NovelToon NovelToon
Cinta Ksatria Yudha Di Ufuk Cakrawala

Cinta Ksatria Yudha Di Ufuk Cakrawala

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:802.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: sinta amalia

Deminya ia rela mempertaruhkan nyawa. Pengabdian dan sumpah setia selalu menjadi prinsip di atas segalanya. Namun ketika pengabdian dan sumpah setia itu diuji dengan penghianatan, akankah ia berpaling dari janjinya?

"Kami mengabdi tanpa menghitung untung, berjuang di atas harapan sang bumi pertiwi, di seluruh penjuru langit khatulistiwa kami mengudara, mengumandangkan sumpah setia pada negri."

Bersama gadis pujaan hati, kisah Lettu Pratama Adiyudha mengudara melintasi cakrawala bumi pertiwi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Udah gede, ternyata.

Clemira berlari dari rumah, beralaskan sendal jepit dan piyama si ayam kuning menuju gerbang markomar, dimana pria itu menunggunya. Dan pria itu tengah mengobrol santai dengan prajurit yang menjaga serambi depan.

Dihampirinya pria dengam baret seindah warna senja lengkap dengan seragam loreng kebangaannya, dia....prajurit kesayangan bumi pertiwi.

"Kok kemaren ngga bilang mau nugas luar sih?" tanya nya masih mengatur nafas, memaksa Tama menyudahi obrolan asyik itu.

Bahkan alisnya tak bisa untuk tak mengernyit melihat roll'an masih menggulung bagian rambut depan dengan ponsel menggantung di leher, lagi enak-enaknya dengerin lagu favorit sambil catokan justru Tama memberikan info mengejutkan.

"Masih dalam masa percobaan, jadi harus siap sedia meskipun tugas dadakan." jawab Tama, pria ini mendengus geli nan singkat melihat tampilan Clemira yang memang sering out of the box tanpa peduli sekitarnya. Tapi over all, dimata Tama tampilan seperti inilah yang akan selalu ia rindukan.

Mungkin satu hari nanti, pemandangan inilah yang akan selalu ia lihat di rumah saat bangun tidur dan pulang bertugas.

Keduanya memutuskan bikin apel singkat di depan markormar, maka pilihannya mau tak mau mamang siomay yang sering lewat menjadi jajanan keduanya kali ini. Tama tak mau menyesal seperti yang sudah-sudah saat ia harus bertugas luar dan tak menemui gadisnya itu, alhasil ia harus menanggung beban rindu hingga berbulan-bulan. Untung saja Clemira tetap mengenalnya.

Duduk di atas kursi plastik seraya menikmati sepiring siomay kukus dengan bumbu kacang sudah biasa untuk Clemira saat apel dadakan begini.

"Minta jangan dipakein kecap ya bang, jangan pake pare juga. Hidup aku udah terlalu pait soalnya..." ujarnya berdiri di samping si mamang yang tengah membukakan tutup kukusan. Tama yang anteng duduk sambil menyaksikan gadis itu ngerepotin si mamangnya lebih memilih diam dan tak mau menambah beban pikiran tukang siomay.

"Itu siomaynya yang itu bang," tunjuknya meminta si mamang mengganti siomay yang telah terlebih dahulu ditusuk untuk kemudian berpindah ke piringnya, "kasian dia sendirian, yang barusan balikin lagi ke keluarganya, biar bisa arisan bareng..."

Berulang kali si mamang terkekeh mendengar ucapan nyeleneh bin ajaib anak letkol satu ini.

"Pake kentang, neng?" tanya bapak bertopi michelle lusuh itu.

"Pake satu aja, aku lagi butuh karbo biar kuat ngadepin kenyataan kalo pacar aku lebih seneng ibu-ibu ketimbang cewek gemesin kaya aku..."

"Ibu-ibu?" Tama bersuara membuat Cle dan mamang siomay menoleh padanya.

"Iya ibu. Ibu pertiwi..." jawab Cle meledakan tawa si mamang sepaket gelengannya, anak siapa sih nih?! Komposisi otaknya kurang tepung kanji kayanya.

Cuma bikin seporsi aja ngabisin 7 purnama, sementara untuk membuat porsi milik Tama si mamang cuma butuh 1 menit doang.

Clemira makan dengan lahap, padahal sebelumnya ia sengaja ngga makan dulu, soalnya mau diapelin Tama nanti, dan rencananya ia mau ngabisin duit Tama sampe bubuk, tapi takdir lebih sayang Tama....

"Lama?" tanya Clemira sambil mulutnya mengunyah siomay dengan lelehan bumbu kacang.

Tama menggeleng, "kurang tau. Bisa lama bisa engga, kalo di surat tugas sih cuma 3 hari. Tapi kalo urusannya belum selesai bisa diperpanjang lagi surat tugasnya."

Clemira mengangguk, ia menunduk khusyuk memperhatikan sisa potongan-potongan siomay di piringnya. Namun sorot matanya jauh lebih menerawang pada satu hari, dimana cuaca lagi panas-panasnya terus si dosen berkata jika kampus mengadakan field trip untuk liburan semester nanti.

"Kenapa?" tanya Tama yang melihat kekhusyuan Clemira, tak biasanya.

"Kampus juga mau ngadain field trip." jawabnya.

"Keperawatan juga ada field tripnya?" tanya Tama, maklumlah...ia tak berpengalaman kuliah di bidang kesehatan.

Clemira mengangguk, "mungkin mau ikut-ikutan fakultas lain, kebetulan banyak opsi fakes di nusantara yang kurang tenaga medisnya, contohnya di perbatasan atau pelosok-pelosok. Cuma sebagai pengenalan medan dan lingkungan aja sih, kata dosen. Itu pun ngga lama cuma semingguan," jelasnya lagi.

"Abi, umi ngijinin?" tanya Tama mencecar, memancing delikan bulu mata lentik Clemira, "ya pasti ijinin lah. Mereka lebih hafal, karena aku calon-calon abdi masyarakat. Kenapa? Emangnya kamu doang yang bisa ngabdi sama negara?" tantang Clemira.

Sadar akan sikap yang mulai posesif Tama meredakan keantusiasannya, "ya engga. Ngga apa-apa sih." Mendadak siomay yang telah dikunyah sampe lu mat persis bubur anak bayi itu begitu sulit ia telan.

Tama mengulas senyuman manis, semanis gula aren, "jadi ceritanya sama-sama bertugas nih?"

Clemira tertawa kecil, "cuma field trip singkat. Sebelum nanti aku bener-bener nugas beneran, kaya ma cut."

"Ada pilihan daerahnya? Atau dipilihin kampus?" tanya Tama, ia beranjak dari duduknya dan menaruh piring kotor itu di gerobak si mamang, lalu meraih gelas berisi teh tawar hangat yang disediakan mamang siomay.

"Kampus yang milih. Kalo ngga salah aku kemaren liat selembaran infonya tuh ada puskesmas daerah pulau Java, banyak juga yang keluar pulau. Kerja sama, sama pemerintah...karena sebenernya ini program dinas kesehatan." Pungkas Clemira.

Tama mengangguk, sepertinya ia dan Clemira akan semakin jarang bertemu nantinya. Mendadak rindu bersarang, padahal orangnya masih disini dan ia yang akan pergi bertugas.

"Program ners yang aku ikuti, memang menuntutku untuk menjadi nakes profesional, mas. Jalan profesi yang aku pilih untuk hidupku...."

Hampir tak percaya, saat Clemira mengucapkan itu seolah kontras dengan sikap nyeleneh gadisnya itu. Ia menghitung-hitung waktu, kira-kira sudah semester berapakah pacarnya itu.

"Baru semester 4 kan?"

Clemira mengangguk, sudah setengah jalan. Belum lagi program Ners yang ia ikuti akan semakin menyita waktu Clemira. Terpikirkan oleh Tama untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Sejenak otaknya memutar dan menghitung serta merencanakan sesuatu tentang meminta ibu mencarikan sebuah lingkaran emas untuk nantinya ia sematkan di jari manis Clemira.

.

.

Tama nampak lebih tampan berkali-kali lipat saat memakai baret dan seragam lengkapnya, "selamat bertugas let," Clemira merapikan baret dan ujung kerah baju seragam Tama sore itu. Biar dikata romantis-romantisan ngga liat tempat, ia anggap penjaga serambi depan adalah nyamuk, sama belangnya kaya aedes.

"Selamat bertugas juga calon ners..." Tama memberikan hormatnya pada Clemira yang tertawa renyah, "belom ih!" ia mendorong manja Tama dan memaksa tangannya turun dari pelipis, "masih sekitar 1 atau 2 mingguan lagi."

Bukankah hubungan dilandasi oleh visi, misi dan cita-cita yang sama? Lantas kenapa baik Clemira dan Tama merasa khawatir satu sama lain? Clemira melambaikan tangannya saat Tama berlalu menjauhi gerbang markormar.

Ada senyuman bercampur rasa getir, gadis itu berjalan sambil menerawang berbagai hal, tentang hubungannya dan Tama akan bermuara dimana? Ataukah akan kandas seiring waktu, disaat keduanya sama-sama berkarir dan mengabdi pada negri? Apakah takdir mengijinkan keduanya untuk lebih lama lagi menghabiskan waktu berdua?

Ia menengadah saat dirasa sinar mentari terakhir senja ini menyorot mata, akankah indah pada waktunya?

"Hah! Lagi ngapain anak gadis orang keluyuran mau magrip?!" dengan suara khas javanya seorang mengacak rambut Clemira.

"Nyari da rah bujangan." Jawab Clemira tersenyum lebar, bahunya dirangkul dari samping, "mulih..mulih...nanti satu markomar geger, pelukis tank baja mereka ilang digondol bujang orang!"

Clemira tertawa renyah seraya menyipitkan matanya, "mau pulang ke rumah om Langit ah! Ibu ada di rumah, kan? Mau minta dengerin aku cerita sambil minta makan..."

