NovelToon NovelToon
Benang Tanpa Ujung

Benang Tanpa Ujung

Status: tamat
Genre:Angst / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:39.7k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Kisah ini bercerita tentang seorang wanita peranakan Tionghoa yang bernama Melin sering disapa Alin dan bermarga Lim, yang memiliki seorang suami pemabukan dan juga gemar berjudi bernama Yudi atau sering dipanggil koh Judi oleh teman-teman perjudiannya.

Kekerasan dalam rumah tangga juga sering terjadi didalam keluarga Alin, apalagi jika Yudi kalah berjudi dalam keadaan mabuk.

Bagaimanakah kisah Alin dalam menjalani bahtera rumah tangganya dan apa alasan wanita itu selalu kuat menghadapi sikap suami yang selalu kasar terhadapnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Papa kemana?

Keesokan paginya.

Tina menguap lebar, sesekali meregangkan otot-otot tubuhnya setelah pulas tidur semalaman dikasur barunya yang empuk.

Ia berdecak. "Ck! Si Kokoh kagak pulang apa ya? Masa udah siang gini masih aja belum kelihatan," gerutu Tina setelah melihat sisi kasur masih kosong dan tidak ada sang calon suami disebelahnya.

"Apa jangan-jangan dia pulang ke rumah bini yang lama ya?" duga Tina dan berubah geram. "Awas aja kalau bener begitu, gua bejek (pukul) tuh laki!" gemasnya.

Terlebih wanita muda itu tidak memiliki uang sepeser pun untuk membeli kebutuhan dapur, karena uang yang ia terima kemarin sudah habis ia gunakan untuk membeli skincare.

"Makan apa kalau kagak ada duit begini? Masa makan nasi sama garem?" keluh Tina menghela nafas kasar dan menatap malas meja makan yang tidak ada satu pun lauk diatasnya.

Wanita itu kembali berdecak kesal. "Katanya pulang bakalan bawa banyak makanan, tapi mana ini kok enggak ada!" protes Tina. Tanpa ia sadari jika pria yang sedang ia keluhkan kini berada diluar rumah dan masih tertidur disana.

Merasa perutnya sangat lapar, Tina pun memutuskan untuk pergi ke warung. Bermaksud menghutang satu buah mie instan serta sebutir telur untuk dijadikan sarapan pagi.

Dan setelah ia membuka pintu dan hendak pergi, dirinya dikejutkan dengan sesosok pria yang sudah tidak asing lagi baginya sedang tergeletak didepan pintu.

"K-koh Yudi!" pekik Tina terkejut.

Tina pun berjongkok dan menguncang-guncangkan bahu Yudi. "Koh bangun Koh! Kenapa tidur disini? Ayo bangun, pindah ke dalem yuk!"

Namun Yudi yang masih dalam kondisi tertidur pulas menepis tangan Tina dari tubuhnya dan marah karena telah berani mengganggu tidurnya.

"Bini si-alan! Udah berapa kali gua bilang sama elu, jangan pernah ganggu gua kalau lagi tidur!" murka Yudi lalu kembali melanjutkan tidurnya.

Tina mendengus dan segera berdiri. "Huh! Udah bagus dibangunin, ya udah lah kalau kagak mau pindah mah. Biarin aja dia tidur disini, biar di gotong sama semut!" ocehnya lalu pergi ke warung.

Sementara itu Yudi menepuki pipinya yang dirayapi oleh serangga, sesekali ngedumel karena kesal tidurnya terganggu. "Alin ini kasur kagak elu kebutin ya, banyak nyamuk amat!" gerutunya dengan kedua mata masih terpejam.

Tak berapa lama kemudian, Tina kembali dari warung dengan membawa mie instan dan juga sebutir telur dalam genggamannya. Wanita itu mendengus kesal, setelah melihat Yudi masih tergeletak di lantai.

"Huh! Seumur hidup baru kali ini gua makan mie instan, udah gitu pakek ngutang lagi!" cebik Tina masuk ke dalam dan melewati calon suaminya begitu saja.

Dan tak berselang kemudian, Yudi mulai menunjukkan tanda-tanda bangun dari tidur setelah wajahnya tersorot terik matahari yang mulai meninggi.

Pria itu mengerjap-ngerjapkan kedua matanya dan tersentak kaget, ketika melihat dirinya berada didepan rumah dan tertidur dilantai.

"Loh, kenapa gua tiduran disini?" celoteh Yudi berusaha mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi semalaman.

