NovelToon NovelToon
[RDY'S#1] LAA TAHZAN!

[RDY'S#1] LAA TAHZAN!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: sugiatiidhln

[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BUDAYAKAN PULA TINGGALKAN JEJAK!]

[FOLLOW AKUN IG; SUGIATIDAHLAN]

[NO PLAGIAT! SANKSI BERLAKU!]



Kisah tentang;


"Aku akan terus bersabar, bahkan sampai kesabaran itu sendiri mulai lelah dengan kesabaran ku."

@Annisa Az-Zahra

Bagaimana jika seandainya kalian adalah siswi berhijab satu-satunya di sekolah kalian? bagaimana jika seandainya kalian tidak sengaja melakukan tingkah konyol yang menjerumuskan kalian ke dalam masalah?


Hidup Zahra yang mulai di tumbuhi bunga-bunga berwarna-warni kini kembali terlihat hampa saat sebuah RAHASIA BESAR berhasil merubah segalanya.



®picturebypinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sugiatiidhln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30. Perang Dingin

KRING! KRING!

Suara bel istirahat pun berbunyi, semua penghuni kelas berbondong-bondong berjalan menuju surganya sekolah--kantin. Tetapi, sebagian penghuni sekolah menghentikan langkahnya termasuk para siswi-siswi yang memekik kegirangan melihat 4 pemuda hits di sekolah mereka di tengah-tengah lapangan.

"Yahh istirahat ...," melas Daniel dengan gerakan tangan seperti Yes.

"Selamat anda tidak beruntung ketua OSIS, huh?" timpal Deon.

"Coba lagi besok!" Imbuh Verrel, datar.

"Tau lo Han, mau aja di perintah ama tuh Bu itik," imbuh Daniel malas.

Bu itik adalah panggilan spesial Daniel untuk Bu Siti, karena rok ketat yang menempel di badan gemuk wanita itu.

Deon dan Verrel terkekeh mendengar penuturan Daniel.

Verrel hampir saja melangkahkan kakinya keluar dari area lapangan. Tapi, mendengar kalimat Farhan yang terkesan tak santai ia kembali menghentikan langkahnya. Apalagi, nada tenangnya semakin membuat Verrel tersulut emosi.

Farhan berusaha bersikap tenang. Bahkan, sangat tenang. "Gue juga malas ladenin kalian, sampah!" desis Farhan, menekankan kata sampah.

Siswi-siswi yang berdiri di pinggir lapangan memekik kaget. Semakin menjadikan 4 pemuda itu tontonan, tak ingin ketinggalan layaknya menonton film layar lebar.

"What ..."

"Itu Farhan? Kok berubah gitu yah?"

"Adiknya sendiri juga."

"Mungkin Verrel kali yang salah. Verrel kan badboy, paling juga buat ulah lagi."

Berbeda dengan siswi-siswi yang terkejut. Para pemuda yang menyaksikan perang dingin itu berteriak heboh.

"Wahh, seru nih." Antusias salah satu siswa yang di balas pelototan tajam oleh siswi yang mendengarnya.

Verrel membalikkan badannya, memandang Farhan dengan tatapan tajamnya. "*******!! Jaga mulut lo," hardik Verrel tajam.

"Wahh, nyari masalah nih orang," timpal Daniel, mengambil bola basket yang di injak nya. Sedangkan Deon, menoleh dan memandang Farhan dengan sorot mata tajamnya.

"Maksud lo apaan ngomong gitu?" tanya Verrel tajam.

Netra Verrel memandang tajam. Sedangkan Farhan, hanya menampilkan ekspresi tenang.

Bahkan, Farhan tersenyum tipis ke arah 3 pemuda itu. Tapi menurut Verrel, Deon dan Daniel itu adalah senyum menyebalkan.

Dengan telapak tangan yang sudah panas mereka meredam emosinya. Bukannya takut adu jotos dengan Farhan, hanya saja Daniel dan Deon tidak ingin menambah masalah Verrel. Berurusan dengan Farhan akan menarik sang papa pilih kasih itu campur tangan.

