Ceo tampan itu, mantanku!
ketika sedang susah-susahnya mencari pekerjaan di kota besar, tetapi malah keterima di tempat kerja yang bosnya itu mantan kita sendiri!
Ya itulah yang Dara rasakan sekarang, dia harus mempunyai Bos yang berstatus sebagai mantannya yang sangat brengsek.
"Lo kok?!"
"Hai cantik, sudah lama tidak bertemu. Oh ya daripada kamu capek-capek kerja di sini, bagaimana kalo kamu menikah denganku dan menikmati semua harta yang ku punya?"
Akankah Dara bisa bertahan dengan bosnya yang berstatus mantannya, yang masih saja membahas hubungan mereka dulu?
Atau Dara dan sang Ceo tampan itu bisa bersatu layaknya di kisah film?
penasaran? Yuk kita simak ceritanya, dan melihat bagaimana endingnya🔥🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuniar Febriyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
"Permisi pak, mohon maaf ini bisa di lepas dulu pelukannya? saya ngerasa kecekek ini, dan sedikit susah untuk bernafas," ucap Dara yang terasa sulit bernafas karena Zico terlalu erat dalam memeluknya.
Zico yang sadar karena pelukannya itu terlalu kencang, dia lun langsung melepasnya dan cengengesan tidak jelas kepada Dara.
"Hehehe, maaf Dara. Soalnya saya terlalu excited sama kamu, habisnya saya udah terlanjut kangen sama kamu," ucap Zico yang malah berlagak seperti anak kecil yang sedang di marahi oleh ibunya.
"Iya gak apa-apa Pak, btw bapak ini seorang CEO loh kenapa kelakuannya kaya gitu?" sindir Dara yang merasa sedikit heran dengan sifat Zico yang sangat menyebalkan.
"Kan kalo sama kamu aku kaya anak kecil, udah ah mendingan sekarang kita makan di luar aja. Awas aja kalo kamu tolak atau kabur dari aku," ancam Zico dengan mata yang sedikit posesif terhadap Dara.
"Iya mantan," jawab Dara seenaknya dan itu membuat Zico sedetik kesal.
Mau protes tapi memang benar juga kalo dia hanya sekedar mantan bagi Dara, tapi ini hanya cukup untuk sekarang dia dan Dara menjadi mantan. Karena kedepannya dia akan menikah dengan Dara, mau tidak mau Dara harus menikah dengan dirinya.
"Terserah kamu aja Dara, tapi yang jelas kamu harus mau nikah sama aku nanti," ucap Zico yang kekeh ingin menikah dengan Dara.
Dara yang mendengar ucapan Zico menatap aneh.
"Apaan sih, maksa-maksa banget. Lihat nanti aja, kalo kamu emang jodoh aku ya kita pastinya hajatan, ya kalo bukan berarti kita cuman tamu undangan," ucap Dara dengan santainya.
Jika Dara dengan santainya menjawab pertanyaan dari Zico, maka berbeda dengan Zico yang sudah kesal karena Dara tidak begitu ngotot untuk menikah bersama dirinya.
"Gak mauuu! pokoknya kamu yang harus nikah sama aku, gak boleh sama yang lain!" ucap Zico yang makin marah.
"Ya ya ya, terserah kamu aja. Kalo mau makan bareng ayo, aku udah laper," ucap Dara yang nyelonong pergi meninggalkan Zico yang terlihat masih kesal dengan sikap Dara.
Zico yang baru ngeuh kalo ditinggalin oleh Dara, langsung saja pergi menyusul. Memang menyebalkan sekali Dara yang sekarang, padahal dulu Dara wanita yang sangat bucin sekali kepada Zico, tapi sekarang 180° berubah.
"Untung sayang," gumam Zico tapi dia tetap menyusul Dara hingga bisa berjalan bersampingan dengan Dara, meskipun sedikit kesal.
Hingga mereka berdua sampai di lorong yang penuh oleh para karyawan, dan benar saja dengan apa yang menjadi dugaan Dara. Bahwasanya mereka berdua langsung menjadi sorotan semua orang, dan tentunya dengan ucapan yang sangat sedikit menyakiti hati Dara yang begitu mungil.
"Loh itu pak Zico sama siapa? bukannya dulu Pak Zico itu sama Ibu Angel ya?"
"Itu kan tadi karyawan baru yang jadi sekertaris di sini, dan juga tadi sempat berantem sama Chika, si resepsionis centil tadi."
"Oh iya baru inget gue, eh tapi dia emangnya cocok ya bersanding sama Pak Zico? soalnya dari outfitnya kelihatan dari kampung."
Ucapan terakhir itulah yang sedikit mengusik relung hati, dan pikiran Dara.
