DILARANG KERAS BOOM LIKE❗❗
Sebuah rencana jahat yang disusun oleh ibu dan kakak tirinya, membuat seorang gadis bernama Alena harus terjebak cinta satu malam bersama seorang pria asing.
"Apa semua ini, ha! " bentak ayah, melemparkan beberapa lembar foto ke wajah pucat Alena.
"Mulai sekarang kau bukan lagi anakku, silahkan angkat kaki dari rumah ini! "
Tidak cukup sampai di situ, lagi-lagi Alena masih diuji dengan keberadaan janin yang ada di rahimnya.
Beberapa tahun kemudian, Alena dipertemukan dengan pria asing malam itu.
Akankah kehidupan Alena bahagia atau malah semakin menderita?
Yuk.. Kepoin ceritanya di buku terbaru Iing Nirmala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iing Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu Anthony
Beberapa bulan kemudian.
Ezra tengah duduk di atas ranjang, sesekali matanya menatap pintu kamar mandi yang tak kunjung terbuka.
Ezra langsung menoleh ketika mendengar pintu terbuka, dia berjalan menghampiri Alena yang baru keluar dari kamar mandi.
"Gimana? " tanya Ezra menatap lekat wajah murung sang istri.
Alena yang ditanya, menghela nafas pelan sembari berjalan menuju sofa yang ada dikamar mereka, melewati suaminya begitu saja. Sejenak mata hitam Alena terpaku pada wajah pria yang sudah duduk disamping dirinya.
"Negatif lagi, " jawab Alena dengan suara bergetar. Dia menyerahkan benda pipih persegi panjang itu ke tangan suaminya.
Ezra menatap benda itu yang hanya ada satu garis merah. Sedih, sudah pasti. Tapi dengan cepat Ezra kembali menguasai diri. Dia tidak ingin memperlihatkan kekecewaan pada wanita yang dicintainya itu. Bagaimana pun ini semua bukanlah salah Alena, hanya saja Tuhan belum memeberikan mereka kepercayaan lagi.
"Sudah! tidak usah sedih begitu,nanti cantiknya hilang loh! " ucap Ezra sengaja bercanda, menarik tubuh Alena kedalam pelukannya.
"Kita sudah punya Arsha sayang. Kalau dikasih alhamdulillah. Kalau gak ya tidak masalah. Sabar ya! " Bukannya terhibur, Alena malah menangis dalam pelukan Ezra. Hal itu membuat hati suaminya ikut sakit.
Dia tau Ezra mengatakan hal demikian agar dirinya tidak bersedih. Padahal Alena sendiri tau, kalau pria itu sangat menginginkan anak lagi darinya.
Setelah cukup lama keduanya berpelukan, akhirnya Alena melepaskan diri dari dekapan suaminya. Ezra dan Alena memutuskan untuk bersiap, karena sebentar lagi mereka akan berangkat ke kantor.
*
*
Ezra tengah berada dikantornya, pria itu sedari tadi begitu fokus berkutat dengan pekerjaan. Kaca mata bertengger manis di hidung mancung pria itu. Menambah karisma Ezra yang merupakan seorang pimpinan perusahaan ternama.
"Tuan, ini data dari beberapa perusahaan yang mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita! " terang Cakra sambil menyerahkan ipadnya pada Ezra.
Ezra memperhatikan detail informasi setiap perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya. Hingga tiba di perusahaan terakhir, kening Ezra berkerut dalam saat membaca nama pimpinan perusahaan tersebut.
"Apakah pemilik perusahaan ini Anthony Ricardo? " tanya Ezra terus membaca data sebuah perusahaan yang dia duga adalah milik saingan bisnisnya.
"Benar, Tuan! " jawab Cakra apa adanya. Awalnya dia juga sempat ragu apakah itu Anthony yang sama atau tidak. Cakra pun sengaja menyelidiki lebih awal tanpa menunggu perintah dari Ezra.
"Apa tujuannya ingin bergabung dengan perusahaan kita? "
Cakra mengambil ipadnya kembali, jari tangan asisten Ezra itu bergerak mencari sesuatu disana.
"Tidak ada yang aneh, tapi tetap saja aku tidak ingin bekerja sama dengan perusahaannya! " tegas Ezra meletakkan ipad milik Cakra dengan kasar.
"Ez, ipad gue! " pekik Cakra. Pria itu bergegas mengambil benda persegi miliknya, diusapnya dengan sayang. Seolah benda itu sangat berharga.
Bahasa formal yang Cakra gunakan selayaknya atasan dan bawahan, hilang seketika. Bergantikan dengan kekesalan karena perbuatan Ezra.
"Eleh, belinya juga pakai duit gue! " cibir Ezra.
Cakra mendengus sebal, dia tau kalau benda itu Ezra yang membelinya. Tapi tetap saja ipad tersebut sangat berjasa dalam karirnya.