"Gue nggak ngomong yang sampah itu siapa. Tapi ..." Farhan menjeda kalimatnya. "Kalo lo ngerasa yah, syukur Alhamdulillah," ucapnya dengan santai memasukan sebelah tangannya ke saku.

Farhan memang pandai mengendalikan ekspresinya. Ekspresi dan sikapnya tenang seolah-olah tak terjadi apa-apa, Farhan harus benar-benar menjaga image-nya di sekolah ini. Apalagi sekarang mereka telah di kerumuni oleh penghuni sekolah yang kurang kerjaan! Bukannya ke kantin malah nangkring di pinggir lapangan.

Farhan bukan orang yang mudah tersulut emosi seperti Verrel. Akan sulit membuat Farhan merasakan hal yang sama seperti yang Verrel rasakan.

Farhan terlalu pandai, dan terlalu sempurna dalam segala hal. Tak pantas di bandingkan dengan Verrel yang hanya menang lebih dekat dengan gadis itu, apalagi setelah mengetahui Farhan menyukai gadis itu. Membuat Verrel semakin bersemangat walau harus meladeni sikap gadis itu yang kadang-kadang menyebalkan.

Verrel menatap Farhan dengan tatapan tajamnya, netra hitam pekatnya memerah siap untuk meledakkan emosinya.

Farhan, Deon dan Daniel menyadari pancaran mata mengerikan yang Verrel lemparkan. Daniel dan Deon hanya mengangkat bahunya acuh, dan memilih duduk bersila menatap kedua orang di depannya.

Bukannya melerai malah mendukung, sahabat yang baik memang. Menurut mereka, daripada ikut campur masalah dua saudara ini mending mereka duduk untuk sekedar menyaksikan, setidaknya mereka tidak akan terkena masalah.

Deon dan Daniel juga sedikit ngeri untuk menarik Verrel pergi dari tempatnya saat ini. Makanya, mereka hanya menyaksikan dalam diam tanpa ikut berkomentar ataupun memanas-manasi. Tentu saja, dengan mulut yang tak henti-hentinya komat-kamit memohon agar tak ada guru yang menyaksikan adegan ini.

Farhan menerima tatapan itu dengan senang hati, tercetak senyum miring di wajah pemuda itu.

BUGH!

"KYAAA ...," pekik histeris salah satu siswi seakan-akan dialah yang merasakan sakitnya.

"Wahh seruuu nih."

"Gila, pedes."

"Gue nggak nyangka sumpah, tapi... SERUU!!!"

"Gue nggak rela Farhan bonyok gitu:("

"Gue nggak nyangka Verrel nekad, kakaknya sendiri coba!"

"PANGGIL GURU CEPETAN!!!" pekik salah satu siswi yang sedang panik. Siswi cupu yang kebetulan berada di kerumunan itu, menunduk ketakutan setelah mengucapkan kalimatnya. Bagaimana tidak! semua orang yang mendengar kalimat itu menatap tajam ke arahnya.

"Cih ... Bangun lo, ANAK MANJA!!!" Verrel meludah ke samping kirinya setelah menendang Farhan hingga pemuda itu tersungkur.

Ekspresi Farhan masih tetap tenang. Berbeda dengan Verrel yang sudah tak dapat mengendalikan emosinya lagi.

Farhan bangkit dan membersihkan sedikit seragamnya yang kotor akibat tendangan mendadak dari adik durhakanya itu.

Mau bagaimana pun! Farhan yang harus mengalah dia kakak dan ketua osis, yang mempunyai adik seorang Verrel si pentolan sekolah.

"Tendangan lo lumayan juga," ujar Farhan, santai. Farhan mengukir senyum remeh di wajahnya.

"Nggak usah senyum-senyum gitu. Kalo lo berani BALAS!" sinis Verrel berapi-api.

"Gue nggak punya waktu ladenin lo," tolak Farhan memilih mengakhiri.

"Sok sibuk lo! Anak manja kek lo mana ada kerjaan!!" hardik Verrel.

"Justru lo yang nggak ada kerjaan!" balas Farhan.

