Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KRITIS
Deerrrrrtt derrrttttt deerrrrrtt
Ponsel Rey bergetar, banyak panggilan masuk hari ini.
Rey tengah mengurus pemakaman ayahnya, hingga tak sempat menjawab panggilan itu.
Bu Tari yang mengetahui kecelakaan anaknya segera bergegas menuju rumah sakit, sedang ayah Vina menunggu proses pemakaman itu selesai baru memberi tau mantunya.
Rey tampak terpukul dengan kepergian ayahnya.
Dia juga khawatir memikirkan istrinya yang susah dihubungi.
" nak rey yang tabah ya." ucap ayah Vina menghampiri mantunya.
" ya yah, terima kasih yah." ucap Rey lalu memeluk ayah mertuanya.
Melihat kondisi Rey sekarang ayah ragu untuk memberitahu kabar perihal kecelakaan anaknya.
" kamu bisa anggap ayah seperti ayah kandung kamu nak Rey." ucap ayah Vina
Rey kembali memeluk mertuanya sambil menitikan air mata.
Rey masuk kamar setelah semua proses pemakaman selesai.
Dia kecewa, sedih karena istrinya tak ada disampingnya.
" kemana yah kamu dek" batinnya
Dia membuka ponsel, ternyata terdapat banyak panggilan dari Vina.
Segera ia menghubungi istrinya itu.
" hallo." ucap seorang wanita
" hallo, dek? " ucap Rey yang merasa janggal dengan suara yang menjawab telfonnya.
" nak Rey, ini ibu." jawab Bu Tari,
"bu Tari, Vina sekarang lagi dirumah ya Bu?" tanya Rey lagi.
" Vina lagi dirumah sakit nak Rey." jawab Bu Tari dengan suara hampir menangis.
Setelah mendapat alamat rumah sakitnya, Rey segera menuju rumah sakit tempat istrinya dirawat.
Dia mengendarai mobilnya kencang, pikirannya kalut, hatinya gelisah, khawatir apa yang sebenarnya terjadi pada Vina.
Sesampainya di rumah sakit, ia melihat Putri dan Indah yang duduk diruang tunggu IGD.
Dia lalu berlari menghampiri Bu Tari yang tertunduk lesu disamping ayah Vina.
" yah, sebenarnya ada apa ini?" tanya Rey panik
" Vina kecelakaan, mobilnya ditabrak truk, sampai sekarang dia belum sadar." jawab Ayah dengan expresi sedihnya.
Rey terdiam sesaat,
" kok bisa dia kecelakaan sendiri, bukanya kalian bersama." tanya Rey kepada Putri
" maaf kak, setelah mendengar Pak Dika meninggal, dia nekat pulang naik taksi online, kami sudah menyuruhnya pulang besok pagi, karena saat itu hujan deras, tapi Vina kekeh ingin pulang malam itu juga." Putri menangis sambil menceritakan kronologinya.
" maaf kak, kami gak bisa jagain Vina." saut Indah sesenggukan
Rey hanya diam, pikirannya kalut.
" lalu keadaanya sekarang gimana?"
Tanya Rey lanjut
" kita masih menunggu dokter, dari semalem Vina belum sadarkan diri." jawab ayah
Rey memaksa masuk ruang tempat Vina dirawat.
Terlihat istrinya terbaring lemah dengan perban membalut kepalanya.
" maaf mas, silahkan untuk keluarga pasien menunggu diluar." ucap seorang perawat, setelah melihat kedatangan Rey.
Rey keluar dengan wajah sendu, dia terduduk lemas disamping mertuanya.
Putri dan Indah tak hentinya menangis, dia merasa bersalah karena membiarkan sahabatnya itu pulang sendirian.
Sementara Evan tengah duduk di taman rumah sakit, dia tidak sanggup melihat pujaan hatinya terbaring lemah di ruang gawat darurat.
Setelah sekian lama akhirnya dokter keluar.
" dok gimana keadaan istri saya." ucap Rey yang langsung menghampiri dokter.
" mas tenang dulu, istri anda mengalami pendarahan di kepala, dan masih kritis akibat benturan di kepalanya." jawab dokter
" jika sampai besok dia belum melewati masa kritisnya, kemungkinan dia akan mengalami koma." jelas dokter lebih lanjut.
Rey terdiam, dia sangat syok mendengar keadaan istrinya.
Bu Tari yang mendengar penjelasan dokter langsung terkulai lemas, hingga tak sadarkan diri.
.........
Rey masuk ke ruangan istrinya, dia duduk disamping ranjang, menggenggam erat tangan istrinya.
Air matanya mengalir, hatinya sesak, menyaksikan wanita yang dicintainya tergolek lemah tak berdaya.
" buka matanya sayang, maafin kakak gak bisa jagain kamu." ucapnya lalu menangis.
Putri dan Indah gemetar memasuki ruangan.
" kak maafin kami." ucap Putri
Rey hanya diam.
" Pak Reyhan silahkan keruangan dokter, ada yang ingin dokter sampaikan." ucap seorang suster
" Put, jagain Vina dulu." ucap Rey, lalu meninggalkan ruangan.
Putri dan Indah kini duduk si samping ranjang sahabatnya.
" Vin bangun Vin... " ucap Indah sambil menggenggam erat tangan Vina.
Lalu Evan datang, dia terdiam saat melihat kondisi Vina.
" kalau ada apa-apa sama Vina kalian tanggung jawab." ucap Evan meluapkan emosinya.
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak