Harga Diri Deka terasa diinjak saat mendengar penghinaan orang tua kekasihnya.
"Kamu punya apa mau meminang anaku hah?"
"Memang nya kerjaan mu apa?"
"Penghasilanmu berapa?"
Kata kata itu sungguh menyakitkan bagi Deka pemuda kampung yang saat itu hanya bekerja sebagai buruh penjaga tambak udang disalah satu desa terpencil disalah satu kota dijawa timur.
Merasa tercampuk ahirnya Deka pun bertekat mendapatkan uang yang sangat banyak agar bisa meminang kekasih hatinya, keputusanya untuk menjadi TKI sedikit mendapat penolakan dari nenek yang membesarkanya, tapi tekat nya sangat kuat demi cintanya pada Desvita sungguh besar hingga dia pun nekat.
Tiga tahun bukan waktu yang sebentar bagi Deka untuk mendapatkan apa yang dia mau ditambah lagi dia harus berpisah dengan nenek tercintanya, merasa uang yang dia kumpulkan cukup ahirnya dia pun pulang ke kampung halamanya, sayang nya Desvita tak seperti dulu, kini dia sudah menjadi milik orang lain bahkan ketika dia datang Desvita sedang mengandung anak dari buah pernikahanya dengan suami nya.
HANCUR hanya kata itu yang bisa menggambarkan perasaan Deka saat itu, KECEWA tentu.
Apapun yang Deka miliki saat serasa tak berarti.
Seperti apa kisah selanjutnya dari Mas Deka yang berkali kali jatuh dan hancur ini, mampukah dia mencintai pengganti Desvita seperti ketika dia jatuh cinta pada kekasih pertamanya, terus ikuti kisahnya dalam IMPIAN DEKA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Memang Egois
Seminggu sudah Arti dan Deka menjadi sepasang suami istri tapi semua masih seperti sebelum sebelumnya, Arti benar benar menggapnya orang lain bahkan baju pun Deka mencucinya sendiri sambil mandi, hanya kadang kadang dia mau menjemurkan dan menggosok untuk nya.
Deka memberi usul pada Yudha agar resign aja dari pekerjaan nya dan mulai membuka usaha dikota ini.
"Yud gimana kalau kamu buka usaha aja disini sambil nemenin Uti, kasihan kan Uti sendiri disini." ucap Deka sambil meminum kopi yang dibuatkan Uti Sri untuk mereka.
"Yudha belum ada modal bang, atau Yudha jual mobil aja ya buat modal." tanya Yudha meminta pendapat pada iparnya.
"Jangan lah, mobil itu kan kenang kenangan Kakung nanti takut Uti sedih." jawab Deka.
"Abang bener juga ya." ucap Yudha terlihat berfikir.
"Jika buka usaha kamu pengen buka apa Yud?" tanya Deka.
"Saya kan asisten Chef di Lombok bang, pengen buka restauran sendiri." jawab Yudha.
"Boleh, cari tempat aja Yud nanti coba abang bantu." ucap Deka.
"Serius bang, nanti kalau Yudha gagal gimana?" tanya Yudha.
"Ya elah belum nyoba udah nyerah, optimis aja Yud," Deka mencoba memberi dorongan moril pada adek iparnya.
"Bang sory Yudha agak kepo ni, mbak Gimana?" tanya Yudha soal hubungan nya dengan Arti, Deka hanya tersenyum dan melirik adek iparnya.
"Yahhh, begitulah santay aja Yud kamu ga usah terlalu mikirin kita, mau nanti kita lanjut atau pisah aku tetep abangmu kan, Kita satu bapak satu ibu hahaha." jawab Deka, meski ini hanya candaan tapi Yudha merasa kata kata Deka memiliki arti yang sebenernya, dia sudah tau jika kakaknya belum bisa menerima Deka sebagai suaminya.
"Sabar ya mas, maafkan keluargaku yang menyusahkanmu."ucap Yudha.
"Menyusahkan apa, enggak lah aku dan bundaku lebih menyusahkan kalian Yud." ucap Deka.
"Kata Ibu sama Bapak bilang nya mbak Yunita kan anak mereka berarti abang ponakan ku sama mbak Arti dong?" tanya Yudha masih belum paham tentang hubungan mereka.
"Bunda ku itu anak angkat mereka Yud." ucap Deka.
"Oo, aku pikir anak kandung mas, cuma Yudha kaget aja masak ponakan suruh nikahin onty nya aneh aja kan." ucap Deka.
"Kakung tau aturan lah Yud." ucap Deka lagi,
"Gimana usulku tadi?" tanya Deka.
"Yudha tanya dulu sama Ibu?" tanya Yudha.
"Ga usah lah Yud, aku percaya sama kamu." ucap Deka.
"Abang banyak banget duit kerjaan abang apaan sih?" tanya Yudha kepo.
"Otak atik hati bos." jawab Deka santai.
