Anis Amanda, wanita yang berstatus istri yang mempunyai paras yang cantik harus mengalami penghianatan, yang di lakukan oleh suami dan juga adik sepupunya, Hendra dan Tia. Anisa akan membalas semua penghianatan suami dan adik sepupunya.
fras Ramadhan adalah seorang duda tampan menjadi juru parkir, yang bertemu dengan Anisa tanpa sengaja, siapa sangka fras Ramadhan yang seorang juru parkir adalah salah seorang pengusaha sekaligus CEO perusahaan bintang group yang sangat sukses, pertemuan yang tidak sengaja itu menyebabkan masalah baru bagi Anisa dan menumbuhkan benih cinta di hati fras kepada Anisa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RUKMINI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 30
jika tadi Anisa tidur dengan membelakangi Fras, tapi kali ini Anisa membalikkan tubuhnya menjadi saling berhadapan dengan Fras.
Lengan Anisa yang lembut mengusap rahang kokoh yang dimiliki oleh Fras, tiba-tiba seperti ada sengatan listrik yang mengalir di dalam tubuhnya.
"astaga Anisa, apa yang akan dia lakukan." ujar Fras dalam hati.
Cup!!! Fras mendadak mati rasa, ketika Anisa mencium rahang kokoh Fras, yang di tumbuhi oleh brewok, dan dapat menambahkan kesan kegagahannya.
Aldi yang masih ada di ruang rawat Anisa tiba-tiba syok melihat adegan yang Anisa lakukan kepada Fras.
"astaga, adegan mereka membuat mataku sakit saja, lebih baik Aku pergi." gumam Aldi yang sekarang pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara itu Fras sedang merasakan debaran di jantungnya yang terus berdetak hebat.
deg!! Deg!! Deg..
Jantung Fras berdebar-debar, seluruh tubuhnya berubah menjadi kaku, namun Anisa suka dengan ekspresi wajah Fras yang di tampilkan saat ini.
ketika Anisa ingin mengulang kecupannya lagi, Fras langsung menutupi kedua pipinya dengan selimut.
"mas kenapa di tutup sih!" ujar Anisa yang tidak terima.
lalu Anisa terus menarik selimut yang menutupi wajah Fras, kini selimut itu telah berpindah tangan dan tidak menutupi wajah Fras lagi.
Terlihat wajah Fras yang sudah memerah Karena mendapatkan serangan yang mendadak dari Anisa.
" mas muka Kamu kok merah? Mas malu?." tanya Anisa
Tapi Fras tidak menjawab, melainkan dia malah mengusap-usap pipinya agar warna kemerahan itu cepat menghilang.
"bagaimana ini, kalau begini terus Fras Junior bisa bangun. Dan si4lnya kita bukan pasangan suami istri yang sudah sah." ujar Fras dalam hati.
Fras yang merupakan pria normal, kini merasakan desiran darah yang terus mengalir. Sudah cukup lama semenjak di tinggal oleh Anastasya, Fras tidak melakukan kontak pisik bersama wanita.
Jadi wajar saja jika Fras mendapatkan serangan mendadak dari Anisa langsung merasakan perasaan yang sangat aneh di tubuhnya.
"Anisa tolong Kamu jangan lakukan itu lagi, Aku gak mau kalau nanti Aku tidak bisa menahannya." ujar Fras
Anisa bingung, dia samasekali tidak mengerti dengan perkataan dari Fras.
"maksud Kamu, tidak bisa menahan apa mas?." seru Anisa yang belum paham
"astaga, Aku harus bagaimana untuk menjelaskannya." gumam Fras
Anisa terus saja menatap Fras, dia menunggu penjelasan yang akan di lontarkan oleh Fras.
"mas, are you oke?"
"iya, Anisa lupakan soal tadi. Apa Kamu lapar?" ujar Fras yang mengalihkan pembicaraannya.
"iya sih, tapi sekarang sudah malam ya mas?."
Fras melihat ke arah jam tangan yang bermerk itu, terlihat jarum jam yang menunjukkan masih pukul 21:00.
"baru jam 9 malam, apa Kamu lapar Anisa? Kalau lapar biar Aku yang akan belikan." ujar Fras
dengan sengaja Fras menawarkan dirinya untuk membeli makanan yang Anisa mau, karena berlama-lama dengan Anisa di ruangan tertutup bisa saja membuat Fras Junior terbangun. Untuk menghindari hal-hal yang tidak ingin terjadi, Fras berusaha untuk menawarkan semua yang Anisa mau.
" kalau begitu Aku mau sate ayam saja mas jangan lupa pakai lontong ya."