Dengan malas Cakra pun melanjutkan membaca jadwal pertemuan Ezra hingga malam nanti. Setelah selesai, pria itu segera keluar dari sana untuk kembali ke ruangannya sendiri.
*
*
Malam harinya.
Ezra duduk di sofa menunggu Alena yang sedang berdandan, Ezra senyum senyum sendiri sambil memainkan cincin yang menghiasi jari manisnya. Dia masih tidak menyangka kalau saat ini wanita yang dicarinya selama bertahun-tahun sudah sah menjadi istrinya.
"Ayo! "
Ezra mendongak, seketika senyum Ezra luntur. Matanya tertuju pada bibir sang istri yang berwarna merah. Wajahnya pun berubah dingin dan datar.
"Apaan sih, Mas! " pekik Alena berusaha menepis tangan suaminya.
Ezra mengabaikan suara melengking sang istri, dia terus menghapus lipstik Alena dengan tisu basah hingga bersih.
"Kamu kan tau kalau suamimu ini tidak suka melihat istrinya dandan. Salah sendiri ngapain juga tuh bibir dikasih warna merah, kita hanya ke acara rekan bisnis ku, bukan mau dangdutan! " omel Ezra, sungguh dia tidak rela Alena jadi pusat perhatian pria lain.
"Kamu tetap cantik meskipun gak dandan, Sayang! " Alena yang terlanjur kesal tidak memperdulikan pujian dari suaminya.
Dia kembali berbalik menuju meja rias, mengambil salah satu koleksi lipstik miliknya. Lalu, wanita itu kembali menghampiri sang suami dengan wajah ditekuk.
"Sayang, kamu ingin membuat suamimu jantungan, hah! " kening Alena berkerut, dia tidak mengerti apa maksud suaminya.
"Sini! " pinta Ezra. Bukannya mendekat, wanita itu malah melangkah mundur, menjauh dari Ezra yang ingin menjangkau wajahnya.
Jika tadi Alena terlihat sangat menggoda, sekarang wanita itu malah terlihat lebih muda dengan lipstik nude yang menghiasi bibir tipisnya.
"Jika Mas hapus lagi, kita gak usah pergi! " ancam Alena menatap tajam suaminya.
Bahu Ezra merosot, dengan terpaksa harus menurut pada sang istri. Dia langsung menggandeng tangan Alena, segera keluar dari kamar.
Alena yang terlanjur kesal terus saja menggerutu disepanjang jalan. Sedangkan Ezra, memilih diam tanpa membantah ucapan sang istri, dia terus mengemudikan mobil dan menjadi pendengar yang baik sekaligus. Karena dia tahu, jika wanita sedang marah cukup di dengarkan saja, tidak perlu membantah ataupun membela diri.
Tak berselang lama, mobil yang dikemudikan Ezra tiba disebuah hotel mewah. Ezra turun dari mobil, kemudian dia berjalan mengitari mobil. Pria itu membuka pintu mobil untuk sang istri.
Melihat pasangan yang sempat viral itu, membuat awak media tidak menyia-nyiakan kesempatan. Terlihat Ezra berjalan sambil memeluk pinggang Alena dengan posesif. Alena turut tersenyum membalas sapaan yang tertuju pada mereka. Berbeda dengan Ezra, yang hanya menampilkan wajah dingin dan datar seperti biasa.
"Ck, berlebihan! " batinnya.
Ezra berdecak kesal melihat keramahan Alena. Tanpa berlama-lama, Ezra langsung menggiring sang istri menuju Tuan Dave sebagai tuan rumah acara malam ini. Terlihat Dave tengah berbincang dengan beberapa tamunya.
"Selamat datang Tuan Ezra dan Nyonya Alena, " Ezra menyambut uluran tangan Tuan Dave, sedangkan Alena hanya menangkup kedua tangan sembari tersenyum.
"Selamat atas pernikahan putri anda, Tuan! " sahut Alena dengan tulus.
Saat Tuan Dave akan berucap kembali, tiba-tiba seorang pria datang menghampiri mereka.
"Anthony Ricardo! akhirnya kau datang juga, " ucap Tuan Dave.
Ezra dan Alena yang mendengar nama itu, sontak mengalihkan pandangannya pada pria itu.
"Alena! " sapa Anthony dengan wajah berbinar.
Alena tersenyum singkat sembari mengangguk membalas sapaan Anthony padanya.
Sedangkan Ezra, melihat Anthony mengenal istrinya. Wajah tampan pria itu semakin datar dan dingin. Matanya menatap tajam pada Anthony yang tengah tersenyum pada Alena.
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tbc.
novel Arsha aja dulu kak,baru menyusul yang lainnya 😌🤗🤗
Btw makasih kak Ling, novelnya keren, Happy ending lagi.semangat terus untuk berkarya ya kak Ling 🤗😍😍😍