Pernikahan yang terjadi karena kesepakatan membuat hubungan itu harus di rahasiakan.
Namun seiring berjalannya waktu kabar pernikahan itu akhirnya pun banyak yang mengetahui.
Hidup bersama tanpa cinta hanya akan menyakiti hati satu sama lainnya.
Bagaimanakah kelanjutan rumah tangga mereka?
Akankah cinta bisa tumbuh diantara keduanya?
Atau malah harus berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfin Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Abi langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Sedangkan Dara dan mamanya di luar pintu menggedor-gedor minta di buka.
"Abi, buka pintunya Bi. Abi...." teriak Dara
"Abi, kamu ga bisa giniin tante Bi. Apa kamu lupa apa yang sudah tante lakukan sama hidup kamu?. Kalau bukan karena tante mungkin kamu sudah tidak ada di dunia ini. Abi...."
Percuma mereka berteriak sekuat apapun, Abi tidak akan membukakan pintu lagi.
Dengan penuh kesal Dara dan mamanya terpaksa harus pergi. "Aku ga bisa di giniin. Kita harus balas perbuatan Abi. Bisa bisanya dia ngusir kita begini. Dia pikir aku ini hewan apa? Aku harus balas perbuatan Abi, terutama pada si pelayan kampungan itu!" gerutu Sinta
"Aduh mama, plis deh. Berhenti menggerutu! Dari pada mama mikirin balas dendam, mending mama mikirin dimana kita akan tidur malam ini. Aku capek ma" rengek Dara
Sinta semakin kesal karena anak semata wayangnya tidak bisa memikat Abi dan hanya bisa menyusahkan saja.
"Dasar bodoh! Coba saja kalau dari dulu kamu bisa bikin Abi jatuh cinta sama kamu. Pasti sekarang kita udah menjadi penguasa harta Wijaya. Tapi apa, kamu bisanya hanya merengek dan manja. Dasar anak ga bisa di untungkan! Cela Sinta
"Mama, kenapa mama malah ngatain aku? Mama pikir meluluhkan hati Abi itu gampang?"
"Halah, kamu nya aja yang ga bisa"
"Mama egois!" pekik Dara lalu berjalan dengan cepat meninggalkan mamanya.
"Dara, mau kemana kamu. Pelan pelan jalannya Dara. Dasar anak kurang ajar, berani dia ninggalin mamanya. Awas aja nanti"
_____
Setelah 3 hari di rawat di rumah sakit kini Ayla sudah di perbolehkan pulang. Wajah Ayla kini kembali ceria seperti sedia kala.
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Ayla selalu tertawa bercanda bersama Wulan. Abi melirik mereka dari kaca dan tanpa sadar suara tawa dari Ayla mampu membuat Abi ikut tersenyum.
Tak lama mereka pun sampai di rumah. Entah apa yang terjadi pada Abi, ia turun lebih dulu lalu membukakan pintu bagi Wulan.
"Terima kasih, tuan" ucap Wulan
Bukan hanya pintu mobil, Abi bahkan juga membukakan pintu rumah untuk Wulan. Wulan tersenyum meski sebenarnya ia merasa Abi sedikit aneh.
"Selamat datang tuan, nyonya" sambut seorang wanita dengan ramah.
Wulan menatap Abi karena dirinya tidak tau wanita itu siapa. "Dia siapa, tuan" tanya Wulan
"Dia adalah pelayan baru di rumah ini" jawab Abi
Tanpa sepengetahuan Wulan Abi meminta Rendy untuk mencarikan pelayan, itu Abi lakukan agar Wulan hanya fokus merawa Ayla tanpa perlu memikirkan dapur dan beberes rumah.
Abi tidak mau Wulan terlaku sibuk dengan urusan yang lain hingga teledor pada Ayla.
"Akhirnya setelah beberapa hari tidur di rumah sakit, sekarang sudah bisa tidur di rumah lagi, ye.... Ayla seneng?" Wulan meletakkan Ayla di box nya dan Ayla langsung menendang nendang kegirangan
"Ayla janji ya harus jadi anak kuat dan ga gampang sakit. Onty janji akak menjaga Ayla semaksimal mungkin"
Ayla merespon dengan tawanya yang lucu seakan ia setuju dengan semua perkataan dari onty nya itu.
