NovelToon NovelToon
Gadis Rahasia Tuan Thesar

Gadis Rahasia Tuan Thesar

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Menikah dengan Musuhku / Mafia / Tamat
Popularitas:56k
Nilai: 5
Nama Author: Syala yaya

Kisah ini tentang Clara Amanda, gadis cantik berusia dua puluh dua tahun. Ia terkurung dan hidup tersembunyi di sebuah ruang rahasia milik Teshar Indira tanpa memahami alasannya.

Perlakuan pria berusia 34 tahun itu sering berubah-ubah. Sesekali ia tampak ingin melindungi, tapi terkadang ia tampak membenci. Sikap dingin dan sinisnya kerap membuat Clara menelan kepahitan. Ia merasa diabaikan.

Tak tahan dirundung sepi, didukung tekad yang menyala bagaikan api, Clara berhasil kabur dan terbebas dari Teshar. Namun, perpisahan itu malah berbuah rindu. Tak cukup sampai di situ, hati Clara semakin gamang setelah bertemu Kenan. Pria berusia dua puluh tujuh tahun, merupakan adik Teshar yang menguji perasaannya.

Akankah Clara kembali pada Teshar yang mengungkungnya atas nama cinta ataukah malah memilih hidup bebas bersama Kenan?

Ikuti kisah selengkapnya sampai akhir, ya ^_^

Follow me @syalayaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syala yaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menguji Nyali

Bima tersenyum sekilas begitu melihat raut wajah cucunya yang mendadak berubah cemas. Ia tahu kesalahan juga ada di tangannya, saat mengetahui cucunya tidak membunuh gadis itu, tetapi malah menyembunyikan di dalam rumah pribadinya. Semua sudah terlanjur, bahkan pria tua itu menyadari kini kegundahan sedang melanda Teshar.

Teshar hanya bisa menatap tanpa bisa menyahut ucapan kakeknya, ia segera meraih botol softdrink di hadapannya lalu segera menenggak isinya. Pikirannya terlalu kalut, bahkan bayangan sorot mata polos itu begitu mengganggu dirinya.

"Haruskah kita mendapatkan gadis itu lagi?" tanya kakeknya menguji Teshar.

"Kenapa Kakek bertanya begitu?" balas Teshar kaget, tentu saja dia merasa tidak nyaman dengan pertanyaan itu.

Pria tua itu terkekeh sejenak seraya menyandarkan bahunya pada kursi kesayangannya, ia menghentikan tawa dan berubah serius saat menyadari cucunya memasang wajah tidak suka dengan apa yang baru saja ia ucapkan. Sambil menjentikkan jemari, Bima meminta cucunya untuk mendekat.

"Bukankah, dengan gadis itu tidak ada padamu lagi, itu akan mengamankan posisimu di hadapan orang tuamu?"

Teshar berjalan mendekat dengan wajah sendu, hatinya seakan diremas kuat dengan perasaan tidak rela. Ia belum bisa kehilangan sosok itu secara tiba-tiba.

"Waktu mengubah segalanya," sahut Teshar dengan tatapan mata menandakan tidak setuju dengan ucapan kakeknya.

Bima tertawa tertahan. Ia segera menyodorkan amplop cokelat itu kepada Teshar, dagunya terangkat memberi isyarat kepada Teshar untuk membukanya. Sesaat pandangan mereka beradu, tatapan penasaran dari Teshar dan balasan senyuman santai dari Bima.

"Apa ini?" tanya Teshar segera meraih amplop dan membukanya cepat.

Pria berwajah tegas dan dingin itu kemudian duduk di kursi yang berada di seberang meja kakeknya dan mengeluarkan berkas yang ada di dalam map.

Pandangannya berubah serius, ia sedikit terkejut dengan detailnya informasi yang berada di dalam berkas laporan yang ada di tangannya.

