NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Pelarian

Bukan Sekedar Pelarian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Pihak Ketiga / Cinta Murni / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Karena setiap orang memiliki rahasia.

Ellio yang baru sadar dari koma baru tahu bahwa gadis yang menjadi alasannya untuk bertahan hidup ternyata sudah membagi hatinya untuk orang lain. Patah hati tentu membuat Ellio hampir kehilangan arah. Namun, tekad untuk mendapatkan kembali cintanya mendorong ia lebih keras untuk segera pulih.

Di saat yang sama, ada Putri
yang mencintai Ellio dalam diam. Ia yang hanya berperan sebagai figuran di kisah cinta Ellio dan Shanum. Dia yang selalu ada untuk Ellio, malah menjadi tersangka yang harus di adili untuk kesalahan yang sebenarnya tidak patut di salahkan. Jatuh cinta.

Siapa yang bisa memvonis bahwa jatuh cinta adalah kesalahan ? Mungkin hanya Ellio. Dan, ketika Ellio baru menyadari arti kehadiran Putri, gadis itu sudah pergi. Menghilang seperti permintaan Ellio terakhir kali.

Cinta, benci serta sebuah tahta yang harus di teruskan, bagaimana kisah ini akan berakhir ?

Baca juga :
~Bima & Ellena : Pernikahan Kontrak
~Senja di Moorea

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSP#30

Ellio tersenyum kecil seraya menikmati sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui kaca jendela kamar yang tirainya sudah tersibak. Pria tampan itu duduk di kursi roda dengan perasaan tak sabaran untuk bertemu gadis yang sangat di cintainya yang tak lama lagi akan segera datang. Tangan kanannya tak henti-henti mengetuk-ngetuk pahanya sembari menghitung setiap detik yang sudah berlalu.

Dan, benar saja. Baru beberapa menit Ellio memikirkannya, suara pintu terbuka meyakinkan Ellio bahwa gadis itu benar-benar sudah datang.

"Sha..." Senyum mengembang di wajah Ellio dengan tangan yang memutar arah kursi rodanya menghadap ke arah pintu.

"Hai !" Sapa Shanum balas tersenyum. Gadis itu tampak selalu cantik seperti biasa.

Wajah Ellio perlahan suram. Senyum yang mengembang di wajahnya kini mulai surut. Pasalnya, tak hanya Shanum saja yang datang. Ada seorang pria tampan dengan setelan jas lengkap yang juga ikut bersamanya yang membuat Ellio merasa bertanya-tanya.

"Sha, dia siapa ?" Tanya Ellio dengan firasat tidak enak.

"Oh, ini Andra sepupunya Bima." Sahut Shanum yang sebelumnya melirik ke arah pria yang berdiri di sebelahnya sebelum menjawab pertanyaan Ellio.

Andra tersenyum ramah ketika manik matanya bertabrakan dengan manik mata pemuda yang duduk di kursi roda itu. Ia dengan sigap melangkah mendekati Ellio, mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri dengan begitu ramah.

"Apa kabar, Ellio ? Senang akhirnya bisa ketemu kamu." Sapa Andra.

Ellio hanya mengangguk membalas sapaan Andra. Entah kenapa, Ellio merasa bahwa keberadaan Andra membuat sesuatu di dalam hatinya merasa ada yang ganjil. Posisinya seolah terancam oleh kehadiran Andra di tengah-tengah mereka.

"Kok kamu bisa bareng sepupu kak Bima, Sha ?" Tanya Ellio penuh selidik. Air mukanya sebisa mungkin ia netralkan demi menahan gejolak rasa cemburu yang mulai membanjiri hati. Ya, Ellio merasa bahwa Andra adalah sebuah ancaman baginya.

"Itu.. tadi aku nggak sengaja ketemu di depan rumah sakit. Katanya dia mau jenguk teman dia yang lagi di rawat juga di sini. Terus, karena dia katanya mau sekalian kenalan sama adiknya Ellena, makanya aku bawa sekalian ke sini. Iya kan, Ndra ?" Shanum menyikut perut Andra. Meminta pembenaran atas kalimat bohong yang ia rangkai untuk membodohi Ellio.

