NovelToon NovelToon
Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Duda
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Nadira, gadis miskin dari desa, datang ke kota demi biaya pengobatan ibunya. Hidupnya berubah ketika ia menemukan seorang wanita tewas di pinggir jalan dan tanpa sengaja menjadi tersangka pembunuhan karena DNA-nya ditemukan di tubuh korban.

Korban itu adalah Nayla Adiprana, istri Mahesa Adiprana, pengusaha kaya yang dipenuhi duka dan amarah. Sebagai hukuman, Mahesa memaksa Nadira menikah dengannya dan hidup menderita di rumahnya.

Namun seiring waktu, Mahesa mulai melihat ketulusan Nadira yang merawat putranya dengan penuh kasih. Saat benih cinta tumbuh, kebenaran mengejutkan terungkap.

Akankah Nadira memaafkannya atau justru Nadira akan menjauh darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Diana menatap Arya dengan tidak percaya. " Arya! Apa yang kamu katakan barusan? Kenapa kamu membela wanita itu? Apa kamu sudah terjebak perangkap nya juga?." Diana melotot ke arah Arya dengan ketidakpercayaan.

" Ma, ini bukan saatnya untuk berdebat. Sebaiknya mama berdoa untuk keselamatan Keano. Arya hanya mengatakan jika Nadira khawatir, itu saja ma." ujar Arya mencoba memperbaiki suasana.

Diana melipat kedua tangannya di dada, kemudian ia duduk di kursi yang ada di sana dengan perasaan kesal. Diana meletakkan tas mahalnya di sampingnya.

Sementara Arya terus memandangi layar ponselnya. Mahesa benar benar tidak bisa di hubungi. Arya sangat khawatir dengan keadaan Keano.

Tak berselang lama akhirnya dokter keluar. Dengan cepat Arya bangkit dari duduknya dan menghampiri sang dokter. Ia langsung menanyakan keadaan Keano.

Dokter itu tampak serius, " Tuan dan nyonya, bayi itu mengalami alergi susu. Kemerahan di badannya akibat dari alergi Itu. Kami sudah memberikan resep obat dan susu rekomendasi untuk nya. Untungnya keadaannya tidak begitu mengkhawatirkan jadi dia bisa di bawa pulang malam ini juga." ujar sang dokter.

" Apa? Alergi susu? Selama ini cucuku meminum susu yang sama dan tidak pernah alergi!." Diana terlihat khawatir.

" Tapi kenyataannya seperti itu nyonya, kami akan merekomendasikan susu formula yang cocok dengan cucu anda. Mari ikut saya ke ruangan."

Diana terdiam, ia memutuskan untuk ikut. Sementara Arya masih mematung di tempatnya.

Ada perasaan lega dalam hatinya saat mengetahui keadaan Keano baik baik saja.

Arya masuk ke dalam ruangan setelah di izinkan, ia melihat pemandangan yang membuatnya melihat Nadira dengan berbeda.

Nadira mengelus kepala Keano dengan lembut, ia juga mencium punggung tangan Keano yang sedang tertidur.

Arya mencoba mendekat untuk melihat keadaan Keano lebih jelas. Bintik kemerahan di badannya mulai memudar, bersamaan dengan Keano yang terlihat mulai tenang.

Nadira menyadari kedatangan Arya, ia berdiri dan menunduk seperti biasa.

" Aku tidak menyangka jika kamu sangat perhatian pada Keano. Pantas saja dia nyaman bersamamu. Aku tidak tahu niat apa yang ada di balik sikapmu ini, tapi aku berterimakasih karena kamu sudah sigap menjaga Keano saat seperti ini."

Arya menurunkan egonya, ia berterimakasih kepada Nadira. Berkat Nadira yang cekatan, Keano bisa di bawa ke rumah sakit dengan selamat.

Nadira tak bicara, ia masih ingat bagaimana pria itu akan membunuhnya suatu hari nanti bersama kakaknya.

Arya memutuskan untuk tidak melanjutkan bicaranya, ia perlahan menggendong Keano karena mereka akan pulang.

Keano masih tidur, ia seolah sedang beristirahat setelah beberapa saat merasakan lelah karena menangis.

Arya berjalan keluar, sementara Nadira mengekor dari belakang.

Arya tak menunggu ibunya lagi, ia memutuskan untuk langsung membawa Keano pulang karena harus istirahat. Arya juga melirik Nadira yang mengekor di belakangnya.

Tak berselang lama mereka tiba di mobil, Arya meletakkan Keano dalam pangkuan Nadira yang sudah masuk duluan.

Tak ada percakapan yang terjadi, Arya menyetir dengan pelan, sementara Nadira membelai lembut rambut Keano.

Sesekali Arya melirik Nadira, entah kenapa ia mulai percaya kalau Nadira berhati baik. Setelah semua yang dilakukan Mahesa padanya, ia tak membenci Keano sama sekali bahkan merawatnya dengan baik.

Arya menghela nafas berat. " Kamu mau minum apa?."

Nadira berhenti sejenak dari aktifitasnya, tapi pandangannya tak benar benar mengarah pada Arya.

" Tuan bicara dengan saya?." tanya nya tanpa menatap ke arah Arya.

" Siapa lagi kalau bukan denganmu, apa aku sedang bicara dengan Keano yang tertidur atau aku bicara dengan mobil ini?."

