NovelToon NovelToon
Tentang Kita

Tentang Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Cintapertama
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: nurlina_lina

Keisya Amora, gadis cantik berambut panjang hitam. memulai hidup sendiri di kota Bogor, meninggalkan semua masa lalunya. termasuk rumah mewah, dan orang tuanya.
dengan awal hidup baru, keisya bertemu dengan Evan Mahendra, laki-laki yang hidupnya penuh dengan misteri.

Akankah Keisya dan Evan akan bersatu layaknya pasangan lain sampai menikah?
Bagaimana perasaan Keisya setelah mengetahui hidup Evan yang sebenarnya?
Baca terus kisah Keisya dan Evan, dijamin seru. karena disetiap episodenya akan membuat kalian penasaran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurlina_lina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keributan

Evan merasa mencelos saat melihat Keisya mengangguk menjawab pertanyaan Liana.

"Kita temen satu kelas," jelas Keisya pada wanita yang duduk di depan Evan saat ini. Keisya tidak tahu siapa itu dan tidak tahu kenapa wanita itu menyunggingkan senyum aneh setelah mendengar jawaban Keisya.

"Satu kelas," kata Liana mengulang jawaban Keisya. "Seberapa deket?"

Keisya terlihat berpikir untuk menjawab pertanyaan Liana. Melihat itu, Evan merebut

menu yang ada di tangan Liana lalu menyerahkannya ke Keisya dengan kasar. "Aku mau apapun yang bikin perut aku kenyang dan ice americano. Sekarang kamu bisa pergi?"

Keisya berhasil memeluk buku menu yang hampir terjatuh itu. Lalu Keisya melempar tatapan tajam pada Evan yang baru saja berlaku kasar.

Tidak peduli di mana pun itu, Evan memang selalu kasar. “Di tunggu pesanannya," kata Keisya dengan baik sambil memaksakan senyumnya sebelum pergi.

Keisya membawa catatan dan buku menu ke balik meja kasir. Ada Keyla di sana yang menunggunya karena sempat menyadari kalau Evan ada di Bibble Cafe malam ini.

"Itu beneran Evan ya? Apa cowok itu sengaja datang ke sini buat gangguin kamu?" kata Keyla dengan kesal sambil melihat sinis pada Evan yang duduk di ujung sana.

Keisya menghela nafasnya setelah memberikan pesanan baru pada Bu Lina yang bertugas di dapur. Keisya berdiri di samping Keyla, "Gak tahu deh songongnya itu loh dibawa kemana-mana," dumel Keisya mengungkapkan kekesalannya pada Keyla.

Kemudian Keisya teringat dengan pesanan Evan yang belum sempat dicatat. “Ada nasi goreng sebagai pesanan yang diminta Evan yang bisa mengenyangkan perutnya.

Selama menunggu pesanan meja Evan selesai dibuat, Keisya berkeliling mencatat pesanan-pesanan pelanggan yang baru saja datang. Sesekali mengantarkan pesanan dan merapikan meja yang sudah ditinggalkan oleh pelanggan. Sampai akhirnya tiba saat Keisya harus kembali ke meja Evan mengantarkan pesanan.

"Ck, males banget sih," dengus Keisya sebelum pergi ke sana.

Ketika Keisya sampai di meja dua orang itu, Keisya menunduk dan fokus menata makanan di meja mereka. Keisya menyimpan sepiring nasi goreng dan ice americano di depan Evan, serta sisa pesanannya di depan wanita yang duduk bersama Evan.

"Apa kerjaan Ayah kamu?" tanya Liana tiba-tiba membuat Keisya melihat wajahnya secara langsung.

"Apa itu penting buat kamu?" Evan menyahut dengan suara yang terdengar kesal.

Keisya tidak tahu harus mengatakan apa, ini pertama kalinya dia mendengar ada yang menanyakan tentang pekerjaan Ayahnya.

"Pekerja kantoran," kata Keisya diiringi senyum tipisnya. Keisya hendak menunduk untuk pamit, tetapi dia mendapat pertanyaan lagi.

"Di perusahaan mana? Di kota Bogor? Atau ... Jakarta?"

Keisya sejenak tercenung, kenapa wanita itu tampak tertarik dengan kehidupannya? Di tempatnya duduk Evan juga sama, dia penasaran kenapa Liana menanyakan detail tentang Keisya.

"Jakarta," jawab Keisya dengan singkat, dia tidak menyebutkan secara spesifik di perusahaan mana. Kemudian, sebelum Liana bertanya lagi, Keisya memutuskan untuk pergi.

“Ada apa sama kamu?" tanya Evan melihat Liana yang tidak melepaskan tatapannya dari Keisya yang sudah pergi. Evan memiliki perasaan yang buruk untuk itu.

"Dia anak yang cantik," kata Liana lalu mengalihkan pandangannya pada Evan yang sedang menampakan ekspresi yang tidak begitu baik, dahinya mengerut cukup dalam. "Dia bukan anak orang biasa, harga outfitnya gak cocok sama kerjaannya," jelas Liana lebih lanjut.

Evan tidak pernah tahu itu dan tidak pernah mencari tahu juga. Dia memutar kepalanya ke arah belakang dan mendapati Keisya yang berdiri di depan tiga orang gadis. Tunggu, Evan menajamkan pandangannya saat menyadari kalau tiga gadis yang berdiri di depan Keisya itu tampak tidak asing.

"****!" Evan mengepalkan tangannya saat mengenali siapa mereka. Nadira dan dua temannya. Kenapa mereka harus ada di sini, malam ini? Tepat saat Evan ada di sana juga.

Tak hanya Evan yang menyadari ada Nadira di sana, Liana juga menyadarinya. Liana tahu Nadira karena pernah mencari tahu tentang kencan gadis itu di luar sekolah, memenuhi permintaan Evan.