"Itu kenapa kakek memutuskan untuk merawat dan melindungi gadis itu," ujar Bima saat Teshar memandangnya penuh pertanyaan.

"Jangan katakan, kita … kita telah salah sasaran, Kek," sahut Teshar dengan hati risau, matanya membelalak menatap kertas di tangannya.

"Kenyataannya begitu," jawab Bima melengkungkan bibirnya penuh ironi. ”Kita akan dituduh untuk sesuatu yang sebenarnya telah dilakukan orang lain sebelum kita.“

Teshar meletakkan dokumen itu ke atas meja, tangannya gemetar seiring rasa bersalah yang kini merambat di dalam hatinya. Setelah dua belas tahun lamanya, kenapa kakeknya hanya diam saja.

"T-tapi kenapa Kakek selama ini diam saja?"

"Kakek diam karena semua yang terjadi tidak bisa kembali seperti semula, meskipun kakek mengungkapkannya," ucap Bima kemudian, ucapannya seakan menjawab apa yang terlintas di benak Teshar.

Pria tua itu segera berdiri dan berjalan meninggalkan mejanya, ia mengambil beberapa buku dari rak dan membawanya ke arah sofa. Teshar masih menunduk belum punya bayangan apa yang akan dilakukannya setelah berhasil membawa Clara kembali pulang.

"Aku senang, kau mulai menyadari perasaanmu padanya," ujar Bima membuat Teshar menoleh.

"Perasaan apa maksud Kakek?" tanyanya tidak nyaman.

Pria itu hanya tersenyum dan mulai membuka bukunya, mengabaikan protes cucunya melalui sebuah pertanyaan. Sebuah penolakan atas perasaan yang kakeknya saja bisa memahaminya.

"Aku akan pergi, Kek. Aku akan memilih sendiri beberapa pengawal terbaik kakek. Aku mohon kakek bisa meredam apa yang terjadi ini agar ibu dan ayah tidak sampai mendengar. Setidaknya menundanya hingga Clara bisa aku temukan," pinta Teshar segera menunduk dan memberi kepada kakeknya.

"Bawa dia ke rumah ini setelah kamu menemukannya, itu janjimu," sahut Bima sambil tersenyum.

Teshar kembali memutar tubuhnya menghadap Bima setelah lontaran keinginan itu mencuat kembali. Rasanya tidak rela bila Clara berada jauh dari jangkauannya, tapi dengan membawa pulang ke rumahnya akan sangat berisiko terhadap keselamatan gadis itu dari kedua orang tuanya.

"Apa sebenarnya yang kakek rencanakan?" tanya Teshar menatap serius.

Bima masih tersenyum memandang sejenak ke arah Teshar. Namun, kembali ia tidak menanggapi pertanyaan itu dan memilih fokus ke arah bukunya.

***

Di tempat Clara berada.

Clara tersudut di belakang sofa, meringkuk dengan kepala tertunduk dalam. Tubuhnya gemetaran seiring banyaknya orang-orang yang mencari keberadaannya dengan menggeledah setiap ruangan.

Sungguh, pengalaman ini jauh lebih menakutkan daripada saat dirinya kabur dari rumah besar milik Teshar. Kali ini ia merasa bahwa nyawanya sedang dipertaruhkan. Penghuni rumah ini pasti orang jahat, pikirannya menjadi gelisah.

"Cepat! Cari dan geledah di setiap ruang, aku yakin gadis itu masih berada di dalam rumah ini!" perintah seorang pria bertubuh kekar yang sepertinya merupakan ketua mereka bila dilihat dari seluruh anak buah yang mematuhi perintahnya.

"Baik, Tuan," jawab anggota mereka serempak dan mulai bergerak berpencar.

Clara semakin mengepalkan jemarinya, mencoba mencari akal bagaimana cara agar bisa mencari celah dan pergi dari sana, setidaknya bisa mendapatkan persembunyian yang aman sebelum benar-benar keluar dari tempat asing itu.