" oke, kalau begitu mas pergi dulu ya."
"hati-hati ya mas".
Lalu Fras berjalan pergi keluar, setelah berada di luar Fras menghirup udara bebas. Karena sudah terbebas dari tingkah Anisa yang membuatnya kepanasan.
"huuuh akhirnya Aku bisa bebas." ujar Fras yang nampak gembira
" rejeki nomplok ya bos hehe ."
seketika senyuman Fras yang mengembang hilang dan berubah ke mode datar.
"ngapain Kamu disitu?." tanya Fras dengan datarnya
" saya lagi ngejaga pintu bos, takut kalau ada yang masuk tiba-tiba kan berabe bos." ujar Aldi dengan santainya.
"maksud Kamu?."
"ya takutnya bos lagi ng4nu terus ada orang lain yang masuk kan jadi tidak enak bos."
Fras yang mendengar jawaban dari Aldi langsung mengepalkan tangannya dan..
Bugh!! Bugh!!
Aldi mendapatkan bogeman dua kali pada perutnya, dia yang tidak siap menerima pukulan dari Fras langsung terhuyung kebelakang.
" br3ngs3k, apa Kamu sudah bosan hidup Aldi? Jika sudah akan Aku lenyapkan sekarang juga." ujar Fras yang menggelegar.
Aldi mendadak ciut melihat ekspresi Fras yang seperti harimau sedang mengamuk. Niatan Aldi hanya untuk bercanda namun saat ini ternyata moodnya Fras sedang kurang baik.
"maaf bos Aku hanya bercanda ." ujar Aldi yang bersimpuh di hadapan Fras
"bangun, lain kali jangan bercanda dengan kelewatan saya tidak suka!" tegas Fras
Lalu Fras pergi meninggalkan Aldi yang terus meringis karena kesakitan.
*******
Meninggalkan Fras yang tengah membelikan makanan untuk Anisa.
Hendra kini tengah dilanda kebingungan, dia tidak mau menikah tanpa ijin dari Anisa. Tapi Tia terus merajuk dan berusaha untuk mengancam Hendra agar Hendra tidak jadi mengundurkan acara yang selama ini dia impikan.
"mas jika Kamu bersikeras untuk mengundurkan pernikahan kita, maka Kamu jangan menyesal jika anak yang ada di dalam kandungan ku ini, ikut lenyap bersama dengan ku!" ujar Tia yang mengancam.
Hendra tersentak setelah mendengar perkataan dari Tia, karena dia tidak mau kalau sampai anak yang selama ini dia idam-idamkan telah lenyap oleh perbuatan Tia.
Selama ini Hendra ingin sekali mempunyai anak dari rahim Anisa, namun Anisa tidak kunjung hamil sampai saat ini. Sudah berbagi cara yang dilakukan oleh Hendra dan Anisa agar segera memiliki momongan, namun sangmaha pencipta belum juga menghadirkan buah cintanya di rahim Anisa.
Dari semenjak itulah hubungan Anisa dan Hendra mulai tidak sehat, di tambah lagi dengan kehadiran Tia yang terus menggoda Hendra, dan Hendra pun gelap mata lalu menjalin hubungan yang terlarang itu bersama dengan Tia.
" jangan coba macam-macam dengan anak itu Tia, kalau Kamu berani macam-macam, Kamu akan menyesal!" tekan Hendra
Namun bukan Tia namanya yang tidak tau kelemahan dari Hendra.
" makannya tarik ucap Kamu untuk mengundurkan pernikahan kita, maka Aku tidak akan berbuat macam-macam pada bayi ini." ujar Tia sambil mengelus perutnya yang masih datar.
"Ok baik, Aku tidak akan mengundurkan pernikahan kita. Tapi Kamu jangan melakukan apapun yang membahayakan nyawa anak itu."
" baiklah kalau begitu, silahkan dilanjut makan malamnya mas." ujar Tia yang tersenyum menang.
Namun Hendra sudah tidak berselera makan lagi, hanya Anisa yang ada di pikiran Hendra saat ini.
"maafkan Aku Anisa, Aku hanya ingin menyelamatkan nyawa dari anakku."
tiba-tiba ponsel Hendra berdering, dan ternyata Laras yang telah menghubunginya. dengan panik Hendra pamit untuk pulang karena Laras memberi tahu jika keadaan mama Lina sedang tidak baik-baik saja.
" maaf om, Tante saya harus segera pulang." dengan cepat Hendra berjalan dan meninggalkan Tia beserta orang tuanya.
"mas Kamu mau kemana?." tanya Tia
"nanti Aku akan jelaskan." seru Hendra
/Slight//Slight/