Namanya Ahmad Lukman Al hafiz
Seorang gus yang terkenal dengan hukuman yang tidak main main dan sedikit kejam. Seorang gus yang dingin, cuek dan galak. Mendapatkan julukan Gus galak dari para santri termasuk seorang santriwati yang sangat sering berurusan dengan gus Lukman.
Namanya Syafa Aisyah
Gadis cantik yang terkenal dengan tingkahnya yang sangat bandel, membuat siapa saja yang berurusan dengannya harus ekstra sabar dan bagi para santri di pesantren syafa hanya santri yang susah di atur. Namun belum banyak yang tau sisi lain dari dirinya yang terjadi dimasa lalu.
Siapa sangka suatu insiden yang membuat gus Lukman dan syafa harus hidup sebagai pasangan suami istri.
"Mau pamer sama senja, kalau gus lebih indah dari dia."
"Mimpi apa saya semalam sapai dapat istri bandel seperti kamu."
"Syafa boleh nyerah ngak Gus, Syafa capek."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @nyamm_113, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 030
Happy Reading,,,
[GUS LUKMAN & SYAFA]
Syafa terdiam melihat pemandangan di depannya, dimana Gus Lukman dan Ning Fitri terlihat serius mengobrol entah apa yang mereka bicarakan.
"MasyaAllah! Gus Lukman dan Ning Fitri cocok banget yah." Celetuk Isyana tiba-tiba.
Mereka bertiga sedang menunggu giliran untuk setoran hafalan malam ini, dan saat sedang sibuk menghafalkan kembali hafalannya Syafa malah melihat suaminya terlihat berbincang dengan Ning Fitri dan dia tidak suka itu alias cemburu. Iyalah cemburu, siapa yang ngak cemburu liat suami sendiri dekat dengan perempuan lain. Malah di depan mata lagi.
"Kalau di liat-liat kayanya Ning Fitri doang deh yang bicara dari tadi, sedangkan Gus Lukman biasa ajah responnya." Ucap Anjani. Dia juga melihat pemandangan didepan matanya namun sangat terlihat jika Gus Lukman tidak merespon Ning Fitri.
"Iya! Dari tadi siang lebih tepatnya Ning Fitri yang kaya ngejar Gus Lukman." Jawab Isyana.
"Ning Fitri berapa lama lagi sih disini?" Tanya Syafa tiba-tiba.
"MASIH LAMA!" Jawab keduanya bersamaan.
"Astaghfirullah, pelangin suara kalian."
"Heheh, maaf ukhti."
"Sebenarnya hubungan keduanya gimana sih?"
"Iya, jadi bingung sendiri."
"Bisa tidak kalian ngak usah bahas mereka!"
"Loh! Kenapa?"
"Jangan-jangan kamu cemburu?"
"Kalau iya memangnya kenapa?"
"HA! BENERAN KAMU SYAFA!"
"Ukhti yang di belakang tolong auratnya di jaga yah, jangan mengganggu temannya yang lain."
"Afwan ustadz."
Mereka bertiga kembali diam setelah mendapat teguran dari ustadz Kalasa sebagai pembina mereka untuk menyetor hafalan malam ini, sedangkan dari kejauhan Gus Lukman melihat Syafa yang sedang fokus menghafal sangat cantik di mata Gus Lukman.
Sedangkan Ning Fitri melihat Gus Lukman menatap Syafa merasa cemburu, dia akan mencari tau apa sebenarnya hubungan mereka.
###
"Gus, ana mau tanya boleh?" Tanya Ning Fitri pada Gus Lukman.
Mereka berdua sedang berada di halaman masjid, setelah sholat maghrib tadi Gus Lukman hendak kemabli ke ndalem namun tiba-tiba saja Ning Fitri menghampirinya.
"Silahkan." Jawabnya cuek.
Mereka tidak berdua saja kok, karena ada santri yang lain berkeliaran di halaman masjid. Jadi ketiganya bukan setan.