Ingatannya kembali saat dirinya sengaja sembunyi ketika berada di rumah Teshar. Dia sengaja melakukannya ketika masih berusia sebelas tahun. Sebuah bukti yang segera meyakinkan dirinya bahwa pria bernama Teshar itu tidak sepenuhnya jahat, tetapi hanya bersikap menyebalkan.

Ia tersenyum geli saat mengingat betapa paniknya pria yang saat itu masih berusia dua puluh empat tahun ketika mencarinya, sebuah pemandangan yang tidak pernah terlihat lagi sejak saat itu hingga saat ini. Pria itu semakin hari semakin menjaga jarak dan tidak mau diajak bicara.

"Kak, temukan aku. Tolong, temukan dan keluarkan aku dari sini. Aku janji akan mengikuti apa yang kakak perintahkan setelah ini," janji Clara dalam hati.

"Kami belum menemukan keberadaan gadis itu, Tuan," lapor anggota mereka mendekati ketua yang masih berdiri di tengah ruang.

"Cari lagi, aku yakin dia belum keluar dari sini. Cari dan cepat temukan sebelum tuan Jeff datang!" jawabnya menegaskan.

Beberapa anak buahnya yang melapor segera menunduk pamit dan kembali melakukan pencarian.

"Apa kamu yakin bisa keluar dari sini?" oceh pria berwajah kaku dan berewok itu dengan lantang, ia merasa yakin gadis itu ada di sekitarnya dan saat ini tengah mengamati pergerakannya.

Clara masih diam menyimak. Dia merasa masih aman bersembunyi di belakang sofa, hingga bayangan hitam berkelebat membuatnya berjingkat, tubuhnya menegang. Ia merasa ada seseorang yang kini sudah berdiri di sampingnya, dengan mata melirik ketakutan Clara menoleh dan memastikan sendiri siapa gerangan pemiliknya, dengan tangan mencengkeram erat gaun yang dia kenakan Clara menahan napasnya.

"Kak Teshar, aku takut," bisiknya dalam hati.

Clara segera menoleh ke arah sampingnya, terlihat seorang pria tengah berjalan mengitari ruangan. Sebuah hal yang sanggup membuatnya menahan napas, ia merasa sesak, rasa takut dan kaki gemetar saat menyadari pria itu membawa sebuah cambuk di tangan kanannya. Clara merasa dirinya akan habis bila sampai ditemukan.

"Ayo keluar, Manis," goda pria itu masih berjalan mengitari ruangan, malah kini pria itu menghentikan langkahnya di samping sofa.

"Kak Teshar, apa malam ini aku akan mati?" keluh Clara kembali dalam hati, matanya berkaca-kaca, ia menyesali kelakuannya yang mengabaikan perintah untuk tetap berada di dalam apartemen. Ia juga tidak menyangka bahwa apa yang dikatakan pria itu benar, ia akan mendapat bahaya ketika berada di luar. Ia merasa sangat ceroboh.

Isak tangis Clara tanpa sadar terdengar, pria yang sedari tadi mengawasi seluruh ruangan di bagian tengah ruang ini segera tersenyum. Ia akhirnya menemukan keberadaan gadis itu. Dengan langkah perlahan pria itu bergerak ke sofa yang tidak jauh darinya saat ini.

"Sedang main petak umpet, ya, Nona Cantik?" kata orang itu sembari tersenyum.

Clara mematung tidak bergerak sama sekali, bahkan untuk menelan saliva dan menoleh saja rasanya sudah sangat berat. Malam ini ia merasa sudah tamat.

"Keluar, Sayang," punya pria itu dengan suara lembut yang dibuat-buat.

1
Dea Semilikiti Dea Semilikiti
kak syalalayayaya...kpn bikin cerita disini lgi.maklum aku oenikmat gratisan😄
Syala Yaya (IG @syalayaya): ada yang terbaru kak, cek ja profilku. Belum tamat sihh, baru permulaan hehehe
total 1 replies
Ratu Tety Haryati
Alhamdulillah... konflik dari kesalahpahaman telah berakhir dengan saling memaafkan, dan kehadiran Ily menambah kebahagiaan keluarga besar.