Lantas ia teringat tentang kejadian semalam, dimana ia mabuk dan diseret pulang ke rumah, serta tidak mendapatkan pintu, hingga berakhir tidur di depan rumah tanpa alas.

"Oh iya, gua baru inget sekarang," ucap Yudi sambil memijat pelipisnya.

"Tina! Tina!" pekik Yudi seraya bangun dan masuk ke dalam untuk menghampiri Tina.

Namun Tina nampaknya cuek bebek, malahan wajahnya ditekuk masam karena kesal melihat kelakuan calon suaminya itu.

"Tina! Elu punya kuping kagak sih? Gua panggil-panggil dari tadi kagak nyaut!" sergah Yudi emosi.

Tina menatap tajam Yudi dan melempar centong bekas masak mie instan kearahnya. "Kokoh kagak lihat ya Tina lagi apa? Tina tuh lagi masak!" balasnya tidak kalah emosi.

Wanita itu pun berkeluh kesah, karena tingkah Yudi kemarin malam. Dimana ia tidak diajak ke acara ulang tahun bos Herman dan pulang ke rumah dengan tangan kosong tanpa membawa apapun.

"Tina tuh dari semalem udah kelaperan, Koh. Tina bela-belain beli skincare sama make up satu set sampe duit habis biar bisa tampil cantik pas dateng di acaranya bos Kokoh. Tapi apa? Kokoh malah kagak jadi ngajak Tina dan akhirnya Tina jadi kelaperan di rumah sendirian. Udah gitu Kokoh pulang malah kagak bawa apapun," cebik Tina mengambek.

"Ya Tina sayang, maafin Kokoh ya. Kemarin Kokoh udah minta tolong temen Kokoh buat anterin makanan ke rumah Kok," balas Yudi segera menurunkan emosinya, karena ia takut Tina akan pergi dan mengurungkan niat untuk menikah dengannya.

"Mana? Kagak ada tuh! Kalau ada yang bawain makanan, nih meja kagak bakalan kosong dan Tina kagak bakal makan mie instan hasil ngutang di warung kayak begini!" balas Tina.

Yudi menghela nafas panjang, melihat kekasih barunya itu mengambek. Ia sampai melupakan kekesalannya karena Tina telah mengunci pintu dan membiarkannya tidur di luar.

"Ya udah kalau begitu Kokoh ngaku salah, Kokoh minta maaf ya sayang." Yudi lalu merogoh saku celananya dan memberikan uang yang cukup banyak kepada calon istrinya itu.

Tina pun menoleh dan kedua matanya nampak berbinar saat melihat uang gepokan telah nerada diatas telapak tangannya. "Apa maksudnya ini? Kokoh mau coba nyuap Tina biar enggak ngambek lagi ya?" tanya Tina pura-pura tidak tahu dan menolak.

Padahal dalam hati ia sudah tidak sabar ingin menyelipkan semua uang tersebut ke dalam sakunya.

Yudi tersenyum dan mengecup pundak Tina. "Nyuap apa sih sayang? Kokoh kan ngasih khusus buat Tina tersayang," ucapnya penuh bujuk rayu.

Tina mengepal uang tersebut. "Oke, kalau begitu Tina maafin Kokoh. Tapi janji ya, jangan bentak-bentak Tina lagi."

"Iya Kokoh janji ... Oh iya begimana kalau kita jalan-jalan ke Plaza? Kokoh mau beli baju baru," ajak Yudi.

Tina tersenyum riang. "Beneran Koh? Kalau gitu Tina mau banget!"

Yudi mengangguk. "Atuh beneran sayang, masa Kokoh boong sih sama Tina. Bentar lagi kita kan mau nikah, sudah seharusnya kita belu keperluan buat berumah tangga nanti."

Tina mengangguk setuju. "Ya udah kalau begitu, Tina mandi dulu ya, habis itu dandan yang cakep. Baru deh kita pergi!"

Yudi mengangguk, sambil menatap malas kearah meja makan yang masih kosong. Dan demi mengisi perutnya yang keroncongan, Yudi pun menyantap nasi dingin dengan lauk garam seadanya.

...----------------...

Sementara itu, Yuan menghampiri ibunya yang berada diwarung dan sedang menakar tepung terigu untuk bertanya sesuatu.

"Mama, Papa kemana? Kenapa Papa enggak pulang-pulang ya?" tanya Yuan.

"Papa kerjanya jauh Koh, mungkin beberapa bulan lagi baru pulang," jawab Alin.