Nadira kembali memandang ke arah Keano. " Saya tidak butuh minum apapun tuan, saya hanya ingin segera pulang dan meletakkan Keano di ranjangnya."

Arya kembali melirik Nadira. Walaupun Nadira mengatakan tidak membutuhkan minuman yang ia tawarkan, tapi Arya tetap berhenti di sebuah cafe dan memesan cappucino untuk Nadira.

Tak berselang lama Arya kembali ke dalam mobil sambil membawa dua gelas Cappucino full cream. Ia bahkan membuka minuman itu dan meletakkan sedotan di sana untuk Nadira.

" Ini, minum lah. Perjalanan masih panjang, kamu terlihat pucat." ucap Arya.

Nadira tak percaya jika Arya bersikap baik padanya.

" Tidak perlu tuan... Saya tidak..."

Ucapan Nadira terputus saat melihat Arya menarik tangannya untuk menerima minuman itu.

" Minumlah!." Arya kembali menatap ke depan sambil kembali menyetir.

Sementara itu Nadira masih mencoba mencerna apa yang sedang terjadi. Tapi di sisi lain ia juga sadar jika sikap baik Arya karena pria itu berterimakasih padanya.

Nadira tak punya pilihan, memang sejak tadi ia kehausan. Nadira memutuskan untuk minum dan menikmatinya.

Setelah percakapan terakhir tadi, tak ada lagi percakapan lanjutan, yang ada hanya hening di sepanjang jalan.

***

Di tempat lain, Mahesa merasa pusing karena minum terlalu banyak. Mahesa juga mulai berhalusinasi tentang Nayla.

" Nayla... Kamu terlalu cepat pergi!... Kamu menyisakan duka mendalam untukku! Aku harus apa? Siapa musuhmu hingga kamu di bunuh! Aku akan menukar jiwaku untukmu asalkan kamu kembali!."

Mahesa bicara sendiri dengan bayangan Nayla di pikirannya. Orang orang mulai memperhatikannya namun tak ada yang peduli.

Mahesa mengeluarkan dompetnya, ia meletakkan beberapa lembar uang di atas meja itu untuk membayar minumannya.

Dengan langkah gontai, ia meninggalkan bar.

Di luar, ia menghirup udara segar yang membuatnya terlihat lebih tenang.

Mahesa masuk ke dalam mobilnya, ia membuka ponselnya.

Matanya langsung terang saat melihat puluhan panggilan dari Arya. Lalu ia membaca pesan yang dikirim Arya.

" Kak... Keano masuk rumah sakit!."

Deg

Mahesa menggeleng tak percaya, ia langsung menghubungi nomor Arya saat itu juga.

Telepon tersambung.

" Bagaimana keadaan putraku?."

" Aku sedang dalam perjalanan membawanya pulang, darimana saja kamu sampai tidak mengangkat telepon sama sekali?." ~Arya

Mahesa tak menjawab pertanyaan Arya, ia melempar ponselnya ke sembarang arah kemudian ia tancap gas untuk kembali ke kediaman. Di sepanjang jalan ia begitu khawatir, gelisah, dan takut. Semuanya bercampur aduk.

Dengan kecepatan penuh Mahesa membelah jalanan kota malam itu. Mahesa sangat menyesal karena tidak mengetahui jika Keano sedang sakit. Mahesa mengutuk perbuatannya yang malah datang ke bar itu dan melepaskan bebannya di sana, padahal Keano sedang membutuhkannya.

Mahesa sudah cukup dekat dengan kediaman, ia semakin mempercepat laju mobilnya. Mahesa memasuki halaman rumah, ia kemudian melihat mobil Arya di depannya.

Mahesa langsung keluar dari mobilnya, ia berlari ke arah mobil Arya. Di sana tak ada siapapun, Arya telah masuk ke dalam rumah.

Mahesa berlari memasuki rumah, sesampainya di ruang tamu ia sudah di sambut oleh Arya. Arya menatap ke arahnya dengan marah.

Bug

Sebuah pukulan keras Arya layangkan ke wajah Mahesa. Arya begitu kesal pada kakaknya yang tidak mengangkat telepon sama sekali.

" Kamu! ayah yang tidak berguna!.

1
Haura Az Zahra
👍
Emi Sudiarni
ad yg jatuh cinta ni..
Quin: hehehe iya ni lagi cemburu2 gemas 🤭
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
Quin: mohon maaf ya teman teman untuk beberapa hari ini saya tidak bisa upload dulu karena sedang ada urusan penting 🙏 mohon dimaklumi ya teman teman, 🩷🩷🩷 saya berjanji akan kembali melanjutkan ceritanya 🥰🥰 love you all 🩷
total 1 replies
Emi Sudiarni
kren kak, di tungu kelanjutannya
Emi Sudiarni
lanjut kak...
Quin: ciapp👍🤭
total 1 replies
Emi Sudiarni
entar lo jatuh cinta ama nadira.
Emi Sudiarni
kamu tu mahesa yg peluk anindira🤣🤣
NN
lanjut
Quin: okeyy best👍😍
total 1 replies
Ma Em
Semoga kebenarannya segera terungkap agar Nadira bisa cepat bebas dari siksaan Mahesa , dan bisa pulang kerumah ibunya .
Quin: terimakasih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!