Sistem Harimau Perunggu adalah warisan seorang penguasa sekaligus pelindung dari benua hitam. Seorang pemuda terpilih untuk mewarisi sistem tersebut. Sistem yang akan membuatnya sebagai petarung yang hebat. Bagaimana kisahnya? Apa yang akan di lalui nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang Bay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gym
Suasana di restoran itu menjadi tenang.
Setelah makan, Rafael di antar Akira dan berpamitan kepada semua orang. Dia akan mencari Alundra.
Dia menelpon dan bertanya di mana Alundra berada.
***
Saat ini Alundra dan Catrina berada di ruangan dalam sebuah gymnasium.
Butuh kerja keras untuk menjaga sosok yang sempurna.
Mereka berdua keluar untuk berolahraga setiap hari.
Alundra sedang melakukan yoga, meregangkan postur anggun sesuka hatinya. Kulit putihnya di penuhi keringat halus.
Tapi, Catrina sangat lincah dan suka bergerak sejak kecil. Yoga atau semacam relaksasi diri, tidak cocok untuknya.
Dia lebih suka muaythai.
Saat ini, dia juga berlatih sampai berkeringat.
Dengan sosok dan penampilan kedua wanita tersebut.
Mereka mampu menarik perhatian, apalagi mereka berdua pelanggan tetap setiap hari.
Alhasil, bisnis gym itu berkembang pesat tanpa promosi.
Selain mereka berdua, ada seorang wanita muda berusia sekitar tiga puluhan.
Bisa di bilang bahwa tiga wanita itu yang paling menonjol di sana.
Mereka biasanya berlatih bersama dan sering mengobrol.
Wanita itu bernama Jazz Moore, seorang wanita yang mengetahui segala macam gosip dunia hiburan.
"Alun, ku dengar kamu punya pacar?" Jazz bertanya dengan penuh minat.
"Iya." Alundra mengangguk, membayangkan Rafael, wajahnya tersenyum manis.
Jazz terkejut. "Siapa pria yang mendapatkan hati wanita cantik yang anggun ini, pasti luar biasa?"
Alundra mengangguk, dia berpikir bahwa Rafael memang luar biasa.
"Apa pekerjaan pacarmu itu?" Jazz melanjutkan.
Alundra menjawab. "Dia dari Jangkep Group."
"Oh ya? Itu sungguh luar biasa."
Mereka yang bisa bergabung dengan Jangkep Group, semuanya orang berbakat.
Dan gajinya besar.
"Bukankah seharusnya dia menemanimu berolah raga? Pria harus lebih banyak berolah raga. Lihatlah suamiku, betapa kuatnya dia." Jazz melanjutkan.
Suaminya adalah pelatih di sini.
Spesialisasinya dalam Muaythai.
Dia juga memenangkan kejuaraan di kota.
"Pacarku juga cukup kuat." Alundra ingat bahwa Rafael bisa mengalahkan sekelompok pengawal sendirian.
Dan tidak pernah takut.
Jazz mencondongkan tubuh dan bertanya dengan wajah menggoda. "Sudah mencobanya?"
"Mencoba? Apa?" Alundra tersipu dan merasa ini bukan obrolan anak anak tk.
Jazz tertawa terbahak bahak.
Dia suka bercanda dengan gadis gadis polos ini.
"Hei, serius, saat pacarmu datang, biarkan suamiku mengajarinya beberapa trik. Kamu sangat cantik, dia akan bisa melindungimu jika ada bahaya." Jazz terlihat serius.
Alundra ragu ragu.
Dia pikir Rafael sudah sangat kuat.
"Tapi---,,,"
"Sudahlah." Jazz melambaikan tangannya. "Tidak apa apa, suamiku sangat profesional dan dia tidak memungut biaya, jadi dia bisa membantu."
"Baiklah, itu tergantung padanya, apakah dia mau atau tidak." Alundra tidak mengatakan apa apa lagi setelah itu.
***
Pada titik ini, seorang pemuda terlihat masuk dari pintu depan.
Dia ramping dan tampan, dan langsung menarik perhatian banyak gadis di gym.
Rafael melihat sekeliling dan menemukan bahwa gym ini memiliki lingkungan yang baik.
Di sekelilingnya ada jendela dari lantai ke langit langit. Matahari bersinar dari luar dan seluruh ruangan menjadi terang.
Orang orang berkeringat dengan banyak.
Dari waktu ke waktu terdengar suara suara alat gym yang bersahutan.
Segera dia menemukan Alundra yang berlatih yoga dan Catrina yang sedang memukuli sandsack di dekatnya.
"Halo, cantik." Dia melangkah maju untuk menyapa.
Alundra tersenyum manis. "Apakah kamu sudah selesai dengan acaranya? Bagaimana pernikahan temanmu tadi?"
"Emm..." Rafael ragu ragu, memikirkan kehancuran pernikahan temannya itu.
Lalu tersenyum dan mengangguk. "Itu meriah, luar biasa."
Saat ini, di sebelah Alundra, Jazz bersandar.
Dia menatap Rafael dengan kagum. "Wah, pacarmu sangat tampan, tidak heran bisa membuat gadis cantik ini jatuh cinta."
Mendengarkan Jazz, wajah anggun Alundra merona merah.
Jazz bolak balik menatap Rafael. "Agak terlalu kurus, jadi aku benar benar harus membiarkan suamiku mengajarinya berlatih."
"Hah? Berlatih? Apaan sih?" Rafael tidak mengerti.
Sebelum dia sempat bertanya, dia melihat Jazz berjalan ke sudut ruangan memanggil seorang.
"Hei banteng besi! Kau kemarilah, cepat!" Suara kecil itu berteriak.
Seorang pria besar berlari mendekat.
Tingginya sekitar 190 cm, dengan otot di sekujur tubuhnya dan lengannya hampir setebal pinggang orang biasa.
Menghadapi Jazz, pria besar itu tersenyum canggung. "Sayang, bukankah kita sudah setuju, tidak bisakan kau memanggilku dengan nama itu di luar gym?"
"Oke, Garrett, kamu menemani adik kecil itu berlatih." Jazz mencubit pinggang Garrett dengan kedua tangannya.
".........." Rafael tidak bisa berkata kata.
Dia baru saja sampai di sini. Dia tidak tahu maksud mereka.
Saat ini, Catrina menoleh dan wajah kecilnya penuh kegembiraan. "Benar, Rafael, berlatihlah dengan Garrett. Dia memenangkan kejuaraan muaythai dan sangat kuat."
"Hah?" Rafael menatap pria besar itu.
Kekuatan fisiknya telah melampaui batas orang normal. Jadi, tidak peduli juara apa pun. Itu tidak sepadan.
"Aku pikir, aku tidak perlu berlatih apa apa."
"Ayolah, tidak apa apa, kamu tidak perlu takut, biarkan suamiku mengajarimu." Jazz mengira Rafael tidak berani.
Bagaimanapun, di hadapan seorang pria berotot setinggi 190 cm, orang normal akan ketakutan.
"Nak, aku tahu kau dalam kondisi yang baik, tetapi kau sedikit terlalu kurus. Kau benar benar perlu berlatih lebih banyak. Jangan khawatir, aku adalah pelatih dan aku berjanji tidak akan menyakitimu." Garrett berkata dengan suara konyol di telinga Rafael.
"Kalau kau memaksa." Rafael mengangguk dan mendekat. "Aku pikir tidak apa apa berlatih denganmu."