Langit mengangguk, "ada. Baru beres bikin sostel, yuk ke rumah!" ajaknya. Clemira mengangguk dengan senyuman, dan mundur selangkah demi melompat ke atas punggung om yang sudah ia anggap seperti ayahnya sendiri itu, membuat Langit sempat oleng dan hampir terjatuh karenanya.

"Duh, moyyy! Punggung om tuh udah ngga sekuat dulu, jangan main menclok gini!"

Clemira tertawa, "makanya banyakin minum susu, jadi tulangnya ngga rapuh gini, keseringan gendong ibu nih..."

Perasaan bak seorang ayah itu sudah tercipta sejak Clemira terlahir ke dunia, "anak si playboy nih, berat banget dosanya ya Allah! Turun!"

Clemira kembali tertawa mendengar keluhan aki-aki yang menggendongnya itu, "Lebih berat dosa om Langit..."

"Yang begini punya pacar? Masih ngga percaya, gue.." dumel Langit, yang masih tak percaya jika gadis kecilnya markomar itu sudah beranjak besar, "kata umimu, kamu mau field trip? Kemana?"

Clemira mengangguk sambil berjalan mesra memeluk lengan Langit dan menaruh kepalanya di lengan yang selalu menggendong dan merangkulnya di kala Rayyan bertugas dan lama sekali, "iya. Tapi ngga tau dimana, kampus yang milihin, cuma feeling aku sih luar pulau kayanya om. Aku tau sih om, ada beberapa mahasiswa lain yang pake koneksi sama uang ke pihak kampus biar dikasih faskes area pulau java, jadi mungkin sisanya yang remahan rengginang dilempar jauh..."

Langit menghentikan langkahnya menoleh mengernyit pada Cle, "kok bisa. Terus kamu kenapa ngga bilang sama abi atau umimu? Biar kita bisa usahain kamu bisa dapet wilayah field trip area pulau Java?"

Clemira menggeleng, "ngapain, boros-borosin uang buat memperkaya individu? Mendingan aku pake traktir anak-anak kolong disini sepuasnya. Atau gunain kekuasaan abi sama umi cuma demi begituan? Kalo gitu aku ngga ada bedanya sama tersangka kasus kemarin yang udah dzolim sama pacar aku dong!"

"Biarlah Cle belajar om, belajar merasakan apa yang abi, umi, abi Fath dan om rasain....biar Cle belajar apa yang masyarakat disana rasakan, Cle pengen seperti umi Fara, pengen seperti ma cut, pengen tau rasanya berjuang seperti umi Eirene..." jawabnya memancing rasa haru Langit, "tua bikin gue cengeng." omelnya mendumel yang dibalas tawa Clemira.

"Anak gue udah gede, ternyata!" Langit kembali mengacak rambut Clemira.

.

.

.

.

.

1
Kim_Nia⁹⁶ 💞
akhirnya papa ngerasain juga ke hutan kaya dulu zea juga
Vitriani
👍
Netiihsan
nih..tugas yg jauh ulah calon bpk mertua..rayyan🤭🤣🤣
luh jingga
ini mak paknya si panji tohh
💞Putri Chania💞
Gara' Nemu novel Panji-Ivy..aku jadi berburu karyamu Thor...serru cerita nya..👍
Kim_Nia⁹⁶ 💞: eh sama lagi KA Shania.. aku udh lama gak di lapak ini krna berkelana di lapak sebelah eh pas balik Nemu cerita jingga&mei terus panji ternyata seru... sambil nunggu up aku maraton klan ananta lainnya
total 2 replies
novel destiny
selalu suka sama karya tetehh.. klan ananta tuh punya sifat dominan di masing2 karakter 😍😍😍
novel destiny
aku udah baca om pras-dina duluan, gio-letta, russel-gala, baru kesini 😅
💜 Shin_Chan 💜: makasih 🥰🥰🥰
total 3 replies
novel destiny
wohohohoho ternyata ada pernikahan nyaa 😁😁
novel destiny
kirain sampe nikahan, sampe pedang pora, sampe lahiran.. tapii.. gapapa.. tetap semangat tetegggh 😍💪
novel destiny
akhirnya cimoy ngerasain ber manuver ya moyy..untung udah sehat, kalo nggak mah uwekkk kali ya 😅
novel destiny
bang tama harus berguru dulu nih ama calon mertuanya 🤣🤣
novel destiny
akhirnya ngerasain di suapin ya cle.. hihihii
novel destiny
mau berbuat baik adaa ajah halangan nya 😭
novel destiny
ga bisa berkata kata lagi deh sama teh sin tuhh!! itu idenya dapet dari mana si tetehh.. otak teteh tuh lancar banget kayanya buat nulis cerita yg nyentil kaya gini 😍😍
novel destiny
hahahah syok berjamaah ga tuh?? 🤣🤣
novel destiny
romantis nya mereka tuh bukan jalan ke mal, atau manja2 di taman
novel destiny
tapi dokter ryan tuh penghidup suasana loh 😁
novel destiny
makanya cle, jangan kebanyakan tengil kaya bapak moyang. jadi ga ada yg percaya kan 🤣🤣
novel destiny
dokter ga tau ajah, cle anaknya siapa 🤣🤣🤣
novel destiny
ahhh LDR an lagii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!