"Kita kayanya gak usah jadi deh pak makan barengnya, saya enggak enak sama karyawan lainnya," bisik Dara dan itu masih terdengar oleh Zico.
Tanpa banyak bicara, Zico langsung menatap tajam semua orang yang telah membuat kerusuhan atau membuat Dara tidak percaya lagi.
"SIAPA PUN YANG BERANI MENCIBIR SESEORANG YANG ADA DI SAMPING SAYA, MAJU KE DEPAN. BICARA DI DEPAN SAYA!" teriak Zico yang memperingatkan kepada semua orang yang tadi berani membicarakan Dara di depannya.
Semua orang yang tadi mencibir Dara langsung terdiam, mereka sudah tidak berbicara lagi. Senyap! itulah suasana yang sekarang telah terjadi, mereka takut akan dipecat oleh Zico.
"Kan? kalian kalo emang punya masalah dengan sekertaris pribadi saya alangkah baiknya ngomong langsung di depan saya, dan kalian jangan pernah ada yang mengganggu atau mengusik dia, itu juga menjadi masalah bagi saya!" ucap Zico dengan penuh ketegasan.
"Bapak Zico yang terhormat, anda pastinya sudah tahu bukan peraturan yang bapak sendiri buat untuk bisa membedakan mana masalah pribadi dan masalah kantor bukan?" ucap Angel yang tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah suasana yang begitu menegangkan.
Zico yang mendengar celetukan yang dilontarkan oleh Angel, langsung menatapnya tajam.
"Apa hak kamu untuk berbicara seperti itu Angel? kamu tidak mengingat apa yang sudah saya bilang tadi?" ucap Zico dengan datarnya.
Angel yang mendengar pertanyaan Zico dan merasakan Aura yang mencekam dari Zico meneguk air ludahnya dengan gugup, tapi jika tidak begitu. Angel pastinya tidak akan bisa untuk mencegah Dara dan Zico untuk tidak jadi pergi.
"Mohon maaf pak sebelumnya, saya memang tidak ada hak untuk mengatur-atur bapak. Tapi ini sedikit menganggu kamu pak," ucap Angel dan itu sedikit tidak masuk akal bagi Zico.
"Angel, saya harap kamu enggak usah ikut campur deh sama urusan pak Zico. Lagian apa yang dia ucapin juga enggak ada hal yang mengganggu karyawan yang lainnya, kecuali kamu sendiri sih yang ngerasa kalo itu menggangu mata dan hati kamu," bukan Zico yang membalas ucapan Angel, melainkan Rangga yang dari tadi menyimak pertunjukan tersebut sedikit terganggu dengan hal yang dilakukan oleh Angel.
Rangga tidak akan membiarkan rencana Angel merusak semua hal yang diinginkan oleh Rangga, itu semua tidak boleh terjadi!
"Menang kamu tahu dengan apa yang mereka pikirkan?" tanya Angel yang sepertinya menantang Rangga.
"APAKAH KALIAN SEMUA MERASA TERGANGGU DENGAN APA YANG DIBICARAKAN PAK BOS MENGENAI SEKERTARIS BARUNYA?" tanya Rangga dengan nada yang yang sangat tinggi.
"TIDAK!!" teriak semua karyawan yang memang tidak meras terganggu oleh Zico.
Lagian mau Zico dekat atau pergi dengan siapa pun tidak ada untung atau ruginya bagi semua orang yang bekerja di sana, lagian. Peraturan itu berlaku di saat ada seseorang yang mengusiknya bukan?
"Tuh kan mereka juga enggak ada yang keganggu, jadi stop deh lo bikin rusuh di sini," ucap Rangga yang menatap remeh kepada Angel.
Karena sudah terlanjur malu dengan apa yang sudah terjadi, Angel pun langsung pergi meninggalkan kerumunan tersebut dengan wajah yang sangat malu.
"KALIAN SEMUA JUGA BUBAR, INI WAKTUNYA ISTIRAHAT!" teriak Rangga dan mereka semua pun langsung bubar dan beristirahat.
"Nah teruntuk Ibu dan bapak terhormat kalian sekarang sudah bisa berkencan tanpa adanya gangguan dari siapa pun," ucap Rangga tertunduk hormat kepada Dara dan Zico.
"Kamu sangat berisik Rangga," ucap Zico dan dia pun langsung melenggang pergi meninggalkan Rangga sendirian dengan memeluk pinggang Dara yang terlihat begitu posesif.
Rangga yang melihat adegan romantis tersebut hanya tersenyum nyaman dan tenang, akhirnya apa yang ada di dalam mimpinya menjadi kenyataan. Dara dan Zico kembali bersama setelah sekian lama usai!
kok lama bnget updatex
mari saling support ❤️