Tanpa Wulan sadari sedari tadi Abi duduk di sofa tepat di belakangnya, begitu Wulan menoleh ia terkejut. "Tuan, sejak kapan tuan ada di sini?" tanya Wulan
"Ini, untuk mu" ucap Abi dengan menyodorkan sebuah hp baru di tangannya
Wulan mengambil hp itu dan melihat dengan seksama, sebuah hp mahal keluaran terbaru. "Ini___"
"Pakailah. Di sana sudah ada nomor hp ku. Untuk berjaga-jaga kalau ada hal apapun langsung kabari aku" jelas Abi
"Jadi, hp ini untuk saya tuan?" tanya Wulan yang masih tidak percaya
"Apa aku harus mengulangi perkataan ku?"
"E tidak tidak tuan. Saya hanya tidak menyangka tuan memberikan saya hp mahal ini" ujar Wulan dengan wajahnya yang berbinar bahagia
"Apa kamu ingat apa perkataan ku barusan?"
Dengan cepat Wulan mengangguk "Iya tuan, semua yang tuan jelaskan"
"Baiklah" Abi berbalik dan hendak keluar dari kamar Ayla
"Tuan...." panggil Wulan
Abi menghentikan langkahnya tanpa menoleh pada Wulan "Terima kasih, tuan" ucap Wulan. Abi hanya mengangguk lalu pergi ke kamarnya
Betapa girangnya Wulan karena kembali punya hp. Tak butuh waktu lama Wulan langsung mengotak atik hp nya.
Akhirnya setelah beberapa bulan terakhir ia kini kembali bisa mengakses internet. Banyak DM masuk yang belum terbaca dari teman-temannya yang menanyakan kabarnya, mengingat Wulan tiba-tiba menghilang dan berhenti bekerja. Namun di antara banyaknya DM yang masuk Wulan tercengang ketika membuka DM an dari Revi.
Revi mengirimkan foto saat dirinya sedang memeluk Abi di rumah sakit dan menanyakan ada hubungan apa antara dirinya dengan Abi.
"Ya Tuhan, kenapa Revi bisa punya foto ini? Dari mana dia mendapatkan nya?" batin Wulan
Wulan langsung membalas DM Revi dan memintanya menghubungi nya nanti melalui nomor WA yang ia tulis.
Dengan hp barunya yang lebih canggih dengan camera yang lebih bagus Wulan selalu mengabadikan momen bersama Ayla.
____
Besok Abi akan ada perjalanan bisnis ke luar kota, ini memang sudah biasa dalam pekerjaannya. Namun entah kenapa perjalanan kali ini terasa berat baginya.
Abi meminta Wulan untuk menyiapkan segala keperluannya. Abi duduk di sofa sambil memangku Ayla sedangkan Wulan memasukkan baju Abi ke dalam koper.
"Tuan akan pergi berapa lama?" tanya Wulan
"Mungkin 5 hari" jawab Abi sambil bermain dengan Ayla
"Ini semuanya sudah saya masukkan ke koper, apa masih ada lagi, tuan?"
"Sudah"
Wulan lalu meletakkan koper itu di samping lemari. Melihat Abi yang tersenyum bahagia bersama Ayla diam-diam Wulan memotret mereka.
"Seandainya tuan Abi selalu tersenyum ramah seperti ini, pasti makin tampan" batin Wulan
"Eh, ih apa sih... Ga jelas ih" sambung nya setelah beberapa detik lalu tersenyum melihat foto Abi di hp nya
Keesokan paginya Abi sudah rapi dengan setelan jas berwarna hitam, Abi harus berangkat pagi karena sengaja memesan tiket pesawat penerbangan pertama. Wulan menyiapkan roti untuk Abi sarapan lalu menuangkan susu untuknya.
"Apa Ayla masih tidur?" tanya Abi yang hendak memakan rotinya
"Iya, tuan. Ayla baru kembali tidur setelah terbangun 2 jam yang lalu"
Wulan melangkah mundur dan hendak ke dapur "Mau kemana kamu?" tanya Abi
"Saya mau ke dapur, tuan"
"Duduk dan makan lah selagi Ayla masih tidur" ucap Abi meminta Wulan duduk dan sarapan bersamanya.
Bukannya langsung duduk Wulan malah bengong menatap Abi dengan penuh kebingungan. "Apa? Tuan Abi meminta ku untuk sarapan bersamanya? Apa aku salah dengar? Ah ini tidak mungkin...." batin Wulan
Hingga Abi kembali meminta Wulan untuk duduk dengan memberi isyarat. Akhirnya Wulan duduk di depan Abi, rasanya sedikit canggung namun Wulan berusaha bersikap tenang.
BERSAMBUNG
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Kak author selalu di nanti UP karyanya 👍