NovelToon NovelToon
Benih Yang Kau Tinggalkan

Benih Yang Kau Tinggalkan

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:66.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fidia K.R

Mengidap Endometriosis, bagai vonis mimpi buruk bagi wanita mana pun hingga terpaksa melakukan operasi dan proses bayi tabung, namun perceraian justru harus terjadi.

Berjuang sebagai orang tua tunggal dengan kehadiran kedua buah hati yang terlahir fraternal, membuat hari-hari Irene tidak terduga hingga pertemuan tak terduga kembali terjadi dengan Hendrik, menyisakan pertanyaan yang tanpa diketahui ada bahaya mengancam di saat kebenaran mulai terungkap.

Di saat pertemuan dan genggaman tangan itu menarikmu, apa kau akan berbalik untuk bersama atau justru meninggalkan kembali?

Ikuti kisah Irene & Hendrik selanjutnya, tak lupa Xander & Xavia yang menggemaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fidia K.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertahan Terluka 5

Melihat orang yang kita cintai bahagia, tentu menjadi pemandangan yang menyenangkan untuk disaksikan. Namun kepercayaan akan ketulusan cinta menghilang di saat hati berharap sebaliknya. Tertinggal kenangan yang tak tersisa, waktu bagai menjerit mempertanyakan maksud hati yang tak menentu.

Jelas teringat akan tawa dan canda yang masih menjadi sisa rasa di dada, diri mempertanyakan apakah sanggup untuk bertahan dikala sosok penjaga hati kembali menghilang untuk kedua kalinya. Tak akan terganti, itulah yang selalu tertanam dalam penggalan kisah yang hanya tersisa rindu untuknya.

"Irene, kumohon maafkan mama ... jika kau ingin menyalahkan atau membenci seseorang, salahkan saja aku." Hendrik melipat kedua kakinya seraya bersimpuh di hadapan Irene.

"Apa yang sedang kau lakukan? Kau pikir semua masalah selesai dengan kau yang melakukan hal seperti ini?!" balas Irene dengan tidak lagi memperhatikan tanggapan orang padanya.

"Tidak. Aku tahu keadaan tidak akan membaik. Namun, aku berharap kau bisa mengeluarkan marah, benci, atau ketidaksukaanmu tanpa perlu memendamnya padaku yang mengatasnamakan kelyarga Kessler."

Tepatnya pada malam sabtu, ia kembali dengan kenangan pekat di ujung berakhirnya hari dengan hancurnya impian yang sudah jauh berbeda. Bagai langit dan bumi yang sudah terpisah jauh, tidak dapat menjadi ukuran dari perasaan penyudutan hati yang sempat mengakui cinta semu berujung meninggalkan derita yang teramat menyakitkan.

"Jika ... seandainya jika saja, kau tidak membawa kedua orang tuamu ke rumahku ... semua ini tidak akan terjadi Hendrik," balas Irene yang kini tertunduk, dengan bahu yang bergetar menahan tangis.

"Irene, maafkan aa—"

(TRAAKKK) Suara pintu yang terbuka dengan paksa.

"DOKTER LEON, ANDA HARUS MASUK KEMBALI KE DALAM RUANGAN! TANDA VITAL PASIEN MELEMAH!" sentak salah satu perawat yang berniat memindahkan nenek Emma menuju ruangan rawat inap.

"Seperti perkataanku barusan, bersiaplah untuk kemungkinan terburuk. Maafkan aku," ucap Dokter Leon dengan langsung berlari masuk ke dalam ruangan operasi, memeriksa kondisi nenek Emma yang sudah kritis.

"Aa—apa maksudnya? Aku mempersiapkan, apa?" Irene berucap lirih dengan Giselle yang langsung memeluk, mencoba menenangkannya dengan tangisan yang tidak dapat lagi ia bendung.

Semua hal yang terjadi bagai mimpi buruk yang menyerang Irene karena terjadi begitu saja tanpa peringatan. Tidak kuasa akan beban hidup selanjutnya yang harus Irene bayangkan tak kala orang yang begitu berarti dalam hidupnya, harus pergi menyusul kedua orang tuanya yang sudah pergi terlebih dahulu. Suasa pun begitu sunyi dengan semua yang terlihat tegang tak dapat berucap satu kata pun.

Terbukanya pintu ruangan operasi untuk kesekian kalinya, terlihat dokter Leon kembali berjalan keluar untuk menghampiri Irene yang sudah berdiri begitu tercengang bagai tak bernyawa menatap tanpa arti seolah kekosongan menguasai jiwa. Tertuju pada sebuah tatapan memilukan, dapat terlihat jelas maksud dari gerakan tubuh dokter Leon yang saat ini hanya dapat tertunduk memohon maaf sebesar-besarnya pada Irene.

"Tidak. Tidak mungkin! Nenek Emma pasti baik-baik saja bukan? ... Dokter! Katakan padaku! Apa Nenekku masih dapat tersenyum menungguku pulang kerja? Aa-atau terduduk di sofa kesukaannya de-dengan membaca bu-buku kesukaannya?"