"Afwan Gus, sebenarnya Gus ada hubungan apa dengan Syafa?" Tanya Ning Fitri.
Gus Lukman yang mendengar itu terdiam beberapa saat, apa Ning Fitri sudah tau? Batin Gus Lukman.
"Kenapa?" Katanya dingin.
"Soalnya ana liat Gus terlihat dekat dengan santri putri itu." Jawabnya tak suka.
"Jika kami memiliki hubungan lebih dari santri dan guru apa Ning percaya?"
"Maksudnya Gus?"
Huft
"Kami sudah menikah."
Ning Fitri yang mendengar itu terdiam, syok, kaget. Apa benar yang dikatakan oleh Gus Lukman? Pikirnya.
"Apa itu benar?"
"Iya." Singkat, padat dan jelas.
"Apa itu alasan Gus menolak perjodohan ini?"
"Iya." Lagi. Sangat dingin.
"Aku ngak terima Gus! Aku tidak peduli jika Gus sudah menikah!"
"Dengar Ning! Dari awal saya sudah menolak perjodohan ini! Bahkan dari awal saya sama sekali tidak menyukai Ning." Jelasnya. "Masih ada yang lebih baik dari pada saya." Lanjutnya.
Ning Fitri tidak tau harus bereaksi seperti apa, dia sudah terlanjur sangat mencintai sosok laki-laki didepannya ini. Walau dia tau caranya mencintai Gus Lukman salah.
"Saya berharap Ning mengerti." Kata Gus Lukman.
Setelah itu meninggalkan Ning Fitri yang masih diam di tempatnya. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Gus Lukman apapun itu.
###
Setelah meninggalkan Ning Fitri Gus Lukman sudah ada di ndalem namun tidak menemukan siapa-siapa di rumah ini, kemana kedua orang tuanya? Tanyanya.
Sedangkan Ning Aqila tentu saja ada di masjid bersama santri yang lain, dia tetap mengikuti pengajian seperti santri lainnya.
Karena tidak menemukan kedua orang tuanya Gus Lukman memutuskan untuk kerumah saja, rumah yang sudah dia tempati beberapa minggu ini bersama istri kecilnya.
Gus Lukman duduk di shofa lalu memainkan handphonenya dengan serius, dia kembali melihat beberapa foto Saat dia dan Syafa di pantai kemarin.
Lukman_hafiz
Lukman_hafiz ♡ انت روحي
11,999 like
199 comments
FensGus MasyaAllah Gus😍
Kalasa_02 waduh apa nih?
@Lukman_hafiz
Bram_a pantasan kemarin ngilang ternyata lagi ke pantai toh! @Lukman_hafiz
Adinda_putt assalamu'alaikum Gus😍
Risa_fensGus pasti adeknya kan Gus?
Fitri_adnan ?? @Lukman_hafiz
Setelah memposting foto itu Gus Lukman beranjak kembali ke masjid, tidak mempedulikan komentar di akun instagram miliknya.
###
Setelah sholat isya berjamaah seperti biasa Syafa akan pulang ke rumahnya, sebenernya dia sangat merindukan asrama putri. Namun dia akan tetap menunggu sampai hukuman dari suaminya selesai entah sampai kapan.
Saat perjalanan pulang ke rumah tiba-tiba saja Syafa merasakan tetesan air mengenai punggung tangannya.
Tes
"Hujan kah?" Tanyanya pada dirinya sendiri. "Harus cepet-cepat pulang nih." Lanjutnya. Setelah itu Syafa mempercepat langkah kakinya untuk segera sampai di rumah.
Tin, tin
Suara klakson motor dari arah belakangnya, saat berbalik itu adalah Gus Lukman yang sedang mengendarai motor scoopy hitam miliknya.
"Mas." Kata Syafa saat Gus Lukman ada di depannya.
"Ayok! Bereng mas ajah, keburu hujan nanti." Katanya.
"Nanti ada yang liat mas, duluan ajah gih."
"Tidak Syafa, tidak ada yang liat."
