Vina gadis cantik dan baik hati, anak dari Halwa dan Kevin, kehidupannya begitu sangat bahagia dengan pacarnya yang begitu sangat perhatian, tapi sebuah peristiwa terjadi dan membuat kehidupan Vina berubah, dia harus menikah dengan seseorang yang dendam dengan keluarganya dan ingin melampiaskan dendam itu kepada Vina.
Apa motif lelaki itu dan kenapa dia bisa begitu dendam dengan keluarga Vina?.
Yang penasaran langsung aja dibaca. Makasih.
Follow
Ig;Aininabila23
Fb;Aini Nabila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
*Jangan lupa like dulu ya sebelum membaca.
Happy Reading*
💝💝💝
Dokter yang menangani keadaan Vina pun keluar dari ruangan tempat Vina diperiksa, Rio dan Maya yang melihat Dokter itu langsung berdiri dan menanyakan bagaimana keadaan Vina saat ini.
"Kondisinya sudah stabil, untung goresan di lengannya tidak terlalu dalam sehingga tidak memutus denyut nadinya, saya akan membawa nona Vina menuju ruang rawat"ujar Dokter itu membuat Maya dan Rio menghembuskan nafasnya lega.
"Bawa dia keruang VVIP Dok"ujar Rio membuat Dokter itu mengangguk lalu pergi.
Setelah Vina dipindahkan ke ruang VVIP, Rio dan Maya pun masuk dan melihat keadaan Vina.
Rio yang melihat keadaan Vina dengan impus ditangannya dan selang dihidunya membuat rasa bersalah Rio semakin meningkat.
Maaf, batin Rio sambil memandang wajah Vina, entah kenapa kata maaf tidak bisa dia keluarkan dari mulutnya untuk Vina, dia terlalu gengsi untuk mengucapkan itu apalagi didepan Maya.
"Kak Vina maafin kak Rio, tolong sadar, jangan tinggalin Maya kak, Maya sayang sama kak Vina dan udah anggap kak Vina seperti kakak kandung Maya sendiri"ujar Maya sambil meneteskan air mata. Maya benar-benar tidak pernah dendam pada keluarga Vina perihal masuknya Rico kerumah sakit jiwa, bagi Maya itu semua takdir dan Maya yakin orang sebaik keluarga Vina tidak mungkin tega membuat sesuatu yang jahat pada kakak pertamanya itu.
Tiba-tiba tangan Vina bergerak dan matanya terbuka perlahan-lahan.
"Apa ini surga(?), tapi kenapa lebih mirip ruangan rumah sakit"gumam vina sambil melihat sekelilingnya dan matanya menangkap sosok Rio dan Maya, itu semua sontak membuatnya menjadi heran.
Kenapa disurga harus ada penjahat itu sih, kenapa dia selalu mengikuti ku kemana pun aku pergi, batin Vina kesal sambil melihat Rio dengan tatapan yang sulit diartikan membuat Rio menjadi bingung harus berbicara seperti apa.
"Kak Vina!!, kak Vina udah sadar?"ujar Maya lalu memeluk erat Vina.
"Vina jangan dipeluk seerat itu nanti dia susah bernafasnya, dia baru aja sadar"ujar Rio.
"Iya kak"jawab Maya lalu melepaskan pelukannya.
"Apa ini bukan surga?"tanya Vina membuat Maya dan Rio mengernyitkan dahinya heran.
"Kak Vina berharap ini disurga ya, pasti karena kakak tidak ingin kan bertemu dengan Maya dan kak Rio lagi makanya kakak memilih untuk pergi selamanya"ujar Maya sedih membuat Vina tak tega melihatnya.
"Tidak Maya, kakak hanya mengira kalau kakak sudah meninggal, tapi ternyata belum"ujar Vina.
Kak Vina hanya tidak ingin bertemu dengan penjahat itu Maya bukan tidak ingin bertemu dengan mu, malah kakak masih ingin bersama dirimu, batin Vina.
"Kau itu bodoh atau bagaimana sih, aku tidak menyangka jika otakmu itu begitu rendahnya dan memilih jalan bunuh diri, kau tadi bilang apa?!, kau mengira dirimu sudah disurga, dengar ya Allah tidak suka pada hambanya yang meninggal karena bunuh diri!!"ujar Rio, entah kenapa kata-kata itu begitu saja keluar dari mulut Rio.
"Kakak ini bagaimana sih kak Vina kan lagi sakit kenapa dimarahin"ujar Maya.
"Nggak papa Maya, mungkin dengan cara itu balas dendamnya akan terbalaskan pada kakak. Seberapa lama lagi aku mendapatkan perlakuan seperti ini sehingga bisa menebus rasa dendam mu pada keluargaku?"ujar Vina sambil menatap Rio dengan tatapan yang Rio sendiri sulit untuk mengartikannya.
Tapi entah kenapa saat kata-kata itu keluar dari mulut Vina, Rio seakan membisu, dia ingin mengucapkan maaf, tapi lidahnya kelu mengucapkan itu.
"Kakak maafin kak Rio"ujar Maya mewakili Rio karena Rio hanya diam tak berucap apapun dan itu sedikit membuat Vina kaget karena biasanya Rio akan selalu membuatnya terdiam dan Rio akan selalu menang jika beradu kata dengannya, tapi saat ini Rio memilih terdiam.
"Maya bisa minta tolong ambilkan kak Vina air"ujar Vina. Sebelum Maya mengangguk dan mengambilkan Vina air, Rio lebih dulu mengambilkan Vina air dan menyerahkan air itu pada istrinya itu.
Vina dan Maya yang melihat itu sontak menjadi kaget, semenjak Rio berubah karena dendamnya, dia adalah tipekal orang yang tidak suka disuruh-suruh.
"Kau mau minumkan, ini ambil!"ujar Rio karena Vina hanya terdiam sambil memandang kearah Rio dan kearah Maya.
"Makasih"jawab Vina lalu mengambil air itu dan meminumnya.
sukses
semangat
mksh
Jadi suka bacanya kalo jalan ceritanya rapi.
Ada juga novel yang pernah di baca judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, rapi juga terus seru lagi