"Nona Irene. Maafkan aku. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin un—"

"Tidak, tidak ... Dokter, kau berbohong ... jelas nenek Emma diaaa ... dia ...."

Tatapan dan gerakan tubuh Dokter Leon tidak berubah sama sekali, hingga cukup menjadi alasan kuat bagi Irene untuk menyadarkan diri akan kenyataan pahit seperti apa yang harus ia hadapi. Mencoba untuk bernafas dan memalingkan pandangannya, kali ini Irene sedikit pun tidak menangis atau berkata lain. Tatapan kosong dengan raut wajah yang datar terlukis sempurna pada parasnya yang rupawan.

"Irene, jangan ditahan ... jika kau ingin menangis, maka menangislah ... kumohon Irene, jangan seperti ini!" ucap Giselle saat memeluk Irene bagai patung yang tak bernyawa. Menatap sosok wanita tertutup kain putih di atas ranjang pasien, Irene melangkahkan kakinya dengan Giselle di belakangnya.

Tangan bergetar dengan mulut yang kelut untuk berucap, meski begitu Irene memberanikan dirinya untuk sedikit membuka ruang dari atas kepala. Menatap pada sosok yang begitu ia rindukan yang kini terbalut selimut putih dengan warna kulit pucat pasi, sedikit pun Irene tidak dapat merasakan kembali kehangatan tangannya di saat menggenggam erat penuh kepedihan.

"Apa yang kulakukan? Sel, aku mencoba sebaik mungkin, tapi ... inikah bayaran yang harus aku terima?" tanya Irene tak kala menatap pada sosok mayat tak bernyawa, namun begitu mirip dengan orang yang sangat dia cintai.

"Ren, kau tidak salah sama sekali! Tidak ada yang menyalahkanmu! Kau wanita yang—"

"Lantas, kenapa ia tidak membuka kedua matanya? Tubuhnya pun begitu terasa dingin," Irene mencoba melakukan penyangkalan.

Giselle memeluk Irene dengan erat seraya membantu menopang keseimbangannya dalam berdiri. Bergulirnya waktu sungguh memilukan bagi Irene di saat menyaksikan nenek Emma di masukkan ke dalam peti mati tanpa sempat melengkungkan senyuman untuk terakhir kalinya. Irene hanya mampu memeluk kedua buah hatinya, tak kala mereka pun menangis begitu lirih ketika tumpukan tanah itu menutupi peti mati yang tidak akan pernah terbuka kembali.

...***...

Sunyi dan hampa dengan semua yang telah terjadi. Mencoba menepis semua kenangan indah, cinta pun telah pergi melayang tanpa kehadirannya. Tidak ada lagi canda tawa di kediaman Farmer meski kedua kembar masih dapat memberikan senyuman bahagia walau sesaat, tersadar hidup masih harus terus berlanjut. Dengan sifat Irene yang berubah, Colie mulai menyadari sesuatu.

Tahu akan rasa kesal dan kecewa Irene pada Collin yang belum tuntas, Colie pun akhirnya meminta sang suami untuk menjual rumah kediaman mereka dan memberikan harta sedikit lebih banyak pada Irene untuk membeli sebuah apartment atau rumah kecil di tengah kota.

Tidak ada niat hati Colie yang ingin mencari masalah pada Irene, yang jelas mengenal bagaimana ketulusan hati Colie sang kakak ipar padanya. Irene akhirnya menerima uang penjualan rumah dengan membeli sebuah apartment dengan 3 kamar di tengah kota, tak jauh dari lokasi sekolah kedua buah hatinya, meski harus berputar beberapa blok jauhnya untuk berkendara menuju perusahaan tempatnya bekerja.

(KRRIINGG KRRIINGG) Suara handphone Irene yang berbunyi di mana Luke mencoba menghubunginya.

"Yes, Luke?" jawab Irene tanpa berbasa-basi.

"Irene ... aku ikut berduka atas kematian nenek Emma," ucap Luke dengan nada penuh kesedihan.

"Terima kasih atas perhatianmu. Ada apa menghubungiku malam–malam begini?" tanya Irene sembari membereskan barang–barang yang masih berada di dalam dus untuk dibereskan.

"Proyek pembangunan dengan PT. Etheral rampung sudah. Kau tahu seminggu lagi kita akan mengadakan acara jamuan bersama mereka bukan?" Luke seketika berubah nada bicara menjadi begitu serius pada Irene.

"Ya aku tahu, akan aku usahakan datang. Lalu, ada lagi yang ingin kau sampaikan padaku?"

"Aku mengirimkan sebuah file padamu! Periksalah dengan seksama dan temui aku besok di perusahaan tepat waktu."

Luke menutup panggilan dengan tidak sopan, tidak seperti yang biasanya ia lakukan sat berhadapan dengan Irene. Namun Irene tidak ingin mengambil pusing, karena saat ini mereka sudah bukan lagi sepasang kekasih yang harus berpura–pura dihadapan semua orang, hingga email draft pekerjaan diterima Irene dengan penuh terkejut bagai tak percaya akan kemalangan lainnya yang harus ia dapatkan tak lama dari duka kehilangan nenek Emma.