"Ya. Itu benar." Andra sedikit terkesiap dan menjawab seadanya.

"Terima kasih karena sudah mempedulikan saya." Ucap Ellio kepada pria yang masih berdiri di samping Shanum. Pria itu sepertinya tidak mau juga beranjak pergi dari ruangan ini.

Ellio tertegun sambil memperhatikan bagaimana cara kedua insan yang sedang berdiri berdampingan di hadapannya saling melempar pandangan. Pria yang masih duduk di kursi roda itu berusaha menghirup oksigen sebanyak mungkin demi mengusir sesak di dalam hati. Ada cinta yang bisa Ellio tangkap dari cara keduanya saling bertatapan. Dan, itu benar-benar menyakiti Ellio.

Kini, Ellio tahu alasan mengapa Shanum terkadang menghindar dari sentuhannya selama ini. Perasaan gadis itu terhadapnya sudah mulai berubah. Dan, bisa Ellio pastikan bahwa alasan di balik itu semua adalah Andra. Sepupu dari kakak iparnya sendiri.

Ellio tertawa miris dalam hati. Waktu yang panjang yang telah ia lewatkan nyatanya sudah merubah banyak hal yang Ellio dulu percayai tak akan pernah berubah. Pria itu harus menelan pil pahit bahwa seiring perubahan yang terus terjadi selama 5 tahun tanpa dirinya ini, Shanum juga termasuk dalam proses perubahan itu. Gadis kesayangannya sudah berpindah hati. Dan Ellio belum siap menerima kenyataan itu.

"Ellio ? Kok bengong ?" Tegur Shanum keheranan. Segera dia memberi kode kepada Andra agar pria itu segera pergi dari tempat itu.

"Nggak. Aku nggak apa-apa." Seru Ellio dengan senyum terpaksa.

Jujur, Ellio rasanya ingin bangkit dan menerjang Andra yang sudah membuat Shanum berubah. Namun, hal itu tentu saja urung ia lakukan mengingat kondisi kakinya yang masih belum sembuh total. Di tambah lagi, dugaannya bisa saja salah, bukan ?

Bagaimana jika ternyata hal ia sebutkan tadi sebenarnya tidak terjadi dan itu hanya asumsi sepihak dari Ellio saja ? Tentu Shanum akan marah besar dan akan ada kesenjangan yang tercipta antara dia dan Andra di masa depan. Biar bagaimana pun, mereka secara tidak langsung sudah menjadi keluarga melalui jalinan pernikahan antara Ellena dan Bima. Dan Ellio tak ingin dugaan tak berdasarnya menjadi penghalang keakraban mereka di masa depan.

"Kalau gitu, aku pamit duluan ya. Masih ada kerjaan penting di kantor. Ellio ! Cepat sembuh ya."

Andra berbalik badan. Membuka pintu itu kembali dan segera pergi meninggalkan Shanum dan Ellio berdua. Meski rasa cemburu menikam hati Andra ketika harus meninggalkan gadis yang di cintainya bersama lelaki lain, namun Andra mencoba untuk tidak egois.

Ellio masih membutuhkan Shanum demi kesembuhannya. Dan, Andra tentu saja percaya bahwa Shanum saat ini hanya mencintainya dan merawat Ellio benar-benar hanya karena rasa sayang sebagai sesama sahabat saja. Bukan lagi karena rasa cinta.

"Kamu udah sarapan belum ?" Shanum bergerak menyimpan tasnya di atas meja kemudian duduk di atas sofa.

"Belum. Aku lagi nungguin kamu." Jawab Ellio yang masih mencoba menata kembali suasana hatinya.

"Manja banget, sih." Cibir Shanum seraya bergerak mengambil mangkuk berisi bubur di atas nakas dekat brankar tempat tidur Ellio.

"Sha ? Kamu deket banget ya sama cowok tadi ?" Tanya Ellio di sela-sela aktivitas makannya.

"Kenapa ? Kok kamu nanya gitu ?" Gugup. Itu yang saat ini Shanum rasakan ketika Ellio bertanya.