Terima kasih, Kak Othor🥰🙏
Syala Yaya (IG @syalayaya): Makasih udah membersamai cerita ini, Kak Ratu💞💞 Baca juga kisah Keenan di cerita baruku yaa
total 1 replies
Ratu Tety Haryati
Semoga dengan kehadiran putri dari, Teshar dan Clara dapat meluluhkan hati orangtuanya.

Siapa kira2 nama adik bayi yg akan diberikan oleh, orangtua Teshar?
Ratu Tety Haryati
Menunggu pertemuan manis Teshar dan Adik Bayi.🥰
Ratu Tety Haryati
Maksud hati Clara ingin menjerat lewat jalur hukum dengan memancing emosi, Jeff agar melukainya, eeehhh... ternyata beneran kena luka tusuk.
Semoga lekas pulih ya, Cla...
Erna Sulastri
akhirnya bisa baca sampe tamat juga kq sya walau nunggunya lama bingitttzzzzz
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 2 replies
Qothrun Nada
Alhamdulillah,bisa baca sampai tamat juga,2 tahun lho mbk Sya 🥰
Qothrun Nada
langsung jatuh cinta kan begitu lihat si baby❤️
Qothrun Nada
sayang sekali bayi udah bisa merangkak belum ada namanya,mau di kasih nama sama Kenan tapi Clara takut namanya salah satu dari nama mantan Kenan😀
Qothrun Nada
Kenan tak seberuntung Arjuna ya mbk Sya😀, walau sama sama punya sifat pemberontak nyatanya Anjani takluk juga, tapi tidak dgn si Clara 😀
Bunda dinna
Teshar selalu punya cara untuk meluluhkan hari orang tuanya
Qothrun Nada
beli baju juga Tuan, tapi jangan dandani putri anda dgn baju kayak bajunya putri dlm dongeng,jgn belikan baju kayak Clara dulu😀
Syala Yaya (IG @syalayaya): Clara udah trauma itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
Bunda dinna
Teshar biar pun kaku tetap seorang ayah yg bakal punya imajinasi ttg nuansa tempat tinggslnya nanti.
Bersama dengan keluarga kecilnya
Syala Yaya (IG @syalayaya): setuju, Kak. setiap orang pasti punya naluri sebagai orang tua huhuhu💞 makasih udah membersamai cerita ini ya Kak❤️
total 1 replies
Qothrun Nada
adek bayi,itu panggilan kakak yg baru punya adek😀
Qothrun Nada
heleh Jem sombong jadi uncle ganteng,bagi baby nanti tetap uncle Kenan segalanya 😀
Qothrun Nada
belajar dari siapa Clara,kata kata romantis itu.dari mbk author ya😀
Syala Yaya (IG @syalayaya): Latihan selama merenung dalam kerinduan 🤣🤣
total 1 replies
Qothrun Nada
mbk Sya, lanjut dong salah sendiri bikin penasaran orang terus 😀, penasaran banget sama reaksi Thesar nanti ketika melihat si baby
Qothrun Nada
ih lucunya seorang Jemmy minum susu kotak 😀,pinter banget teman nya itu
Erna Sulastri
lanjut ka sya
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Bunda dinna
Ternyata Jemmy tau semuanya
༺⬙⃟⛅𝓙𝑬𝓜𝑨📴: Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Semua ini tentang Lucyana yang pernah disakiti, dihancurkan, dan ditinggalkan.
‎Tapi muncul seseorang dengan segala spontanitas dan ketulusannya.
‎Apakah Lucy berani jatuh cinta lagi? Kali ini pada seorang Sadewa yang jauh lebih muda darinya.
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku. Terimakasih💕
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!