Seringkali, lemahnya pengawasan dari arsitek menyebabkan nilai bangunan menurun dari yang seharusnya. Arsitek harus dapat menjaga performa kerjanya dari awal hingga akhir proyek, tidak hanya hingga proyek terbangun, sebisa mungkin arsitek memastikan performa bangunan setelah bangunan terbangun.

(KRRIINGG KRRIINGG) Suara handphone Irene yang kembali berbunyi.

"Aku tahu Sel, barusan Luke mengirimkan email padaku."

"Mereka gila! Aku yakin ada yang mencoba mencari masalah denganmu karena aku bahkan kedua rekan tim lainnya sudah memastikan dengan sangat teliti!"

"Giselle, aku tahu ... tenanglah aku sangat percaya padamu."

"Lalu bagaimana dengan PT.Etheral? Apa Hendrik, dia sudah ...."

"Tidak belum. Sepertinya besok akan ada meeting khusus dengan pihak jasa konstruksi."

"Baiklah, sampai bertemu besok. Irene, tenangkan dirimu semua akan baik–baik saja."

Permasalahan pun terjadi karena discount fee yang diberikan oleh arsitek pada kesepakatan proyek, diikuti dengan terjadinya discount service yang juga diberikan oleh arsitek tanpa sepengetahuan dan persetujuan klien dalam pengerjaan proyek tersebut. Sedangkan hasil kerja arsitek berpengaruh sangat besar terhadap return yang diterima oleh perusahaan tersebut.

Dari sudut pandang pengusaha, discount fee yang nilainya tergolong kecil dalam keberjalanan proyek, apabila disertai dengan penurunan layanan, dapat mengakibatkan perbedaan mutu yang besar sekali dan sangat merugikan perusahaan. Irene tertegun merasa tidak percaya dengan apa yang sedang ia baca dan cermati saat ini.

Masalah lain bagai nasib malang Irene yang kini harus ia hadapi adalah kecenderungan gelar baru sebagai arsitek yang lemah dalam mempertahankan kualitas jasa yang diberikan dalam keseluruhan pelaksanaan proyek. Sedangkan, hal ini sangat menentukan kualitas dari hasil rancangan yang terbangun nantinya.

"Apa sebernya yang sedang terjadi padaku?"

1
Katherina Ajawaila
William di mana, sm Mia 😆
Katherina Ajawaila
Iren terlalu anggap semua masalah bsa di selesaikan mertua udh tangan msh belagu dasar, keras kepala, rendah hati kalau ma sukse
Katherina Ajawaila
Iren gayanya ngeselin. juga kaya perek mau aja di buat bulan2 an, udh Terima suami lagi, msh aja gengsi mertua minta maaf msh keras tapi sm luke jawab nya spt jablai , colin saudara laki2 sprt banci. kel edan
Katherina Ajawaila
siap2 aja Anna, sarah , Jk Terima karma mu🤓
Katherina Ajawaila
Iren gemesin, hendrick. lemot, di luar netizen pada ngibah, bikin gemes, anak dia jadi korban. 🥸
Katherina Ajawaila
Luar biasa
Katherina Ajawaila
Iren aneh aja senang di dlm lingkaran setan, udh jelas kehidupan di salah guna in org bukan nya cerita biar hendrick tau😎
Katherina Ajawaila
makin tegang aja, semoga ketangkap Jk bersama luke dan Anne
Katherina Ajawaila
Hendrick, gercep donk kalau tdk mau kehilangan anak2 mu, iren juga ngulur2 waktu utk blbg identitas si kembar. outhour plases, yg baca jd snewen🥸
Katherina Ajawaila
mis komunikasi Iren, cerita biarHendrick tau selesai deh masalahnya, biar Anna Terima akibatnya
Katherina Ajawaila
gercep lah hendrick itu Anna dan antek2 nya JK😡
Katherina Ajawaila
pasti itu ulah Nya Anna, yg sering neror kel Iren 🥸
Katherina Ajawaila
hendrick kenapa mgk jebak Tantemu, Anna dan cecukuk nya JK,
Katherina Ajawaila
itu ulah ana yg ingin anaknya sarah menjadi istri hendrick 😁
Katherina Ajawaila
kenapa hendrick bisa menceraikan Irene thour, kelihatannya hendrick ngk merasa berbuat menceraikan, jadi penasaran 🥸
Katherina Ajawaila
awal cerita yg menarik, kasihan! irene, punya tante matre 😖
Surati
bagus
Ririn Nursisminingsih
kesalahpahaman yg dibuat oleh seseorang ane karena harta dan tahta
Fidia K.R ✨: /Grimace/ harta dunia memang menyesakkan..
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
duh semoga Irena anak2nya aman
Fidia K.R ✨: Gereget emang ka /Right Bah!/
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
Cerita yang menarik
Fidia K.R ✨: Terima kasih bnyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!