"Hahaha, abang bisa aja Abang orang baik Yudha yakin abang bisa menangin hati mbak Arti." ucap Yudha.
"Abang ga berani berharap Yud, biar lah hubunganku dengan mbak mu mengalir apa adanya aja, semua ada batasan nya." jawab Deka, Yudha melirik abang iparnya dengan sedikit perasaan iba, Yudha juga ingin menasehati kakak perempuan nya tapi dia sendiri juga tau jika Arti masih terluka.
"Fighting." ucap Yudha memberi semangat pada abang iparnya.
"Yes, i will always be passionate (ya aku akan selalu semangat)." jawab Deka, Yudha melihat Deka dengan tatapan terkejut.
"Why?" tanya Deka.
"Anjayyy badai, abang barusan ngomong apaan bang?" tanya Yudha karena jujur dia ga ngerti Deka ngomong apaan, Deka hanya terseyum.
"Later if you already have s girlfriend i will definitely tell you what i just said (nanti kalau kamu udah ada pacar aku pasti akan kasih tau kamu apa yang barusan aku ucapkan)." ucap Deka lagi, seketika Yudha melongo, Deka hanya melirik adek iparnya dia malah ingin tertawa melihat expresi adek iparnya ketika mendengar nya bicara.
"Apa?" tanya Deka.
"Wah, anjayy badai sumpah aku terlihat sangat oon sekali." ucap Yudha.
"Kenyataanya kamu memang oon." saut Arti dari belakang sambil membawa beberapa baju Deka yang mau dia setrika, Deka menatap istri cantiknya.
"Dih sumpah nyesel aku dulu suruh belajar malas malasan." ucap Yudha sambil membetulkan posisi duduknya.
"Abang tadi ngomong apaan mbak?" tanya Yudha pada mbak nya, saat ini Arti sedang menyiapkan meja gosokan dan meletakkan baju baju itu dikeranjang, Arti tak menjawab pertanyaan Yudha, dia hanya diam dan tak menghiraukan apapun yang ada disekitarnya. Yudha penasaran dia pun mendekati kakak perempuannya.
"Mbak kasih tau Yudha dong mbak tadi abang ngomong apaan?" tanya Yudha merayu Arti.
"Ya tanya yang ngomong lah, masak tanya mbak sih." jawab Arti suaranya terdengar sedikit ketus.
"Ayolah sayang mbak ku yang cantik, mbak ga mau kan Yudha malu sama abang." rayu Yudha sambil memeluk manja kakak perempuanya.
"Lepasin ih ngapain peluk peluk!" pekik Arti sambil melepakan pelukan adeknya.
"Ga mau kasih tau dulu apa arti ucapan abang barusan." rayu Yudha lagi.
"Eeheeemm (Arti menghela nafas dalam dalam dan melirik sebel pada adiknya) makanya kalau suruh sekolah ya sekolah, suruh sekolah malah nongkrong diterminal, suruh les malah main PS." umpat Arti mengeluarkan kekesalan yang dia simpan selama ini.
"Iya mbak Yudha nyesel sekarang maaf ya sayang, sekarang kasih tau dong." rayu Yudha lagi, disini Deka menangkap bahwa Arti memiliki kepribadian yang sedikit keras dan tak mudah untuk diluluhkan.
"Maaf ya sayang." ucap Yudha lagi masih setia memeluk kakak perempuan nya.
"Baiklah baiklah mbak kasih tau ya, besok besok jangan kayak gini." ucap Arti masih dengan suara ketusnya, dengan sabar Deka memperlajari cara Yudha menaklukkan hati Arti.
"Iya sayang ayolah."
"Dia bilang, dia bakalan kasih tau kamu kalau kamu punya pacar." jawab Arti, seketika Yudha melepaskan pelukannya dan menatap kakak perempuan nya.
"Apa?" tanya Arti.
"Enggak, kalian luar biasa." ucap Yudha sambil mencium pipi kakaknya kemudian dia segera berlari, Anjrit gue suaminya aja ga berani cium batin Deka sambil menggigit kukunya, Arti melepar adeknya dengan baju yang dia pegang, Arti marah dia sangat tidak suka jika ada orang yang mencium nya tanpa ijin.Yudha hanya tertawa melihat Arti marah padanya.
"Hahahaha, lucu sekali godain wanita pemarah itu." ucap Yudha kembali duduk disebrang Deka, Deka masih diam dan tersenyum.
"Bang."
"Heemm."
"Maafkan mbak ku ya bang." ucap Yudha.
"Maaf apa lo, kami baik baik saja." ucap Deka.
"Yudha tau bang, mbak Arti itu orang nya egois dia hanya mikirin dirinya sendiri." ucap Yudha, aku kembali tersenyum, tanpa Yudha kasih tau pun aku sudah paham bahwa wanitaku ini memang egois.
IMPIAN DEKA
Bersambung....
Thor gimana dgn mak lampir Erika ???