"Seenggaknya gue nggak sok sibuk kayak lo! Sialan!!!" umpat Verrel, ia masih saja tak dapat meredam emosinya.

"Anak manja!" desis Verrel.

"Jadi lo iri karena papa lebih sayang gue daripada lo yang juga anaknya?" tutur Farhan dengan nada meremehkan.

Bahkan! ia tak segan-segan membuka sedikit masalah keluarganya yang kurang harmonis.

"Makanya jadi anak berbakti dikit. Jangan cuman bisa buat masalah, bikin keluarga malu. Nggak berguna!"

"Tutup mulut lo!"

"Dan satu lagi, gue nggak pernah balas perbuatan lo itu karena lo masih adik gue. Meski lo durhaka yah tetap aja!!!"

Para netijen di pinggir lapangan terkejut dengan pernyataan terang-terangan Farhan. Tapi hal itu, tidak membuat mereka untuk tidak menyukai Verrel. Nyatanya masih banyak bahkan ratusan siswi masih mendambakan Verrel untuk menjadi pacar mereka. Bahkan ada yang sampai rela di bully, di hina abis-abisan oleh Verrel, Deon dan Daniel karena sikap nekad gadis itu.

Verrel membuang muka, tiga detik berikutnya Verrel menampilkan smirk-nya. Sepertinya pemuda itu punya cara jitu membuat Farhan emosi.

Verrel tersenyum miring, memandang menulusuri kerumunan-kerumunan di pinggir lapangan, membuat Farhan menatap Verrel bingung.

"Mau buat ulah apalagi anak ini?" batin Farhan, bingung.

Farhan mulai merasa jengah akan situasi ini. Pemuda itu hendak melangkah pergi, hingga suara tajam Verrel menghentikan langkahnya.

"Mau kemana lo? Oh iya, kemarin gue jalan ama sih bocah loh," tutur Verrel yang terdengar menyebalkan di pendengaran Farhan. Deon dan Daniel yang duduk bersila tidak jauh dari tempatnya berdiri berkerut bingung.

"Yon, maksud sih Verrel bocah. Bocah siapa sih?" tanya Daniel setengah berbisik.

Deon menggeleng. "Gue juga nggak tau, udah mending nonton aja seru nih!" seru Deon.

Verrel tersenyum miring melihat Farhan masih belum menyahut ucapannya.

Netijen yang menyaksikan berkerut bingung. Bisikan-bisikan mulai terdengar keras, mereka masih saja tak mengerti akan ucapan Verrel. Tapi, melihat ekspresi Farhan yang sedikit berubah membuat mereka yakin ada sesuatu di kalimat itu.

1
alysa natalia_
kak ga ada niat buat di terbitkan?
jk_vn
aku baca lagi thor + kalo boleh tau author nya sekarang ada di lapak mana?
jk_vn
aku baca lagi thor + kalo boleh tau author nya sekarang ada di lapak mana?
Rifa Endro
kebangetan Lo, Ra !!! kebangetan polos dan lugunya🙈🙈🙈
Nenk NOER
ceritanya menarik Aku udah baca sesion 1 dan 2 nya...
Nenk NOER
Udah baca sesion 1 dan 2 semuanya menarik..penuh air mata.. semangat Thor..terus berkarya..💪💪❤️
Nana_sabil
blm move on baca lagi deeh😁
Maryam Renhoran
Endingnya sangat mngecewakan
Maryam Renhoran
jadi malas bacanya, yg tertindas makin tertindas
jk_vn
suka novelnya,,pas inget waktu sekolah
anak_ultramen
othor ini menolak happy ending
alysa natalia_
kapan novel nya di terbitkan?
hellonan.
kak Farhan 😍
Nacita
part ini gue scroll doank ga pengen baca sumpah 😭😭😭😭😭😭
Nacita
anjrit gue santet tuh s martin....
Nacita
aku gasuka verel deket sm cwe lain selain zahra😔
Nacita
aduh cahlaaaa cahla....
Nacita
sedih sangatttt....
Nacita
iyakan rumit 😔
Nacita
semua yg baca mengutuk kamu martin sialan.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!