yang indah. Seketika itu, langsung bahagia. "Apa? Selama ini ternyata aku memakai gaun yang menawan. Kenapa aku nggak sadar ya? Astaga..."

Kemudian Swift, yang melihat kaki dan tangannya yang terasa memutih, semakin dibuat bahagia. "Oh my God. Ternyata kulit ku juga berubah jadi putih, kok bisa? Apa karena faktor aku datang kesini ya?"

Setelah berkata penuh kebahagiaan, Swift mencoba mencari sebuah cermin di taman ini untuk melihat dirinya sendiri yang menurut dia sudah berubah menjadi cantik jelita bak bule Eropa.

Lalu ditemukanlah cermin yang ia cari selama ini. Kemudian cermin yang sangat besar itu Swift dekati dengan penuh tergesa-gesa. Dan ia seketika itu terkejut, ketika firasat nya selama ini benar adanya.

Swift telah berubah menjadi wanita bule Eropa yang cantik jelita. Hidung mancung, bola mata biru, rambut pirang indah, & tinggi yang menjulang, lalu lekukan tubuh yang begitu menawan.

Seketika itu, Swift begitu kegirangan. "Ya ampun, aku secantik ini. Ya ampun, aku nggak nyangka. Ah! Pasti Agil makin cinta sama aku kalau aku jadi secantik jelita ini. Hihihi..."

Kemudian tanpa ia sengaja, Swift mencoba bicara kepada cermin itu. "Hey cermin ditengah-tengah taman indah ini. Siapakah yang paling cantik didunia ini?"

Tiba-tiba, tanpa Swift sangka sebelumnya. Cermin itu menjawab seruan Swift yang mulai angkuh!

*Ratu Swift! Ratu Swift! Kekasihnya Raja Agil!*

Spontan Swift terkejut namun semakin bahagia. Ia tak sangka jika cermin nya itu sangat ajaib, dan membuat dirinya semakin percaya diri bahwa dirinya lah yang paling cantik.

Lalu, Swift kembali menyeru kepada cermin ajaib itu. "Hey cermin, bisakah kau bawa Agil ke sini?"

Kemudian cermin itu malah membuat sebuah gambaran sebuah hutan Huner, yang membuat Swift terkejut.

Lalu Swift pun berkata. "Kenapa kau tunjukkan hutan Huner itu? Apa hubungannya?"

Kemudian dengan lembut, cermin ajaib itu menyeru. "Kau datanglah ke hutan Huner, maka Agil yang Ganteng akan kau temui. Dan kecantikan mu itu akan menjadi kenyataan didunia nyata. Kelak semua manusia akan tunduk pada dirimu yang jelita, hey Swift!"

Jujur mendengar pernyataan cermin itu, Swift sangat kecewa. Karena, kecantikan nya itu tak dapat ia bawa sampai dunia nyata. Hanya di dunia yang menurut nya bukan mimpi inilah, kecantikan nya itu dapat ia rasakan sampai menusuk ke dalam jiwa.

"Kenapa kau bicara begitu? Dasar cermin nggak ada akhlak plus guna!" Kata Swift dengan kesal.

Dengan tenang, cermin itu semakin membujuk Swift. "Ayolah Swift, pergilah ke hutan Huner dan temui Agil. Maka kau akan menjadi kau yang sekarang cantik jelita untuk selamanya."

Lalu Swift membelakangi cermin itu dengan amarah. "Nggak! Aku tahu kau bohong!"

"Tidak. Bahkan Agil saja sudah berubah menjadi lelaki bule ganteng Eropa yang eksotis. Masa kau tidak mau seperti dirinya? Aku tidak berbohong padamu. Justru aku sedang memberikan kesempatan untuk mu yang hidupnya begitu menyedihkan!" Goda cermin itu dengan penuh emosional.

Kemudian Swift hanya bisa memejamkan kedua matanya untuk berfikir. "Entahlah! Aku bingung, aku lebih baik apa adanya dibanding cantik tapi sukanya merusak hidup orang lain."

Namun sekarang ini, cermin ajaib itu menjadi marah kepada Swift. "Terserah kau saja! Tapi ingat pesan ku. Jika kau ingin cantik jelita didunia nyata, datangi hutan Huner dan temui Agil."

Lalu mimpi pun berakhir.*

Terbangunlah Swift dari tidur nya yang ternyata sudah berjam-jam lamanya. Ketika Swift berusaha duduk di kasur nya itu, ia melirik jam dinding nya yang ternyata sudah menunjukkan pukul enam sore.

"Sial! Aku tidur begitu panjang. Ah! Kupikir tadi kenyataan. Ternyata hanya mimpi belaka..." Seru Swift yang kecewa.

Lalu Swift yang merasa gerah, bangun dari kasurnya. Kemudian memutuskan untuk mandi saja, walaupun sudah petang sekali ini hari.

Dan ia sebelum memasuki kamar mandi, Swift melihat dirinya di cermin kamarnya itu. Dan iya, dirinya masihlah dirinya yang dulu.

"Apa bener ya yang dikatakan cermin ajaib didalam mimpiku itu, benar adanya? Kalau benar pasti sudah ku laksanakan perintahnya." Kata Swift yang tengah bercermin.

Tiba-tiba, cermin itu berubah menjadi sesosok lelaki ganteng luar biasa ditambah bulenya lelaki muda itu.

Swift pun terkejut, ia langsung mundur jauh dari cermin itu.

Dan lelaki itu yang tak lain Agil, berkata. "Mimpi itu adalah petunjuk indah untuk merubah takdir! Maka hampiri lah hutan Huner, Swift pacar ku."

Setelah berkata demikian, yang tadinya Agil malah berubah lagi menjadi cermin biasa saja.

Melihat hal itu, Swift sangatlah terkejut dan tak menyangka. Bahwa kejadian demi kejadian aneh, akhir-akhir ini telah menimpa kehidupan nya. Swift pun bingung dan menjadi penuh pertanyaan.

1
Dhina ♑
ternyata tidak lanjut juga 🤔🤔
Dhina ♑
Bagaimana kisah selanjutnya 🤔🤔🤔
tunggu ya
Adinda ♋
sungguh apes nih Holsi
Adinda ♋
itu pasti hutan yang mengerikan
Nina ♋
mungkin Dia tersesat tak tahu arah
Nina ♋
dia punya pengalaman yang mengerikan
Nina ♋
libur sekolah Sabtu Minggu ya
Jazz ♋
Come back
Zelyn ⭕
mereka tidak boleh mati

Author.....lanjut, tuntaskan ceritanya
Zelyn ⭕
kalian para pemuda aneh, mengapa selalu menuju hutan Hunner
ALONE ⭕
apa dia jalan sambil tidur
ALONE ⭕
kox di kamar 🤔🤔
ALONE ⭕
huaaaaa ada Halzet
ALONE ⭕
apa Erick berhalusinasi 🙄🙄
ALONE ⭕
loh mengapa ke Utara 🤔🤔🤔
Adinda ♋
huwaaaaaa NT tidak ada 👍 nya buat like
Adinda ♋
menghitung
cling gitu
Adinda ♋
Wahhh sekelompok anak muda yang cuek
Adinda ♋
bule 🤔🤔
Apakah dia murid baru
Adinda ♋
kayax dukun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!