Liana tertarik dengan keterhubungan mereka semua. Evan, gadis pelayan itu, dan gadis yang sempat Evan minta foto kencannya. Liana masih penasaran kenapa Evan pernah sampai meminta bantuannya hanya untuk mencari tahu tentang masalah percintaan seseorang. Liana selalu merasa ada sesuatu dan sepertinya itu akan terjawab hari ini.

Liana melipat tangannya di depan dada lalu menyandarkan tubuhnya ke belakang. Siap menikmati pertunjukan yang akan berlangsung.

"Mereka lagi saling memancing," kata Liana saat melihat ketegangan yang tengah berlangsung di sana. “Aku taruhan, aku bakal lihat seseorang ditampar malam ini."

Tangan Evan mengepal mendengar itu. Saat melihat situasi yang semakin memanas di sana, Evan berdiri meninggalkan kursinya dan berjalan dengan cepat ke sana. Suara tamparan yang cukup keras terdengar membuat semua orang yang ada di sana menoleh ke sumber Suara.

Evan semakin mempercepat langkahnya dan tiba tepat sebelum Nadira melayangkan tamparan lagi pada Keisya.

"Kamu!" Nadira memekik dengan mata melotot saat melihat Evan sudah berdiri di sampingnya dan mencengkeram tangannya dengan kuat.

Tak hanya Nadira yang terkejut, Keisya juga merasa hal yang serupa. Dia terkejut dengan apa yang dilakukan Evan. Tidak terduga dan cukup membuatnya berdebar.

“Apa hobi kamu merusuh di mana-mana?" tanya Evan dengan dingin sambil melempar tangan Nadira dengan kasar.

Nadira tampak semakin kesal dengan apa yang Evan lakukan. "Kalau iya, hobi kamu apa? Belain cewek ****** ini?" Suara Nadira meninggi di akhir ucapannya.

Evan mengepalkan tangan merasa kesal mendengar bagaimana Nadira tampak begitu tidak tahu malu mengatakannya. Saat Evan berusaha menenangkan dirinya dengan membuang pandangan dari Nadira, tanpa terduga, Nadira meraih bekas minuman yang masih tertinggal di meja lalu menyiramkan bekas minuman itu pada Keisya.

Suara orang yang memekik hampir bersamaan membuat Evan langsung memusatkan perhatiannya pada Keisya. Rambut dan wajah gadis itu sudah basah kuyup, tepat seperti yang pernah terjadi di kantin.

“Ada apa ini?" tanya seseorang dengan nada tinggi.

Evan tidak menghiraukan seorang pria yang sedang berjalan mendekat itu, dia masih fokus pada Keisya yang menunduk dengan bahu yang bergetar. Kondisi ini membuat Evan tidak nyaman. Setelah menghela nafas sekali, Evan membuka jaketnya lalu meletakan jaketnya itu di kepala Keisya, kemudian menarik gadis itu ke samping tubuhnya.

"Siapa kalian? Kenapa kalian bikin keributan di kafe saya?" tanya seorang memakai baju formal hitam berbadan tegap yang baru saja datang menghampiri kerumunan itu. Alex, yang dipanggil keluar oleh Keyla saat keributan itu terjadi.

"Jadi lo pemilik kafenya," kata Evan dengan datar.

Alex melihat Evan, lalu tatapannya turun pada Keisya yang berdiri dalam rangkulan Evan dengan kepala yang tertutup jaket. “Keisya, kenapa?" Suara Alex melembut saat bertanya pada Keisya, lebih terdengar khawatir.

Saat tangan Alex hendak menyentuh bahu Keisya, Evan menepisnya dengan kasar. "Urusin aja cewek gila yang bikin masalah di sini," kata Evan menunjuk Nadira dengan matanya sekilas.

Setelah mengatakan itu, Evan membawa Keisya keluar dari kafe, meninggalkan Nadira, Alex, dan juga Liana yang sedari tadi terus mengamati apa yang terjadi di sana dari tempatnya duduk.

"Cewek itu," gumam Liana sambil tersenyum miring. “Jadi dia orang yang bakal jadi target Adrian."

1
Ramlah Usman
seram pembunuhan berantai 😱
Zona Cell
lagi seru serunyaa ,❤️‍🔥
Zona Cell
plis lanjutt, ngegantung bgt ceritanyaa thor
Zona Cell
semangattt thor💪
Zona Cell
thor lanjut
Nita Nita
ud lama bgt apa ud selesai ya
Anawahyu Fajrin
Thorr,,udah lamaaaaaaaaa banget belum Up. sediiiiiihhhhh,,,
ANISA NUR OKTAVIANI
ko gak up lg thor, keren crita y, lanjut dong crita evan & keysha y.
Anawahyu Fajrin
Thooorrr,,,kenapa belum Up Thorr😭😭😭
Anawahyu Fajrin
semangat Up ya Thor,,. dari kemarin bolak balik kesini. nunggu Author Up.
Anawahyu Fajrin
Ooohhhh,,,tidaaaaakkk,,
Anawahyu Fajrin
Horeeee,,,ada Evan😍😍
Anawahyu Fajrin
OMG
Anawahyu Fajrin
Cinta itu berat😭😭
Anawahyu Fajrin
ini emang sakit Keysha
Anawahyu Fajrin
ditunggu Up nya Thor,,semangat,,
Anawahyu Fajrin
aku ikut nangis. meskipun yang dilakukan Evan untuk kebaikan Keysha. tapi ini menyakitkan./Sob//Sob/
Anawahyu Fajrin
itu namanya C I N T A bang,,
Nita Nita
waduh
Anawahyu Fajrin
aku udah ga' bisa komen apa2 lagi Thor,,,. karyamu sangat bagus.❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!