"Memangnya Papa kerja dimana? Yuan lihat Papanya Heru si Om Ah Chin itu enggak pergi kemana-mana. Biasanya kan Papa sama Papanya Heru kerja sama-sama," tanya Yuan ingin tahu.

"Ya Papa Yuan kan pergi kerjanya sama teman Papa yang lain, jadi bukan pergi sama Papanya Heru," balas Alin berusaha menutupi.

"Tapi kenapa Papa kerjanya harus jauh sih? Emangnya disini kagak ada kerjaan? Lagian Kokoh kasihan sama Mama, cari duit setiap hari pasti Mama capek ya?" tanya Yuan.

"Kokoh sayang, Kokoh masih kecil. Suatu saat bila Kokoh besar nanti, Kokoh akan mengerti kenapa Papa pergi. Mulai sekarang Mama minta sama Kokoh, jangan pernah tanya Papa pergi kemana lagi ya. Karena selama apapun Papa pergi, Mama berjanji akan selalu ada untuk Kokoh dan juga dede," balas Alin coba memberi pengertian kepada Yuan yang hampir menangis.

.

.

Bersambung.

1
Anonim
keren
Joan
terharu banget dengan perjuangannya Alin. sangat menginspirasi sekali
Noviyanti: terima kasih
total 1 replies
Dewi Payang
Aku suka yg berbahan ba-bi kak😁👍
Dewi Payang: Lezat😄👍
total 2 replies
Dewi Payang
Demi duit ya Tina😁😁
Dewi Payang
Ya ampun, nyumpahin pula, tar kebalik ke diri sendiri😁
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Happy Ending Novel
Ry Otw ke novel baru
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
jd bumi ngidam buah Kana
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Ini itu kisah nyata kah Kk Novi????
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: Hahaha🤣🤣🤣
Ry kira kisah nyata
total 2 replies
Senajudifa
akhir penderitaan alin y thor
Senajudifa
akhirnya 😊😁😁
Senajudifa
cie cie😄😄
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Akhirnya Hendrik dan Alin
Unboxing bentar lg Marlin bakal pny dedek nih
DinDut itu pacarku🌻
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Semangat Hendrik
Cinta itu butuh perjuangan
DinDut Itu Pacarku 🌻
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Ya di tolak
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Sama aja novel Pamud Dan DinDut gk msk bab Terbaik tp Ry gk sedih 😊
Lina Zascia Amandia
Karya barunya nanti dicicil mampir ya...
Lina Zascia Amandia
Jujur saja karya ini bagus dan luar biasa, rekomendasi bagi para pembaca yg mencari sebuah karya yg sarat dgn nilai positif. Ada nilai budaya dan adat istiadat yg ditonjolkan di sini. Dari awalnya saya tdk tahu budaya dan adat orang Tionghoa, setelah Kak Author bercerita di sini, akhirnya sy tahu. Seharusnya karya seperti ini byk pembacanya, tdk vulgar, berbobot dan sekali lagi byk nilai positif yg bs dipetik dan diambil hikmahnya. Alin yg pd akhirnya mendpt karma baik atas kebaikan dan kegigihannya dlm menjalankan khdpn yg serba sulit dan penuh penderitaan, sehingga menganggap hdpnya bagai benag tak berujung. Namun Yang Maha Kuasa membalas kebaikan Alin dgn karma baik, diujung cerita bertemu seseorang yg bagai malaikat, yaitu Koh Hendrik. Di sinilah benang Alin yg tadinya tidak berujung menemukan ujungnya bersama Hendrik, yakni sebuah kebahagiaan. Semoga karya Kak Novi juga karya saya banyak dikunjungi pembaca, rekomen bgt karya ini Kak Nov..... semangat Kak Nov menghadirka karya yg byk nilai positifnya dan bisa diambil pelajarannya....
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak Novi...
total 4 replies
Lina Zascia Amandia
Ya Allah Masya Allah (kalo dlm agama sy mendapati sesuatu yg indah bagus atau mengagumkan sllu menyebut masya Allah), ceritanya sangat bagus Kak No. Kumplit, jujur saja ini karya sangat sarat dengan nilai positif dan banyak pelaaran hidup yang harus dipetik.
Lina Zascia Amandia: Sama2...
total 2 replies
Lina Zascia Amandia
Kesampaian keinginan Yuan.
Lina Zascia Amandia
Apa artinya Kak Nov...
Lina Zascia Amandia: Ohhhh itu ya. Trmksh sudah diartikan... jadi tahu deh...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!