"Nggak apa-apa. Cuma pengen tahu aja."

"Nggak kok. Kami cuma kenal gitu-gitu aja." Jawab Shanum yang sayangnya bisa Ellio tangkap sebagai sebuah kebohongan.

"Kamu yakin, Sha ?"

"Kamu kenapa sih, Ellio ? Kamu nggak percaya sama aku ya ?" Shanum berpindah duduk di sofa. Ia meletakkan mangkuk bubur yang sudah habis di atas meja.

"Bukan gitu, Shanum. Tolong jangan salah paham. Aku cuma sekedar pengen tahu aja."

"Kan aku udah bilang aku nggak sedekat itu sama dia." Shanum membuang muka. Enggan menatap wajah Ellio yang mulai terlihat menyedihkan.

Ellio tertunduk di kursi rodanya. Penyangkalan Shanum semakin membuat keyakinan Ellio bahwa kekasihnya itu benar-benar telah berpindah hati. Namun meski begitu, tak ada niat sedikit pun dalam hati Ellio untuk menyerah sekarang. Masih ada cukup waktu untuk dirinya kembali merebut hati Shanum yang terlanjur berpindah. Dan, Ellio bertekad akan melakukannya meski jalanan yang akan dia lalui tidak akan semulus di masa lalu.

"Sha ! Jangan tinggalin aku ya." Lirih Ellio penuh pengharapan.

"Kenapa kamu tiba-tiba ngomong gitu ?" Shanum terkesiap heran.

"Pengen aja."

Shanum menatap wajah sendu Ellio. Ada luka yang pria itu sembunyikan meski bibirnya masih setia mengukir senyum. Hati Shanum mulai gelisah. Apa keputusannya mempertemukan Andra dengan Ellio salah ? Apa Ellio menyadari ada sesuatu yang sudah terjadi antara dirinya dan Andra ? Tidak mungkin kan ? Padahal, alasan Shanum mempertemukan Andra dan Ellio adalah agar Andra tidak merasa cemburu lagi. Namun, yang justru terjadi sekarang malah Ellio yang sekarang merasakan hal itu.

"Udah ! Kamu nggak usah pikirin perkataan aku. Anterin aku jalan-jalan yuk !" Putus Ellio kemudian. Pria itu sudah kembali berucap ceria seperti biasa.

Shanum hanya mengangguk. Menepis segala prasangka buruk yang barusan ia pikirkan, Shanum akhirnya melakukan perintah Ellio. Mendorong kursi roda pria itu keluar ruangan untuk berjalan-jalan menghirup udara pagi yang masih terasa segar.

1
Sri Afrilinda
suka ceritanya thour😍💪🤗
Sri Afrilinda
Masyaallah... Senyumnya mengalihkan dunia ku.... 🤭🤭
Sri Afrilinda
manis bangettt 😍😍😍
Sri Afrilinda
🤣🤣🤣🤣🤣
Desty Winianti
ini novel udh lama bgt..tp ak baru baca🤣....btw visual putri udh almarhum
Han*_sal
terimakasih .aku suka. muuuah
Ririn Satkwantono
makasih utk cerita si ganteng kk author.. sukses slu
Ririn Satkwantono
siapa yg melindungi siapa... wkwkwk..
murat tau nggk klo putri anak.adimas
Ririn Satkwantono
wiih.. tamat kah thor
Ririn Satkwantono
nnt klo marahan .. ellio pasti yg babak belur🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
cocok dpt menantu kyk ellio... hello kitty jg🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
ellio cmbokur🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
duh Gusti... senyumnya itu lho.. ellio
Ririn Satkwantono
Masyaa Allah... siapa yg nggk mau, klo ellio khilaf🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ada ular tp bukan cobra🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Satkwantono
jd kngen darren dirikuuuhhh
Ririn Satkwantono
ci cuit si ellio
Ririn Satkwantono
sayang nya... bima nggk hadir
Ririn Satkwantono
knp ellio slu ditunjukin sih foto nya... aq tkut terbawa mimpi... wkwkwk
Ririn Satkwantono
putri nangis... ellio mewek jg🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!