"Tapi mas."
"Menolak ajakan suami dosa loh!"
"Yaudah deh Syafa ikut."
Syafa perlahan naik ke atas motor dengan bantuan memegang punggung suaminya.
"Sudah mas." Katanya. Saat posisinya sudah dirasa baik.
"Baiklah." Gus Lukman menjalankan motornya ke arah rumah dengan perasaan senang, pulang berdua dengan istrinya dengan naik motor bersama.
Tidak tau saja bawah mereka di perhatikan sedari tadi, siapa lagi jika bukan perempuan bercadar yakni Ning Fitri.
Setelah sampai dirumah Syafa menyimpan mukenahnya, lalu meninggalkan Gus Lukman dalam kamar yang sibuk mengganti jubahnya.
Syafa berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan makan malam dengan suaminya, dia tinggal menata di atas meja makan karena dia sudah memasak sebelum dia berangkat sholat maghrib tadi.
"Assalamu'alaikum." Salam Gus Lukman.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, mas."
Srekkk
Gus Lukman mengeser kursi untuk dia duduki, menatap Syafa yang sibuk menuangkan nasi kedalam piring.
"Segini cukup mas?" Tanya Syafa.
"Cukup." Jawab Gus Lukman dengan senyum.
Syafa menganggukkan kepalanya, lalu mengambil lauk pauk untuk suaminya.
"Terimakasih istri."
"Sama-sama mas suami."
Setelah itu Syafa mengambil makanan untuk dirinya sendiri, mereka berdua makan dalam diam.
Syafa sangat ingin menanyakan perihal saat dia melihat suaminya dan Ning Fitri mungkin setelah makan saja deh nanyanya batinnya.
Setelah beberapa menit makan malam bersama, mereka berdua membagi tugas Syafa mencuci piring bekas makan mereka dan Gus Lukman yang membereskan meja makan.
Setelah semua selesai, mereka naik ke lantai dua untuk istirahat.
"Mas, tadi ngapain ajah bareng Ning Fitri?" Celetuk Syafa. Tidak tahan dengan rasa penasarannya.
"Loh! Kamu liat?"
"Iya."
"Mas ngak aneh-aneh kok." Kata Gus Lukman. "Mas cuman ngasih tau kalau kita udah nikah." Lanjutnya dengan santai.
Syafa yang mendengar itu membulatkan matanya.
"Apa mas! Kok bisa sih? Terus respon Ning Fitri gimana?" Paniknya. Bagaimana mungkin suaminya memberitahukan pada Ning Fitri, bagaimana perasaan Ning Fitri. Syafa sangat merasa bersalah pada Ning Fitri.
"Ngak gimana-gimana, cuman kaget ajah." Jawabnya enteng.
"Mas! Kok bisa mas ngasih tau ih!" Kesal Syafa. Bisa-bisanya suaminya membocorkan pernikahan mereka. Dirinya tau pernikahannya dengan Gus Lukman pasti semua orang tau, tapi bukan dalam waktu yang dekat ini. Apa lagi Ning Fitri masih mengajar disini.
"Kan dia bertanya sama mas, ya mas jawablah." Lagi. Gus Lukman menjawab dengan tenang. "Syafa dengar, kita ngak mungkin terus-terusan menyembunyikan status pernikahan kita kan? Bahkan kedua temanmu pun akan tau." Lanjutnya.
"Tapi Syafa takut mas." Ujar Syafa.
"Kita lalui bersama-sama Syafa, kita berdua hanya perlu percaya satu sama lain. Oke!"
Syafa hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan, sedangkan Gus Lukman tersenyum lembut mengusap pelan kedua bahu istrinya.
Cup
"Tidak apa-apa sayang."
[GUS LUKMAN &SYAFA]
salken, thor
ada ada aj kamu ning....
sana pulang belajar lagi, atau g buka bukunya jgn dijdikan pajangan lemari kaca..
ambil tindakan apa kamu sama si ning nong neng gong itu...