Ini adalah spin off dari Novel Pengantin yang Ditukar. Selamat membaca
Resya dan Dean. Sepasang nama yang sudah tersemat di buku nikah dan cerita cinta yang indah. Namun, apakah itu cukup?
Hubungan yang terjalin cukup lama mulai menemui titik jenuh hingga pertengkaran kecil sering terjadi karena keduanya belum sepenuhnya mengetahui satu sama lain.
Hingga, seseorang masuk ke dalam hidup mereka dan membuat Resya mulai berpikir jika Dean menikahinya bukan karena cinta, melainkan tanggung jawab.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mabuk
Dean meneguk air mineral di tangannya sambil melihat ke sekeliling. Dia tak menduga jika tempat ini akan membuatnya merasa lebih baik.
Namun, rasanya dia tidak akan tenang jika tidak menanyakan bagaimana keadaan Resya.
"Vina, bagaimana keadaan Nyonya?"
[Nyonya sudah lebih baik, Tuan. Sekarang beliau sedang istirahat bersama Tuan Mike.]
"Syukurlah, terima kasih, Vin. Jangan katakan padanya jika aku bertanya."
[Baik, Tuan.]
Dean menghembuskan nafas lega. Ternyata keadaan Resya sudah lebih baik. Dia pun kembali menikmati suasana malam ini. Dia akan pulang larut karena sudah membawa kunci cadangan.
Air mineral yang tadi diletakkannya saat sedang mengirimkan pesan pada Vina pun kembali dia raih.
"Aaah, aneh sekali rasanya. Mengapa begini!" Dean memasang wajah meringis ketika merasai air mineralnya sangat aneh. Rasanya antara asam, manis, dan pahit.
"Hei, bartender, apa kau yang mengubah minumanku menjadi begini? Kau mengganti air mineral menjadi alkohol, ya?" Dean menatap tajam pada sang bartender. Kini dia mulai merasakan perbedaan di tubuhnya karena banyak sekali air yang dia minum dari botol tersebut.
"Saya tidak yakin, Tuan. Tapi, saya sempat melihat seorang gadis datang ke sini dan menukarnya."
"Astaga! Siapa?"
"Nona yang di sana itu." Menunjuk seorang gadis yang sedang menyandar di dinding sambil melambaikan tangannya padanya. Tatapannya begitu genit disertai senyuman yang bermaksud menggoda.
Dean berdecak kesal dan mengalihkan pandangannya dari wanita itu. Kepalanya mulai terasa pusing. Jelas sekali jenis alkohol yang baru saja diminumnya memiliki kadar alkohol yang sangat tinggi.
Dean melihat Satria yang sudah tak berdaya. Bahkan dia meletakkan kepalanya di atas meja sangking tak kuatnya untuk tegak.
"Satria, ayo, kita pulang," ucap Dean saat merasakan pandangannya mulai berkunang-kunang.
"Enghhh, kenapa cepat sekali, Olivia Sayang. Nanti, Sayang, kau tidak sabar ya ingin bermesraan dengan aku." Satria malah mendekap tubuh Dean dan hendak memberikan kecupan di pipinya.
"Ahhh, singkirkan wajahmu! Aku Dean, bukan Olivia." Dean mendorong Satria hingga pria itu mundur beberapa langkah.
"Olivia, kenapa kau tega sekali mendorongku, Sayang."
"Sadarlah Satria! Ayo, kita pulang." Dean pun menarik paksa Satria yang sudah tak mampu lagi berjalan dengan normal. Keduanya pun meninggalkan bar tersebut.
Namun, dia halaman parkir, Dean bingung karena di antara mereka tidak mungkin ada yang menyetir karena bisa-bisa akan menyebabkan kecelakaan.
"Sebaiknya kami naik taksi saja, biar mobil kami tetap di sini," gumam Dean sambil memesan taksi di tengah pandangannya yang semakin buram. Jangan sampai dia salah menggunakan aplikasi tersebut.
Namun tiba-tiba. "Perlu bantuan, Tuan?" ucap seorang wanita yang tadi ditunjuk sang bartender sebagai orang yang telah menukar minuman Dean.
"Tidak, pergi sana! Kau bisa aku tuntut karena telah menukar minumanku." Dean menatap tajam wanita itu. Meski dia tidak akan melakukannya karena itu sama saja mencoreng nama baiknya. Orang-orang termasuk istri dan keluarganya akan tahu jika dia mabuk di bar tersebut.
Bukannya merasa takut, wanita itu justru semakin mendekati mereka dan tersenyum genit.
"Olivia, apa itu kau?" tanya Satria hendak memeluk gadis itu.
"Hei, sadar! Dia bukan Olivia! Aduh, ini susahnya bersama teman yang terlalu bucin pada istrinya." Dean menarik Satria hingga dia hampir terjungkal ke belakang.
"Ah, Olivia, sini, Sayang, peluk aku."
Dean yang kesal lantas mengarahkan Satria ke sebuah pohon tak jauh dari mereka. Ini Olivia, peluk dan ciumlah dia sepuasnya."
dan aku masih nungguin lanjutan kisah nya shiren dong kak🤭🤭🤭🤭🤭
sekarang kamu malah jadi lebih belangsak dari Almira,dan Roy selamat bersenang-senang untuk sementara, karena sejatinya uang sebanyak apapun tanpa d kelola pasti akan habis dalam hitungan waktu.....
orang yang terlihat sayang bisa saja malah menusuk d belakang....
tolong shiren dilanjutkan lg